
Darren sudah selesai mengurus semua urusan perusahaan nya itu. Ia sangat tidak sabar untuk malam ini. Dengan segera Darren pun menyuruh Bobby untuk segera ke ruangan nya.
Selagi menunggu sekertaris itu datang keruangan nya. Darren ingin melihat istri nya itu sebentar.
"Kau terlihat sangat cantik jika sedang tidur!" Ujar Darren dengan membelai rambut istri nya itu.
"Kau tau istri ku! Aku sangat menyayangimu. Tapi, hal terbodoh yang ada di dalam diri ku ini adalah bagaimana caranya mengungkapkan semua perasaan ku ini padamu." Darren menghela nafas nya. "Aku harap kau akan mengetahui perasaan ku pada mu dengan perhatian dan juga kelembutan ku pada mu." Darren bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruang kerja nya itu.
Viola benar-benar sangat kelewatan biasanya dia akan tersadar jika ada seseorang yang menyentuh nya. Namun, disaat hal terpenting seperti itu bisa-bisanya dia tidak tau sama sekali. Tiba-tiba saja ..
Tok ... Tok,
"Masuklah!"
Setelah menerima jawaban dari atasan nya dengan segera Bobby masuk keruangan Darren.
"Ada apa tuan muda mencari saya?" Tanya Bobby dengan sikap seprofesional mungkin.
"Bob, batalkan semua Agenda ku hari ini dan besok!" Perintah Darren pada Bobby.
Bobby sangat terkejut mendengar ucapan sahabat nya sekaligus atasan nya itu. Tidak biasanya Darren membatalkan semua agenda yang sudah dia susun selama berminggu-minggu.
"Tapi, kenapa tuan muda? Besok ada rapat penting dengan klien dari Inggris. Mereka sudah jauh-jauh ke Indonesia tidak mungkin kita membatalkan nya seenak nya tuan." Bobby berusaha membujuk sahabat nya itu.
"Bob ... Kalau aku sudah bilang untuk di batal kan. Maka, batalkan lah! Dan jangan banyak bertanya. Aku sangat membenci orang yang banyak bertanya." Darren menatap sahabatnya itu dengan sangat malas.
"Maafkan saya tuan muda. Namun, saya juga harus memberikan penjelasan pada perusahaan Wiliam company agar tidak terjadi kesalahpahaman tuan muda." Ujar Bobby dengan senyum di tahan nya.
"Bilang saja aku ada urusan yang lebih penting dari pada menghadiri rapat bersama nya!" Tegas Darren pada nya.
"Berbisa sekali mulut mu sobat!" Gumam Bobby di dalam hati nya.
"Bagaimana jika nanti tuan Wiliam tidak terima dengan ucapan mu tuan muda?" Bobby berusaha mencari tau apa alasan yang membuat sahabat nya itu membatalkan semua agenda yang sudah ia susun dengan sangat lama dan membuat nya kelelahan.
"Aku tidak peduli dia terima atau tidak! Jika dia tidak terima maka batalkan semua rencana kerjasama kita dengan perusahaan nya!" Ujar Darren dengan nada kesal nya.
"Baiklah tuan muda! Saya akan bilang pada tuan Wiliam persis seperti apa yang tuan katakan." Bobby malas sekali berdebat dengan sahabat nya yang sangat dingin itu.
"Baguslah! Kau boleh keluar sekarang." Darren pun menyuruh Bobby untuk keluar dari ruangan nya.
"Baik tuan muda!" Dengan segera Bobby melangkah menjauh dari ruangan sahabat nya.
"Berhenti!" Tiba-tiba saja Darren menyuruh sekretaris nya itu untuk berhenti ketika hendak membuka pintu keluar dari ruang nya.
"Iya ada apa tuan muda?" Bobby membalikkan tubuh nya dan bertanya dengan sangat sopan.
"Aku akan memberikan mu tuan muda kecil!" ujar Darren secara tiba-tiba membuat Bobby tidak mendengar nya dengan jelas.
"Maksudnya tuan?" Tanya Bobby pada Darren.
__ADS_1
"Bob, sejak kapan kau mulai berbicara sopan pada ku di saat kita sedang berdua? Apa kau tidak terima pada ku karna sudah memberikan mu hukuman?" Tanya Darren dengan penuh penyelidikan nya.
