Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 130 Masa kecil Darren.


__ADS_3

Vi," panggil Shelly.


"Shell," begitu mendengar suara sahabatnya Viola langsung nangis sejadi-jadinya dihadapan Shelly.


"Tidak apa-apa! Semuanya akan baik-baik saja." Shelly memeluk sahabatnya itu.


"Kenapa kau ingin bercerai dengan sahabat ku?" Spontan ucapan itu keluar dari bibir Andhika membuat Viola melerai pelukan nya dari Shelly.


"Dia tidak mencintai ku! Bukan kah dokter sendiri juga berkata seperti itu pada ku." Jawab Viola dengan sorot mata nya yang terlihat masih menangis.


"Sampai kapan anda bersikap kekanak-kanakan seperti ini nona Viola Talisa!" Andhika tidak tau lagi harus berbicara seperti apa pada wanita yang tengah dilanda oleh amarah dan kesedihan itu.


"Nak," Aurora langsung mendekati Viola yang saat ini masih menangis.


Sementara Bobby memilih langsung keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah dari Darren.


"Kau mau kemana?" Tanya Shelly pada Bobby yang hendak pergi.


"Mengurus semua dokumen perceraian antara tuan muda dan juga nyonya muda!" Jawab Bobby dengan sangat enteng nya. Membuat dirinya mendapat kan tatapan tajam dari Aurora.


Viola yang mendengar ucapan Bobby semakin merasa kecewa sekaligus marah. Ia tidak tau mengapa ia harus marah dan juga kecewa. Padahal itu adalah keinginan nya sendiri.


"Bob, jangan pernah mengurus itu tanpa ijin dari Tante!" Tegas Aurora pada sekertaris sahabat nya.


"Bob, hilangkan sikap profesional mu dulu!" Bisik Andhika pada Bobby.


"Nyonya besar ini adalah perintah dari tuan muda! Saya tidak berani untuk melanggar nya." Jawab Bobby dengan wajah yang sedang menahan dirinya yang merasa bersalah.


"Saya permisi nyonya besar," Bobby pun mengundurkan dirinya dari hadapan mereka semua.


"Kenapa semua nya jadi seperti ini?' Aurora memijat kening nya itu.

__ADS_1


"Ma," Viola menatap wajah mama Darren yang tidak baik-baik saja.


"Sayang sebenarnya ada apa ini? Kenapa kalian ingin bercerai?" Wajah mama Darren sudah terlihat sangat serius.


Viola menghela nafas nya secara perlahan dan mulai menceritakan semua hal yang terjadi pada nya dan juga Darren. Sementara Shelly berulang kali mengelus punggung Viola dan mata Viola yang terlihat masih mengeluarkan air mata saat menceritakan hal tersebut pada Aurora.


"Jadi demi mewujudkan keinginan omay dan juga mama, Darren melakukan pernikahan kontrak dengan mu?" Mama Darren memastikan nya kembali.


"Iya ma!" Viola menundukkan wajah nya itu.


"Nak, walaupun ini adalah pernikahan kontrak mama tetap menganggap diri mu adalah menantu kesayangan mama. Lagian mama yakin Darren benar-benar mencintai diri mu nak." Aurora mengelus kepala Viola pada nya.


"Dia tidak mencintai ku ma! Jika dia mencintai ku dia tidak mungkin merahasiakan pernikahan nya yang pernah batal. Aku hanya sebagai tempat pelarian nya saja ma." Ujar Viola dengan suara yang menahan tangis nya.


"Itu tidak benar nak! Darren tidak pernah mencintai Vaya sama sekali." Terang Aurora pada Viola.


"Tapi aku mendengar dari mulut Darren sendiri ma. Dia bilang dia mencintai Vaya!" Viola memejamkan mata nya lalu menatap kearah mama mertua nya itu.


"Sayang itu sama sekali tidak benar! Mama yakin kau hanya salah paham saja. Karna setau mama Darren tidak mencintai Vaya sama sekali. Pernikahan itu batal karna Vaya marah pada Darren. Vaya marah sebab Darren tidak pernah membalas cinta nya sedikitpun pada nya nak." Jelas Aurora kembali pada Viola.


