
Satu Minggu kemudian.
Seminggu sudah Viola lalui dengan kebahagiaan yang tak terkira bersama Darren. Dari sikap suaminya yang sangat lembut dan juga perhatian pada Viola membuat Viola tidak ingin jauh dari nya.
"Mengapa hari-hari ku sangat menyenangkan!" Ujar Viola pada diri nya sendiri saat membuka mata nya itu.
"Viola ayo bangun! Siapkan sarapan untuk suami mu." Semangat Viola pada dirinya.
Viola pun bangkit dari tidur nya. Ia segera membersihkan dirinya itu yang sudah sangat lengket karna ulah suaminya sendiri.
Setelah Viola selesai mandi Viola pun keluar dari kamar nya dan berjalan kearah lift. Ia ingin ke lantai bawah untuk membuat kan sarapan untuk suami tercinta nya.
Sementara Darren yang bangun lebih awal dari Viola kini masih berada di ruang kerja nya menatap kearah layar yang ada di depan nya itu.
"Aku masak apa ya?" Pikir Viola ketika dia sudah berada di ruang masak yang di mana sudah ada para koki memberi hormat padanya.
"Pagi nyonya muda," sapa beberapa koki itu pada Viola.
"Pagi juga," balas Viola dengan tersenyum.
"Nyonya muda membutuhkan sesuatu?" Tanya mereka ketika melihat nyonya muda nya ada di tempat yang seharusnya tidak di masuki oleh nyonya muda nya.
"Saya ingin memasak untuk suami saya chef." Jawab Viola dan berjalan kearah peralatan dapur.
"Nyonya muda, biarkan kami saja yang menyiapkan sarapan untuk nyonya dan juga tuan." Mereka ragu untuk membiarkan nyonya muda nya memasak. Karna pasti tuan nya akan marah jika melihat istri nya mengerjakan pekerjaan yang tidak seharusnya ia lakukan.
"Tidak apa-apa biar saya saja! Kalian semua tidak perlu khawatir. Saya akan menjelaskan nya pada suami saya dan dia tidak akan memarahi kalian apalagi menghukum kalian kok!" Viola tersenyum kearah mereka agar mereka bisa tenang.
"Baiklah kalau seperti itu nyonya muda," mereka memundurkan langkah mereka dan membiarkan nyonya muda nya memasak.
Viola yang sudah melihat kepergian mereka hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum. Dengan segera ia mengambil beberapa bahan makanan yang akan ia masak.
"Sebaiknya aku masak nasi goreng saja! Itu lebih gampang dan juga cepat. Aku tidak ingin Darren menunggu ku." Ujar Viola dengan sangat antusias nya.
Ia pun langsung memasak menu yang akan ia hidang kan untuk Darren. Sambil menunggu masakan nya matang Viola juga membuat susu untuk Darren.
"Ah akhirnya selesai juga!" Viola langsung mengelap wajah nya setelah setengah jam berada di dapur membuat nya sedikit berkeringat.
Dengan sangat hati-hati Viola menghiasi nasi goreng tersebut dan mencetak nasi goreng tersebut dengan bentuk hati agar suaminya tau perasaan nya itu tidak akan pernah berubah pada Darren.
Darren yang berada di ruang kerja nya melihat kearah jam tangan nya. Ia bangkit dari duduk nya sambil merapikan jas kerja nya itu. Setelah merapikan jas nya Darren melangkah keluar ruangan dan dan beralih kekamar nya. Dilihat nya Viola tidak ada di kamar nya dengan sangat cepat Darren masuk ke lift pribadinya menuju ke lantai 1 untuk mencari keberadaan istri nya.
"Istriku!" Panggil Darren dengan suara setengah teriak nya membuat Viola terkejut.
"Darren! Ada apa?" Tanya Viola dengan wajah yang bingung melihat wajah suaminya yang panik.
Darren tidak menjawab perkataan Viola. Ia langsung setengah berlari menghampiri Viola dan memeluk Viola dengan sangat erat.
