Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 154 Hukuman Bobby!


__ADS_3

"Darren kau bicara apa?" Viola memegang lengan suami nya.


"Istriku, bukan kah kau sudah berjanji untuk tidak ikut campur?" Mata Darren yang terlihat memerah menatap kearah Viola.


"Tapi, ini sudah kelewatan! Aku sudah bilang selagi tidak membahayakan. maka, aku tidak akan ikut campur." Viola menatap intens suami nya.


"Kau hanya bilang tidak membahayakan sahabat mu. Itu berarti Bobby tidak termasuk." Darren tersenyum lalu membelai rambut Viola.


Sementara Bobby hanya diam saja, ia tau sahabat nya itu melakukan hal yang benar agar dirinya bisa lebih menghormati wanita. Terlebih lagi wanita tersebut adalah orang yang ia cintai.


Darren memang terkenal kejam terhadap siapapun itu. Namun, jika pada seorang wanita kalau kesalahan nya masih bisa di toleransi dia akan memaafkan nya. Kecuali wanita tersebut sudah melewati batas maka, ia tidak akan segan-segan pada wanita itu. Apalagi saat ini wanita yang Bobby hancurkan masa depannya adalah sahabat dari istri Darren.


"Masuk keruangan rahasia!" Perintah Darren pada Bobby.


"Baik tuan muda," Bobby mengangguk hormat dihadapan Darren.


"Tidak!" Shelly menahan tangan Bobby agar tidak pergi.


"Darren ruangan rahasia apa? Sejak kapan apartemen ini ada ruangan rahasia?" Tanya Viola dengan sangat serius.


"Apartemen ini adalah pemberian ku untuk nya! Jelas setiap ruangan aku mengetahui semuanya. Terlebih lagi apartemen ini aku yang merancang nya dari segala sisi." Jawab Darren.


Apartemen ini memang pemberian Darren untuk sahabat nya atas keberhasilan sahabat nya yang bisa memenangkan tender besar. Hingga membuat perusahaan semakin berkuasa.


"Cepat!" Darren kembali beralih kearah Bobby.


"Tenang lah, aku akan baik-baik saja." Bobby berusaha melepaskan tangan Shelly pada nya secara perlahan.


"Tuan muda, tolong maafkan dia." Shelly langsung memohon pada Darren dengan air mata yang sudah keluar.


"Nona Shelly, hukuman dia bukan hanya karna, dia mengambil kehormatan mu dan membuat mu hamil. Tapi, hukuman ini untuk memberikan nya pelajaran karna telah mengambil kehormatan seorang wanita. Siapa pun itu! Sekasar-kasar nya seorang pria pada wanita. Dia tidak boleh mengambil kehormatan wanita tanpa keinginan wanita itu sendiri." Tegas Darren pada Shelly. Viola yang melihat wajah suaminya seperti itu langsung memegang tangan Darren dan menggelengkan kepalanya saat Darren menatap kearah nya.


"Tenanglah, dia tidak akan mati hanya dengan kejutan listrik dari ku." Helaan nafas Darren terdengar sangat berat saat istri nya lagi dan lagi menghalangi nya


Bobby tau situasi semakin memburuk dengan perasaan yang berat hati Bobby melepaskan tangan Shelly sedikit kuat padanya. Membuat Shelly menatap tidak percaya kearah Bobby.


"Aku akan segera ke ruangan rahasia tuan muda." Bobby pun melangkah naik tangga dan masuk keruang kerja nya.


"Kalian semua, jaga lah istri ku dan juga sahabat nya. Jangan sampai mereka menganggu aktivitas ku di dalam!" Perintah Darren pada bodyguard nya.


"Darren kau tidak boleh melakukan itu," Viola berusaha mengejar suami nya yang sudah naik tangga. Namun dengan sigap bodyguard Darren menahan Viola.


"Minggir!" Mata Viola menatap tajam kearah kepala bodyguard.


"Nyonya muda, jangan buat kami semakin kesulitan. Kami mohon!" Mereka menundukkan kepalanya itu. Membuat Viola semakin kalut terlebih lagi saat ini Shelly sudah terlihat sangat panik dan juga sedih


Viola menghampiri sahabat nya dan memberi Shelly minum agar lebih tenang lagi. Di usap-usap punggung Shelly dengan berkata semua nya akan baik-baik saja.


