Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 139 dokter Andhika.


__ADS_3

Darren yang sudah selesai dengan urusan nya kembali ke kamar dan melihat sudah ada wanita yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidur milik nya itu.


"Istriku, mengapa kau kembali?" Tanya Darren saat diri nya sudah berada di samping Viola.


"Jika kau seperti ini aku akan ragu untuk bercerai dengan mu." Timpal Darren kembali dengan mengelus pipi Viola.


"Aku akan memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya! Yang terpenting saat ini adalah kesehatan mu terlebih dahulu." Darren pun mengambil laptop nya yang ada di nakas dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Viola yang masih tertidur mulai bergerak dan memeluk Darren yang tengah duduk di samping nya dengan memegang laptop nya.


...🌾🌾...


3 jam kemudian.


Sudah cukup lama Viola tertidur, ia pun mulai terbangun saat diri nya mendengar ada suara seseorang di kamar nya saat ini.


"Kau sudah bangun?" Darren menatap wajah Viola yang masih terlihat mengantuk.


"Emh," jawab Viola dan mengucek mata nya itu.


"Nyonya muda, bagaimana kondisi anda?" Tanya Andhika membuat mata Viola langsung melebar saat ia baru sadar ada dokter Andhika di kamar nya itu.


"Dok-dokter Andhika?" Viola sangat terkejut dengan kehadiran Adhika disini. Ia takut Andhika akan membawa nya pergi.


"Nyonya muda kenapa anda sangat terkejut melihat saya disini?" Andhika langsung menyunggingkan senyuman nya itu.


"Tentu saja aku terkejut! Karna aku tidak mengharapkan mu di sini." Ketus Viola membuat Darren menghela nafas nya.


"Kasella cepat periksa istriku!" Perintah Darren membuat Viola hendak bangkit dari tempat tidur nya.


"Nyonya muda," mata Andhika terlihat kesal melihat tingkah Viola yang masih kekanak-kanakan.


"Tenang lah Viola! Kasella hanya ingin memasangkan infus pada tangan mu." Darren langsung menyuruh Viola untuk berbarun kembali.


"Darren kau tidak akan meninggalkan ku kan?" Mata Viola menatap kearah Darren yang masih fokus menatap kearah Andhika yang sedang memeriksa dirinya.


"Ada apa?" Darren terlihat sangat khawatir saat ia melihat Andhika menghela nafa nya itu.


"Tuan muda, kondisi nyonya muda sedikit memburuk. Mungkin karna ia baru saja mengeluarkan darah pada kaki nya. Oh iya kalau saya boleh tau kenapa kaki anda bisa terluka?" Tanya Andhika menatap kearah Viola.


Viola tidak menjawab, ia malah melihat kearah Darren yang terdiam di tempatnya.


"Dokter Andhika, karna saya terlalu ceroboh saya tidak lihat ada pecahan kaca di hadapan saya sehingga membuat kaki saya terluka seperti ini deh!" Viola tidak ingin membuat suami nya merasa bersalah. Ia berusaha agar Darren tidak terlalu khawatir pada nya.


"Baiklah nyonya muda. Saya harap anda lebih berhati-hati lagi!" Andhika membuka perban pada kaki Viola dan mulai melakukan pengobatan secara benar pada kaki Viola agar tidak infeksi.


"Tuan muda semua nya sudah baik-baik saja! Jika ada masalah segera hubungi saya." Andhika sudah selesai memeriksa istri dari sahabat nya itu. Ia pun kembali memasukkan semua peralatan nya di tas yang ia bawa


"Terimakasih Kasella! Aku akan menyuruh kepala pelayan ku untuk mengantar mu." Darren pun langsung memanggil kepala pelayan nya itu.


Tidak menunggu waktu yang lama Adhika sudah keluar dari kamar Darren bersama oleh pak Dadang.

__ADS_1


"Darren," panggil Viola saat melihat Darren masih diam saja.


"Kau sudah merasa lebih baik?" Darren pun kembali duduk di samping Viola, ketika wanita nya itu memanggil dirinya.


