Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 149 Kembali nya Bobby!


__ADS_3

Keesokan hari nya....


Shelly sudah bersiap-siap hendak berangkat kerja. Ia mulai menyemangati dirinya untuk tetap profesional dalam bekerja. Walaupun sesekali banyak pelanggan yang tidak bersikap sopan pada nya.


"Morning Shelly," sapa seseorang yang sudah menyandar kan tubuh nya pada mobil yang ia bawa.


"Pak Alvi!" Shelly sangat terkejut melihat kedatangan atasannya itu.


"Naiklah! Kita berangkat ke cafe bersama." Ujar Alvi pada Shelly.


"Tidak perlu pak, saya bisa pergi sendiri." Tolak Shelly dengan sopan. Jujur saja Shelly benar-benar sangat risih dengan atasan nya itu.


"Sudah jangan menolak. Naiklah!" Perintah Alvi sambil merangkul tubuh Shelly untuk masuk kedalam mobil.


mendapat perlakuan seperti itu membuat Shelly marah dan ingin sekali menampar atasan nya itu.


Namun, tiba-tiba saja tangan Alvi sudah di cengkram oleh seseorang dari belakang hingga Alvi dan Shelly terkejut.


"Siapa kau?" Raut wajah Alvi terlihat sangat marah menatap pada pria yang sangat gagah bahkan lebih gagah dari dari dirinya.


"Sekretaris Bobby," Shelly menatap pria yang ada di hadapan nya dengan tatapan serba salah. Di satu sisi ia sangat bahagia menatap wajah tampan yang sudah mengambil mahkota nya. Namun, disisi lain ia juga sangat marah pada Bobby.


"Kau mengenal nya?" Alvi langsung menatap kearah Shelly.


"Ti-tidak," Shelly pun menggeleng kan kepala nya itu.


"Kau itu," bukan nya marah karna tidak di kenali oleh Shelly.


Bobby justru langsung mencium sekilas bibir Shelly membuat Alvi dan juga Shelly membelalakkan matanya.


Alvi hendak memukul Bobby karna sudah berani menyentuh wanita nya. Namun, dengan sigap Bobby menangkis pukulan Alvi dan menatap tajam kearah Alvi.


"Jaga sikap mu! Kau pikir aku tidak tau siapa dirimu." Ucap Bobby sontak membuat Alvi kebingungan.


"Apa maksudmu?" Tanya Alvi dengan wajah yang sangat marah.


"Alvino Mahendra! Hanya dirimu lah yang membeli sebuah cafe kecil cuma untuk mendekati tunangan ku." Ucap Bobby pada Alvi.


"Tunangan?" Alvi yang terkejut mendengar ucapan dari pria yang tidak ia kenal langsung menatap kearah Shelly yang sejak tadi masih terdiam di tempatnya.


"Tentu saja dia tunangan ku. Kau tidak lihat cincin yang ada di jari nya itu." Ucapan Bobby membuat Shelly melihat kearah jari nya manis nya.


Alvi menatap Kejari Shelly, memang ia melihat Shelly selalu memakai cincin itu saat ia menjadi atasan di cafe tersebut.


"Cincin ini--" Shelly mengingat kembali dari mana asal cincin tersebut.


...🌹🌹...


Flash back on...


Di malam yang sangat sunyi Bobby datang kerumah Shelly setelah ia melakukan perdebatan yang hebat pada Shelly.


"Kau tau Shelly Rula? Aku ingin menikahi mu bukan hanya karna rasa tanggung jawab ku saja. Namun, aku juga tidak tau ada apa dengan perasaan ku ini, selalu terobsesi ingin memiliki mu sepenuhnya." Ucap Bobby dan berjalan kearah pintu rumah Shelly.


Jangan sebut dia Bobby Charlton kalau dia tidak bisa membuka pintu rumah Shelly. Bahkan segala macam kode pintu saja bisa di retas oleh nya. Apalagi hanya pintu seperti rumah Shelly.

__ADS_1


Bobby masuk kedalam rumah tersebut dan mengunci nya kembali. Berjalan kearah kamar Shelly. Disana sudah terlihat Shelly sedang tertidur pulas. Kalian tau bukan kalau Shelly itu tidur seperti orang mati.


"Aku akan menepati janji ku pada mu. Aku akan menikahi mu dalam waktu kurang dari dua bulan. Entah itu atas keinginan mu sendiri atau dengan paksaan!" Ucap Bobby sambil membelai rambut Shelly.


