Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 35 Hari yang sangat menakutkan


__ADS_3

Viola yang terus saja diam dan fokus membawa mobil tanpa menghiraukan Shelly sama sekali yang berada di samping nya.


"Woy Vi! Lo itu kenapa sih?" Shelly yang merasa diabaikan oleh sahabat nya itu merasa sangat kesal.


"Shell aku tidur di rumah Lo aja ya?" Viola menatap sahabatnya itu.


"Tapi, Vi! bagaimana nanti kalau suami lo marah?" Shelly melihat sahabatnya dengan sangat intens.


"Biarin aja! Siapa suruh dia tidak memperdulikan ku selama 2 hari ini! Benar-benar keterlaluan." Viola memukul kemudi nya itu.


"Hahahaha Lo seperti nya udah jatuh cinta deh Vi sama tuan Darren itu." Shelly sadar bahwa sahabat nya itu mulai ada rasa pada Darren.


"Ha? Yang benar saja! Aku jatuh cinta pada Mr.ice seperti dia? OMG lebih baik aku mati saja! Jika aku jatuh cinta pada nya." Viola hanya bisa tertawa dengan di buat-buat nya sendiri.


"Gengsi Lo terlalu besar Vi!" Shelly pun menggeleng-geleng kan kepalanya itu.


"Emang!" Balas Viola. Shelly yang merasa ada yang mengikuti mereka berusaha melihat ke arah kaca spion mobil untuk memastikan nya.


"Vi! Sepertinya ada yang mengikuti kita!" Dengan segera Shelly memegang tangan sahabat nya itu.


"Mana sih Shell?" Viola pun melihat kearah kaca spion dan benar ada yang mengikuti mereka. Dengan segera Viola melihat kearah plat nomor mobil yang mengikuti mereka.


"Tenang saja Shell! Itu para bodyguard dari Darren. Aku hafal plat nomor mobil nya." Viola pun kembali tenang.


"Syukurlah Vi! Gue pikir tadi siapa." Shelly menghela nafas nya dengan sangat panjang.


"Lo itu penakut sekali!" Ejek Viola.


"Lo pun sama Vi! Lo gak lihat apa di jalan ini sangat sepi! Bagaimana kalau tiba-tiba kita di hadang oleh orang jahat!" Shelly menatap sahabatnya itu yang masih fokus kearah jalan.


"Itu tidak mung ..." Tiba-tiba Viola menginjak rem mobil nya secara mendadak membuat Shelly terbentur pada pintu mobil Viola.


"Viola! Lo bisa gak sih bawa mobil? sakit tau!" Shelly mengelus-elus kepalanya yang sangat sakit itu.


"Shell Lo liat itu kedepan?" Dengan tangan yang lumayan gemetar Viola menunjuk kearah depan pada Shelly.


"Vi siapa orang-orang ini? Mengapa banyak sekali mobil yang menghadang kita? Jangan bilang apa yang barusan aku katakan terjadi?" Shelly yang melihat ada 10 mobil dan 20 lelaki berbadan kekar dan besar sedang menghadang mereka.


Dengan segera para bodyguard yang melindungi Viola turun dari mobil nya dan melindungi Viola dengan berdiri di depan mobil Viola.


"Tok tok tok," kepala bodyguard yang bertugas menjaga mereka dengan segera mengetuk kaca jendela mobil Viola. Viola pun membuka kaca mobil nya.


"Nyonya muda. Saya mohon anda jangan takut! Kami di sini akan melindungi nyonya. Dan kami mohon nyonya kunci pintu mobil nya dan jangan keluar!" Bodyguard tersebut berbicara dengan sangat hormat nya.


"Baik pak! Oh iya bagaimana bisa kalian melawan mereka semua?" Viola benar-benar sangat ketakutan.


"Nyonya muda tenang saja! Selagi kami masih hidup, kami akan melindungi nyonya. Dan jika sewaktu-waktu kami tidak bisa melawan mereka lagi. Kami mohon nyonya segera menghubungi tuan muda." Dengan segera bodyguard itu pun berjalan ke arah depan untuk memimpin bawahannya.


"Vi gimana ini?" Shelly benar-benar tidak tenang sama sekali.


"Tenang lah Shell! Gue juga takut!" Viola langsung mengunci pintu mobil nya itu dengan cepat.


"Cepat telfon suami lo Vi! Bodyguard itu kan sudah bilang tadi sama Lo." Shelly menatap sahabatnya dengan sangat gemetar.


"Masalah nya gue gak punya nomor Darren Shell! Kalau gue punya udah dari tadi gue telfon Shell!" Viola merasa untuk pertama kali nya dia benar-benar membutuhkan Darren.


