Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 24 Kekesalan Shelly


__ADS_3

Kediaman One Drn Khan.


Cuaca di luar sangat cerah. membuat Viola semakin bersemangat untuk kerumah sahabat nya tersebut.


Viola yang sudah siap segera turun kebawah menemui adik nya yang sudah menunggu dirinya.


"Kakak sudah siap?" tanya Tara pada kakak nya.


"Iya sudah ni! yuk kita berangkat sekarang." ajak Viola pada Tara.


Mereka pun segera meninggalkan kediaman Darren dan menuju ke mobil. ketika, mereka berdua sudah berada di halaman depan mereka langsung terkejut.


"Kakak kok banyak sekali mobil yang terparkir disini? perasaan ketika aku datang kemari. aku hanya melihat ada satu mobil saja kak!" Tara langsung bingung melihat mobil yang berderet di belakang dan juga di depan. sedangkan, mobil yang akan mereka naikin berada di tengah-tengah nya.


"Kakak jugak gak tau Tara!" seru Viola pada Tara.


"Jadi bagaimana ini kak?" Tara langsung menatap kakak nya.


"Yasudah kita naik mobil yang paling depan saja! agar, tidak susah untuk keluarnya." ujar Viola, sembari berjalan ke arah mobil paling depan.


"Emm baiklah kak!" jawab Tara, dan langsung mengikuti langkah kakak nya.


Viola yang hendak menaiki mobil itu pun langsung terhenti oleh kedatangan seseorang dari arah belakang.


"Nyonya muda ..." panggil orang tersebut.


"Siapa kalian semua?" tanya Viola, yang melihat ada 10 orang yang sudah berbaris di hadapannya.


"Kami adalah bodyguard nyonya. kami di perintahkan oleh tuan muda untuk menjaga nyonya!" seru salah satu bodyguard tersebut.


"APPA!! bodyguard sebanyak ini buat apa! saya emang menuruti perkataan nya untuk di kawal! tapi, saya tidak ingin di jaga ketat seperti ini!" Viola menatap bodyguard tersebut dengan tatapan tajam nya.


"Kakak sudah jangan marah. tenang kan dirimu kak!" Tara mencoba untuk memenangkan emosi kakak nya.


"Bukan seperti itu Tara! kita hanya pergi kerumah kak Shelly. tapi, apa harus di jaga seperti ini?? emang nya kakak akan datang kerumah musuh apa? Sehingga harus di jaga ketat!" emosi Viola terus memuncak kepada mereka.


"Nyonya maaf kan kami! namun, ini perintah tuan muda. kami tidak berani menolaknya!" Salah satu bodyguard itu mulai berbicara dengan sangat hormat kepada Viola.


"Terserah!! saya tidak mau di jaga!" bentak Viola pada mereka semua.


"Nyonya kami mohon! jangan menyulitkan kami semua. jika nyonya menyuruh kami tidak menjaga nyonya. maka, kami semua akan di pecat dan di hukum habis-habisan oleh tuan." lirih mereka semua pada Viola.


Viola yang melihat mereka seperti itu merasa kasihan. dia sendiri tau bagaimana rasanya jika mendapat hukuman dari Darren. oleh karna itu ia pun mau di jaga sama mereka.


"Baik lah kalian boleh menjaga saya! tapi, jika saya lagi bersama teman saya kalian tidak boleh mengganggu dan hanya boleh memantau saya dari jarak yang agak jauh di sekitar saya nanti. Kalian mengerti!!" perintah Viola pada mereka semua.


"Baikk nyonya. kami akan menuruti perkataan mu." salah seorang bodyguard menyetujui perintah Viola diikuti oleh bodyguard lain nya.


Ketika Viola hendak menaiki mobil yang paling depan, bodyguard tersebut langsung menghentikan Viola.


"Ada apa lagii????" kesal Viola pada mereka semua.


"Maaf nyonya. nyonya muda bisa menaiki mobil yang ketiga." ujar bodyguard itu sembari menunjuk ke arah mobil ketiga.


"Tapi kenapa??" Viola memandang tajam bodyguard itu. karna, sudah berani menyuruh diri nya.


"Agar kami lebih muda menjaga nyonya! jadi, didepan ada dua mobil yang menjaga nyonya dan di belakang juga ada dua mobil yang menjaga nyonya." jelas bodyguard itu pada Viola.