"2 tahun lalu mama menjodohkan Vaya dengan Darren. Saat itu mama pikir Darren mencintai Vaya karna Bobby sendiri yang meminta untuk adik nya di nikahkan oleh Darren. Mama sangat senang mendengar nya saat mengetahui putra mama akan menikah dengan wanita yang sudah lama berada di lingkungan hidup keluarga Khan." Aurora menghela nafas nya saat ia hendak menceritakan kelanjutan nya pada Viola.


"Ada apa ma?" Viola mencoba menelusuri apa yang ada di pikiran mama dari suaminya itu.


"Mama sedih karna Darren tidak pernah bilang kalau dia tidak mencintai Vaya! Saat itu Darren langsung menerima semua keputusan mama begitu saja tanpa berpikir terlebih dahulu. Di usia Darren 23 tahun ia lagi sibuk-sibuknya mengurus masalah perusahaan yang belum lama ia ciptakan sendiri nak. Sehingga membuat Vaya sangat kecewa melihat sikap dingin dari Darren. Vaya sangat bersemangat dalam mengurus hal yang menyangkut tentang pernikahan mereka. Namun, Darren hanya bersikap seperti biasa saja. Vaya yang sudah terlanjur marah dan juga sakit hati memilih langsung meninggalkan negara ini begitu saja tanpa jejak sedikit pun. Bahkan Bobby sendiri tidak mengetahui dimana keberadaan adik nya yang membuat 2 keluarga menahan rasa malu yang cukup besar dan perusahaan Darren langsung down karna kejadian tersebut." Mama Darren menatap Viola dengan wajah yang tersenyum.


"Nak, mama mohon jangan buat Darren kembali pada masa remaja nya dulu." Mama Darren mengelus kepala Viola.


"Masa remaja Darren ma?" Tanya Viola dengan wajah yang sangat bingung


"Pada saat Darren berusia 15 tahun ia menyaksikan sendiri papa nya meninggal dunia." Mama Darren tidak sanggup jika mengingat masa lalu nya kembali. Namun, ia tetap harus menceritakan nya agar putra nya tidak kembali ke masa-masa kelam nya.

__ADS_1


"Ma," Viola merasa tidak tega melihat keadaan mama mertua nya.


"Tidak apa-apa sayang! Mama harus cerita semua nya agar tidak ada kesalahpahaman lagi." Aurora mengelus punggung tangan Viola dengan lembut.


"Saat itu perusahaan papa Darren sedang mengalami penurunan yang besar akibat orang kepercayaan nya mengkhianati nya." Mama Darren mencoba menenangkan dirinya kembali.


"Papa Darren yang sibuk mengurus masalah perusahaan hingga dirinya melupakan mama, Darren, omay dan juga kesehatan dirinya sendiri! membuat kami semua sangat khawatir. Papa Darren adalah orang yang sangat pekerja keras. Ia tidak ingin perusahaan yang sudah susah payah ia bangun hancur begitu saja." Mama Darren menatap wajah Viola dengan sangat dalam.


"Namun, siapa sangka saat papa Darren mendengar kabar perusahaan nya akan disita papa Darren langsung mengalami serangan jantung. Yang mama tidak habis pikir Darren yang hendak menemui papa nya dengan langkah bahagia karna saat itu Darren mendapatkan juara umum bola basket. Pada saat ia tiba di ruang kerja papa nya, piala yang ia pegang langsung terjatuh melihat papa nya sudah terbaring di atas lantai. Darren langsung berteriak membuat semua orang yang ada mansion keluarga besar Khan terkejut dan berlari kearah Darren." Mama Darren menetes kan air mata nya itu. Viola langsung menghapus air mata mama mertuanya.