__ADS_1
"Suami ku ada apa?" Tanya Viola sambil membalas pelukan Darren padanya.
"Aku panik saat tidak menemukan keberadaan mu." Jawab Darren pada Viola.
"Aku tidak akan kemana-mana Darren." Viola mengusap belakang Darren dengan sangat lembut nya.
"Berjanji lah jika kau ingin pergi dari ku, maka kau harus meminta ijin terlebih dahulu pada ku!" Darren menatap kearah Viola dengan tatapan yang sangat dalam.
"Baiklah aku berjanji suami ku!" Viola hanya tersenyum saja pada Darren dan menggenggam tangan Darren.
"Darren aku sudah memasak nasi goreng untuk mu. Sebaiknya kita makan dulu yah." timpal Viola lagi dengan senyuman yang merekah di wajah Viola.
"Istri ku, sudah berapa kali ku katakan. Kau jangan melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya kau kerjakan." Darren menghela nafas nya itu.
"Darren! Memasak untuk mu itu sudah tugas ku sebagi istri mu. Selain itu aku kan hanya memasak saja dan tidak melakukan pekerjaan lain nya." Viola langsung cemberut menatap wajah Darren.
"Baiklah! Lain kali kau jangan melakukan pekerjaan yang lain ya. Kau hanya boleh memasak saja dan itu hanya untuk ku." Darren membelai rambut Viola.
"Terimakasih suamiku," Viola pun memeluk Darren.
"Kau itu terlalu meremehkan aku Darren! Dulu sebelum aku menikah dengan mu, banyak sekali pekerjaan berat yang sudah ku lakukan." Viola diam-diam tersenyum bangga pada diri nya sendiri.
"Yasudah kita makan sekarang! Aku tidak sabar ingin mencoba masakan istri kecil ku ini." Darren menyentuh hidung Viola dengan sangat gemas.
Mereka pun berjalan kearah meja makan yang di mana sudah ada beberapa pelayan siap menghidangkan makanan untuk tuan dan juga nyonya muda nya.
"Istriku," Darren langsung menahan tangan Viola yang hendak menuangkan susu untuk Darren. "Aku tidak melarang mu memasak untuk ku! Tapi, aku tidak akan mengijinkan mu untuk menjadi pelayan ku."
"Kalian semua harus ingat baik-baik! Biarkan istriku memasak sesuka nya dan jangan ada yang melarang nya. Tapi, kalian semua juga perlu ingat baik-baik. jika, istri ku memaksa melakukan pekerjaan lain nya kalian harus melarang nya. Jika dia tetap bersikeras melakukan pekerjaan tersebut maka, tetap saja aku akan menghukum kalian semua!" Tegas Darren pada mereka semua.
"Baik tuan muda," jawab mereka dengan suara yang gemetar.
"Darren kau keterlaluan!" Sungut Viola pada Darren.
"Istri ku, aku tidak keterlaluan! Aku hanya tidak tega menghukum mu. Jika, kau tidak ingin mereka di hukum! maka, jangan lakukan hal yang membuat mereka akan di hukum." Darren hanya tersenyum kecil saja pada Viola dan langsung memakan makanan nya.
"Baiklah suami ku tercinta!" Jawab Viola dengan memutar bola matanya.
Mereka pun sibuk dengan makanan masing-masing. Tanpa berbicara sedikit pun. Darren yang sudah selesai memakan makanannya hingga habis. Ia segera menatap kearah Viola yang sudah hampir selesai juga dengan makanan nya.
"Istri ku, makanan mu sangat enak! Apalagi kau membuat nya dengan bentuk hati. Aku sangat menyukai nya." Darren langsung memuji makanan istri nya.
"Aku akan sering memasak nya! jika kau menyukai nya suamiku." Wajah Viola kembali memerah saat Darren memuji masakan nya.
"Baiklah, dengan senang hati aku pasti akan memakan makanan mu itu." Darren tersenyum dan langsung bangkit dari meja makannya.
