
Kediaman two drn. Khan.
Darren sudah sampai di kediaman nya. Ia langsung masuk ke dalam kediaman nya dengan langkah yang sangat cepat.
"Viola dimana?" Tanya Darren pada pak Dadang yang masih menyambut kepulangan tuan muda nya itu bersama pelayan yang lain nya.
"Nyonya muda ada di perpustakaan tuan muda." Jawab pak Dadang dan menundukkan kepalanya di hadapan Darren.
"Tumben dia kesana." Pikir Darren.
"Baiklah kalian boleh pergi sekarang!" Perintah Darren pada seluruh bawahannya yang ada di kediaman nya itu.
"Baik tuan muda." Jawab mereka serentak.
Darren pun beralih kearah lift pribadinya dan menekan tombol 5. Setelah pintu lift terbuka Darren langsung berjalan kearah perpustakaan nya. Di lihat nya Viola tengah membaca buku dengan sangat serius. Sampai-sampai Viola sendiri tidak sadar Darren sudah berada di belakang nya.
"Sayang kau menyukai buku ini?" Tanya Darren ketika melihat buku apa yang sedang di baca oleh Viola.
"Darren!" Viola terkejut saat tau siapa yang sudah berbicara di belakang nya itu.
"Sini," Darren merentangkan kedua tangannya agar Viola memeluk dirinya itu.
"Kenapa kau tidak bilang kalau akan pulang jam segini?" Tanya Viola dengan memeluk tubuh kekar suaminya itu.
"Aku ingin memberi mu kejutan." Ujar Darren dengan wajah yang tersenyum pada Viola.
"Darren kau tau tidak?" Viola menatap kearah Darren dengan sangat intens.
"Istriku bagaimana aku bisa tau jika kau saja tidak memberi tau ku." Darren menghela nafas nya dengan pelan.
"Oh iya aku bodoh sekali!" Viola menepuk kening nya itu.
"Jangan lakukan hal yang akan menyakiti dirimu sendiri!" Darren menarik tangan Viola yang telah menepuk keningnya.
"Baiklah suamiku maafkan aku." ujar Viola pada Darren.
"Darren akhir-akhir ini aku tidak ingin jauh dari mu." Viola menundukkan kepalanya itu di hadapan Darren. Dia sendiri tidak tau mengapa selalu merindukan Darren jika jauh dari nya.
Viola merasa tidak ingin Darren meninggalkan dirinya sedetik saja. Biasa nya Viola tidak masalah jika Darren meninggalkan nya beberapa saat. Namun kali ini berbeda sehingga membuat Viola hampir gila karna merindukan Darren.
"Wah Viola Talisa! Sejak kapan kau bisa merindukan aku? Biasanya aku yang selalu merindukan mu." Ejek Darren pada Viola membuat wajah Viola langsung memerah karna malu.
"Rindu suami sendiri salah!" Ketus Viola dan langsung meninggalkan Darren di sana.
"Istriku!" Panggil Darren saat melihat Viola sudah keluar dari perpustakaan milik nya.
Viola tidak memperdulikan ucapan Darren. Ia sangat kesal pada Darren yang selalu saja menggoda dirinya itu. Sementara Darren yang mengejar Viola dengan sangat cepat memegang tangan Viola agar tidak jauh darinya.
"Darren lepasin!" Kesal Viola pada suaminya.
__ADS_1
"Sayang aku hanya bercanda! Kenapa kau menjadi sangat sensitif sekali sekarang?" Tanya Darren menatap wajah istri nya yang masih terlihat sangat kesal.
"Itu karna kau selalu saja menggoda ku!" Ketus Viola pada Darren.
"Aku menggoda mu? Sayang kapan aku menggoda mu?" Darren menatap Viola dengan tatapan tidak percaya nya.
"Tadi apa kalau bukan menggoda ku!" Viola membuang muka nya kesembarangan arah.
"Istri ku! Kau tidak bisa membedakan mana yang menggoda dan mengejek mu?" Darren menautkan kedua alis nya itu menatap kearah Viola.
