Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 92 keberanian Lisa.


__ADS_3

"Paman aku tidak melakukan hal yang melewati batas dengan tuan muda." Lisa pun melepaskan tangan pak Dadang yang ingin menyuruh nya pergi.


"Biarkan dia melakukan hal yang dia ingin kan hari ini!" Darren hanya tersenyum kecil saja ketika melihat gadis yang sangat berani di hadapan nya itu.


"Tuan muda, aku dengar istri anda bukan dari keluarga yang berada! Bahkan mungkin lebih buruk dari ku." Lisa kembali mencoba berhadapan dengan Darren.


"Ya! Kau benar istri ku memang bukan orang yang kaya seperti ku." Jawab Darren dengan sangat santai.


"Jadi kenapa tuan muda bisa menikah dengan nya?" Lisa semakin berani berbicara pada Darren membuat semua orang sudah sangat ketakutan.


"Dia yang mengatakan hal mengerikan itu dan aku yang sudah ketakutan luar biasa." Bisik Wati pada pelayan lain nya.


"Karna dia menarik di mata ku." Balas Darren singkat.


"Aku dan istri tuan muda siapa yang lebih menarik?"


"Lisa! Stop. Aku akan mengirimkan mu kerumah ibu mu kembali." Pak Dadang sudah kehilangan kesabaran nya pada keponakan nya itu.


Jujur saja pak Dadang juga tidak ingin Lisa ikut bersamanya. Namun, karna kakak nya terus memohon pada nya sehingga membuat nya tidak bisa menolak sama sekali. Karna Lisa memiliki watak yang tidak baik.


"Paman! Tuan muda saja tidak mengusir ku kenapa kau malah berani mengusir ku?" Lisa menatap kearah paman nya itu dengan senyum tipis nya.


Dam


Ucapan Lisa pada pak Dadang terasa sangat sakit oleh pak Dadang ketika keponakan nya sendiri berbicara seperti itu padanya.


"Lisa kau--"


"Tuan muda, anda belum menjawab pertanyaan ku barusan." Lisa tidak memperdulikan pak Dadang dan kembali menatap kearah Darren.


"Pertanyaan yang mana?" Darren kembali bertanya dengan santai dan menyuruh seseorang untuk mengambil kan nya minuman hanya dengan sebuah gerakan tangan nya.


"Aku dan istri tuan muda siapa yang lebih menarik?" Lisa kembali menekankan setiap kalimat nya itu.


"Kau boleh pergi sekarang!" Perintah Darren ketika minuman nya sudah ada di hadapannya. Ia dengan sangat santai nya langsung meminum minuman nya sehingga membuat Lisa sedikit kesal.


"Apa kah pertanyaan itu penting?" Darren terus meminum minuman nya itu dengan perlahan tanpa menatap kearah Lisa.


"Tentu saja penting." Jawab Lisa setengah emosi nya.


"Jika aku mengatakan kau yang lebih menarik. maka, kau akan melakukan hal apa di hadapan ku?" Darren tersenyum kecil melihat gadis yang ada dihadapannya sudah terlihat bahagia.


"Aku rela terus bersama dengan tuan muda selamanya." Jawab Lisa dengan semangat nya membuat semua orang membelalakkan matanya itu.


"Walaupun aku sudah memiliki istri?" Tanya Darren lagi dengan sangat santai nya.


"Ya, walaupun tuan muda sudah memiliki istri. Lagian aku dan istri tuan muda jauh lebih menarik diri ku lagi dari pada istri tuan muda." Lisa ingin semakin dekat dengan Darren.


"Perhatikan langkah mu! Aku tidak suka di dekati oleh wanita yang bukan istri ku." Darren langsung menghentikan Lisa ketika ingin mendekati nya.


"Tapi, tuan muda. Bukan kah kau mengatakan aku lebih menarik dari pada istri anda." Lisa tidak mengerti kenapa Darren menghentikan langkahnya itu.

__ADS_1


"Aku tidak mengatakan kau lebih menarik dari istri ku! Aku hanya bertanya jika kau lebih menarik dari nya apa yang akan kau lakukan." Darren semakin bermain dengan kata-kata yang gadis itu katakan pada nya.


