Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bertemu


__ADS_3

☘️☘️


" Aku juga yang salah, kenapa saat aku menyebrang tidak hati hati. Maafkan aku juga.” Ucap Wulan yang masih terus menatap pemuda tersebut.


Setelah lumayan lama mereka ngobrol, kini Sandy berpamitan untuk pergi ke tempat kerjanya dan dia berjanji akan menjenguk korbannya nanti setelah pekerjaannya selesai. Sandy beranjak pergi menuju parkiran dan langsung berangkat ke tempat yang ia tuju.


Sementara di lain tempat, Reva yang mengetahui temannya mendapat musibah langsung menghubungi temannya yang lain. Memberi kabar bahwa Wulan mengalami kecelakaan dan di rawat di Rumah Sakit, Reva dan teman temannya sepakat akan menjenguk Wulan setelah jam kerja mereka selesai.


Reva,Lutfhi, Siti, Revi, Sabrina dan Ari. Mereka semua adalah teman temannya Wulan, dan mereka berteman sudah cukup lama dari mulai sekolah menengah pertama sampai dengan sekarang masih terjalin harmonis. Meskipun pada awalnya mereka mempunyai perasaan lebih pada temannya, namun persahabatan yang mereka ciptakan lebih kuat dari pada perasaan atau obsesi mereka. Mereka semua sudah bekerja, dan karena hal itu mereka sekarang jarang bertemu tapi berkomunikasi teteplah berjalan. Menanyakan kabar atau membicarakan tentang pekerjaan mereka, kadang keluh kesah masing masing pun mereka ungkapkan.

__ADS_1


Kembali lagi ke Rumah Sakit dimana Wulan berada.


Wulan kini di temani sang ibu, dan Ayah nya telah pergi untuk berangkat bekerja.


“ Apa yang kamu rasa sekarang, nak? masih tersa pusing atau ada yang lain yang kamu merasa tidak nyaman?” Tanya Bu Sari menatap sang anak lalu duduk di samping anaknya.


“ Kepalaku masih pusing Bu, napasku juga agak sesak dan sedikit mual juga.” Jawab Wulan lemah dan memejamkan matanya karena merasa pusing yang teramat sangat. Itu wajar saja terjadi, karena Wulan kepalanya pas jatuh membentur tepian jalan. Untung saja tidak sampai gegar otak.


“ Bu… Tapi pekerjaanku bagaimana? Baru juga kemarin aku bekerja.” Gumamnya sangat pelan, ada rasa kecewa yang hinggap dalam perasaannya, baru kemarin dia merasakan kebahagiaan bisa bekerja kembali tapi kini harus berbaring di tempat dan entah sampai kapan ia disana.

__ADS_1


Mendengar perkataan Wulan, Bu Sari tersenyum dan menjawab. “ Kamu tidak usah khawatir, Ayah sudah memberi kabar pada majikanmu bahwa kamu tidak bisa masuk untuk beberapa hari kedepan.” Ucap Bu Sari meyakinkan anaknya.


“ Baiklah Bu, aku merasa lega sekarang.” Balas Wulan pelan, dan dia langsung memejamkan matanya tertidur karna efek dari obat yang ia minum.


Waktu sudak menunjukan pukul empat sore, cuaca di luar sana masih kelihatan cerah walau pun sebentar lagi siang akan berganti malam. Teman teman Wulan sudah sepekat mereka akan pergi ke Rumah Sakit bersama sama, dan sekarang mereka dalam perjalanan menuju kesana dengan satu kendaraan saja yang di kendarai oleh Reva. Ya Reva salah satu teman mereka mempunyai sebuah mobil, Reva terbilang baik nasibnya di banding teman temannya, dia bekerja di bagian perhotelan dan sudah lama bekerja disana.


Tidak lama kemudaian samapailah mereka ke tempat dimana Wulan di rawat dan langsung mengetuk pintu, “ Assalamu’alaikum,” Ucapnya bersamaan dan langsung membuka pintu lalu mereka masuk kedalam satu persatu dengan sangat pelan, takut mengganggu kenyamanan pasien.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Sekian dulu, Terimakasih yang sudah berkenan mampir.


Sampai jumpa lagi 🤗🤗


__ADS_2