"Darren aku merindukan mu!" Dengan sangat cepat Viola memeluk Darren.


"Kau mau makan?" Tanya Darren pada Viola.


"Darren kenapa sikap mu berubah pada ku?" Viola merasa Darren tidak seperti dulu lagi pada nya. Darren saat ini lebih seperti mengatakan apa yang perlu ia katakan saja. Membuat Viola merasa sangat sedih.


"Sikap ku tidak berubah Viola." Darren menghela nafas nya dengan merapikan rambut Viola yang sedikit berantakan.


"Lihat! Sekarang saja kau tidak memanggil ku seperti biasanya." Lirih Viola.


"Aku harus memanggil mu seperti apa?" Darren malah menatap wajah Viola yang hanya menunduk saja.


"Biasa nya kau selalu memanggil ku dengan panggilan istriku." Jawab Viola dengan suara pelan nya.


"Bukan kah sebelumnya kau tidak suka aku panggil seperti itu?" Tanya Darren kembali pada Viola.


"Itu dulu sebelum aku mencintaimu! Sekarang aku sangat mencintaimu. Aku malah akan sedih jika kau tidak memanggil ku seperti itu." Jawab Viola dengan nada kecewa nya.


"Darren aku tidak ingin bercerai!" Viola memberanikan dirinya menatap suami nya yang saat ini masih menatap dirinya dengan sangat intens.


"Kenapa?" Suara berat Darren langsung keluar menatap wajah Viola dengan sangat intens.


"Karna aku mencintaimu! Aku ingin hidup bersama mu sampai ajal menjemput ku. Darren aku ingin memiliki keluarga kecil bersama mu. Aku ingin kita punya anak dan melihat bagaimana perkembangan anak kita nantinya. Mungkin saat ini aku sadar akan sangat sulit untuk memiliki bayi setelah yang terjadi pada ku. Tapi aku mohon Darren jangan tinggalkan aku jika aku terlalu lama memberikan mu anak! Aku janji aku akan melakukan segala usaha agar kita bisa segera memiliki anak." Viola terus saja berbicara tanpa henti nya membuat Darren tersenyum dan langsung mencium bibir Viola.


"Darren," Viola langsung melerai pelukan dan ciuman suaminya itu lalu menatap wajah Darren yang mengeluarkan air mata.


"Kenapa kau menangis?" Rasanya Viola sakit sekali melihat Darren yang saat ini menangis tapi tidak bersuara sedikit pun.


"Itu karna aku terlalu bahagia!" Jawab Darren dan kembali mencium bibir Viola.


Ciuman yang awal nya lembut kini menjadi sangat panas saat kedua hasrat dari mereka berdua yang sudah lama tertahan karna masalah yang terjadi. Darren beralih mencium leher jenjang istri nya membuat suara indah keluar dari bibir Viola.


"Darren aku mencintaimu!" Bisik Viola pada telinga Darren membuat Darren semakin bersemangat menciumi Viola.


"Aku juga mencintaimu." Darren membalas ucapan Viola dengan mengigit daun telinga Viola.


"Ah," suara Viola keluar begitu saja membuat Darren semakin menggila.


Darren mencium kedua benda berharga istri nya itu yang terlihat sangat indah di lihatnya dengan seksama saat Darren membuka baju Viola.


"Boleh aku mencoba nya?" Tanya Darren menatap kearah Viola. Ia ragu melakukan nya saat ini karna kondisi istri nya masih belum baik.


Viola hanya menganggukkan kepalanya itu. Ia juga benar-benar menginginkan setiap sentuhan dari suami nya. Bahkan Viola sendiri sangat rindu bagaimana adegan ranjang setiap kali mereka lakukan. Darren yang sudah dapat ijin dari pemilik nya langsung mulai mencium kedua aset Viola dengan hawa panas yang ada pada diri nya.


Saat Darren merasa sudah cukup bermain-main di kedua aset milik Viola. membuat Darren ingin sekali melakukan nya saat ini. Namun, karna Darren tiba-tiba teringat ucapan Andhika pada nya untuk tidak melakukan hubungan suami-istri selama sebulan membuat Darren merasa sangat frustasi.


