Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 86 Kasella, Kasella!


__ADS_3

Viola saat ini sedang memakan makanan nya di dalam kamar. Sementara Darren menatap kearah laptop yang ada di hadapannya untuk mengerjakan beberapa dokumen penting di perusahaan nya itu.


"Darren," panggil Viola pada Darren yang terlihat sibuk.


"Ada apa istri ku?" Tanya Darren tanpa menatap kearah Viola.


"Ish dia apa-apaan sih! Jelas-jelas aku memanggilnya tapi dia tidak menatap ku sedikit pun." Kesal Viola di dalam hatinya menatap tajam kearah suaminya yang masih fokus pada layar yang ada di hadapannya itu.


"Darren apa dokter Andhika masih lama datang kemari?" Viola menghentikan makan nya dan meletakkan makanan nya itu di atas meja.


"Apa masih sakit?" Darren langsung menghentikan kegiatan nya menatap kearah Viola dan berjalan mendekat kearah Viola.


"Tentu saja sakit! setelah kau melakukan nya di malam hari. kau juga melakukan nya lagi di pagi hari!" kesal Viola di dalam hati nya. namun, ia tidak berani menyampaikan nya pada suaminya yang dingin itu.


"Emh," Viola hanya mengangguk cepat kepalanya itu.


"Kasella! Bisa-bisanya dia menyepelekan panggilan ku." Ujar Darren dengan suara tinggi nya. karna, keterlambatan nya Andhika.


"Darren kau tidak perlu marah. Mungkin dokter Andhika sedang sibuk." Viola berusaha menenangkan Darren.


Viola sebenarnya tidak ingin suaminya itu marah pada sahabat nya. Namun, demi mendapatkan perhatian dari Darren Viola terpaksa melakukan hal tersebut.


"Dokter Andhika maafkan aku yang sudah membuat mu dalam masalah." gumam Viola di dalam hatinya.


"Kau tidak perlu membela nya Viola! Kasella memang seperti itu yang selalu menganggap perintah ku seperti sebuah candaan. Tapi, jika dia sudah melihat ku marah jangan kan untuk bercanda pada ku, melangkah kan kaki nya saja sudah membuat tubuh nya itu gemetaran." Darren menatap wajah Viola yang sudah terlihat berkeringat mendengar ucapan dari suaminya.


"Gawat! Gara-gara aku dokter Andhika dalam masalah." Viola meremas ujung baju nya.


"Istri ku ada apa?" Darren yang melihat istri nya terlihat gugup langsung memegang tangan Viola.


"Darren sebenarnya dokter Andhika tidak salah. Aku yang salah!'' Viola menundukkan kepalanya itu.


"Apa maksudmu?" Darren menautkan kedua alisnya menatap kearah Viola.


"Seandainya saja aku tidak menanyakan kapan dokter Andhika datang pasti kau tidak akan marah padanya. Aku melakukan itu karna ingin mendapatkan perhatian dari mu saja." Jelas Viola pada Darren.


"Istriku kau itu salah! Karna, Kasella juga datang nya terlambat ke kediaman ku ini dan tidak sesuai dengan perkataan nya." Darren membelai rambut Viola dengan sangat lembut.


"Maaf ya sayang! Bukan nya aku tidak memperhatikan mu. Namun, pekerjaan sedikit ada masalah. Tapi percayalah Viola Talisa! Selamanya perhatian dari seorang Darren Abraham Khan hanya akan tertuju pada mu saja." Darren mencium kening Viola dengan sangat lama.


"Darren maafkan aku yang tidak pengertian dengan pekerjaan mu. Kupikir karna, kau sudah memiliki segalanya. Jadi pasti tidak akan bnyak pekerjaan lagi. Ternyata aku salah!" Viola tidak berani menatap wajah Darren.


"Istri ku, satu hal yang harus kau ketahui. Semakin tinggi kekuasaan kita maka, semakin besar pula tanggung jawab kita. Karna, kau sudah bersama ku sekarang maka, aku akan mengajarimu secara perlahan. Apa yang harus dilakukan dan yang tidak harus di lakukan!" Darren membuat wajah Viola kembali menatap kearah nya.


