Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 156 omay, mama!


__ADS_3

Kediaman two drn.khan


Kepulangan Darren dan juga Viola tidak hanya di sambut oleh bawahan dan para pelayan saja. Namun, kini sudah terlihat jelas omay dan juga mama Darren berdiri di pintu utama menyambut mereka.


"Darren, itu omay sama mama kan?" Viola menatap tak percaya kearah pintu utama saat mereka masuk ke gerbang utama.


"Emh,"


"Darren, bagaimana penampilan ku?" Viola langsung merapikan rambut nya dan pakaian nya yang terlihat sedikit berantakan karna ulah suaminya itu.


"Istriku, kau itu hanya bertemu dengan omay dan juga mama!" Ucap Darren dengan suara datar nya.


"Is kau ini," Viola menepuk dada suaminya sedikit kuat.


"Aku harus terlihat lebih cantik dari biasanya Darren! Agar omay dan juga mama tidak mengkhawatirkan ku lagi." Timpal Viola kembali.


Namun, Darren hanya diam saja memandang nanar kearah omay dan juga mama nya. Saat mobil mereka sudah tiba tepat di pintu utama. Para bodyguard dengan sangat cepat membuka pintu mobil untuk Darren dan juga Viola.


"Omay, mama!" Dengan wajah yang gembira Viola langsung berlari kearah omay dan juga mama.


"Bagaimana kabar mu nak?" Omay membelai rambut Viola. Sementara Viola masih memeluk omay dengan sangat erat nya.


"Aku baik omay. Aku sangat merindukan omay," tanpa sadar mata Viola sudah berkaca-kaca.


"Omay juga merindukan mu," omay tersenyum bahagia sembari membalas pelukan cucu mantu nya itu.


"Ho ho ho! Hanya omay saja yang menantu kesayangan ku ini rindukan?" Sindir Aurora yang tak kalah tersenyum pada Viola.


"Ah mama! Tentu saja aku juga merindukan mama." Viola melerai pelukan pada omay dan langsung memeluk Aurora.


"Sayang, kau sudah benar-benar sehat bukan?" Dengan sangat teliti nya Aurora memperhatikan seluruh tubuh Viola.


"Aku sudah sangat sehat ma." Viola memegang tangan mama nya sambil memejamkan mata nya sesaat dan menganggukkan kepala nya itu


Darren hanya bisa menghela nafas nya secara kasar saat ia menyaksikan drama antara keluarga nya dan juga istrinya itu.


"Ehem!"Darren langsung menatap kearah mereka semua.


"Ada apa nak?" Tanya omay pada cucu nya.


"Omay, mama dan juga istriku tercinta. Kalau kalian masih ingin berbincang disini, maka silahkan! Tapi, biarkan aku masuk dulu. Karna aku sangat lelah sekali." Darren tersenyum getir lalu berjalan masuk kedalam


"Oh iya, saran ku sebaiknya berbincang lah di dalam! Karna istriku belum sembuh sepenuhnya." Timpal Darren kembali saat ia menghentikan langkah kaki nya


"Darren," mama Darren hendak menatap tajam Putra nya itu. Namun, Darren sudah meninggal mereka.


"Ma, lihatlah cucu mu itu!'' kesal Aurora pada Putra nya sendiri.


"Ra, yang dikatakan Darren itu benar! Viola belum terlalu sehat." Ucap omay sambil menepuk bahu menantu nya.


"Kalau begitu kita masuk saja ma," Aurora hanya menghela nafas nya. Karna lagi dan lagi mama mertua nya itu selalu membela cucu kesayangan nya.


"Sayang kita masuk yuk," ajak Aurora dengan mengandeng tangan Viola.


Setelah mereka sampai di ruang tamu, mereka bertiga langsung duduk di sofa dengan di suguhi beberapa makanan dan juga minuman oleh pelayan.


"Kalian pergi lah!" Perintah Aurora pada para pelayan.


"Baik nyonya besar," jawab mereka dengan sangat hormat dan pergi dari ruang tamu.


"Sayang bagaimana liburan mu?" Tanya omay pada cucu mantu nya.


"Aku sangat senang omay! Disana aku banyak sekali mengunjungi berbagai tempat yang sangat indah. Terlebih lagi disana juga aku menghabiskan waktu bersama Tara." Dengan semangat nya Viola mulai menceritakan liburan nya selama seminggu di Paris.