"Siapa yang menyuruh kalian melakukan hal ini tanpa izin dari ku??" Viola benar-benar sangat kesal dengan sikap bodyguard tersebut.


"Tuan muda nyonya." jawab salah satu bodyguard itu.


"Lagi-lagi dia! bisa gila lama-lama aku terus-menerus berada disini!" kesal Viola.


"Sudah kak!! tidak apa-apa. lagian ada untungnya jugak kok kak di jaga seperti ini." ujar Tara pada kakak nya dengan wajah nya yang tersenyum lebar.


"Untung dari Hongkong!!" ketus Viola pada Tara.


"Lah kakak tidak percaya?? ada untungnya kakak ku sayang!! sebelumnya, kita tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini. dan sekarang kita seperti seorang tuan putri yang mendapat pengawal yang akan mengawal kita sampai ke tujuan kita kak! kayak di drama Korea kak." Tara langsung membayangkan dirinya menjadi seorang tuan putri.


"Sudah jangan banyak mengkhayal yang gak masuk akal!" ujar Viola pada adik nya.


"Aku tidak mengkhayal kak!! buktinya saja kita sekarang seperti tuan putri!" Tara tidak terima dibilang sedang mengkhayal oleh kakak nya.


"Terserah mu saja!!" singkat Viola, yang langsung berjalan ke arah mobil yang sudah berada di tengah.

__ADS_1


"Kakak tunggu!!" teriak Tara, yang melihat kakak nya meninggal kan nya.


"Cepat sedikit!" kesal Viola.


"Iss, pemarah sekali kakak ku ini!! semenjak, dia menikah. ku lihat dia sekarang suka sekali marah-marah tidak jelas!" gumam Tara, yang langsung menyusul kakak nya.


Viola dan Tara sudah berada didalam mobil. sementara, para bodyguard masih terus berdiri. mereka menunggu nyonya nya itu benar-benar masuk kedalam mobil. ketika, sudah memastikan nyonya nya aman. mereka semua segera menaiki mobil yang berada di depan dan belakang Viola.


Viola yang melihat para bodyguard hanya bisa menghela kan nafas nya panjang-panjang.


......................


Rumah Shelly 🏡..


20 menit sudah berlalu..


Akhirnya, mereka tiba di rumah Shelly. Viola yang masih melihat para bodyguard itu berdiri di belakang nya dan di depan nya. ia pun segera menyuruh mereka menjauh dan memarkirkan mobil itu agak jauh dari rumah Shelly dan hanya boleh satu mobil saja yang berada di halaman depan rumah Shelly.


"Shell ..." panggil Viola, sembari menekan bel rumah sahabat nya. Namun, tidak ada jawaban sama sekali


"Kak Shelly ooo kak Shelly!" teriak Tara, yang langsung mendapat jawaban dari arah dalam.


"Iyaaa siapa ?" tanya Shelly yang masih setengah sadar dari tidur nya dan langsung membuka pintu rumah nya.


"Kejutaannnn!!" Viola langsung mengejutkan Shelly karna, kedatangan nya.


"Emmm lo rupanya." ketus Shelly


"Shell ... Lo tidak senang gue datang??" tanya Viola pada Shelly. karna ia melihat wajah Shelly tanpa ekspresi apa pun padanya.


"Kak Shelly baru bangun ya??" tanya Tara pada sahabat kakak nya.


"Iyaaa adikk kecil ku!!" jawab Shelly mengacak-acak rambut Tara.


"Iihh kakak ini!! kan rambut ku jadi berantakan sekarang." kesal Tara pada Shelly.


"Hahahaha Tara ... kau ini masih saja seperti anak-anak ! kau itu sudah dewasa sekarang sayang." ujar Shelly pada Tara.


"Shell! Lo tidak memperdulikan gue sama sekali?? padahal, gue dari tadi bicara pada lo. tapi, mengapa lo mendiamkan gue saja dan menjawab pertanyaan Tara??" Viola menatap tajam sahabatnya itu. namun, Shelly tidak memperdulikan nya sama sekali.


"Belum nih kak." Tara langsung bersikap manja pada sahabat kakaknya.


"Kau itu Tara! kebiasaan sekali telat makan. jika kau sakit, siapa yang susah nanti ha?? kan kakak mu juga yang repot harus memikirkan mu!" ujar Shelly pada Tara dengan nada tinggi nya.