Dengan secara perlahan Darren mencium bibir Viola dan ******* nya dengan lembut. Viola membalas ciuman suaminya itu.


Brak!

__ADS_1


"Tuan muda, dimana nyonya muda yang ingin ku periksa lagi?" Kasella membuka kamar sahabatnya itu dengan sembarangan. membuat pemandangan yang seharusnya tidak boleh di lihat oleh dirinya itu. jadi terlihat dengan sangat jelas oleh nya.


OMG!


"Kalian sedang apa?" Kasella yang sudah menatap kearah Darren hanya bisa tersenyum saja.


Viola yang mendengar ucapan dari dokter Andhika langsung mendorong Darren dengan sangat kuat. Membuat Darren merasa kesal dan menatap nya dengan sangat tajam.


"Kau mendorong ku Viola Talisa?" Darren langsung menekan kan setiap kalimat nya itu pada Viola.


"Darren maafkan aku! Aku mendorong mu karna dokter Andhika sedang melihat kita." Viola langsung membela dirinya karna tidak ingin suaminya marah pada dirinya.


"Memang nya kenapa jika dia melihat kita? Lagian aku juga tidak mengganggap dia manusia. yang masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu!" Tegas Darren pada Viola dan menatap tajam kearah Andhika. Membuat Andhika menelan saliva nya itu dengan sangat susah.


"Tuan muda maafkan saya. Tadi, sebelum saya masuk saya sudah bertanya pada pak Dadang, tuan dan nyonya sedang apa? Dan pak Dadang bilang tuan sedang bekerja sementara nyonya sedang makan. Jadi di sini saya tidak salah tuan muda." Andhika berusaha mencari aman untuk dirinya dulu.


"Tetap saja kau salah! Tidak pernah kah kau diajari etika dan sopan santun? Wah dokter Kasella sepertinya lulusan kedokteran mu itu tidak berguna sama sekali."


Dam..


Seperti silet yang langsung menyayat ke hati Andhika begitu mendengar ucapan dari sahabat nya sendiri.


"Gila! Pedes bener ucapan manusia dingin ini." Andhika hanya diam saja menahan rasa kekesalan nya.


"Memang seperti yang di rumor kan di luar sana." Viola menggelengkan kepalanya dan menelan saliva nya itu.


"Ada apa dokter Kasella? Kau tidak terima dengan ucapan ku?" Darren yang melihat sahabatnya hanya diam saja langsung menatap nya.


"Baguslah jika kau tau salah! Sekarang obati istriku. Dan dimana perawat wanita nya?'' tanya Darren dengan nada yang kembali tinggi.


"Dokter Kasella jangan bilang kau tidak membawa perawat wani--"


"Eh tunggu dulu tuan muda!" Andhika langsung mengangkat satu tangan nya itu yang menandakan stop di hadapan Darren agar tidak mengamuk padanya.


"Kali ini saya membawa perawat wanita tuan muda. Jadi saya harap tuan muda tidak marah-marah lagi." Andhika langsung memerintahkan 3 orang perawat wanita untuk masuk ke kamar Darren. dengan menaiki turun kan alisnya di hadapan Darren dan tersenyum puas.


"Bagus lah dokter Kasella! Jika sudah ada perawat wanita maka segera lah kau obati istriku!" Perintah Darren pada Andhika.


"Baik tuan muda," balas Andhika dan berjalan mendekat kearah Viola.


Andhika yang sudah ada dihadapan nyonya muda nya langsung menyuruh perawat wanita nya untuk memeriksa Viola.


"Nyonya muda keluhan apa yang nyonya alami?" Tanya Andhika pada Viola.


"Aku merasa seluruh tubuh ku ini sakit." Balas Viola pada Andhika.


"Nyonya muda bisakah anda menjelaskan di bagian mana yang paling sakit? agar saya bisa memastikan nya dulu!" Ujar Andhika pada Viola setelah mendapatkan beberapa hasil dari pemeriksaan oleh perawat nya itu.