"Lo gimana sih Vi! Nomor suami lo sendiri aja Lo gak punya." Shelly pun menghela nafas nya dengan sangat berat.


"Oh iya Shell. Cepat telfon Tara! Dia punya nomor Darren. Soalnya Darren sering menghubunginya." Viola yang terus saja melihat kearah bodyguard yang sedang tonjok menonjok itu dengan sangat ketakutan.


"Oh oke oke Vi. Bentar ya!" Shelly pun menghubungi Tara, namun ...


"Maaf pulsa anda tidak mencukupi panggilan ini! Silakan tekan satu untuk meneruskan panggilan kepada penerima yang akan di beban kan pada penerima nya." Dengan segera Shelly pun mematikan ponselnya dengan wajah yang memerah Karna malu.


"Shel! Lo gak ada pulsa? Hahahaha parah Lo Shell." Viola yang mendengar ucapan dari ponsel Shelly langsung tertawa dengan sangat kuat.


"Vi! Bisa-bisanya Lo ketawa disaat seperti ini!" Shelly yang merasa malu langsung mengalihkan pembicaraan nya.


"Lo benar Shell! Yaudah telfon Tara dari ponsel gue aja. Nih cepat." Viola yang merasa gemetar tidak berani menelfon adik nya. Dia takut adik nya akan curiga dan merasa khawatir.


"Ingat Shell! Jangan buat Tara curiga bahwa kita sedang ada masalah!"


"Iya gue ingat." Shelly pun menelfon Tara.

__ADS_1


"Hallo kak!" Tidak menunggu waktu yang lama Tara mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo adik kecil ku!" balas Shelly dengan suara happy nya.


"Kak Shelly! Kenapa kakak yang menelfon? Kak Vio mana?" Tara langsung menanyakan pertanyaan yang banyak itu sekaligus pada Shelly.


"Vi! Adik mu cerewet sekali!" Shelly menjauhkan ponselnya dari telinga nya. Sementara Viola hanya tersenyum saja.


"Hey adik kecil! Kakak mu itu sedang menyetir mobil. Jadi, dia tidak bisa menelfon mu sambil menyetir." jelas Shelly pada Tara.


"Baiklah kak! Oh iya ada apa kak?" Tara pun menanyakan tujuan kakak nya itu menelfon dia.


"Kakak mu sangat merindukan kakak ipar mu itu! Jadi, dia meminta kakak menelfon adik kecil ini untuk meminta nomor ponsel kakak ipar mu itu." Shelly menahan tawa nya. Sementara Viola merasa sangat emosi.


"Hahahaha ... Kakak memang seperti itu. Baiklah kak Shelly aku akan mengirim nomor kakak ipar." ujar Tara.


"Oke adik kecil! Bye bye." Shelly pun memutuskan panggilannya itu.


"Bagaimana? Tara udh kasih nomor nya kan?" Viola benar-benar sangat khawatir. Karna, para bodyguard mereka sudah sangat kualahan melawan pria yang menghadang mereka.


"Sudah! Tapi, Lo aja Vi yang bicara sama suami lo! Gue mah ogah." Shelly pun memberikan ponsel tersebut pada Viola.


"Lo keterlaluan Shell!" Karna kondisi nya sudah sangat mendesak dengan terpaksa Viola membuang harga dirinya dengan menelfon Darren duluan.


......................


Perusahaan drn. Khan..


"Drrtt drtt drtt," getar ponsel Darren. Darren yang melihat panggilan itu langsung tersenyum tipis. Jangan tanya mengapa Darren mengetahui nomor Viola. Karna, sebelum mereka menikah Darren sudah menyimpan nomor nya duluan.


"Bob angkat panggilan ini! Bilang bahwa aku sedang ada rapat!" Darren pun memberikan ponselnya pada Bobby.


"Tapi, tuan ini nyonya muda yang menelfon." Bobby merasa aneh dengan yang di katakan Darren padanya.


"Iya aku tau! Makanya itu aku menyuruh mu untuk mengangkat panggilan tersebut. Dan begitu kau mengangkat panggilan ini kau harus speaker panggilan nya." ujar Darren dengan aura dingin.


"Kenapa tidak kau saja yang berbicara jika seperti itu." Ketus Bobby dengan suara pelan nya.


"Tidak ada tuan! Baiklah saya angkat ya." Bobby pun mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo Nyonya muda." Bobby menyapa Viola dengan sangat ramah.


"Kenapa yang berbicara kau Bob? Ini nomor Darren kan?" Viola merasa sangat aneh mendengar suara yang di dengar nya.


"Ada apa Vi?" Tanya Shelly. Namun, Viola tidak menjawab Shelly sama sekali.


