
Kediaman One Drn.khan..
Tidak lama kemudian Bobby yang disuruh untuk datang ke kediaman tuan nya untuk mengantar kan berkas-berkas penting perusahaan pada tuannya. Akhirnya Bobby pun tiba dikediaman Darren tersebut.
"Dimana tuan? tadi dia menyuruh ku untuk datang! katanya, ada urusan yang harus aku selesaikan dan mengantarkan berkas-berkas ini. tapi, dimana dia?" ujar Bobby sambil melihat-lihat di sekitarnya.
Karna, kediaman Darren sangat besar membuat Bobby kelelahan dan terduduk di sofa yang ada di ruang tengah. Akibat mencari keberadaan Darren.
"Apaan sih Darren ini! dia menyuruh ku kemari tapi, dia ntah dimana ... Dia pikir aku tidak lelah apa! harus mencari nya di kediaman nya yang sebesar ini!" kesal Bobby dan terus melihat di sekeliling nya.
"yaa ampunnn! mengapa aku bodoh sekali. aku kan bisa menelfon nya. kenapa aku menjadi bodoh Sekarang." seru Bobby dan memukuli kening nya sendiri.
Bobby pun segera mengambil handphone nya dari saku celana nya dan menelfon Darren. namun, panggilan nya tidak juga di angkat oleh sahabat nya.
"Come on my friend! angkat telfon mu! aku sangat lelah mencari mu." pekik Bobby yang terus menelfon Darren.
Darren yang mendengar telfon nya sudah berdering beberapa kali. Langsung membuka handphone nya dan melihat panggilan dari siapa. Darren yang melihat nya langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa?" tanya Darren dengan nada datar nya.
"Lama sekali mengangkat telfon nya!" kesal Bobby pada sahabat nya.
"Lantas?? kau mau marah ? karna, aku lama menjawab telfon mu!" bentak Darren dengan aura dingin nya pada Bobby.
"Tentu sajaaaaaa tidakk!!" seru Bobby dengan nada yang sangat kesal.
"Baguss! aku menyuruh mu datang ke kediaman ku bukan? mengapa kau belum muncul jugak sekarang!" ujar Darren dengan nada nya yang meningginya.
"Maaf tuan! Sepertinya aku tersesat." Bobby langsung menghela nafas nya dengan sangat kuat.
"Tersesat?" Darren yang mendengar perkataan sahabat nya merasa sangat terkejut.
"Iya seperti nya aku tersesat dirumah mu ini tuan." balas Bobby dengan sangat tenang.
"Ayo lah Bob! kau itu sudah lama bekerja dengan ku. kau tidak mungkin tersesat di rumah ku sndri!" bentak Darren pada Bobby. Bagi, Darren itu adalah alasan yang konyol yang diucapkan oleh sahabat nya itu.
"Aku memang sudah lama bekerja bersama mu tuan. hanya saja aku jarang sekali ke kediaman mu yang pertama ini! aku lebih tau kediaman mu yang kedua tuan." ujar Bobby pada Darren. dia tidak ingin dimarahi terus-menerus oleh sahabat nya itu.
"Kau itu bodoh sekali sih Bob!!! Kau kan bisa tanya pada pelayan yang ada di kediaman ku ini dimana aku berada! Mengapa akhir-akhir ini kau menjadi bodoh Bob!" Darren langsung menghela nafas nya dengan sangat panjang.
"Oh iya ya! Kenapa, aku menjadi bodoh Sekarang!" pikir Bobby.
"Maaf tuan ... Saya lupa!" Bobby langsung berbicara dengan nada bersalah nya.
"Dimana kau sekarang?" tanya Darren dengan nada datarnya.
"Aku diruang tengah tuan." jawab Bobby pada tuan nya.
"Ke ruang kerja ku sekarang! kau tidak mungkin tidak tau ruang kerja ku bukan?" kesal Darren dengan suara berat nya.
