
"Sekarang katakan lah! Kau ingin apa? Dari tadi tingkah mu aneh seperti cacing kepanasan." Goda Bobby terhadap Shelly.
"Em begini aku, aku--" Shelly benar-benar sangat gugup. Ia takut suaminya menganggap diri nya sebagai perempuan tidak benar.
"Kau itu kenapa? Berbicara lah yang jelas."
Jujur saja, Bobby sendiri masih bertanya-tanya pada diri nya. Mengapa ia bisa begitu mencintai Shelly. Disaat wanita yang ada di hadapan nya itu terus saja menguji kesabaran nya.
"Aku ingin mengulangi kejadian hari itu yang dimana kita berdua sama-sama mabuk dan melakukan hal yang berakibat aku hamil. Aku sangat penasaran bagaimana rasanya! Karna, saat itu hanya tersisa rasa sakit saja yang kurasa." Shelly langsung berbicara dengan sangat cepat membuat Bobby mengerenyitkan kening nya.
"Shelly kau berbicara cepat sekali. Coba ulangi sekali lagi!" Bobby berusaha menahan rasa geli saat ia sendiri tau maksud ucapan dari Shelly.
"Ah sudahlah! Lupakan saja."
Dengan perasaan yang malu Shelly hendak ke ranjang mereka. Namun, tiba-tiba saja Bobby menarik tangan Shelly hingga membuat nya terduduk di pangkuan Bobby.
"Bob, lepasin! Aku sedang bad mood." Ketus Shelly.
"Kau ingin memulai permainan nya di sofa atau di atas ranjang?" Bisik Bobby dengan suara berat nya.
Bisikan Bobby mampu membuat jantung Shelly berdebar sangat kencang.
"Ap-apa maksud mu?" Shelly menatap kedua mata green ke blue milik bobby dengan perasaan gugup.
"Bukan kah kau bilang ingin mengulangi kejadian malam itu." Bobby tersenyum tipis saat Shelly tidak berkedip menatap dirinya.
"Tunggu dulu! Bob tadi kau bilang kau tidak tau apa yang ku katakan."
"Aku tidak mengatakan tidak tau apa yang kau katakan! Aku hanya menyuruh mu untuk mengulangi ucapan mu tadi. Karna, akan sangat menggoda jika kau mengatakan nya secara perlahan." Bobby mengusap bibir Shelly yang menurut nya sangat lah menggiurkan.
"Bobby!" Shelly pun memukul dada bidang suaminya itu. Bisa-bisa nya Bobby mengerjai diri nya sementara ia sudah hampir mati di tempat karna malu.
"Sekarang pilih lah kau ingin bermain disini atau di sana?" Bobby melirik keranjang mereka lalu menatap wajah Shelly yang sudah tersipu malu.
"Ter-terserah mu saja!"
Shelly mengalihkan pandangannya agar Bobby tidak melihat wajah nya yang sudah memerah seperti udang rebus. Bisa jatuh harga dirinya itu kalau Bobby tau ia sedang salah tingkah. Terlebih lagi ada sesuatu di bawah sana yang terasa begitu mengganggu nya. Membuat tubuh nya bergetar akibat ulah Suami nya itu.
"Kau ingin mencoba nya?" Bobby tersenyum menggoda ketika Shelly menatap kearah bawah.
"Kau itu apa-apaan sih!" Sial entah sudah keberapa kali nya Bobby membuat Shelly sangat malu. Bisa-bisa nya pria yang sedang memangku diri nya itu berkata hal mesum di hadapan nya.
"Kau tidak perlu malu! Karna malam ini akan ku buat kau menjadi ratu."
Bobby langsung mengangkat tubuh Shelly berjalan kearah ranjang mereka. Saat ini Shelly sudah berada di bawah Kungkungan Bobby.
"Aku paling tergoda saat melihat bibir mu yang manis ini!" Di cium nya bibir Shelly membuat Shelly yang tanpa persiapan sama sekali sedikit terkejut.
Shelly perlahan mengikuti irama dari ciuman Bobby yang awalnya sangat menuntun kini menjadi ciuman panas dan menggairahkan.
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan lagi!"