"Percuma dong aku punya kakak! jika tidak mengurus ku kak." bela Tara pada diri nya sendiri.


"Tara sayang! kau itu sudah dewasa. jadi, bersikap lah dewasa Tara. jangan merepotkan kakak mu lagi. dan kau harus membahagiakan nya." nasehat Shelly pada Tara.


"Emm baik lah kak." Tara langsung menundukkan kepalanya.


"Anak pintar," Shelly pun mengelus rambut Tara.


"Shell!!! Lo itu kenapa sih?? Gue dari tadi bicara loh!! tapi, lo malah diam saja dan Lo malah menasehati Tara."kesal Viola dengan nada tinggi nya pada Shelly.


"Lo yang kenapa?" ketus Shelly pada Viola.


Tara yang melihat kakak nya dan sahabat kakak nya itu pun hanya menelan air liur nya saja dan berdiam tanpa berkutik sedikit pun.


"Maksud lo apa?? kenapa lo malah tanya balik ke gue??" Viola menatap Shelly dengan sangat intens.


"Kakak-kakak yang cantik! aku mohon jangan bertengkar!" Tara memberanikan dirinya untuk berbicara.


"Diammm!!" serentak Viola dan Shelly pada Tara. Tara yang mendengar perkataan mereka hanya terdiam.


"Haduhhh ... gini nih jadinya! jika, aku menjadi orang ketiga diantara mereka!! pasti aku yang kenak batu nya." gumam Tara didalam hati nya.


"Kemana saja lo ha?? " tanya kesal Shelly pada sahabat nya.


"Tentu saja gue di rumah!" Viola membalas Shelly dengan nada yang sama dengan sahabat nya.


"Untuk apa lo kemari??" ketus Shelly pada Viola.


"Tentu saja menemui lo!! Lo tidak senang gue menemui lo??" kesal Viola, yang mendengar pertanyaan dari Shelly.


"Wooww!! perdebatan mereka luar biasa, argumen mereka sama-sama kuat!! kira-kira siapa ya, yang akan menang??" pikir Tara yang melihat kakak nya dan sahabat kakak nya itu.

__ADS_1


"Setelah beberapa hari lama nya, lo baru mengunjungi gue??" ujar Shelly pada Viola dengan nada yang sangat emosi.


"Maksud lo??" Viola langsung terkejut mendengar ucapan sahabat nya.


"Kemana saja lo selama ini ha?? setelah Lo menghubungi gue dimalam pernikahan Lo itu. Lo langsung tidak ada kabar! Lo tidak pernah mengunjungi gue lagi. jangan kan untuk bertemu dengan gue. bahkan, untuk menghubungi gue saja Lo tidak pernah!! Lo sebenarnya, masih menganggap gue sahabat lo tidak sih???" emosi Shelly langsung meledak begitu saja pada Viola.


Tara yang melihat emosi Sahabat kakak nya itu langsung merasa merinding. ia belum pernah melihat sahabat kakak nya Semarah itu. sementara, Viola yang melihat sahabatnya berkata seperti itu langsung terdiam. ia juga bersalah karna, tidak pernah memberitahukan keadaan nya pada sahabat nya.


"Shell ... maafin gue!!" lirih Viola pada Shelly. namun, Shelly hanya membuang kan muka nya dari hadapan Viola


"Hahahaha akhirnya kakak ku jugak yang kalah!" gumam Tara yang sedikit tertawa.


"Ayolah kelelawar betina!! Gue salah. karna, tidak mengabari lo Shell. Gue minta maaf!" Viola terus meminta maaf pada Shelly


"Lo tau Viola?? Gue sangat menghawatirkan lo!! Gue pikir Lo di siksa oleh suami lo itu! hampir saja hari ini gue melaporkan ke polisi bahwa, Lo menghilang." ujar Shelly sembari menatap Viola.


"Shell Lo itu gila ya?? Lo kan tau gue tidak hilang!" Viola langsung terkejut mendengar perkataan sahabat nya.


"Gue takut Lo di siksa oleh suami lo itu! makanya, gue melakukan itu!" kesal Shelly pada Viola.


"Baiklah. Gue salah! Gue minta maaf ya. jangan marah-marah lagi sekarang. Gue tidak bisa jika sahabat gue yang cantik ini marah seperti itu." Viola langsung memeluk sahabatnya.