"Bukan kah itu sama saja!" Ketus Viola dan langsung menghempas tangan Darren dengan sangat kesal.
Viola pun langsung masuk ke lift pribadinya tanpa mempedulikan Darren yang ada di samping nya. Ketika Viola hendak menekan lantai bawah namun Darren lebih dulu menekan tombol lantai 2.
Ting.
Pintu lift pun langsung terbuka. Mereka kini sudah berada di lantai 2. Viola memilih untuk tidak keluar dari lift karna ia masih kesal dengan Darren.
"Darren lepasin!" Darren menarik tangan Viola keluar lift membuat Viola semakin kesal.
"Istriku, aku akan membuat mu bisa membedakan mana yang menggoda dan mana yang mengejek!" Ujar Darren dengan suara datar nya dan langsung mengendong Viola begitu saja.
"Darren lepasin! Kau mau apa?" Tanya Viola dan terus memukul dada bidang suaminya itu.
"Tentu saja membuat tuan muda kecil!" Jawab Darren dengan seringai licik yang sudah terukir di wajah nya.
"Tapi, aku tidak mau melakukan nya hari ini!" Viola terus saja memberontak.
Begitu Darren masuk ke kamar nya. dengan sangat perlahan Darren membaringkan Viola di atas tempat tidur mereka yang berukuran king size. Darren menatap wajah Viola yang masih menatap nya dengan wajah yang kesal.
"Istriku, bukan kah tadi kau bilang tidak ingin aku meninggalkan mu! Lantas kenapa sekarang kau terus saja memberontak dan menghindar dari ku?" Tanya Darren dengan posisi Darren di atas Viola.
Posisi Darren saat ini dengan keadaan Viola di bawah himpitan nya. Namun, Darren masih menjaga keseimbangan tubuh nya itu agar tidak menimpa tubuh kecil Viola dengan tubuh kekar nya.
"Itu karna, kau mengejek ku!" ketus Viola pada Darren.
"Baiklah aku minta maaf sayang." Darren merapikan rambut Viola yang menutupi wajah nya itu.
"Aku tidak mau." Viola terus saja marah pada Darren membuat Darren menghela nafas nya.
"Baiklah jika kau tidak mau memaafkan aku! Maka aku akan kembali ke perusahaan ! untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah aku tinggalkan demi bertemu dengan mu." Darren hendak bangkit dari atas tubuh Viola.
"Darren," Viola langsung menarik dasi Darren membuat Darren sangat terkejut.
Karna tarikan dari Viola. Tanpa mereka berdua sengaja, ciuman pun terjadi di kedua bibir mereka. Namun, saat Viola ingin menolak tubuh Darren. Darren malah tersenyum kecil dan langsung ******* bibir Viola dengan panas. Viola sama sekali tidak menolak Darren. Ia memejamkan matanya dan perlahan Viola mengalungkan tangannya di leher Darren.
Darren semakin memperdalam ciuman mereka. Sementara, Viola berusaha mengimbangi ciuman panas dari suaminya sendiri. Mereka sama-sama terbawa oleh hasrat mereka masing-masing. Perlahan Darren melepaskan helai demi helai kain yang ada di tubuh Viola. Begitu juga Viola yang sudah membuka satu demi satu kancing baju Darren. Yang di mana hasrat Viola semakin meningkat saat melihat dada bidang suaminya.
"Boleh aku membuat tuan muda kecil hari ini sayang?" Bisik Darren di telinga Viola dengan sedikit hembusan sehingga membuat Viola sedikit geli.
__ADS_1
"Emh," Viola mengangguk kepalanya yang menandakan dia tidak akan melarang apapun yang akan di buat oleh Darren hari ini pada dirinya.
Darren semakin bersemangat saat sudah mendapatkan persetujuan dari Viola. Ia langsung menggeranyangin tubuh Viola. Seluruh wajah Viola sudah di hujani oleh kecupan Darren. Darren beralih kearah leher jenjang Viola.