"Nak, sejak papa nya di bawa kerumah sakit tangan Darren tidak lepas dari genggaman tangan papa nya. Hingga nafas terakhir papa nya baru tangan itu terlepas menggenggam tangan Darren. Hati Darren benar-benar hancur melihat semua hal yang terjadi secara tiba-tiba. Papa nya adalah orang yang paling dekat dengan dirinya nak. Selama 6 bulan Darren mengurungkan dirinya di kamar nak. Kami semua merasa sangat khawatir melihat keadaan Darren seperti itu. Ia tidak ingin sekolah, bahkan makan saja Darren sangat jarang nak. Darren akan makan jika dirinya benar-benar merasa sangat lapar jika tidak maka ia tidak akan makan." Tanpa sada air mata Viola ikut menetes mendengar cerita mama nya itu.


"Yang membuat kami sangat terkejut Darren memilih meninggalkan kami semua begitu saja tanpa memberitahu kan pada kami sama sekali. Kami semua sangat khawatir, kami takut terjadi sesuatu pada Darren. Mama dan omay saat itu sudah semaksimal mungkin mencari keberadaan Darren namun, semua nya sia-sia! Darren menghilang bagaikan di telan bumi. Mungkin saat itu usia Darren masih sangat muda jadi mama pikir Darren takut menyusahkan kami semua karna kebangkrutan nya perusahaan papa nya itu. Padahal itu semua tidak benar karna masih ada keluarga mama yang bisa menghidupi kami semua hingga Darren benar-benar selesai masa pendidikan nya." Mama Darren menghela nafas nya.


"Ternyata pikiran mama tentang Darren salah nak." timpal Aurora kembali


"Kenapa salah ma?" Tanya Viola.


"Darren persis seperti papa nya. Ia menghilang selama 5 tahun hanya untuk membangun perusahaan nya sendiri dan membangkitkan kembali nama Khan yang sempat memudar di seluruh negara. Mama merasa senang bercampur sedih saat melihat putra mama sudah dewasa datang menjemput mama dan juga omay untuk ikut bersama nya." Shelly yang mendengar cerita itu merasa antara percaya atau tidak.


"Mama sedih karna tidak melihat bagaimana perkembangan putra mama menuju kedewasaan. Namun, mama juga bahagia karna putra mama yang sudah sukses tidak melupakan keluarga nya. Tapi sayang sekali--" mama Darren berhenti melanjutkan perkataannya itu sehingga membuat Viola semakin penasaran.


"Sayang kenapa ma?" Viola yang masih penasaran akan cerita dari mama mertua nya hanya bisa menunggu kelanjutan nya itu.


"Sikap Darren langsung berubah drastis! Dia yang dulu ceria menjadi pria yang sangat dingin dan cuek. Darren yang dulu adalah pria yang sangat mengutamakan belas kasih namun menjadi pria yang tidak memiliki hati nurani. Darren yang dulu adalah pria yang sangat mudah sayang pada seseorang menjadi pria yang menutup hati nya rapat-rapat dari semua orang! Dari situ lah yang membuat mama sedih melihat perubahan sikap dari Darren nak. Sehingga mama memutuskan untuk menikahkan Darren dengan Vaya. Mama pikir dengan begitu Darren akan kembali menjadi pria yang sangat hangat pada semua orang. Namun itu malah menjadi bencana besar dalam hubungan kalian."


"Ma, seberat itu kah hidup Darren?" Viola merasa sangat sedih setelah mendengar semua nya.


"Mama tidak mungkin berbohong pada mu nak!" Mama Darren mengusap air mata Viola.


Tidak hanya Viola yang merasa ikut sedih mendengar kisah Darren namun Shelly dan juga Andhika merasakan hal yang sama. Untuk pertama kali nya Andhika mengetahui bagaimana masa kecil sahabat nya yang kelam itu. Andhika merasa sangat bersalah karna sudah berani mengatakan Darren pria yang berdarah dingin dan juga kejam. Ternyata di balik kekejaman Darren ada luka yang teramat dalam dan sulit untuk di sembuhkan.

__ADS_1


^^^Bersambung ..^^^


...****************...


__ADS_2