Nafas mereka sudah saling memburu saat ciuman panas tersebut terhenti. Bobby membuka piyama yang ia kenakan dan juga membuka kancing piyama milik Shelly.
"Tunggu!" Shelly menahan tangan Bobby disaat ia sendiri juga sudah tidak tahan dengan panas membara pada tubuh nya.
"Ada apa?" Bobby menatap sedikit kesal kearah Shelly.
"Aku malu," kata Shelly yang sudah merah merona.
"Kau tidak perlu malu! Aku sudah melihat semua yang ada pada dirimu! begitu juga dengan dirimu yang sudah melihat semua yang ada pada diriku." Bobby kembali mencium bibir Shelly dengan sangat rakus nya.
Shelly sama sekali tidak bisa menolak ciuman panas suaminya yang sangat manis dirasa oleh Shelly. Perlahan ciuman Bobby beralih keleher jenjang Shelly. di cium nya leher Shelly dengan sangat lembut nya hingga ke gigitan kecil.
"Aaaww!" Ringis Shelly saat Bobby menggigit lehernya.
"Maaf sayang! Aku hanya ingin tanda kepemilikan ku terletak disini." Bisik Bobby dan tersenyum puas saat ia melihat tanda merah yang ia buat di leher Shelly.
Ciuman Bobby turun kebawah hingga kini menunjukkan sesuatu yang menggembul ia lihat. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat indah bagi seorang Bobby.
"Aku akan membuatmu tidak bisa tidur malam ini sayang." Suara berat dan juga memburu terdengar sangat jelas ditelinga Shelly.
"Tunggu apa maksud-- agrhh!" Tubuh Shelly terasa sangat bergetar saat Bobby tengah mulai bermain di kedua gunung milik nya.
"Bob, tunggu! Aku-- arghh!" Lagi-lagi desa*an keluar dari bibir Shelly saat Bobby tidak mau diam dan terus mere*as milik nya hingga mengisap nya dengan sangat rakus.
"Sayang kau hanya perlu diam dan menikmati nya saja! Biar aku yang bekerja disini!" Perintah Bobby menatap wajah Shelly yang sudah terlihat sangat seksi membuat nafsu Bobby semakin meninggi.
Sungguh ini benar-benar aneh dirasa oleh Shelly. Ia tidak pernah merasakan sesuatu senikmat ini.
"Benar kata orang! Berhubung bisa membuat semua orang terbang setinggi-tingginya." Gumam Shelly sembari menahan suara nya agar tidak keluar. Ia sangat malu jika Bobby tau kalau ia juga sangat menikmati permainan suaminya itu.
"Kau menyukai nya?" Tanya Bobby saat ia sudah cukup lama bermain pada kedua gunung Shelly.
"Emh," hanya itu saja yang bisa Shelly jawab. Karna ia sudah tidak bisa berpikir dengan normal lagi saat Bobby membuat tubuh nya itu sudah tidak sejalan dengan hati nya.
"Baiklah sayang. Kali ini akan ku buat kau lebih menikmati dari sebelumnya!" Bobby tersenyum penuh arti.
Mata Bobby kini beralih kebagian lain Shelly yang masih tertutup. Di buka nya perlahan hingga menatap sesuatu yang sangat indah itu masih tertutup oleh lapisan satu lagi. Saat Bobby hendak menarik nya Shelly sedikit menolak dan menahan nya.
"Ti-tidak! Aku terlalu malu saat ini." Kata Shelly dengan tubuh yang masih terasa panas karna sentuhan Bobby.
"Sayang kau tidak perlu malu! Seluruh tubuh mu ini sangat indah dan wajib kau tunjukkan pada ku." Bobby menghela nafas nya secara kasar. Sampai tiba dimana Shelly mulai menjauh kan tangan nya dan menutup wajah nya itu.
"Hah, kau benar-benar menggemaskan." Bobby tersenyum mengelus rambut Shelly hingga mengecup kening Shelly penuh kasih.
Mata Bobby kembali tertuju kebawah Shelly. Ia melanjutkan apa yang sempat terhenti tadi. Melihat sesuatu yang sudah pernah Bobby rasa kan itu sungguh membuat Bobby ingin segera menerkam Shelly. Namun, karna saat ini Shelly tengah hamil ia harus berhati-hati agar tidak menyakiti anak nya.
