
Kota new York city...
Seorang pria yang duduk di kursi kerja nya masih memandangi layar yang ada di hadapannya. Pria yang sangat tampan, memiliki tubuh yang tegap dan juga rahang yang keras. Membuat semua wanita tergila-gila padanya. Pria ini sangat terkenal di negaranya. Dia juga adalah orang yang sangat kaya di negaranya selain Darren Abraham Khan.
"Bos informasi tentang orang yang ingin bos ketahui sudah saya temukan." salah satu orang kepercayaan pria tersebut langsung menghampiri lelaki yang tengah fokus dengan komputer nya.
"Bagus Roy! Informasi apa yang kau temukan?" pria tersebut menatap kearah orang kepercayaan nya.
"Saya rasa ini terlalu bahaya bos." Roy merasa khawatir memberikan informasi nya pada bos nya.
"Roy..! Kuharap kau jangan membuat ku marah." Pria tersebut menatap tajam orang kepercayaan nya.
"Baiklah bos! Saya akan memberitahu informasi nya. Gadis yang bos cari adalah istri dari seorang miliarder dunia. Namanya Viola Talisa bos. Mereka baru saja menikah." Roy langsung menghela nafasnya. "Bos! Saya rasa kita jangan berurusan dengannya! Ini sangat berbahaya bos! Lupakan saja. Dan gadis itu, namanya juga berbeda dengan orang yang bos cari. Mungkin hanya kebetulan saja mereka memiliki wajah yang sama." Roy berusaha membujuk bos nya untuk tidak berurusan dengan Viola. Karna, yang mereka hadapi nantinya bukan lah hal yang sepele.
"Roy..!" Bentak pria itu. "Kau jangan membuatku marah! Kau tau bukan? Karna, gadis itu adik laki-laki kesayangan ku meninggal kan ku! Aku tidak peduli dia siapa. Aku akan membalas nya dengan sangat kejam." Pria tersebut tersenyum tipis.
"Tapi, bos dia adalah istri seorang miliarder dunia. Itu bukan hal yang spele! Jika kita menyentuh istri nya sedikit saja. Maka habislah kita semua bos." Roy masih berusaha membujuk bos nya.
"Roy! Kau lupa aku siapa? Aku adalah lawan bisnis tersulit seorang miliarder dunia itu! Jadi, kau tidak perlu khawatir. Dia tidak akan bisa menjatuhkan seoarang Evan Anggara! Apalagi menjatuhkan Evn.Aggra groups. Itu hal yang sulit untuk dilakukan nya Roy!" Evan pun menyerahkan paspor nya pada Roy.
"Apa maksudnya ini bos?" Roy tidak mengerti maksud dari bos nya.
"Kau urus keberangkatan ku! Kita akan ke Indonesia untuk menjumpai gadis itu. Dan aku akan melihat nya langsung. Seperti apa dia." Evan pun tertawa dengan sangat keras nya.
"Bos! Kau itu menakutkan sekali." ujar Roy pada atasan nya.
"Roy! Kau urus saja apa yang aku perintah kan." perintah Evan dengan suara datar nya.
"Baik bos akan segera saya urus!" Roy pun keluar dari ruangan nya meninggalkan Evan.
"Erik! Kau baru pergi seminggu saja! Aku sudah sangat merindukan mu adik ku!" Evan memandangi foto adik nya.
"Mengapa kau bodoh sekali Rik! Hanya karna papa sama Mama tidak merestui hubungan mu. Kau meninggalkan kakak mu ini begitu saja!" Evan langsung menghapus air mata nya yang sudah mengalir.
"Aku akan membuat wanita itu menderita seumur hidupnya." Dengan seketika Evan mengambil foto Viola dan membakar nya.
3 jam kemudian...
"Bos semua yang kau minta sudah ku selesai kan! Kita akan berangkat besok jam 12 siang." Roy langsung menyerahkan paspor tuan nya kembali.
__ADS_1
"Bagus Roy! Aku tidak ingin ada kesalahan." ujar Evan menatap kearah Roy.
"Semua keperluan ku di Indonesia sudah kau urus bukan?" timpal Evan.
"Bos tenang saja! Aku sudah menyiapkan nya semua. Bos akan tinggal di apartemen yang tidak jauh dari perusahaan suami nona Viola bos!" jawab Roy pada bos nya.
"Jangan menyebut nama gadis itu di hadapan ku Roy!! Aku jijik mendengar nya." Evan menatap tajam kearah orang kepercayaan nya.