"Darren kau sudah mau berangkat kerja?" Tanya Viola menatap kearah Darren.
__ADS_1
"Hem, banyak pekerjaan di perusahaan yang harus segera ku selesai kan. Kau baik-baik disini ya!" Darren mengecup kening Viola dan juga bibir nya.
"Hati-hati ya di jalan! Ingat aku menunggu mu di sini." Viola pun tersenyum pada Darren.
"Aku jadi tidak ingin meninggalkan mu." Ujar Darren dan langsung memeluk tubuh Viola dengan sangat erat.
"Sudah jangan seperti anak kecil Darren. Nanti kan kita pasti akan bertemu lagi." Viola menggelengkan kepalanya melihat tingkah Darren seperti itu.
"Baiklah, baiklah! Aku pergi sekarang." Kesal Darren pada Viola.
Viola mengetahui bahwa suaminya sedang kesal padanya. Ia hanya tersenyum saja ketika melihat kelakuan pria yang terkenal dingin menjadi sangat hangat seperti ini.
"Hati-hati ya sayang!" Ujar Viola dan langsung mencium pipi Darren. Membuat wajah Darren langsung terkejut.
"Istriku, kau mencium ku?" Tanya Darren dengan wajah yang masih tidak percaya.
"Menurut mu?" Tanya balik Viola dan tersenyum kecil pada Darren.
"Arghh! Istriku, kau sudah memancing ku. Maka, kau harus bertanggungjawab." Darren pun langsung menarik tangan Viola.
"Kau ingin apa Darren!" Viola sangat kaget ketika Darren menarik tangan nya itu.
"Tentu saja memberi mu hukuman yang tidak akan terlupakan." Balas Darren dengan seringai tipis nya.
"Stop Darren!" Viola langsung menarik tangan Darren.
"Ada apa istriku? Kau tidak mau?" Darren menelusuri wajah Viola dengan sangat intens.
"Bukan nya tidak mau! Tapi, kau bilang kau banyak kerjaan. Bagaimana bisa kau melupakan nya begitu saja." Ketus Viola pada Darren.
"Oh God!" Darren menepuk keningnya itu. "Ini semua salah mu istri ku! Kau sudah memancing ku. Maka, nya aku jadi lupa dengan pekerjaan ku." Darren mencubit pipi Viola dengan gemas.
"Aww Darren sakit tau! Mengapa kau menyalahkan aku? Itu hanya sekedar ciuman saja. Jika kau ingin menyalahkan seseorang, maka salah kan saja diri mu sendiri yang memiliki pikirin seperti itu." Ujar Viola dan memasang wajah cemberut di hadapan Darren.
"Baiklah, aku yang salah! Aku minta maaf ya honey." Bujuk Darren pada Viola.
Darren sangat tidak bisa jika istri nya marah padanya. Apalagi menangis dihadapan nya.
"Baiklah aku maafkan," Viola kembali tersenyum saat mendengar ucapan sayang dari bibir Darren.
"Kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya. Kau jangan melakukan hal yang sudah aku larang! Jika, kau melakukan nya. maka, yang akan menerima hukuman mu itu bukan dirimu melainkan orang lain! Jadi berpikir lah sebelum melakukan nya ya istriku." Darren kembali mengingatkan perkataan nya pada Viola saat di meja makan tadi.
"Iya aku pasti akan mengingat nya dengan sangat jelas kok Darren!" Viola mengangguk pelan di hadapan Darren.
"Baiklah jika kau mengerti. Maka, aku sudah tenang meninggalkan mu sendiri disini." Darren mengusap rambut Viola.
Viola hanya tersenyum saja pada Darren. Setelah melihat senyuman yang diberikan oleh Viola dengan langkah pelan nya Darren keluar dari kediaman nya dan menuju kearah mobil untuk segera berangkat ke perusahaan dan juga menyelesaikan pekerjaan nya itu secepat mungkin! agar Darren bisa secepatnya melihat wajah Viola kembali.
__ADS_1
^^^Bersambung...^^^
...****************...