"Kau itu serba salah ya! Come on bro. Sopan pada mu salah! Bicara kurang ajar juga salah! Tolong tuan muda yang terhormat apa yang tidak akan salah di mata mu tuan?" Kesal Bobby pada sahabat nya.
"Berani sekali kau berbicara tinggi pada ku!" Tatap tajam mengarah kearah Bobby.
"Saya tidak berani tuan muda! Benar-benar tidak berani." Bobby bersikap seperti awal nya yang kembali sopan.
Darren yang melihat sikap sahabat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya itu.
"Bob! Malam ini aku akan bersama Viola." Darren kembali ke topik awal.
"Bukan kah setiap malam nya kau selalu bersama nya?" Jawab Bobby pada Darren dan duduk di hadapan Darren.
"Aku akan melakukan malam pertama kami malam ini!"
"What's?" Bobby sangat terkejut mendengar ucapan sahabat nya yang selama ini tidak akan pernah bisa keluar dari mulut angkuh nya itu.
"Kau yakin?" Tanya Bobby berusaha memastikan semua nya.
"Tentu saja aku yakin! Kau tidak ingin memiliki tuan muda kecil di perusahaan ini?" Darren tersenyum tipis pada sahabat nya itu.
"Cih! Menghadapi satu tuan muda saja sudah membuat ku mati berdiri! Apalagi jika harus 2 tuan muda yang ku layani." Bobby menatap sinis kearah Darren yang terlihat bahagia.
"Kau sudah mencintai nya?" Bobby kembali menelusuri wajah sahabat nya itu.
"Oh God! Yang benar saja. Bahkan kau sendiri tidak tau sudah mencintai nya atau belum. Bagaimana bisa kau mau menyentuh nya! Bro dengar baik-baik. Aku Bobby Charlton sebagai sahabat mu dari kecil memberikan mu saran jangan bertindak sesuatu yang akan membuat mu menyesal!" Bobby membusungkan dada nya di hadapan Darren dengan sangat bangga.
"Aku tidak akan menyesalinya! Selama seminggu ini aku sudah memikirkan nya dengan sangat teliti. Seperti nya aku sudah sangat menyayangi nya Bob." Darren kembali membayangkan wajah Viola yang sangat cantik dan polos.
"Kau hanya menyayangi nya bukan berarti mencintai nya kan!" Tegas Bobby pada Darren.
"Bukan kah pada dasarnya menyayangi nya sudah berarti mencintai nya. Dan jika mencintai seseorang belum tentu kita menyayangi orang tersebut." Darren menatap Bobby dengan menaikkan kedua alisnya.
"Berdebat sama tuan muda seperti mu sama saja menunggu ayam yang akan melahirkan! Ya itu tidak akan pernah bisa terjadi untuk bisa mengalah kan pemikiran konyol mu itu." ujar Bobby dengan sangat kesal.
"Bob! Bukan pemikiran ku yang konyol tapi pemikiran mu itu yang sangat dangkal. Kau kan masih lajang tentu saja kau tidak akan mengetahui bagaimana rasa nya berumah tangga." Darren tersenyum sinis pada Bobby.
"Bro! Asalkan Lo tau aja. Tidak akan pernah ada orang yang akan menceritakan pada semua orang kalau dirinya ingin melakukan malam pertama. Dan lihat lah sendiri kau saja melakukan nya! Itu membuktikan bahwa dirimu lah yang lebih buruk dalam urusan percintaan dari pada aku." Bobby kembali mengeluarkan semua ucapan tajam nya pada sahabat nya itu.
"Bobby Charlton! Lihat saja suatu saat nanti kau pasti merasakan bagaimana serba salah nya dirimu saat menghadapi orang yang benar-benar istimewa dalam hidup mu." Sumpah serapah keluar dari mulut Darren ketika dirinya merasa di ejek oleh sahabat nya itu.
"Itu tidak akan mungkin terjadi! Karna, untuk berkencan dengan seorang gadis saja sangat susah apalagi harus menikah. Aku itu hidup dalam belenggu nya tuan muda yang sangat dingin. Jadi sangat susah untuk membahagiakan diri sendiri." Bobby kembali membalas ucapan Darren pada nya.
"Wah tuan Bobby Charlton. Seperti nya hukuman ku kurang untuk menyiksa mu! Apa kau ingin menambah masa hukumannya?" Darren tersenyum sinis kearah Bobby membuat Bobby menelan saliva nya.