"Aku pergi sebentar untuk mengurus masalah keluarga ku dahulu. Setelah itu aku akan kembali dan membawa mu bersama ku." Bobby tersenyum melihat Shelly yang tidur dalam keadaan sangat lucu.


"Untuk sementara biarlah cincin ini mengikat dirimu pada ku." Bobby pun memasangkan cincin yang sudah ia beli dengan harga yang fantastis kejari manis Shelly.


"Tunggu aku sayang," bisik Bobby kembali sambil mencium kening Shelly dan pergi keluar dari rumah Shelly sambil menghela nafas nya.


Di pagi hari nya saat Shelly terbangun Shelly terkejut saat ia merasakan sesuatu pada jari nya. Ia sangat bingung milik siapa cincin tersebut.


"Perasaan aku tidak pernah beli cincin deh!" Gumam Shelly di dalam hati nya.


Namun, saat Shelly hendak melepaskan cincin tersebut. Shelly melihat ada sesuatu yang terlihat seperti berlian di cincin itu. Karna merasa agak ragu itu berlian sungguhan atau tidak Shelly langsung ketoko perhiasan dan menanyakan nya pada penjual perhiasan tersebut.


Sungguh betapa terkejutnya Shelly saat mendengar ucapan penjual perhiasan tersebut mengatakan kalau ini berlian asli dan sangat langka. Bahkan harga nya saja tidak bisa di bayangkan oleh Shelly.


"Mengapa cincin ini bisa berada di jari ku?" Pikir Shelly kembali.


"Jika aku melepaskan nya, bagaimana jika pemilik nya minta kembali? Bahkan diri ku sendiri saja tidak mampu menggantikan nya jika cincin ini hilang." Lirih Shelly dengan wajah yang sudah pucat.


"Sebaiknya biarkan saja ini berada di jari ku!" Shelly pun memutuskan untuk tidak melepaskan cincin tersebut.


Flash back off..


...🌹🌹...


"Bagaimana bisa cincin ini milik mu? Sedangkan aku mendapat kan cincin ini berada di jari ku saat aku terbangun." Ujar Shelly menatap kearah Bobby.


"Kalau saja aku tidak mengubah kunci pintu rumah mu itu. Mungkin entah berapa banyak pria yang membobol rumah mu itu." Bobby menyentil kening Shelly membuat Shelly meringis.


"Pak, saya bukan tunangan nya." Shelly tidak ingin ada kesalahpahaman disini dan mencoba untuk meluruskan nya kembali.


"Masuklah! Kita berangkat sekarang." Alvino tidak menjawab perkataan Shelly dan malah menyuruh Shelly untuk masuk kedalam mobil nya.


"Kau ikut bersama ku!" Saat Shelly hendak masuk kedalam mobil tiba-tiba saja Bobby menahan tangan Shelly dan membawa Shelly kearah mobil nya.


"Dia akan pergi bersama ku!" Alvi langsung mengambil tangan satu nya lagi.


"Dia tunangan ku! Kau tidak berhak menyuruh nya untuk pergi bersama mu." Tatap tajam Bobby pada Alvi.


"Kau lupa dia tadi berkata apa? Kau itu bukan tunangan nya." sinis Alvi pada Bobby


Shelly yang mendengar nya pun ikut menganggukkan kepalanya.


"Kau itu atasannya! Sedangkan dia sudah jelas milik ku. Bahkan tubuh nya saja aku sudah hafal seperti apa." Ucapan Bobby langsung membuat tangan Alvi melepaskan genggamannya pada Shelly dan menatap kearah Shelly.


"Benarkah itu?" Tanya Alvi pada Shelly.


Shelly hanya diam saja. Karna apa yang di bilang oleh Bobby memang benar, namun itu juga bukan kebenaran sepenuhnya. Dirinya sendiri saja tidak ingat seperti apa rasanya.


"Baiklah kau boleh pergi." Karna melihat Shelly hanya diam saja. Itu berarti memang benar dan membuat Alvi sangat kecewa.


"Pak," Shelly hanya bisa menghela nafas nya saat Bobby kembali menyuruh nya untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan Alvi disana sendirian


"Pantas saja aku sempat bingung saat melihat mu, kenapa waiters seperti dirimu memiliki cincin berlian yang sangat langkah itu! Aku sendiri bahkan sangat susah mencari cincin tersebut." Ucap Alvi kembali dengan wajah yang sulit diartikan


"Tapi, karna kau mengatakan dia bukan tunangan mu. Itu berati aku masih memiliki kesempatan untuk menjadikan mu milik ku." Alvi kembali menyemangati diri nya untuk tidak menyerah pada cinta nya itu.