"Tentu saja aku tau tuan! aku akan segera Kesana sekarang." Bobby menjawab dengan sangat antusias nya pada tuan nya itu. Dan Darren pun langsung memutuskan panggilan nya sambil menggelengkan kepalanya.
Ketika Boby hendak melangkah kan kaki nya yang menaiki anak tangga. Langkah kaki nya pun terhenti ketika melihat tv yang menyala dengan siaran kartun di tv tersebut.
"Haa? kartun? siapa yang menonton film anak-anak seperti ini." Bobby langsung tersenyum melihat siaran yang ada di ruangan tv.
"Sebaiknya aku lihat saja! siapa sih yang sedang menonton filim ini." ujar Bobby. Dan Bobby pun langsung mengalihkan langkah kaki nya ke arah ruang tv.
"Gadiss ini!" Bobby yang melihat orang tersebut langsung merasa sangat terkejut.
"Tenyata istri nya seorang miliarder muda di seluruh negara ini! Dia sangat menyukai sinema kartun anak-anak? Wow Daebak!" Bobby merasa tidak percaya sama sekali. Seorang istri miliader dunia ternyata seperti anak-anak.
"Tapi, gadis ini memang sangat cantik sih." ujar Bobby yang melihat wajah polos Viola. namun, seketika Bobby langsung memukul pipi kanan nya dengan sangat keras.
"Apa-apaan sih kau ini Bob! kau tidak boleh seperti itu. gadis ini adalah istri tuan mu sekaligus sahabat mu! Jangan berfikir yang tidak masuk akal." pekik Bobby pada dirinya sendiri sembari menatap Viola yang masih tertidur di sofa.
"Tapi, dia kasihan jugak tidur di sofa ini!! pasti badan nya akan terasa sangat sakit ketika dia terbangun." ujar Boby menatap wajah Viola dengan sangat dalam.
"Apa aku memindahkan nya saja ya! kekamar nya dan Darren." pikir keras Bobby.
"Tapi??? bagaimana jika nnti Darren marah melihat ku menggendong istri nya ini?" pikir Bobby lagi.
"Ah ya sudah lah! aku pindah kan saja. dari pada nanti istrinya sakit tidur di ruang tv dengan suhu AC yang cukup dingin seperti ini! jika sudah seperti itu kan Darren juga yang akan repot harus mengurus nya! dan jika dia sudah repot, pasti aku jugak yang akan kenak getah nya." Ujar Bobby sembari membayangkan bagaimana tuan nya mengurus istri nya ini.
"Lagian Darren jugak tidak menyukai gadis ini! jadi dia tidak akan terlalu marah padaku bukan." antusias Bobby yang langsung mengangkat tubuh Viola kedalam pelukannya.
__ADS_1
Sementara Viola tidak terasa sama sekali kalau tubuh nya sudah diangkat oleh seseorang. Bobby mengangkat tubuh Viola dengan sangat perlahan. Agar tidak membuat Viola terbangun.
......................
Ruang Kerja Darren...
Darren yang merasa Bobby belum kunjung datang jugak ke ruang kerja nya. mulai merasa kesal pada Bobby. karna, telah membuat dirinya menunggu begitu lama.
"Lama sekali dia! apa sesusah itu mencari ruang kerja ku? dia kan sudah pernah keruang kerja ku!" kesal Darren.
"Sebaiknya aku mencarinya dibawah saja!! awas kau Bob ... jika aku menemukan mu. akan ku hajar kau! karna, sudah membuat ku menunggu dan mendatangi mu sendiri!" pekik Darren yang sudah sangat kesal pada sahabat nya.
"Siall ... aku bos nya tapi malah aku yang mencari nya!" Darren yang masih sangat kesal langsung mematikan laptop kerja nya.
Darren pun keluar dari ruang kerja nya dan menutup pintu ruang kerja nya. agar tidak ada yang masuk.
Darren yang sudah menuruni anak tangga langsung terkejut melihat seseorang yang mengendong tubuh Viola dari arah belakang.