__ADS_1


"Bagus lah kalau Viola bahagia," mama Darren tersenyum lebar sambil membelai rambut Viola.


"Oh iya omay, mama! Vio juga bawa beberapa oleh-oleh untuk mama, omay dan juga untuk para pelayan loh!" Dengan wajah yang tersenyum Viola mengeluarkan hadiah untuk omay dan juga mama mertua nya yang sudah ia bungkus.


"Wah terimakasih sayang," ucap omay dan juga Aurora secara bersamaan.


"Your welcome ma," Viola tersenyum lebar.


"Nak kau sudah bisa bahasa Inggris?" Mata Aurora langsung membulat mendengar ucapan Viola.


"Hehe tidak ma!" Viola menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.


"Tapi, Vio sudah bisa sedikit-sedikit! Karna Darren menyuruh vio untuk belajar beberapa bahasa asing terutama bahasa Inggris!" Celetuk Viola ketika ia mengingat kembali bagaimana suaminya itu memaksa nya untuk belajar bahasa asing


"Benarkah itu?" Mata omay menelisik kearah Viola dengan senyum kecil di bibir nya.


"Emh, tentu saja benar omay! Dan yang membuat Vio kesal. Guru yang mengajar vio itu adalah Darren sendiri!" Ketus Viola. Ia sangat kesal disaat ia sangat mengantuk pada malam hari Darren selalu saja menyuruh nya untuk belajar.


Omay dan juga Aurora hanya bisa tersenyum saja saat ia melihat Viola terus mengoceh tentang Darren. Betapa senang nya mereka melihat rumah tangga Darren dan Viola sudah baik-baik saja.


"Maaf nyonya tertua, nyonya besar, nyonya muda menganggu waktu nyonya! Namun, saat ini tuan muda memanggil nyonya untuk keruangan keluarga." Sela pak Dadang dengan suara yang sedikit takut.


"Kami semua?" Tanya Viola menatap kearah pak Dadang.


"Iya nyonya muda," jawab pak Dadang dengan wajah yang tertunduk.


"Apa lagi sih anak itu!" Aurora hanya bisa menahan rasa kesal nya pada Darren.


"Sudah lah Ra! Keita kesana saja. Lagian seharusnya kita ada disana." Omay berusaha menenangkan menantu nya itu


"Mama selalu saja membela nya." Ketus Aurora.


"Sudah! Kita kesana sekarang." Omay bangkit dari duduk nya begitu juga dengan Aurora dan Viola.


"Terimakasih sayang,"


Mereka berjalan menuju kearah lift. Saat lift sudah tiba di ruangan keluarga dengan wajah yang sudah ketus mama Darren keluar sambil memegang mertua nya itu.


"Masuk lah!" Ucap Darren saat mendengar pintu di ketuk.


"Ada apa Darren? Kenapa kau memanggil kami? Bukan kah seharusnya kau yang menghampiri kami." Mama Darren menatap tajam putra nya yang kini masih sibuk dengan ponselnya.


"Istri ku sini!" Bukan nya menjawab Darren malah menyuruh Viola untuk duduk di samping nya membuat Aurora semakin memanas


"Tidak! Vio akan duduk di samping mama." Aurora menahan tangan Viola dan menyuruh Viola duduk di samping nya


Seketika wajah Darren berubah, omay yang melihat nya hanya menggeleng kan kepalanya itu saja.


"Ma, kembali kan istri ku!" Ucap Darren dengan suara datar nya.


"Dia ini menantu mama! Jadi mama juga berhak menyuruh nya duduk di samping mama. Lagian Viola juga tidak keberatan! Benarkan sayang?" Mata mama Darren menatap Viola dengan penuh harapan membuat Viola jadi serba salah.


"Emh," Viola yang kebingungan hanya bisa menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.


"Sudah! Biar Vio duduk sama omay saja!" Omay yang sangat pusing melihat menantu dan cucu nya itu langsung menarik tangan Viola hingga Viola duduk di samping omay.


Darren langsung menghela nafas nya dengan sangat berat. Sementara Aurora menatap putra nya itu dengan sangat tajam.


"Sayang, ada apa memanggil kami kesini?" Tanya omay dengan suara lembut nya.