"Maaf kan saya bos!" Roy langsung menundukkan kepalanya.
"Kau boleh keluar sekarang!" Perintah Evan.
"Baik bos!" Roy pun keluar dari ruangan bos nya.
"Permainan akan segera dimulai Viola Talisa!" Evan langsung menyandarkan kepalanya di kursi kerja nya.
......................
Kediaman Two drn.khan...
Bobby yang sudah selesai urusan kantornya dengan Darren. Segera pamit meninggalkan Darren. Dan ingin segera melaksanakan tugas yang di beri Darren pada nya.
"Yasudah kau boleh pulang Bob! Jika, ada masalah nanti nya segera hubungi ku." Darren menatap Bobby dengan ekspresi datar nya.
Bobby pun keluar dari ruang kerja Darren dan langsung turun kelantai bawah. Tidak menunggu waktu yang lama Bobby meninggalkan kediaman kedua Darren.
Darren yang sudah melihat sahabatnya itu sudah pergi. Dengan segera mematikan laptop kerja nya. Dan keluar dari ruang kerja nya menuju kekamar nya.
"Kau sedang apa?" Darren yang melihat Viola sangat fokus dengan handphone nya langsung menghampiri Viola.
"Sedang nonton drama." Viola mematikan ponselnya dan menatap kearah Darren.
"Mengapa kau berhenti menonton?" Darren yang melihat Viola mematikan ponselnya merasa bingung.
"Aku sudah selesai! Kau sudah selesai dengan pekerjaan mu?" Viola memandangi wajah Darren.
"Sudah..!" jawab Darren.
"Sini duduk..!" Viola yang melihat Darren masih berdiri, menyuruh nya untuk duduk disampingnya.
__ADS_1
"Ada apa?" Darren pun duduk disampingnya.
"Aku ingin memastikan nya sekali lagi!" Viola langsung memegang kening Darren. "Tenyata benar, kau sudah tidak demam lagi." Viola menghela nafas lega nya lagi.
"Kau kan sudah memeriksa nya pagi tadi! Kenapa kau memeriksa nya lagi?" Darren yang melihat Viola hanya tersenyum kecil.
"Aku hanya memastikan nya sekali lagi!" ujar Viola. "Eh..! Tunggu dulu. Kau kan sedang tidur ketika aku memeriksa mu pagi tadi! Lalu, kenapa kau mengetahui nya?" Viola menatap Darren dengan penuh tanda tanya nya.
"Menurut mu dari mana aku mengetahui nya istri ku?" Darren yang melihat wajah kebingungan Viola, ia hanya tersenyum dan merebahkan dirinya di pangkuan Viola.
"Darren! Apa yang kau lakukan?" Viola terkejut ketika Darren tidur di pangkuan nya.
"Kau tidak lihat aku sedang melakukan apa?" ujar Darren dengan mata nya yang sudah terpejam.
"Aku tahu! Tapi, kenapa kau harus tidur disini! Kau kan bisa meletakkan kepala mu di bantal saja!" ketus Viola.
"Aku hanya ingin tidur dipangkuan mu saja!" Darren masih dengan mata yang terpejam.
"Darren! Mengapa kau sangat aneh sih. Kau kan tidak suka jika ada yang menyentuh mu!" Kesal Viola.
"Tapi, sekarang aku menyukai semua hal yang kau sentuh!" balas Darren.
"Deg..!" jantung Viola berdebar dengan sangat hebat nya.
"Ada apa istri ku? Mengapa kau diam?" Darren membuka matanya dan melihat wajah Viola yang sudah memerah.
"Wow! Kau ternyata sedang malu ya?" Darren langsung tersenyum ketika melihat wajah Viola.
"Tidak ah! Sudah singkirkan kepala mu ini! Kau tidak akan nyaman jika tidur dengan keadaan seperti ini." Viola berusaha mengalihkan pandangan nya.
"Siapa bilang aku tidak nyaman? Aku sangat nyaman Viola." Darren memejamkan mata nya kembali.
"Terserah mu saja! Tapi, jangan salah kan aku. jika kepala mu terasa sakit!" ketus Viola.
"Baiklah istri ku! Aku tidak akan menyalakan mu." Darren pun tertidur di pangkuan Viola.
Viola yang melihat Darren sudah tertidur pulas. Hanya bisa tersenyum dan membelai Darren dengan sangat lembut.
^^^...Bersambung......^^^
__ADS_1
...****************...