__ADS_1


"Dokter Andhika suhu tubuh nyonya muda lumayan tinggi," ujar perawat wanita pada Andhika saat melakukan pemeriksaan.


"Baiklah!" Andhika mencatat beberapa hasil pemeriksaan.


"Nyonya muda, anda belum menjawab pertanyaan saya tadi." Andhika beralih menatap kearah Nyonya muda nya.


"I-itu," Viola merasa gugup harus mengatakan nya. Jika ia mengatakan nya maka ia akan merasa sangat malu.


"Istri ku katakan lah!" Darren menatap wajah Viola yang terus saja menatap kearah lain.


"Aku malu!" Bisik Viola pada Darren membuat Andhika merasa bingung.


"Nyonya muda, disini saya lah dokter nya jadi apa yang menyangkut tentang keluhan pada tubuh anda maka katakanlah pada saya." Andhika merasa kesal melihat kedua manusia yang selalu merepotkan nya itu terus saja berbisik-bisik.


"Kasella semalam dia kehilangan keperawanan nya! Makanya di bagian area sensitif nya merasa sakit dan nyeri." ujar Darren dengan suara datar nya dan sangat gampang nya membuat semua orang di sana langsung melongo melihat kearah tuan muda mereka.


"what's! You're crazy friend." Andhika yang mendengar ucapan dari sahabat nya itu langsung menatap nya dengan tidak percaya.


"Sekali lagi kata-kata itu keluar dari mulut mu itu! Maka percayalah dokter Kasella aku akan membuat mu tidak bisa berbicara lagi." Darren menatap tajam kearah Andhika.


"Darren kau jahat! Aku sangat malu sekarang." Viola langsung menutup seluruh wajah nya dengan selimut.


"Untuk apa kau malu istriku," Darren menurunkan selimut Viola.


"Bro! Bukan nya aku ingin mengatai mu gila ya. Tapi pada kenyataannya kau memang tidak waras! Mana ada seorang suami yang akan berkata seperti itu di hadapan orang lain tentang hubungan intim kalian." Andhika menggelengkan kepalanya itu.


"Kau yang tidak waras Kasella! Bukan kah tadi kau menanyai istri ku bagian mana yang paling menyakitkan pada tubuh istri ku ini! dan aku membantu nya menjawab tentu saja di bagian area sensitif nya. Apakah ada yang salah dari jawaban ku dokter Andhika Kasella?" Darren menekan kan setiap kalimat nya pada Andhika membuat Andhika langsung terdiam.


"Sial! Bisa-bisanya aku termakan omongan sendiri." Andhika merasa kesal dengan kebodohan nya itu.


"Tuan muda, anda benar! Maafkan saya karna sudah melupakan ucapan saya sendiri." Andhika segara meminta maaf pada Darren.


"Baiklah!" Darren hanya menghela nafasnya saja.


"Sekarang kau obati saja istriku ini." Perintah Darren lagi pada Andhika.


"Baik tuan muda," Andhika kembali memeriksa Viola walaupun tidak menyentuh pasien nya itu. Untuk pertama kalinya Andhika mendapatkan pelajaran baru yaitu mengobati seseorang tanpa menyentuh nya.


"Tuna muda, nyonya hanya sedikit demam dan juga merasa nyeri untuk beberapa saat. Setalah meminum obat penurun panas dan pereda nyeri maka nyonya akan sembuh dengan cepat." Andhika langsung menyerahkan beberapa obat pada Darren.


"Baiklah Kasella! Terimakasih atas pengobatan nya." Darren mengulurkan tangannya pada Andhika.


"Darren sebentar lagi dia akan kembali!" Andhika berbisik pada sahabat nya itu agar tidak di dengar oleh Viola.


"Aku mengerti," balas Darren.


Andhika yang sudah selesai pun langsung keluar dari kamar tuan muda dan juga nyonya muda nya itu. Agar mereka memiliki waktu untuk lebih lama lagi berduaan nya. Sementara Darren yang sudah melihat kepergian teman nya itu langsung masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh istri kecil nya. Viola hanya tersenyum saja pada suaminya dan juga membalas pelukan suaminya.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2