Dengan sangat rakus nya Darren langsung meninggalkan tanda kepemilikan nya di leher jenjang Viola. Kini Darren sudah berada tepat di kedua aset milik istri nya itu. Darren semakin tidak bisa menahan dirinya saat melihat tubuh istri nya yang sangat **** ia pandang. Darren langsung memainkan kedua aset milik Viola dan sesekali memasukkan nya kedalam mulut nya.
Sambil bermain di kedua aset milik Viola tangan Darren juga tidak berhenti sampai di sana. Darren beralih ke area yang lain. Sehingga membuat tubuh Viola bergetar.
"Darren, Ahh!" Desah Viola saat ia merasakan ada yang menyentuh bagian inti nya.
"Nikmati lah permainan panas kita hari ini istri ku." Ujar Darren dan kembali mencium bibir mungil Viola.
Setelah puas ia mencium bibir Viola Darren turun dari tempat tidur nya dan dengan sangat cepat membuka celana yang ia kenakan. Setelah celana Darren sudah di buka dengan cepat juga Darren kembali menerkam Viola yang sudah tidak terbalut sehelai benang pun.
"Darren ... Hentikan! Aku tidak tahan." ******* Viola semakin bergema di telinga Darren. Membuat Darren semakin membuat istri nya kalang kabut sendiri.
"Aku akan memasukkan ular kobra ini ke sarang nya sayang," bisik Darren dengan perlahan. Membuat Viola menelan saliva nya.
Darren langsung saja melakukan penyatuan milik nya pada Viola secara perlahan sekali. Agar Viola tidak merasakan sakit lagi. Tapi, karna ini sudah kesekian kali nya. Viola tidak merasakan sakit sama sekali malahan yang Viola rasa kan adalah sebaliknya.
"Darren aku mau-- Aahh," Viola terus saja berdesah saat Darren mempercepat pacuan nya pada Viola.
"Suttsh, Istriku fokus lah pada tujuan kita yaitu membuat tuan muda kecil! Soal nikmat yang kita berdua rasakan anggap saja sebagi bonus." Tubuh Darren sudah berkeringat. Ia semakin lama semakin mempercepat gerakan tubuh nya pada Viola.
Viola benar-benar sudah tidak tahan lagi dan semakin mengeluarkan suara-suara yang akan membuat Darren terus bersemangat. Hingga saat Darren semakin mempercepat pinggul nya itu sampai ke puncak ******* di antara mereka berdua. sehingga mereka berdua pun langsung merasakan pelepasan yang luar biasa pada diri mereka masing-masing.
"Terimakasih honey," ujar Darren dengan mencium kening Viola.
"Darren peluk aku!" Viola meminta Darren berbaring di samping nya dengan memeluk tubuh nya itu.
"Baiklah aku akan memeluk mu!" Darren tersenyum dan memeluk tubuh mungil Viola dengan erat.
Viola merasa sangat nyaman saat berada di pelukan Darren. Ia membenamkan wajahnya di dada bidang Darren dan memeluk Darren dengan sangat erat. Entah mengapa saat bersama Darren Viola merasa sangat terlindungi.
"Darren, boleh aku bertanya?" Viola mendongakkan wajahnya menatap kearah Darren.
"Tentu saja istriku," balas Darren yang masih menciumi kepala Viola.
"Kenapa kau selalu bilang akan membuat tuan muda kecil? Bahkan kau sendiri saja tidak tau jika aku hamil aku akan melahirkan anak laki-laki atau perempuan." Ujar Viola pada Darren membuat Darren melihat kearah Viola yang masih mendongakkan kepalanya itu.
"Sayang, jika kita mempunyai anak perempuan maka, aku akan memanggil nya nona muda kecil." Jawab Darren pada Viola.
"Tapi--"
"Istriku aku lelah! Sebaiknya kita tidur sejenak dulu ya. Nanti akan kita bahas lagi." Darren semakin mempeerat pelukan nya pada Viola dan langsung memejamkan mata nya itu.
Viola yang melihat Darren sudah memejamkan mata nya sangat mengerti. Ia tau seharian suaminya ini sudah sangat lelah. Jadi nya Viola memilih untuk menyudahi pertanyaan nya dan ikut memejamkan mata nya dengan membalas pelukan Darren yang erat itu.
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1
...****************...