"Siapa kauu???" teriak Darren, dengan nada berat nya dan sangat tinggi.
"Aku tuan! sekertaris mu." ujar Bobby, dan membalikkan tubuh nya ke arah Darren.
"Boby!! berani sekali kau mengendong istri ku!" bentak Darren dengan tatapan membunuh nya pada sekretaris nya itu.
"Maaf tuan! aku melihat nyonya tidur diruangan yang sangat dingin ini. oleh karna, itu aku berinisiatif memindahkan nya kekamar mu tuan." Bobby langsung membalas tatapan tajam tuan nya tanpa, ada rasa takut sedikitpun.
"Siapa dirimu? Sehingga kau berhak mengendong nya ha??" ujar Darren yang langsung membuat Bobby sangat terkejut.
"Ku pikir kau tidak menyukai nya Darren! makanya, jika aku memindahkan nya kau tidak akan keberatan sama sekali." seru Boby pada Darren, dia tidak percaya kalau Darren akan semarah itu padanya.
"Diiamm kauu!!! lepaskan istri ku dari tangan mu itu." pekik Darren, dan langsung memindahkan tubuh Viola secara kasar ke tangannya. sehingga membuat Viola terbangun.
"Awww ... sakit sekali!" lirih Viola, karna, merasa kan tubuh nya di angkat dengan sangat kasar.
"Darren kau itu apaan sih?? kasar sekali!!" ujar Viola menatap kearah Darren.
"Kau yang apaan? bisa-bisa nya kau tidak tau ada laki-laki lain yang mengangkat tubuh mu itu!" ujar Darren dengan nada tinggi nya. membuat Boby hanya terdiam saja melihat kelakuan Darren.
"Aku diangkat? oleh siapa? bukan nya tadi aku tidur di sofa?" tanya Viola yang masih setengah sadar dan tidak menyadari ada Boby yang berdiri dihadapan nya.
"Kauuu ituuuu!!" bentak Darren dan menatap tajam Viola.
Darren yang melihat Viola mulai menangis pun langsung menghela kan nafas nya dengan sangat kuat.
"Sudah jangan menangis! kau masih mengantuk kan?" tanya Darren dan di balas dengan anggukan oleh Viola.
"Baik lah aku akan memindahkan mu kekamar sekarang." Darren pun langsung membawa Viola kekamar nya.
Darren yang sudah masuk kekamar nya langsung meletakkan tubuh Viola di atas tempat tidur nya.
"Tidur lah dan jangan keluar! " perintah Darren pada Viola.
"Tapi kenapa??" tanya Viola, yang merasa sangat aneh.
"Tidak papa. kau harus banyak istirahat sekarang." ujar Darren sembari membelai rambut Viola dan mencium kening Viola.
Viola yang dicium oleh Darren langsung terdiam. jantung nya terus berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia menjadi salah tingkah dengan waktu sekejap saja.
"Kendalikan dirimu Vio!! jangan sampai Darren mengetahui kalau kamu sedang berdebar bersama nya!" gumam Viola dihatinya.
"Aku keluar dulu ya." ujar Darren, menatap Viola. Darren pun menekan tombol di remote control yang ada dikamar nya. dan membuat kamar itu kedap suara. Viola yang melihat Darren menekan sesuatu hanya diam saja. karna, dia tidak ingin menanyakan hal yang tidak seharusnya ia tanya kan.
"Yasudah lah mending aku main game di hp saja! aku jugak tidak mengantuk lagi." seru Viola. dia tau Darren sedang marah. makanya, dia bilang dirinya masih mengantuk padahal tidak sama sekali.
Darren segera turun kembali keruang tengah dan melihat Bobby yang masih melamun dengan duduk di atas sofa. emosi Darren kembali membara dan langsung menarik kerah baju Bobby dengan sangat kasar.
"Darren ada apa dengan mu??" tanya Bobby, dia sangat bingung melihat Darren yang masih marah padanya.
