
2 jam kemudian...
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Viola pun terbangun dari tidurnya.
"Hoammm ..." Viola menguap dengan menggeliat kan tubuh nya.
"Jam berapa sekarang?" Dengan segera Viola melihat jam tangan nya. "Sudah jam 2 siang! Sepertinya Tara sudah pulang. Sebaiknya, aku cari dia sekarang!" Viola langsung bangkit dari ranjang nya dan berjalan keluar dari kamar nya.
Viola pun turun kelantai bawah untuk mencari adik nya. Namun, dia tidak menemukan adik nya itu. Tidak lama kemudian, Viola melihat pak Dadang yang sedang memantau para pelayan lain nya. Dengan cepat Viola menghampiri pak Dadang.
"Pak!" Panggil Viola.
"Maaf nyonya muda. Saya sudah membelakangi nyonya." Dengan segera pak Dadang memberi hormat pada nyonya mudanya.
"Ahh ... Tidak apa-apa pak! Oh iya, Tara sudah pulang Belum pak?" Tanya Viola.
"Nyonya Tara belum pulang nyonya muda! Mungkin sebentar lagi!" jawab kepala pelayan dengan sangat hormat nya.
"Loh!! Ini kan sudah jam pulang nya pak. Kok dia belum pulang jugak ya?" Viola merasa khawatir. Dia takut kejadian adik nya menabrak mobil seseorang terulang kembali.
"Nyonya muda tidak perlu khawatir! Karna, di sekitar nyonya Tara sudah ada bodyguard yang selalu memantaunya nyonya muda." pak Dadang pun langsung menenangkan nyonya muda nya.
"Ha?? Lagi-lagi bodyguard! Jangan bilang bodyguard nya berjumlah 6 jugak pak?" Viola langsung mengembuskan nafas nya dengan sangat cepat.
"Benar Nyonya muda! Bodyguard yang mengawasi nyonya Tara berjumlah 6 bodyguard." Pak Dadang langsung tersenyum melihat wajah nyonya muda nya yang sudah sangat terkejut.
"Apa!! Jadi, yang mengawasi adik saya ada 6 bodyguard pak? Mengapa si singa itu sangat gila sih! Untuk apa bodyguard sebanyak itu mengawasi adik saya!" kesal Viola dengan suara keras nya.
"Maaf Nyonya muda. Jika, nyonya mau tau alasan nya. Sebaiknya nyonya tanya saja sama tuan muda." Balas pak Dadang yang masih tersenyum.
"Emm baik lah pak." Ntah kenapa Viola menjadi ilfil dengan angka 6. Satu harian di selalu mendengar dan melihat yang berhubungan dengan angka 6.
"Kakak!" Teriak Tara dari arah belakang kakak nya.
"Tara ...!" Viola pun langsung membalikkan tubuhnya melihat kearah yang memanggil nya.
"Kakak disini sekarang?" dengan segera Tara menghampiri kakak nya.
"Iya kakak tinggal disini sekarang bersama mu!" Viola tersenyum kearah adik kecil nya.
"AAaa ... Aku senang sekali kak!" Tara langsung memeluk kakak nya dengan sangat kuat.
"Tara!! Lepaskan pelukan mu!" ujar Viola.
"Kenapa?? Kakak tidak suka jika adik mu ini memeluk mu!" ketus Tara pada kakaknya.
__ADS_1
"Bukan, seperti itu dek! Kakak tidak bisa bernafas, jika kau memelukku dengan sangat erat seperti tadi." Jelas Viola pada adik nya.
"Maaf..!!" lirih Tara.
"Sudah tidak apa-apa! Oh iya bagaimana sekolah mu?" Tanya Viola pada adik nya.
"Seperti biasa kak! Oh iya hari Senin kelulusan ku akan keluar kak!" Seru Tara pada Viola.
"Emang nya ini hari apa dek?" tanya Viola pada adik nya.
"Ini hari Sabtu Kakak ku sayang!" Tara langsung mencubit pipi mungil kakak nya.
"Aww! Sakit tau dek!" ketus Viola pada adik nya.
"Biarin!" Balas Tara.
"Kalau ini hari Sabtu. Berarti Darren libur hari ini ya! Pantesan aku tidak melihat nya keluar dari ruang kerja nya." gumam Viola.
"Kakak...!" Tara yang melihat kakak nya melamun dengan segera menggoyang kan lengan kakaknya.
"Ada apa Tara?" Viola langsung menatap wajah adik nya yang sudah sangat kesal.
"Kakak itu kenapa sih! Aku baru pulang kakak sudah melamun!" ketus Tara pada Viola.