"Jadi maksud anda--''


"Ya istri ku jauh lebih menarik dari mu. Walaupun dia hanya gadis biasa tapi aku cukup menyukai nya." Balas Darren dengan nada tenang nya.


"Hahaha," seluruh pelayan yang ada di sana sudah berusaha menahan tawa nya itu. Namun, sayang sekali tawa mereka tidak bisa ditahan.


"Kalian ingin ku hukum?" Tatap Darren pada mereka semua.


"Tidak tuan muda," mereka pun kembali diam seperti patung.


Lisa merasa sangat kesal mendengar ucapan dari Darren pada nya dan sudah membuat dirinya itu sangat malu.


"Tuan muda, anda tidak mungkin menyukai gadis itu. Jelas-jelas yang aku dengar dia mengatakan kalau tuan tidak mencintai nya." Lisa semakin berisikeras dengan ucapannya.


"Lisa sudahlah! Kau bisa terkena masalah yang sangat berat." Pak Dadang kembali berusaha menghentikan keponakan nya.


"Diamlah paman!" Bentak Lisa pada pak Dadang membuat mereka semua terkejut.


"Kau lihat dirimu hari ini! Benar-benar sangat memalukan. Bahkan untuk setara dengan istri ku saja itu hal yang mustahil untuk mu. Tidak punya sopan santun sedikit pun sama orang yang lebih tua diatas mu." Darren menatap nya dengan sangat tajam.


"Tuan muda anda jangan mengalihkan pembicaraan." Lisa semakin emosi. Sebenarnya ia tidak akan se emosi ini jika mereka tidak menertawakan dirinya itu.


"Bukan kah sudah ku katakan istri ku jauh lebih menarik dari mu." Sergah Darren pada Lisa.


"Tapi, kau tidak mencintai nya bukan?" Lisa kembali mengulangi ucapan nya itu.


Sementara orang yang berada di sana merasa bertanya-tanya apakah yang di ucapkan Lisa benar atau tidak.


"Tidak semua urusan orang lain kau berhak untuk ikut campur." Darren menatap Lisa dengan sangat tajam nya.


"Tuan muda, jika kau tidak bisa mencintai istri mu. Kau bisa mencoba untuk mencintai ku!"


"Heyy!" Semua orang yang berada disana sangat emosi menatap kearah Lisa.


"Kalian semua iri ya?" Lisa tersenyum sinis pada mereka.


"Cih! Aku belajar mencintai mu? Benar-benar menjijikkan." Ucapan Darren terdengar sangat mengerikan di telinga mereka semua.


"Tuan kau keterlaluan berkata seperti itu pada ku!" Lisa tidak terima dengan ucapan Darren pada nya.


"Nona Lisa, sebaiknya jaga etika anda sebagai seorang wanita." Ujar Darren dengan suara dingin nya.


"Kau dengar baik-baik ya! Kau tau Laura Kiehl?" Darren menatap kearah Lisa dengan wajah datar nya.


"Di-dia seorang model yang sangat terkenal di dunia permodelan." Balas Lisa dengan ragu nya.


"Bagus jika kau mengetahuinya. Bahkan seorang model yang terkenal seperti dia saja sudah ku tolak mentah-mentah. Apalagi hanya dirimu yang hanya seorang pelayan dan tidak punya sopan santun sama sekali. Benar-benar membuat ku muak." Darren mulai menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya dihadapan Lisa.


"Terus kenapa kau lebih memilih wanita itu?" Lisa semakin memberanikan dirinya itu untuk berbicara.

__ADS_1


"Wanita mana yang kau maksud? Kau dengar baik-baik ya! Jangan pernah kau berani memanggil istri ku dengan mulut kotor mu itu." Raung Darren pada Lisa membuat Lisa memundurkan langkahnya.


