Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 119 Biarkan aku pergi!


__ADS_3

Saat panggilan Darren terhubung pada pak Dadang. Pintu lift pun terbuka yang dimana semua orang sudah ketakutan melihat wajah yang sudah lama tidak terlihat dingin. Namun, sekarang berubah semakin mengerikan Dimata mereka semua.


"Dimana istri ku!" Suara Darren terdengar sangat marah oleh seluruh orang yang berada di sana.


"Ada apa ini?" Para karyawan sudah berbisik-bisik satu sama lain membuat Darren terasa sangat risih.


"Kalian!" Darren menunjuk kearah bodyguard tersebut.


"singkirkan semua orang yang terus saja berbicara disini! Membuat telinga ku ini semakin panas mendengar suara tidak berguna mereka." Perintah Darren membuat mereka semua langsung diam membisu.


"Tu-tuan muda, nyonya muda sedang ada di kamar nya." Pak Dadang sudah gemetar mendengar suara tuan muda nya yang sangat marah.


"Jangan berbohong pada ku!" Nafas Darren sudah tidak teratur lagi karna amarah yang ada di dalam dirinya.


"Tu-tuan muda saya tidak berbohong." Pak Dadang berusaha melindungi nyonya muda nya itu walaupun ia sendiri sangat ketakutan.


"Kau di pecat!!" Darren tidak menyangka orang yang sudah berkerja bersama nya selama bertahun-tahun masih bersikeras berbohong pada nya.


"Tu-tuan muda maafkan saya! Saya salah. Tadi nyonya muda bilang ingin ke rumah sakit dokter Andhika dan menyuruh saya jangan memberitahu kan pada tuan. Karna Nyonya muda tidak ingin tuan muda khawatir. Oleh sebab itu saya tidak memberitahu kan pada tuan muda." Pak Dadang pun langsung menceritakan semua nya pada Darren dengan apa yang terjadi pada nyonya muda nya.


"Kasella!" Darren semakin emosi saat mengetahui semuanya.


Sebelum Darren menghubungi dokter Andhika. Darren beralih menatap kearah Bobby.


"Bob, kerahkan seluruh agen rahasia kita dan seluruh bodyguard untuk mencari keberadaan istri ku! Dan satu hal lagi jika kalian memerlukan untuk penutupan jalan. Maka lakukan saja tanpa harus berpikir! Cari istri ku sampai ketemu. Jika tidak maka aku sendiri yang akan membunuh kalian satu persatu." Raung Darren pada mereka semua. Mereka yang mendengar ucapan Darren langsung menelan Saliva nya dengan sangat susah.


"Baik tuan muda," Bobby langsung mengambil ponsel milik kepala bodyguard tersebut dan langsung menghubungi agen rahasia mereka.


"Sayang jangan buat aku khawatir!" Darren mengusap wajah nya dengan sangat kasar.


"Tuan muda agen rahasia kita sudah menemukan dimana keberadaan nyonya muda." Bobby yang mendapatkan jawaban dari orang-orang mereka merasa sedikit lega.


"Kalau begitu tunggu apa lagi! Sekarang jemput istri ku!" Dengan sangat cepat nya Darren memasuki mobil yang dimana Bobby dan juga para bodyguard lain nya mengikuti Darren.


Viola yang sedang mengemudi kan mobil nya terus saja meneteskan air mata nya itu membayangkan ucapan yang keluar dari mulut suaminya sendiri.


"Sayang papa mu tidak menginginkan kita!" Lirih Viola dengan mengusap lembut perut nya.


"Maafkan mama karna membawa mu pergi menjauh dari keluarga papa mu." Viola benar-benar tidak tahan lagi ia sangat kecewa pada suaminya. Jika Darren tidak mencintai nya kenapa Darren menginginkan anak dari nya.


Viola terus saja mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Darren yang berada di dalam mobil langsung menyuruh Bobby mengemudikan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi.


"Tuan muda, itu mobil nyonya muda." Bobby langsung menunjuk kearah mobil yang Viola kendarain.