"Bobby akan segera menikah," ucap Darren tanpa ekspresi apapun. Berbeda sekali dengan omay dan juga Aurora yang sudah sangat terkejut mendengar nya.


"Menikah?? Dengan siapa?" Tanya Aurora dengan wajah yang kaget.

__ADS_1


"Shelly, gadis yang pernah buat keributan di rumah sakit." Jawab Darren membuat Viola menatap tajam suami nya itu.


"Sahabat nya vio?" Timpal omay menatap kearah Viola.


"Iya omay," Viola menundukkan kepalanya itu. Jujur saja ia juga masih tidak menyangka hal ini akan terjadi.


"Kenapa mendadak Darren?" Mama darren menatap putra nya secara intens.


"Mama tanya saja sama putra kedua kesayangan mama itu." Celetuk Darren pada mama nya.


"Darren kau--"


"Dia menghamili gadis itu!" Sebelum mama nya merepet Darren langsung memotong ucapan mama nya hingga menghela nafas panjang.


"What's?? What is he thinking? so that he could impregnate the girl?"


"I don't know," jawab Darren dengan sangat simpel nya.


"Omay, mama bilang apa?" Tanya Viola dengan berbisik pada omay


"Mama bilang 'Apa yang dia pikirkan? sehingga dia bisa menghamili gadis itu?' sayang," jawab omay dengan tersenyum.


"Hehehe makasih omay,"


"Kapan pernikahan nya sayang?" Tanya omay pada cucu kesayangan nya.


"Mungkin dalam 2 Minggu ini," jawab Darren yang lagi dan lagi membuat mama Darren terkejut.


"Siapa yang mengatur acara itu? Bobby?" Mama Darren menatap wajah putra nya dengan segala pertanyaan.


"Tentu saja aku ma! Dia harus bertanggung jawab secepatnya. Lagian pernikahan ini hanya sederhana saja yang dimana hanya orang terdekat saja yang datang." ujar Darren


"Sayang itu pernikahan mereka! Kau tidak bisa mengatur nya sesuka hati mu." Mama Darren memijat pelipisnya yang sejak tadi terasa pusing.


"Ma, gadis itu tengah berbadan dua. Kalian mau dia di pandang perempuan tidak bagus Dimata semua orang? Padahal yang membuat ulah semua nya itu Bobby." Tatap serius Darren pada mereka.


"Kau benar nak! Ra, kita ikuti saja semuanya. Lagian ini juga keputusan yang sudah di terima oleh Shelly dan juga Bobby. Benarkan sayang?" Tanya omay dengan tersenyum kearah cucu nya.


"Mereka belum memutuskan nya. Tapi, aku yakin mereka akan setuju omay,"


"Bagaimana dengan tuan Charlton dan juga nyonya Charlton Darren?" Aurora masih tidak menyangka sama sekali pernikahan Bobby akan secepat ini. Sama seperti putra nya, ia khawatir kejadian antara putra nya dan Viola terulang pada mereka.


"Mereka juga akan segera menyetujui nya." Balas Darren


"Kau tau dari mana?"


"Vaya yang mengurus masalah orang tua nya ma,"


Mendengar nama itu membuat Viola menundukkan wajah nya. Walaupun masalah antara diri nya, Darren dan juga Vaya sudah tidak ada kesalahpahaman. Namun, jujur saja hati Viola masih terasa sakit saat melihat Darren memeluk Vaya di ruang kantor suaminya.


"Omay, ma! Maaf memotong pembicaraan kalian. Tapi, boleh tidak Vio kembali ke kamar? Soalnya Viola sangat lelah." Pinta Viola dengan tersenyum.


"Tentu saja sayang," mama Darren membelai menantu nya itu.


"Yasudah vio istirahat sana. Kondisi tubuh vio juga belum terlalu sehat!" Omay juga ikut membelai cucu mantu nya itu.


Sementara Darren menatap kearah Viola saat wanita yang ia cintai hanya menundukkan kepalanya ketika melewati diri nya.


Darren sadar akan perubahan sikap Viola yang sejak tadi mendengar kan perbincangan mereka dengan serius. Namun, saat nama Vaya di sebutkan ia langsung menundukkan wajah nya.


Walaupun Darren berbincang dengan omay dan mama nya mata Darren akan selalu tertuju menatap kearah Viola.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2