"Sayang Daddy akan mengunjungi mu di dalam sana." Ujar Bobby dan tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Sayang kau harus menahan nya sedikit. Aku akan berusaha membuat nya menjadi selembut mungkin." Bobby memeluk tubuh Shelly.
Ia langsung menyatukan milik nya yang sejak tadi sudah minta untuk di puaskan masuk ke dalam sana.
"Bo-bob ... Aaaakkkkhh!!" Shelly yang terasa sesuatu yang sangat besar masuk kebagiannya. Ia pun berteriak dengan sangat kuat.
"Kenapa ini terasa sangat sakit! Bukan kah sebelum nya kita sudah melakukan ini." Protes Shelly pada Bobby.
"Sayang kita hanya melakukan nya sekali. Tentu saja ini akan sakit untuk yang kedua kali nya." Boby menatap jengah saat istri nya bertanya disaat ia sendiri juga merasakan sakit ketika milik nya seperti di cengkram di dalam sana.
"Aku tidak mau! Cepat lepaskan." Shelly menggeleng-gelengkan kepalanya itu. Ini benar-benar sakit bagi nya!
"Kau pikir bisa semudah itu setelah aku susah payah memasukkan nya!" Bobby menatap tajam Shelly. Ia tidak habis pikir dengan ucapan Shelly.
"Tapi ini sangat sakit!" Mata Shelly terlihat berkaca-kaca saat menahan milik sesuatu yang sudah membuat nya kesakitan.
"Bukan kah kau tadi meminta nya? Maka, kau harus menahan nya." Bobby menghela nafas nya itu.
"Sayang aku akan membuat mu tidak akan merasakan sakit nya lagi!"
Bobby mencium bibir dan mulai menggerakkan pinggul nya tersebut. Sementara Shelly saat ini menahan rasa sakit nya yang perlahan mulai terasa nikmat oleh gerakan yang dilakukan Bobby.
Saat ini Shelly menggenggam sprei nya dengan sangat kuat karna semakin lama tempo gerakan Bobby semakin cepat. Bobby pun langsung mengambil tangan Shelly dan meletakkan tangan Shelly di leher nya. Ciuman mereka semakin panas saat gerakan tersebut sudah tak terkendali kan lagi
"Bob sakit!" Lirih Shelly.
"Aku akan tiba ke titik puncak sayang! Tahan sebentar." Tubuh yang sudah bergejolak dan menggeluarkan keringat membuat mereka berdua semakin menikmati nya.
"Aaaaakkkhhhhh!" erangan Shelly ketika ia sudah mencapai pada puncak nya.
Bobby sama sekali belum sampai pada puncaknya juga sehingga ia semakin mempercepat tempo nya membuat tempat tidur mereka bergerak.
"Sayang aku mencintaimu!" kata Bobby ketika puncaknya sudah tiba.
Mereka berdua sudah sama-sama lelah. Bobby menjatuhkan tubuh nya di sebelah Shelly agar istri nya tidak keberatan oleh tubuh nya itu.
"Kau benar-benar gila!" Umpat Shelly melirik ke Bobby dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Itu karna kau sangat menggoda." Bobby menarik tubuh Shelly kedalam pelukannya.
Ditutup nya tubuh polos mereka dengan selimut tebal agar tidak kedinginan. Bobby membelai perlahan rambut Shelly. Dan menggelap sisa-sisa keringat istri nya akibat malam panas mereka. Jujur saja kedua nya benar-benar sangat menikmati malam ini.
"Aku tidak akan melupakan malam ini." Kata Shelly dengan suara yang hampir tidak terdengar akibat ngantuk berat Shelly rasakan.
Shelly memejamkan mata nya itu sembari memeluk tubuh kekar Bobby. Ia sangat lelah dan juga mengantuk. Bobby tersenyum lebar melihat Shelly sudah terlelap dari tidur nya. Bobby pun bangkit mengambil piyama yang sudah ia lempar kesembarangan arah dan memakai nya kembali.
Bobby memilih melanjutkan pekerjaannya itu agar ia bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama Shelly tanpa ada beban pikiran yaitu pekerjaan nya itu.
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1
...****************...