"Aku memilih nya sebagai istri ku karna dia memiliki kelebihan yang tidak di miliki oleh wanita lainnya! Kau tau? Bahkan istri ku sendiri mencari segala cara untuk menghindar dari ku. Tidak seperti kalian yang melakukan segala cara bahkan cara kotor pun kalian lakukan untuk bisa mendekati ku. Tanpa kalian sadari itu benar-benar menjijikkan bagi ku!" Darren meninggi kan suara nya itu.


"Tapi--"


"Pak, masukan gadis ini ke penjara atas tuduhan membuat keributan di ke kediaman Darren Abraham Khan!" Perintah Darren pada pak Dadang membuat semua orang langsung ketakutan.


Dam


Lisa tidak habis pikir masalah yang ia buat berakibat sangat buruk pada nya dan bahkan ia akan di jebloskan ke penjara.


"Tidak aku tidak ingin di penjara! Tuan aku salah tolong maafkan aku." Lisa langsung berlutut memohon dihadapan Darren.


"Wah! Tadi kau sangat berani berbicara di hadapan ku. Sekarang dimana keberanian mu itu?" Darren tersenyum sinis pada gadis yang sudah lancang pada nya.


"Tu-tuan muda aku salah tolong maafkan aku." Lisa berusaha memohon pada Darren.


"Paman tolong bujuk tuan muda agar memaafkan aku dan tidak memasukan aku ke penjara." Lisa beralih ke hadapan pak Dadang dan memohon pada pak Dadang.


"Tidak tau malu! Tadi dia sudah membentak paman nya itu. Sekarang dengan sangat gampang nya dia minta untuk menolong nya." Bisik para pelayan yang ada disana.


Pak Dadang hanya menghela nafas nya saja. Jujur saja pak Dadang juga sangat terkejut mendengar ucapan dari tuan muda nya itu.


"Tuan muda tolong maafkan keponakan saya." Lirih pak Dadang pada Darren.


"Lakukan perintah ku! Aku tidak suka jika ada orang yang berani membantah perintah ku ini." Tegas Darren pada pak Dadang sehingga membuat pak Dadang langsung terdiam.


"Tuan muda, tolong maafkan aku." Lirih kembali pelayan tersebut.


"Kau meminta maaf pada ku? Kau lupa seberapa lancang nya diri mu saat berhadapan dengan ku dan mengatai istri ku di depan ku. Nona Lisa! Aku diam bukan berarti aku tidak akan bertindak. Aku akan membiarkan dulu apa yang ingin kau lakukan. Setelah itu baru giliran ku untuk melakukan apa yang aku ingin kan. Nona Lisa cara bermain api mu jauh di bawah ku!" Darren hanya tersenyum licik saja pada Lisa.


Orang-orang yang berada disana menelan saliva mereka masing-masing dengan susah saat mendengar ucapan dari tuan muda mereka.


"Bawa dia ke kantor polisi sekarang! Aku lelah, aku ingin istirahat." Darren hendak berjalan menuju lift.


"Tuan muda saya mohon jangan masukkan saya ke penjara!" Lisa menarik kaki Darren dan terus memohon pada Darren.


"Lepaskan!" Darren menatap tajam kearah lisa. Namun, Lisa tidak juga melepaskan tangan nya itu.


"Tuan muda saya mohon maaf kan saya," Lisa terus saja memohon.


"Lepaskan!" Darren pun langsung menarik kaki nya dengan kasar membuat Lisa langsung terpental dari nya


Semua orang yang berada di sana sangat kasian pada Lisa. Namun, mereka juga kesal dengan apa yang sudah Lisa perbuat. ingin sekali mereka menolong Lisa walaupun Lisa sudah melakukan kesalahan. tapi, mereka sendiri juga sangat ketakutan menghadapi tuan muda mereka.


"Darren, ada apa ini?" Terdengar suara dari arah belakang saat pintu lift sudah terbuka.


Mata mereka semua tertuju kearah suara tersebut dan semakin ketakutan. Karna, sudah membuat nyonya muda mereka terbangun dari tidurnya. Sementara Darren berusaha menahan emosi nya dengan menghela nafas dan membalikkan tubuhnya itu di hadapan Viola dengan senyum di wajah nya itu agar Viola tidak takut pada dirinya.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2