"Sekarang halang mobil istri ku." Perintah Darren dengan suara yang mematikan nya.


"Tuan muda jika kita menghadang mobil Nyonya muda secara tiba-tiba itu akan sangat buruk. Karna nyonya muda mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi." Bukan nya Bobby tidak bisa menghadang mobil tersebut namun dia takut istri sahabatnya celaka.

__ADS_1


"Arghhh!! Mengapa semua nya jadi kacau seperti ini." Darren benar-benar merasa sangat frustasi melihat sikap gegabah dari istri nya.


"Maafkan saya," Bobby merasa bersalah atas apa yang terjadi pada sahabat nya itu. Kalau bukan karna adik nya hal seperti ini pasti tidak akan mungkin pernah terjadi.


Darren yang mendengar ucapan Bobby hanya diam saja. Ia tau sahabat nya itu merasa bersalah. Tapi tidak bisa di pungkiri ini semua memang benar nyatanya kesalahan dari Vaya.


"Mobil itu?" Viola yang melihat kearah spion nya bahwa ada seseorang yang mengikuti nya menatap dengan sangat teliti.


"Iya benar itu mobil Darren!" Timpal Viola kembali.


"Untuk apa kau mengejar ku Darren! Bukan kah sekarang kau seharusnya bahagia karena aku pergi menjauh dari mu." Ujar Viola dengan air mata yang kembali menetes.


"Aku tidak akan membiarkan mu mengejar ku kembali!" Viola pun langsung menambah kecepatan mobil nya itu.


"Tuan, seperti nya nyonya muda menyadari kalau kita sedang mengikuti nya!" Bobby sangat terkejut melihat kenekatan dari istri sahabatnya.


"****! Mengapa dia tidak memikirkan keselamatan nya." Darren benar-benar semakin marah melihat kecepatan mobil dari Viola.


"Bob perintah kan seluruh orang-orang kita untuk menjaga sisi kanan dan sisi kiri istriku!" Perintah Darren kembali.


Bobby yang mendengar kan ucapan dari Darren langsung menghubungi agen rahasia mereka lewat panggilan dari mobil sahabat nya itu.


"Lindungi Nyonya muda!" Perintah Bobby dengan suara yang sangat tegas.


"Baik!" Setelah mendapatkan jawaban dari agen rahasia Darren. Bobby pun memutuskan panggilannya tersebut.


"Haruskah kau seperti itu Darren? Biarkan aku pergi!" Viola sangat kesal ketika ia susah untuk lepas dari pengawasan orang-orang dari suaminya.


"Tuan muda nyonya muda menyadari kalau ada orang-orang kita yang mengawasi nya. Nyonya mencoba untuk mengoceh pandangan dari orang-orang kita." Ujar Bobby kembali pada Darren.


"Istriku itu sangat cerdik! Ia sekarang sudah tau gerak-gerik dari orang-orang ku." Darren menghela nafas nya.


"Bilang sama agen rahasia ku untuk tidak lepas pengawasan dari istriku." Darren hanya bisa menatap lekat mobil yang Viola kendarain.


"Baik tuan muda." Jawab Bobby.


"Bob, tambah kecepatan nya! Aku tidak ingin istri ku kenapa-kenapa." Perasaan Darren benar-benar tidak enak. Ia sangat khawatir melihat istri nya mengemudi sangat kencang seperti itu.


Saat Darren tengah fokus pada mobil Viola. Tiba-tiba saja handphone Darren berbunyi. Saat Darren melihat siapa yang menelepon dirinya ia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Kasella! Kemana saja kau baru menghubungi ku sekarang." Sergah Darren dengan suara yang sangat tinggi. Saat ia menelpon Andhika tadi, namun Andhika tidak mengangkat panggilan nya.


"Bro ada apa dengan mu? Aku tadi sedang melakukan operasi pada pasien ku! Tentu saja aku tidak mengangkat panggilan dari mu." Andhika sangat terkejut mendengar suara dari sahabat nya yang terlihat marah.