"Habis nya Lo membuat gue takut." ketus Shelly pada Viola.


"Iya gue minta maaf." Viola terus meminta maaf pada sahabat nya.


"Gue juga minta maaf! karna, sudah membentak lo!" Shelly pun membalas pelukan Viola.


Dann mereka berdua pun sudah saling berbaikan. Tara yang melihat kakak nya dan Sabahat kakak nya itu langsung tersenyum. karna, dia tau Viola dan Shelly tidak akan bisa bertengkar dalam waktu yang lama. pasti mereka akan langsung berbaikan dan meminta maaf jika mereka salah. Viola yang sudah mendapatkan permaafan dari Shelly merasa sangat lega. mereka berdua berbincang seperti biasanya.


"Shell!! Lo tau tidak?? Tara sebentar lagi akan lulus dan dia akan ke Prancis untuk kuliah disana." Viola langsung membicarakan tentang adik nya pada Shelly.


"Benarkah itu??" Shelly tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.


"Tentu saja kelelawar ku!! singa itu yang akan membiayai nya." ujar Viola pada sahabat nya.


"Lo itu ubul, memanggil nama orang yang sudah membiayai adik lo ini dengan panggilan yang sangat kejam seperti itu sih." ketus Shelly pada Viola.


"Hehehe maaf.. habis nya gue sudah terbiasa sih memanggil nya seperti itu!" ujar Viola dengan senyum kecil nya.


"Apa tadi kak?? ubul? apa itu kak?" tanya Tara pada Shelly. Ia tidak pernah mendengar panggilan dari sahabat kakak nya seperti itu.


"Kau tidak tau adik kecil apa itu ubul??" seru Shelly dengan senyum lebar di wajah nya.


"Tidak kak. aku tidak tau! kau kan tidak pernah memberitahukan ku." Gerutu Tara pada sahabat kakak nya.


"Hahahaha dasar adik kecil! ubul itu artinya ulat bulu. sama seperti kakak mu yang tidak pernah mau diam kayak ulat bulu!" ejek Shelly dan langsung menatap kearah sahabat nya.


"Jika aku ubul maka kau itu kelar dong." ujar Viola yang tidak mau kalah.


"Apa itu kak kelar??" tanya Tara dengan wajah penasaran nya.


"Kau tidak tau Tara sayang??" Kini Viola yang langsung tersenyum lebar, yang membuat Tara semakin penasaran.


"Tidak kak," jawab Tara, dengan menggeleng kan kepalanya.


"Kelar itu artinya kelelawar sayang! kau lihat bukan tadi sayang? kak Shelly baru bangun tidur ketika kita datang kemari. sama seperti kelelawar Tara! kak Shelly ini kalau siang dia selalu saja tidur. tapi, jika malam hari entah jam berapa dia baru tidur Tara." Viola langsung tertawa melihat wajah sahabat nya.


"Hahahaha kalian berdua ini lucu sekali ya!! panggilan kalian itu sangat langkah kak!" Tara yang melihat tingkah kakak-kakak nya itu langsung tertawa.


"Sepertinya kau sangat senang ya adik kecil??" Shelly langsung mengacak rambut Tara dengan sangat cepat.


"Ihhh ... kak Shelly ini!! aku sudah besar kak, jangan panggil aku adik kecil lagi!" ketus Tara pada Shelly.


"Hahahahah mau sebesar apa pun dirimu itu! kau tetap akan menjadi adik kecil ku sayang!!" Shell terus mengacak-acak rambut Tara.


"Kak Shelly, jangan mengacak-acak rambut ku!" kesal Tara pada Shelly.


Viola yang melihat Shelly mengerjai adik nya itu pun hanya tertawa saja. begitu pula dengan Shelly. mereka bertiga pun terus berbincang dan sesekali mereka tertawa bersamaan. waktu berlalu cukup cepat bagi mereka.


sementara, pengawal yang berada di luar sudah sangat lelah menunggu Viola. namun, mereka harus tetap melakukan tugas nya dan melaporkan pada tuan nya apa saja yang di lakukan nyonya itu.


Tidak lama kemudian Viola dan Tara pun keluar dari rumah Shelly. Dan mereka berdua berpamitan pada Shelly untuk pulang. Tidak ketinggalan jugak dengan pelukan dan cipika cipiki mereka bertiga.


^^^...Bersambung......^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2