"Maaf nyonya muda. Tuan sedang ada rapat penting! Jadi, ponsel nya sedang saya pegang." Jawab Bobby. Sementara Darren hanya tersenyum saja.


"Tidak bisakah kau berikan dulu ponsel ini padanya?" Viola langsung berbicara dengan sangat gemetaran membuat Darren langsung panik dan mengambil alih ponselnya kembali.


"Ada apa dengan mu istri ku?" tanya Darren dengan sangat spontan. Sementara Bobby hanya tersenyum saja, ketika ponsel yang berada di tangan nya dirampas oleh Darren.


"Darren! Benarkah ini kau?" Dengan seketika Viola merasa tenang mendengar suara Darren.


"Iya ini aku. Ada apa dengan mu? Apa terjadi sesuatu?" Darren merasa sangat khawatir.


"Darren tolong aku! Ada orang jahat yang sedang menghadang mobil ku. Dan para bodyguard yang menjaga ku sudah tidak bisa melawan mereka lagi. Karna, mereka terlalu banyak! Darren tolong aku "Viola pun menangis begitu saja. Dia benar-benar sangat takut begitu juga dengan Shelly.


"APA ...! Sekarang kau ada dimana? Aku akan menemuimu bersama bodyguard lainya?" Darren yang mendengar Viola seperti merasa tidak tenang.


"Darren aku sedang ada di .. aww..!!" Tiba-tiba telfon Viola terputus begitu saja.


"Viola! Kau jangan membuat ku khawatir Istri ku!" Karna, tidak ada jawaban sama sekali membuat Darren jadi kalang kabut.


"Prakk .." Darren langsung melemparkan ponsel nya dengan sangat kuat.


"Darren tenang lah! Kau tidak boleh seperti ini. Nantik seluruh orang yang ada di sini bisa mendengar nya." Bobby berusaha menenangkan sahabat nya itu.


"Semua ini salah mu Bob! Sudah berapa kali ku bilang awasi istri ku dan jangan sampai terjadi apa-apa dengan nya." dengan segera Darren memukul Bobby.


"Darren aku sudah mengawasi istri mu! Hanya saja ini semua di luar dugaan kita! Kau harus tenang jika tidak ingin terjadi apa-apa pada istri mu! Aku sudah tau dimana posisi istri mu sekarang. Karna, di mobil yang dia gunakan sudah di pasang GPS oleh bodyguard, ketika mereka masih berada di sekolah Tara." Bobby pun menjelaskan pada Darren.


"Jadi apa lagi yang kita tunggu sekarang! Segera hubungi bodyguard lain nya dan ikuti aku ketempat Viola." Darren pun berjalan dengan sangat cepat keluar.

__ADS_1


"Kau yang membuat nya lama! Kau jugak yang marah-marah!" Bobby pun mengikuti Darren.


...🌾🌾...


Viola sangat terkejut ketika kaca mobil nya di pecah kan oleh mereka. Sementara Shelly sudah pingsan di dalam mobil. Shelly pingsan karna, serpihan kaca itu mengenai kepala nya.


Viola yang melihat Shelly berdarah sangat ketakutan dan menangis.


"Shell ..! Bangun! jangan buat gue takut seperti ini. Shell lihat sahabat Lo sedang ketakutan sekarang! Bukan kah Lo janji buat jagain gue." Viola terus saja menggoyang kan tubuh Shelly. Namun, Shelly tidak bangun jugak.


Salah satu pria besar yang sudah memecahkan kaca mobil Viola dengan segera menekan tombol untuk membuka pintu mobil Viola dan menarik tangan Viola keluar dari mobil.


"Lepaskan!! Kalian ini siapa sih? Aku tidak kenal kalian." Viola terus saja memberontak. Tapi, tenaga Viola tidak sekuat mereka.


Ketua bodyguard yang melihat nyonya nya di tarik seperti itu langsung berlari dan memukul orang yang menarik nyonya nya.


"Berani sekali kau menyentuh nyonya muda kami!" Ketua bodyguard itu pun memukul nya dengan sangat kuat.


"Menarik sekali!" Evan hanya tersenyum menyaksikan apa yang terjadi.


"Bos sebaiknya kita hentikan saja ini." Roy benar-benar tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi jika nanti Darren mengetahui istri nya sedang di culik.


"Sudah terlambat untuk menghentikan ini semua Bob." Evan pun turun dari mobil nya dan menghampiri Viola.


"Apa jangan-jangan dia bos dari pria besar ini ya?" Viola yang melihat lelaki tampan dan gagah itu menghampiri nya merasa ketakutan dan berlari menjauh.


"Mau kemana kau Viola!" Evan pun mengejar Viola dan berhasil menangkap nya.


"Lepaskan! Aku tidak kenal kau siapa! Mengapa kau ingin menculik ku?" Viola terus saja memberontak.