"Tidak usah banyak alasan! Sekarang aku tanya pada mu. Kenapa istri ku datang kerumah sakit mu Kasella!" Darren yang sangat kesal hanya bisa meninggi kan suara nya itu saja lewat panggilan nya. Jika saja ia melihat Andhika dihadapan nya mungkin sudah habis Andhika ia pukuli untuk meluapkan rasa amarah nya.


"Sial! Dia sudah tau istri nya kemari." Andhika sangat bingung harus menjawab apa. Karna ia sudah janji pada Viola tidak akan memberitahukan nya pada Darren.

__ADS_1


"Kasella! Jangan kau pikir kau bisa membohongi ku. Jika kau berpikir seperti itu maka aku tidak akan lagi memperdulikan hubungan persahabatan kita." Darren yang tau Andhika diam mulai merasa curiga.


"Baiklah! Karna aku menghargai hubungan persahabatan kita, maka aku akan memberitahukan pada mu walaupun aku sendiri harus mengingkari janji ku pada istrimu itu!" Andhika menghela nafas nya.


"Cepat katakan!" Perintah Darren.


Bobby yang melihat lampu lalu lintas berwarna merah. Langsung menatap kearah sahabat nya itu.


"Darren, lampu merah! Seperti nya ini saat yang tepat untuk menghampiri istri mu." Darren yang mendengar ucapan dari Bobby langsung memutuskan panggilan nya itu pada Andhika.


"Halo! Darren kau masih disana kan?" Andhika yang tidak mendengar suara dari Darren langsung melihat kearah ponsel nya. Ia sangat marah saat panggilan nya di putuskan begitu saja oleh Darren.


"Huh! Orang kaya memang berhak melakukan apapun." Ujar Andhika dengan suara yang menahan rasa kesal nya.


Sementara Darren langsung turun dari mobil nya itu.


"Darren cepat lah sebelum lampu hijau!" Ujar Bobby pada sahabat nya. Karna ia melihat kearah lampu merah yang akan berganti menjadi lampu hijau.


"Suruh para agen rahasia kita untuk menyuruh istri ku turun dari mobil nya." Perintah Darren.


"Aku akan menyuruh agen rahasia mu! Tapi sekarang cepat lah kau kejar istri mu sebelum ia pergi lagi." Bobby merasa sangat panik melihat sahabatnya itu.


Dengan sangat cepat Darren berlari kearah mobil Viola. Darren langsung mengetuk-ngetuk pintu mobil Viola yang membuat Viola semakin bingung harus seperti apa.


"Istriku ku! Buka lah pintu mobil nya. Akan ku jelas kan pada mu semuanya." Ujar Darren dengan suara ngos-ngosan nya.


"Tidak ada lagi yang harus kau jelas kan pada ku Darren!" Lirih Viola dengan air mata nya.


Selagi Darren mengetuk-ngetuk kaca mobil Viola para bodyguard mereka sudah mengamankan jalanan yang ada di belakang mereka.


"Jika kau tidak membuka pintu mobil ini, maka akan aku pecah kan kaca mobil nya sekarang!" Ancam Darren pada Viola.


Viola yang mendengar ucapan dari Darren. Ia tidak mempedulikannya sama sekali. Sampai saat tiba nya lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Dengan sangat kuat nya Viola menginjak pedal gas mobil nya itu. Membuat Darren sangat terkejut.


Namun tiba-tiba saja ada sebuah mobil sedan dari sisi berlawanan dengan cepat mobil tersebut menghantam mobil Viola.


Viola yang di hantam mobil nya langsung menginjak rem mobil nya dengan sangat kuat


Ciiitttt..


Suara rem mobil Viola meninggalkan bekas di aspal jalanan. Viola benar-benar sangat ketakutan sambil memegang perutnya dengan sangat kuat. sementara Darren yang melihat itu seperti patung karna melihat kejadian tersebut.


"Viola!!!" teriak Darren dengan sangat keras nya. p


Bobby yang melihat kejadian tersebut langsung turun dari mobil dan berlari kearah Darren yang terlihat lemas. ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat mobil istri nya di tabrak. mobil Viola terus saja berputar di jalanan tersebut.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2