......................


Bobby yang saat ini sangat fokus menyetir sampai-sampai tidak sadar Shelly menatap dirinya dengan sangat tajam sejak tadi.


"Aku mau turun!" Raut wajah Shelly sangat marah pada pria yang ada disampingnya itu.


"Kau akan turun jika kita sudah sampai di mana tempat yang seharusnya kita tuju." Balas Bobby dengan sangat santai nya


"Kenapa kau kembali? Kenapa kau menganggu ku?" Banyak sekali pertanyaan yang ada di otak Shelly. Namun, hanya kata-kata itu saja yang bisa ia lontarkan pada Bobby.


"Aku merindukan mu dan aku ingin menikahi mu. Bukan menganggu mu!" Bobby hanya memasang wajah datar nya saat Shelly menatap nya dengan sangat intens.


"Aku tidak akan pernah mau menikah dengan mu." Shelly langsung meninggikan suara nya itu.


"Bukan kah sudah ku katakan aku akan menikahi mu dalam waktu kurang dari 2 bulan. Kau ingin atau tidak kita akan tetap menikah!" Tegas Bobby pada Shelly.


"Kau itu tidak mengerti! Kita berdua tidak saling mencintai. Kau mau kejadian rumah tangga kita seperti sahabat mu dan sahabat ku yang selalu saja ada kesalahpahaman?" Shelly menatap Bobby yang masih dengan santai nya menyetir.


"Aku dan Darren itu dua orang yang berbeda. Kau tidak bisa menyamakan aku dengan dia." sergah Bobby.


"Cih, kau saja yang tidak sadar kalau kau dan dia memiliki sifat yang sama. Yaitu suka memaksa!" Ketus Shelly pada Bobby.


Bobby tidak menjawab ucapan Shelly dan hanya fokus pada setir nya saja. Namun, tiba-tiba saja Shelly merasa sangat pusing di kepala nya.


Shelly memijat kepalanya itu, dia sendiri bingung kenapa dia sering sekali pusing akhir-akhir ini. Bahkan ia juga tidak suka makanan yang berbau seperti jengkol. Padahal dulu nya ia sangat menyukai nya dan parfum yang pria gunakan.


"Ada apa?" Tanya Bobby saat melihat sekilas Shelly sedang memijat kepalanya.


"Tidak apa-apa," jawab Shelly singkat.


Shelly mulai menyadarkan kepalanya di bahu Bobby. Ia benar-benar merasa sangat nyaman saat mencium aroma dari pria yang ada di samping nya. Jika biasanya ia merasa mual mencium wangi dari pria lain. kini ia justru malah nyaman dengan wangi Bobby. Padahal kalau di pikir-pikir wangi Bobby hampir mirip dengan wangi atasan nya itu.


"Are you oke baby?"


Bobby sedikit cemas saat Shelly bersandar pada nya. Dengan sangat cepat Bobby menepikan mobilnya nya di tempat yang aman dan mulai memegang kepala Shelly.


"Tubuh mu panas sekali!" Bobby sangat terkejut saat ia menyentuh kening Shelly yang terasa panas. Bobby heran tadi saat ia mencium Shelly suhu tubuh nya normal. Namun, kenapa sekarang tiba-tiba suhu tubuh Shelly tinggi sekali.


"Mungkin aku kecapean karna terus begadang dan mengurus beberapa pekerjaan. Kau tidak perlu khawatir." Ucap Shelly dengan memeluk tangan kekar Bobby.


Ia benar-benar sangat nyaman saat berada di dekat Bobby. Shelly sendiri tidak tau bagaimana perasaan nya itu pada Bobby. Akan tetapi ia sadar kalau Bobby adalah pria pertama yang bisa membuat jantung nya terus berdebar.


"Tidak bisa! Kita harus kerumah sakit sekarang." Bobby pun langsung mengemudi kan mobil nya kembali dengan kecepatan tinggi agar segera tiba di rumah sakit Andhika.


"Aku tidak mau!" Lirih Shelly.


"Tidak ada penolakan." Sergah Bobby pada Shelly.


Bobby sangat geram karna Shelly terus saja menolak dirinya. Sementara Shelly yang melihat raut wajah Bobby seperti itu hanya bisa diam saja. Ingin sekali ia menolak Bobby namun, tubuh nya itu tidak mendukung nya sedikit pun. Membuat dirinya harus terikat kembali oleh pria misterius ini.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


...****************...


__ADS_2