"Kenapa berhenti?" Viola terlihat bingung saat Darren tidak melanjutkan kegiatan panas mereka.

__ADS_1


"Kondisi mu belum sepenuhnya membaik. Aku tidak ingin hanya karna nafsu ku sesaat membuat kondisi mu memburuk." Jawab Darren dan menghela nafas nya panjang-panjang.


"Tapi Darren--"


"Aku tau kau juga menginginkan nya! Tapi kesehatan mu jauh lebih penting." Daren tersenyum kecil lalu mencium kening Viola dengan sangat cepat.


"Darren jika kita bercerai kau akan pergi kemana?" Viola memeluk tubuh suami nya itu.


"Emh, mungkin ke tempat dimana semua orang tidak menemukan ku." Jawab Darren sambil memainkan rambut istri nya.


"Darren kalau suatu saat kita menghadapi masalah seperti ini. Berjanjilah untuk menolak saat aku ingin bercerai dari mu." Viola menatap wajah suaminya yang memejamkan mata nya itu.


"Aku akan menuruti semua kemauan mu istriku." Jawab Darren. Darren saat ini sangat mengantuk sekali. Karna diri nya yang tidak pernah tidur setiap malam nya membuat ia sangat lelah.


"Darren kau mencintaiku kan?" Viola menatap intens wajah suami nya itu yang masih memeluk pinggang ramping Viola.


"Istriku, biarkan aku istirahat sebentar. Aku sangat lelah karna setiap malam melihat mu di rumah sakit." Ujar Darren dengan suara yang pelan membuat Viola menatap tidak percaya.


"Jadi selama ini kau mengunjungi ku?" Tanya Viola menekan dada suami nya itu dengan tubuh Viola membuat Darren sedikit meringis.


"Istriku," Darren membuka mata nya lalu melihat sosok wanita yang sangat dekat pada wajah nya.


"Darren kau benar-benar mengunjungi ku?" Viola kembali memastikan ucapan yang keluar dari bibir suaminya itu benar.


"Tentu saja! Bagaimana bisa aku membiarkan istri kecil ku ini sendirian di rumah sakit Kasella." Jawab Darren dengan mengelus pipi Viola.


"Argh!! Darren aku benar-benar mencintai mu." Viola langsung mencium bibir Darren membuat Darren sedikit terkejut. Karna sebelumnya Viola tidak pernah melakukan inisiatif seperti itu pada nya.


"Istriku kau sedang menggoda ku ya?" Mata Darren menatap kedua mata Viola yang terlihat malu saat mendengar ucapan Darren.


"Kau sangat cantik jika seperti ini." Darren tertawa kecil dan merapikan rambut Viola.


"Darren jangan mengejek ku!" Ketus Viola pada Darren.


"Aku tidak mengejek mu istriku." Jawab Darren dan mencium pipi Viola.


"Sekarang tidur lah dengan benar! Kau sangat berat saat menekan tubuh ku seperti ini." Ujar Darren membuat wajah Viola kembali kesal saat Darren berkata seperti itu padanya.


"Darren," Viola menatap suaminya dengan wajah yang sudah merenggut.


"Baiklah, baiklah! Kau sangat ringan. Sangking ringan nya bahkan aku ingin kau selalu berada di atas tubuh ku ini." Bisik Darren membuat Viola tersenyum malu.


"Dasar mesum!" Viola mengalihkan pandangannya.


"Mesum pada mu kurasa itu hal yang wajar." Darren hanya tersenyum saja. Lalu kembali memeluk tubuh Viola dengan sangat erat nya.


Darren benar-benar sangat lelah hari ini setelah banyak pekerjaan yang ia lakukan dan sekarang ia melihat kondisi Viola yang sedikit memburuk membuat Darren merasa sangat khawatir. Namun, Darren juga sangat bahagia dengan kembalinya Viola saat ini.


^^^Bersambung....^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2