"Sial! Dia selalu saja pintar dalam mengancam seseorang dan menyiksa orang tersebut." Batin Bobby di dalam hatinya.
"Bob--"
__ADS_1
"Jangan mengatai ku di dalam hati mu!" Sela Bobby dengan suara yang di buat nya mirip dengan Darren.
Darren yang mendengar ucapan Bobby langsung merasa terkejut. Bagaimana bisa Bobby dan juga Kasella selalu mengetahui ucapan andalan nya itu.
"Jangan sok tau jadi orang sekertaris Bobby! Yang ingin ku katakan itu adalah segera keluar dari ruangan ku! Karna istri ku sebentar lagi akan bangun." Ujar Darren membuat Bobby langsung malu. Bisa-bisanya kali ini Darren menemukan alasan yang tepat untuk mempermalukan diri nya itu.
"Hah! Dia pikir aku bodoh apa." Kesal Bobby di dalam hatinya.
"Baiklah tuan muda, kalau begitu saya keluar sekarang untuk membatalkan semua agenda anda hari ini dan besok. Selain itu saya juga harus mengatur ulang agenda anda tuan muda. Jadi saya harap jangan menggangu saya ketika anda sedang berada di kediaman anda tuan muda." Ujar Bobby dengan nada kesal nya.
"Cih! Kau pikir aku sempat untuk menggangu ha? Tuan Bobby Charlton urusan ku itu lebih penting dari pada mengganggu mu. Misi ku itu sekarang adalah membuat tuan muda kecil untuk kalian semua suatu saat nanti." Dengan senyum kecil nya Darren membalas perkataan sahabat nya itu.
"Baiklah kalau begitu saya pamit tuan muda!" Bobby pun berjalan menjauh dari sahabat nya.
Tiba-tiba saja Bobby menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya itu kehadapan sahabat nya, "tuan muda, saya harap lakukan lah secara perlahan! Karna, setau saya ini akan sangat menyakitkan bagi seorang wanita untuk pertama kali nya."
"Dari mana kau tau?" Tanya Darren pada Bobby.
"Pada kenyataannya aku lah yang lebih mengetahui segala hal dari pada mu sobat!" Dengan senyum penuh kemenangan nya Bobby langsung keluar dari ruangan Darren tanpa menjawab perkataan nya.
"Dasar manusia tidak punya sopan santun!" ujar Darren dengan menghela nafas nya itu.
Darren kembali keruang istirahat nya untuk membangun kan Viola dan membawa nya pulang ke kediaman kedua nya itu.
"Istri ku, bangun lah!" Darren menepuk pelan pundak istri nya.
"Emh!" Viola menggeliatkan tubuhnya itu dan membuka matanya secara perlahan.
"Kau sudah selesai?" Tanya Viola dengan kondisi setengah sadar nya.
"Iya aku sudah selesai." Jawab Darren dengan membelai rambut Viola.
"Kalau begitu kita pulang sekarang saja Darren!" Viola menatap suaminya itu dengan mata yang masih mengantuk.
"Seperti nya kau sudah tidak sabar ya?" Tanya Darren dengan senyum licik nya.
"Ihh Darren! Aku lapar makanya aku mengajak mu pulang sekarang." Ketus Viola pada Darren.
"Baiklah kita pulang sekarang. Setelah kau memakan makanan mu dan sudah tidak lapar lagi. Maka aku akan melanjutkan apa yang seharusnya aku lakukan!" ujar Darren dengan tersenyum geli menatap wajah istrinya yang sudah memerah itu.
"Darren berhenti lah menggoda ku." Viola tidak tahan lagi jika terus-menerus harus di goda oleh suaminya yang dingin itu.
"Baiklah aku tidak akan menggoda mu lagi." Darren kembali membenarkan rambut Viola yang berantakan.
Kini Viola sudah turun dari tempat tidur suaminya itu. Tanpa menunggu lama Darren langsung menggandeng tangan istri kecil nya dan segera keluar dari ruangan nya. Viola hanya tersenyum saja melihat betapa romantisnya suaminya itu yang tidak melepaskan tangan nya sedikit pun. Akhirnya mereka pun sudah keluar dari perusahaan dan segera menaiki mobil yang sejak tadi sudah menunggu kehadiran kedua majikan nya itu
^^^Bersambung...^^^
...****************...
__ADS_1