"Kau yang ada apa! berani sekali kau menyentuh nya." geram Darren dan langsung memukul sahabat nya itu dengan sangat kuat.
Omay dan mama yang mendengar ada keributan dari arah bawah, langsung turun dan melihat apa yang sedang terjadi. sementara, para pelayan yang ada didalam kediaman tersebut hanya terdiam saja. Dengan ketakutan mereka melihat amarah dari tuan nya.
"Darrren apa yang kau lakukan?" teriakan seseorang dari arah belakang membuat mereka membalikkan badannya.
"Mama?" Darren langsung terkejut melihat mama dan omay nya sudah berdiri dibelakang tubuh nya itu.
__ADS_1
"Sayang? ada apa ini!" tanya omay melihat mereka berdua.
"Kenapa kau memukuli sahabat mu nak?" timpal omay.
Namun Darren tidak mendengar kan apa kata mama dan omay nya. yang dia ingat adalah pria yang ada di depannya itu sudah berani menyentuh istri nya. Darren terus memukuli Bobby hingga membuat Bobby mengeluarkan darah di bibir dan hidung nya. Bobby sama sekali tidak melawan. dia tau kalau sahabat nya akan mulai tenang jika sudah puas meluapkan semua emosi nya.
"Darreennnnn!!! sudah hentikan ini!! kau bisa membunuhnya." bentak mama Darren dengan sangat khawatir.
"Biarkan saja ma! aku tidak memperdulikan nya!" Darren terus memukuli Boby tanpa henti.
"Darren Abraham Khan! hentikan ini." Omay yang melihat Darren terus memukuli Bobby langsung membentak cucu nya. Sehingga, membuat Darren menghentikan pukulan nya itu.
"Kenapa omay membentak ku?" Darren menatap omay dengan nafas nya yang Terengah-engah.
"Kau bisa membunuhnya nak! kau tidak boleh seperti ini." seru omay, dan menasehati cucu nya itu. sementara, mama yang melihat putra nya seperti itu. Langsung menangis dan ketakutan. Dia tidak pernah menyangka bahwa, putra nya bisa sekeras itu, seperti yang orang-orang bicarakan tentang putra nya tersebut.
"Itu salah nya sendiri! karna, dia sudah berani berurusan dengan ku!!" pekik Darren, yang menatap wajah Bobby dengan intens.
"Come on darren, I didn't know that you would be this angry with me! ku pikir kau tidak akan marah sahabat ku! makanya, aku melakukan itu." Bobby mulai bicara ketika melihat sahabatnya nya itu sudah mulai mereda emosi nya.
"What's? kau bilang aku tidak akan marah? bagaimana bisa aku tidak marah ha! ketika, aku melihat seorang pria mengangkat tubuh istri nya di pelukan pria lain!" pekik Darren dengan nada yang sangat tingginya pada Bobby.
Mama dan juga omay yang mendengar nya pun langsung terkejut dan menyuruh mereka untuk duduk di ruang keluarga.
Darren, Boby, mama dan juga omay yang sudah berada di ruang keluarga langsung mengaktifkan sistem kedap suara ruangan tersebut. agar tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. omay yang melihat mereka semua sudah duduk di ruang keluarga. mulai bertanya apa yang terjadi sebenarnya pada mereka berdua.
"Ada sebenarnya nak?" tanya omay, kepada mereka berdua.
"Tanya saja pada orang yang ada di depan mu itu!" singkat Darren dengan nada yang masih sangat emosional nya.
"Darren jaga sikap mu! dia itu omay mu!" Mama yang melihat kelakuan Darren yang sangat tidak sopan itu langsung membentak nya.
"Tidak apa-apa Ra! anak mu sedang dalam keadaan marah sekarang. jadi biar kan saja dia hingga tenang!! Bobby sayang ada apa sebenarnya nak?" Omay langsung mengalihkan pandangannya ke arah Bobby. Bobby langsung menarik nafas nya dan menghela kan nya.