"Vi, mengapa suami Lo kejam sekali?" Shelly menatap kearah Viola membuat Viola terdiam.


"Shell, maafin suami gue ya. Dia hanya ingin sedikit membuat sekretaris Bobby jera." Terang Viola pada Shelly.


"Sedikit Lo bilang? Vi itu listrik! Sudah pasti hukuman nya berat." Shelly semakin panik. Membayangkan betapa menyakitkan nya hukuman yang di terima calon suami nya itu.

__ADS_1


"Shell, gue minta maaf gue benar-benar minta maaf," lirih Viola pada sahabat nya.


Namun, Shelly hanya diam saja. Mereka mulai menebak-nebak apa yang terjadi didalam sana. Kenapa tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari ruang kerja Bobby.


...🌞🌞...


Ruang kerja...


Bobby berjalan menuju kearah rak buku dan langsung memutar sebuah patung kecil hingga sebuah dinding mulai terbuka seperti pintu. dengan segera Bobby masuk kedalam ruangan tersebut dan mulai menyiapkan diri nya untuk menerima hukuman nya itu.


Sementara Darren saat ini sedang tersenyum sinis menatap kearah Bobby yang tengah duduk di kursi.


"Kau sudah siap?" Tanya Darren dengan wajah yang sulit di artikan.


"Siap tuan muda," jawab Bobby setelah menarik nafas nya perlahan.


Darren langsung memberi kode pada bawahan nya untuk menyetrum Bobby dengan alat yang sudah di siap kan oleh bawahan nya itu.


"Bagaimana?" Tanya Darren saat dia melihat Bobby sudah mengeluarkan keringat.


"Hukum saya semau Anda tuan muda," tatap Bobby saat ia berusaha menguatkan tubuh nya


"Baiklah," Darren kembali menyuruh bawahannya menyetrum Bobby lagi.


"Ingatlah rasa sakit ini! Karna kau sudah mengambil kehormatan wanita begitu saja!" Ujar Darren dengan sorot mata tajam nya dan menyuruh anak buah nya kembali menyetrum Bobby. Membuat tubuh Bobby mati rasa akan setruman yang di berikan.


"Dan Ingat lah rasa sakit ini! Agar kau tau seberat apa kau memperjuangkan Shelly untuk menikah bersama mu dan rasa tanggung jawab mu sebagai seorang laki-laki." Tegas Darren kembali pada Bobby.


Saat bawahan Darren hendak menyetrum Bobby kembali dengan segara Darren menghentikan nya.


"Baik tuan muda," anak buah Darren pun langsung menyerahkan alat tersebut dan membungkukkan tubuh nya berjalan mundur kebelakang Darren.


Bobby yang hampir hilang kesadaran nya langsung disiram air dingin oleh Darren agar ia kembali membuka mata nya itu.


"Walaupun kau adalah sahabat ku, hukuman akan tetap menjadi sebuah hukuman!" Erang Darren di hadapan Bobby. Bobby hanya merukir senyum tipis di bibir nya membuat Darren pun ikut tersenyum kecil. Senyuman yang Darren tunjukan sangat sulit untuk di mengerti.


"Kau jangan lupa! Aku belum memberi mu pelajaran atas apa yang kau lakukan dan juga Vaya pada ku!" Bisik Darren pada Bobby, membuat mata Bobby menatap kearah Darren dengan mata yang tidak dapat di percaya.


"Ada apa?" Darren menaikkan sebelah alis membuat Bobby tidak mengalihkan pandangannya itu.


"Kupikir kau sudah memaafkan ku." Balas Bobby pada Darren.


"Aku memang memaafkan mu. Tapi rasa amarah ku pada mu dan juga adik mu belum padam! Andai kau tidak memaksa ku untuk menemui Vaya saat itu. mungkin aku tidak akan kehilangan bayi ku dan juga istriku tidak akan terbaring di rumah sakit Kasella!" Raung Darren dengan tatapan membunuh nya membuat Bobby menelan Saliva nya itu.


"Pilih lah, kau yang menerima hukuman Vaya dan juga dirimu atau kau menerima hukuman mu saja!" Ujar Darren dengan santai nya dan duduk di kursi yang sudah di berikan bawahan nya itu tepat dihadapan Bobby.