"Kau akan tau siapa aku nanti!" Evan pun mengendong Viola dan memasuki nya kedalam mobil.


Mobil Evan sudah melaju kencang. Para pria yang sudah melihat bos nya pergi, mereka pun segera pergi. Sementara ketua bodyguard Viola sudah sangat babak belur. Karna, perkelahian yang tidak adil itu.


Tidak menunggu waktu yang lama mobil Darren tiba dimana Viola berada sebelum nya. Darren pun langsung berlari menghampiri mobil viola dan mencari Viola. Namun, dia tidak menemukan nya sama sekali.


"Dimana istri saya??" teriak Darren pada ketua bodyguard, ketua bodyguard berusaha untuk berdiri namun dia benar-benar sudah tidak kuat.


"Darren tenang lah! Kau tidak lihat mereka hampir mati. Kita harus telfon ambulance sekarang." Bobby pun menelfon ambulance untuk datang. Darren terus saja mencari Viola seperti orang gila. Dia benar-benar takut kehilangan orang yang dia sayang untuk kedua kali nya.


Ambulance pun datang dan segera memberi pertolongan pertama pada bodyguard itu. Namun, Shelly yang masih berdarah berusaha turun dari mobil. Bobby yang melihat Shelly langsung menghampiri nya dan Shelly pun terjatuh dengan memeluk tubuh Bobby.


"Nona anda baik-baik saja?" Bobby melihat wajah Shelly yang setengah sadar itu dan sangat pucat.


"Viola!" Shelly terus saja memanggil nama Viola berkali-kali. Darren yang mendengar Shelly segera menghampiri nya.


"Kau sahabat istri ku bukan? Dimana istri ku sekarang?" Darren menatap Shelly dengan sangat intens.


"Viola di bawa oleh lelaki yang sangat gagah dan tampan. Namun, dia sangat jahat! Tolong sahabat ku tuan, tangan Viola berdarah sangat banyak. karna, terkena pecahan kaca mobil anda yang di pecahkan oleh pria besar yang banyak itu." Shelly berbicara dengan menahan rasa sakit nya dan kembali pingsan.


"Anda memang sahabat yang baik nona!" Bobby yang melihat Shelly pingsan. Dengan segera mengendong nya dan membawa ke ambulance. Bobby sengaja memanggil 10 ambulance sekaligus agar cepat melakukan pertolongan pertama pada bodyguard tersebut.


"Siapa mereka sebenarnya?? Berani sekali kalian bermain-main dengan ku! Akan ku buat kalian semua menyesal. Setiap tetes darah yang istri ku keluar kan karna perbuatan kalian. Akan ku balas berlipat-lipat ganda dari yang kalian buat!" Darren pun mengepalkan kedua tangannya dan berjalan dengan sangat gagah nya.


"Tuan anda baik-baik saja?" Bobby yang melihat Darren kembali seperti seorang singa yang tidak punya hati dan sangat menakutkan. Membuat Bobby khawatir, jika sahabatnya sudah seperti ini. maka, masalah itu bukan lah hal yang spele.


"Bob! Kau perintah kan seluruh agen rahasia kita untuk mencari istri ku. Jika ada yang menghalanginya maka, habisi saja mereka!" Darren terus saja menahan rasa emosi nya itu.


"Darren kau jangan bercanda! Kita ini di negara hukum." Bobby berusaha menenangkan sahabat nya itu.


"Bob! Kau lupa aku siapa? Aku sudah terbiasa bermain api dengan negara ini." Darren pun masuk kedalam mobil nya itu. Dengan kemarahan nya yang berapi-api.


"Aku tidak akan lupa Darren kau siapa! Tapi, aku khawatir dengan mama dan omay mu. Jika, mereka tau pasti mereka akan sedih." Bobby hanya bisa menghela nafas nya saja.


Shelly yang sudah diberikan pertolongan pertama dengan segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalankan perawatan lebih lanjut lagi. Sementara Bobby sudah masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


Sebelumnya Bobby jugak sudah memerintahkan orang untuk membereskan kondisi di tempat kejadian tersebut. Agar tidak ada yang curiga dengan apa yang terjadi.


Bobby yang melihat Darren menahan rasa emosi sekaligus merasa sangat khawatir. Bobby juga merasa bersalah. karna, ia tidak bisa menjaga istri sahabatnya itu. Kali ini gak hanya Darren saja yang menggunakan cara tidak manusiawi itu. Namun, Bobby akan melakukan hal yang sama dengan Darren. Baginya tidak ada satu pun orang yang bisa menghalanginya untuk menjaga Darren. Jika ada dia akan menghabisi orang itu secara kejam.


^^^Bersambung....^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2