"Sebenarnya cerita nya itu seperti ini omay, aku melihat ada siaran tv kartun anak-anak yang menyala diruang tv. karna, aku merasa penasaran. Jadinya aku keruang tv untuk melihat nya." Bobby pun menarik nafas nya kembali.
"Aku terkejut ternyata nyonya muda omay yang sedang menonton dalam keadaan tidur. aku merasa kasihan karna, melihat nyonya muda kedinginan dan aku jugak Takut jika nyonya muda nanti nya sakit. karna, tidur di sofa dalam keadaan dingin dan dalam posisi tidur yang sangat tidak nyaman. aku pun berinisiatif memindahkan nya ke kamar tuan, omay!! agar nyonya tidak sakit dan tuan muda tidak akan khawatir dengan nyonya muda omay." timpal Bobby kembali.
"Kau dengar itu sayang? Bobby tidak ada niat buruk pada istri mu nak! jadi kau jangan khawatir nak." Omay langsung menatap cucu nya.
"Tetap saja omay! dia sudah berani menyentuh istri ku! jika dia tidak ingin Viola sakit. dia kan bisa memberitahu ku. jika begitu aku akan langsung datang dan memindahkan nya sendiri. Tanpa, harus dia yang mengendong nya." ujar Darren dengan nada dingin nya.
"Maaf Darren! aku tidak bermaksud begitu." Boby langsung meminta maaf pada Darren, ia tidak mau sahabat nya itu marah padanya dalam waktu yang lama.
"Darren kau tidak boleh begitu! dia kan bermaksud baik, tidak ada niat buruk apa pun pada Vio jadi hargai lah sayang!" ujar mama Darren, yang masih menetes kan air matanya
"Sudah berapa kali ku bilang! aku benci melihat mu menangis ma!" pekik Darren yang hendak meninggalkan ruangan keluarga itu.
"Kau mau kemana Darren?" Mama yang melihat putra nya sudah berdiri langsung menghapus air mata nya.
"Aku mau kekamar melihat Viola!" seru Darren dengan nada datar nya.
"Darren maaf kan aku." teriak Bobby pada Darren.
"Baiklah aku akan memaafkan mu kali ini! tapii, awas saja jika kau mengulanginya lagi!!" Darren langsung melirik tajam kearah Bobby dengan sudut matanya.
"Baiklah! aku janji tidak akan mengulanginya lagi." seru Bobby dengan senyuman dibibir nya yang masih ada darah.
"Kau boleh pergi! obati luka mu itu! aku tidak ingin melihat ada bekas luka di wajah mu itu besok!" ujar Darren, yang langsung keluar dari ruangan keluarga nya.
"Baikk lah darren! kau itu memang sahabat terbaik ku." teriak Bobby yang sudah tidak melihat Darren lagi dihadapan nya.
Mama dan jugak omay hanya menggeleng kan kepala mereka. karna, melihat tingkah Darren dan jugak Boby.
"Omaay aku pamit pulang dulu ya! tante aku pulang ya! mau obati luka yang di buat oleh Darren ini dulu." Bobby masih tersenyum menatap omay dan mama tuan nya.
"Iya sayang ... maaf kan anak Tante ya!" mama Darren langsung mengusap darah yang ada di bibir Boby.
"Tidak masalah tante! aku sudah biasa menerima pukulan nya sejak kecil." ujar Bobby dengan tawa meringis nya. karna, merasa perih di bibir bawah nya.
"Yasudah sekarang pulanglah nak! obati luka mu itu." omay tersenyum pada Bobby
"Iya omay, aku pamit ya!" seru Bobby, yang di balas anggukan oleh mama dan jugak omay. Dan melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan keluarga Darren.
Bobby yang sudah keluar dari ruangan keluarga itu, ia pun segera menaiki mobil nya dan langsung meninggalkan kediaman Darren. lalu pergi ke klinik terdekat untuk mengobati luka yang dibuat oleh sahabat nya tersebut.
__ADS_1
^^^Bersambung..^^^
...****************...