"Maaf... Oh iya, berarti sebentar lagi kau akan ke Prancis dong!" Viola pun mencolek pinggang adik nya.
"Tidak bisa Tara! Jangan mengecewakan kakak." Viola membelai rambut adik nya.
"Baiklah kak!" Tara merasa sangat sedih.
"Yasudah ganti baju mu gih! Nanti kita akan makan malam bersama." ujar Viola.
"Emm .. iya kak." Dengan segera Tara kekamarnya. Dan mengistirahatkan tubuh nya yang lelah tersebut.
Viola yang melihat adik nya sudah berjalan jauh darinya langsung tersenyum. Namun, ada kesedihan juga yang sudah terbendung di dalam hati nya. Viola hanya bisa menahan diri nya untuk tetap tegar. Baginya, biar lah sakit sesaat agar nantinya mendapatkan hasil yang memuaskan.
Viola yang sudah tersadar dengan lamunan nya, langsung terkejut melihat pak Dadang yang masih berdiri dengan sangat tegap di belakang Viola.
"Bapak dari tadi disini?" tanya Viola dengan suara kaget nya.
"Iya nyonya muda!" jawab pak Dadang yang masih tersenyum.
"Salut banget aku liat pelayan disini!" gumam Viola.
"Oh iya pak! Darren dimana ya?" tanya Viola.
__ADS_1
"Tadi, saya liat tuan muda sedang menuju ke lantai 6 nyonya muda." jawab pak Dadang.
"Ada apa dengan nya? Mengapa dia memasuki ruangan rahasia itu? Sebenarnya ada apa sih dengan ruangan itu! Aku semakin penasaran saja." gumam Viola.
"Baik lah pak! Jika suami saya sudah keluar dari ruangan nya bilang pada saya ya pak!" ujar Viola pada pak Dadang.
"Baik nyonya muda!" balas kepala pelayan
"Besok hari Minggu kan pak?" Viola memandangi wajah pak Dadang.
"Iya nyonya." pak Dadang masih menjawab dengan nada hormat nya.
"Berarti besok suami saya gak masuk kerja juga kan?" tanya Viola lagi.
"Mungkin iya nyonya muda." jawab pak Dadang.
"Kenapa mungkin pak?" Viola merasa ada kejanggalan dengan jawaban pak Dadang.
"Karna, biasanya tuan muda hari Minggu ke perusahaan juga nyonya." Jawab pak Dadang lagi.
"Oh begitu ya pak! Baik lah pak." ujar Viola yang tersenyum getir. "Benar-benar pria aneh! Di hari libur saja dia masih bekerja!" gumam Viola.
"Iya nyonya muda!" Pak Dadang masih dengan tegap nya berdiri menghadap Viola.
"Malam ini menu makan malam nya apa pak?" tanya Viola lagi.
"Biasanya tuan muda selalu makan malam dengan menu makanan Inggris nyonya muda." jawab pak Dadang.
"Makanan apa itu! Saya tidak suka pak. Menu malam ini ayam goreng, nasi putih, sayur sawi. Dan jangan lupa rendang jengkol juga ya pak!" Ujar Viola dengan semangat nya membayangkan Makanan favorit nya.
"Nyonya yakin mau makan makanan itu?" Pak Dadang yang mendengar nya langsung terkejut.
"Tentu saja pak! Adik saya sangat menyukai nya." Viola masih membayangkan Makanan favorit nya.
"Baiklah kalau begitu nyonya! Saya akan mempersiapkan nya dulu." Balas pak Dadang.
"Yasudah! Bapak boleh melanjutkan perkejaan bapak kembali! Saya mau mandi dulu." ujar Viola.
"Baik nyonya muda. Saya permisi!" Dengan segera pak Dadang meninggalkan Viola.
Viola masih kepikiran dengan apa yang di lakukan Darren di lantai 6.
"Sebenarnya Darren itu kenapa? Aku melihat dirinya penuh dengan misteri yang sulit untuk aku pecahkan." Viola pun menghembuskan nafas nya dengan sangat dalam dan berjalan kembali kekamarnya untuk membersihkan diri nya.
Begitu pun dengan Tara yang sudah bangun dari tidurnya. Dengan segera ia membersihkan dirinya untuk makan malam bersama kakak nya. Tara merasa bahagia, karna selama dia tinggal di kediaman itu dia hanya makan sendirian saja dan cuma makan sepotong roti saja. Tara benar-benar tidak menyukai menu makanan yang ada di kediaman kakak ipar nya itu. Sehingga dia lebih memilih memakan roti saja.
__ADS_1
^^^Bersambung...^^^
...****************...