"Aku akan menerima hukuman ku sekaligus adik ku." Jawab Bobby tanpa berpikir panjang dengan wajah yang terlihat sudah sangat lemah.


"Good boy!" Darren menepuk-nepuk bahu Bobby.


Berjalan perlahan kearah Bobby sambil mengarahkan alat setrum tersebut kearah tubuh Bobby. Darren pun mulai melakukan aksi nya dengan menyetrum Bobby dalam waktu yang hampir lama membuat agen rahasia Darren menelan Saliva nya.


"Sekretaris Bobby bisa mati! Kalau tuan muda menghukum nya seperti itu." Bisik nya pada agen lainnya.

__ADS_1


"Hustttt!!! Diamlah! Kalau kalian tidak ingin berakhir seperti itu." Tatap tajam kapten agen rahasia Darren pada mereka. Mereka pun langsung terdiam mendengar ucapan kapten nya.


Darren yang sudah puas akan amarah nya menatap kearah Bobby yang sudah kehilangan kesadaran nya itu.


"Panggil Kasella kemari!" Perintah Darren pada kepala bodyguard yang ada di lantai satu melalui handphone nya


"Baik tuan muda," jawab kepala bodyguard tersebut.


"Ada apa?" Tanya Viola pada kepala bodyguard saat melihat kepala bodyguard itu sedang melakukan panggilan pada suaminya.


"Sebaiknya nyonya muda tanya saja pada tuan muda." Kepala bodyguard pun menunduk kan kepala nya sambil membungkuk sedikit, "kalau begitu saya permisi nyonya muda."


Viola hanya bisa mengumpat saja melihat kelakuan para bawahan Darren yang selalu saja banyak rahasia pada nya.


"Shell kita liat Bobby sekarang," ucap Viola pada sahabat nya yang sejak tadi diam saja.


"Em," Shelly bangkit dari duduk nya sambil di pegang oleh Viola menaiki anak tangga.


"Tenang saja Shell, gue yakin calon suami Lo itu sangat kuat!" Viola kembali menyemangati sahabat nya.


"Semoga saja Vi," lirih Shelly.


Saat Viola hendak membuka pintu, lagi-lagi Viola memaki-maki pintu yang masih dikunci oleh suami nya.


"Darren buka pintu nya!" Teriak Viola.


"Vi tenang lah! Lo itu belum sehat sepenuhnya." Shelly menahan Viola saat hendak memukul pintu ruang kerja Darren.


"Shell saat ini gue udah sehat! Yang tidak sehat itu suami gue yang selalu saja bertindak seenaknya." Mata Viola sudah terlihat sangat marah.


"Darren! Jika kau tidak membuka pintu nya. Aku akan mendobrak pintu ini!!!" Ancam Viola dengan suara yang sangat melengking.


Ceklek!


Pintu pun terbuka menunjukkan sosok tampan dengan kancing kemeja yang sudah terbuka 3 kancing menampakkan dada bidang Darren.


"Istriku, sejak kapan kau mulai berani mengancam ku?" Tanya Darren dengan suara berat nya.


"Itu karna kau tidak mendengarkan ku saat aku berkata baik pada mu." Balas Viola


"Dimana Bobby?" Shelly langsung memecahkan suasana dingin antara Viola dan Darren.


"Dia sedang istirahat!" Suara Darren terdengar sangat berat membuat Shelly sedikit khawatir dan berlari masuk kedalam.


"Apa yang sudah kau lakukan?" Viola terkejut saat melihat kondisi Bobby yang sudah terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur yang ada diruang kerja nya.


"Dia hanya tidur sebentar! Setelah itu dia akan baik-baik saja." Darren berjalan kearah kursi kerja Bobby sambil melihat beberapa berkas.


"Tidur kau bilang? Oh ayolah suami ku dia sedang tidak baik-baik saja!" Kesal Viola pada Darren.


Sementara Shelly sudah menghampiri Bobby dengan air mata yang menetes. Sungguh benar apa yang dirumorkan oleh semua orang. Bahwa seorang miliarder dunia itu memang kejam! Bahkan ia sanggup menghukum sahabat nya sendiri sekejam ini.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2