Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 71 suprise untuk Darren


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Semenjak kepergian Tara, kediaman Darren kembali dingin seperti biasanya. Bukan karena kepergian Tara melainkan karna diam nya Viola membuat kediaman itu kembali tidak seperti biasanya.


"Hoamm," Viola bangun dari tidur nya dan melihat kearah jam milik Darren.


"Sudah jam 08:00 wib! Mengapa aku bisa bangun sesiang ini sih?" Viola langsung bangun dan berlari kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Sebaiknya aku menyiapkan sarapan untuk Darren. Selama seminggu ini aku sudah mendiamkannya. Dan yang lebih parah nya lagi dia juga melakukan hal yang sama padaku!" Kesal Viola ketika mengingat kembali kejadian seminggu yang lalu.


......................


Flash back on.


"Tring," suara pesan masuk di hp Viola.


Dengan segera Viola membuka ponsel nya itu untuk melihat siapa yang mengirim kan nya pesan.


...Hai kak Vio? Kakak ku yang paling sabar dalam menghadapi sikap ku selama ini dan sangat jarang sekali marah padaku. Terimakasih ya kak! Tara sayang sekali sama kakak. Tara janji akan menjadi kebanggaan kakak kelak dan tidak akan merepotkan kakak lagi. Apalagi untuk membuat masalah, hehehe. Kakak jaga kesehatan ya disana. Tara sayang kak Viola 😊 I Miss you kak 😚 ...


Setelah membaca pesan dari Tara, Viola langsung menangis. Ia benar-benar merasa tidak rela harus jauh dari adik nya itu. Namun apalah daya Viola yang harus menempati janji nya pada orangtuanya untuk membuat salah satu dari mereka berdua sukses. Jika dirinya tidak bisa maka Tara lah yang harus sukses. Begitulah yang ada di pikiran Viola.


"Kakak juga menyayangimu dek!" Lirih Viola dengan mata yang sudah basah.


Ceklek.


Suara pintu terbuka membuat Viola terkejut dan langsung menghapus air matanya itu.


"Darren," Viola menatap kearah Darren yang hanya diam tanpa menjawab nya sedikit pun.


"Cih! Lagi-lagi dia yang mendiami aku? Dia pikir siapa dirinya itu. Lihat saja aku juga bisa secuek dan sedingin dirinya itu." Cibir Viola di dalam hatinya.


Viola yang tidak mendapatkan jawaban dari Darren langsung membaringkan tubuhnya itu dan menutup wajah nya dengan selimut. Ia sangat malas jika harus bertatapan dengan Darren.


"Kau itu lucu sekali!" Darren hanya tersenyum tipis ketika melihat kelakuan istri nya itu.


Jujur saja hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Darren. Banyak sekali perkejaan nya yang tertunda karna harus fokus dengan mencari Viola ketika ia di culik dan juga mengurus segala sesuatu untuk adik ipar nya. Darren pun mengangkat selimut dan memasukkan dirinya kedalam selimut. Tidak menunggu waktu yang lama Darren sudah tertidur pulas.


"Darren?" Panggil Viola dengan suara pelan. Namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Kau sudah tidur ya?" Tanya Viola dengan tubuh yang masih membelakangi Darren.


"Huft! Ternyata kau sudah tidur. Cepat sekali kau tidur nya." Viola membalik tubuh nya dan menatap wajah Darren dengan sangat intens.


"Wajah mu itu sangat tampan! Tapi kenapa sifat mu itu dingin sekali pada ku. Terkadang kau itu terlihat sangat hangat pada ku. tapi terkadang kau juga sangat dingin padaku. Aku bingung harus menghadapi diri mu dengan cara apa? Kau tau tidak? betapa susah nya menjadi diriku! Aku harus membohongi adik ku, aku juga harus pura-pura bahagia di hadapan sahabat ku dan yang lebih parah nya lagi aku juga harus berpura-pura mesra bersama mu di hadapan omay dan juga mama mu!" Viola menghela nafas nya dengan sangat berat.


"Aku capek Darren harus terus-menerus berpura-pura di hadapan mereka." Viola menggenggam tangan Darren dan memejamkan matanya.


"Aku ingin semua ini menjadi nyata tanpa adanya kebohongan!" lirih Viola dengan mata nya yang terpejam.

__ADS_1


Mereka pun terlelap dalam tidur mereka masing-masing.


Keesokan harinya.


Viola terbangun dari tidurnya menatap ke sekeliling nya namun pria yang tidur bersama nya sudah tidak ada lagi.


Viola menatap kearah layar yang ada di kamar nya dan menekan tombol yang ada disana.


"Pak dimana suami saya?" Tanya Viola ketika sudah terhubung dengan pak Dadang.


"Tuan muda sudah berangkat kekantor nyonya muda." Jawab pak Dadang dengan sangat hormat.


"Tapi ini masih terlalu pagi untuk Darren berangkat ke perusahaan pak." Ujar Viola lagi pada pak Dadang.


"Nyonya muda tidak perlu khawatir. Tuan muda sudah biasa berangkat pagi-pagi sekali. Sebaiknya Nyonya muda beristirahat lagi saja! Kami akan mengantarkan sarapan nyonya ke kamar." Pak Dadang terus saja tersenyum pada Viola.


"Bapak pikir aku patung apa yang harus terus-menerus berdiam diri di kamar." Cetus Viola dan mematikan layar yang ada di hadapannya.


"Mengapa semua orang yang ada di sini selalu bersikap aneh sih!" Viola merasa benar-benar sangat kesal.


Dengan rasa kekesalan nya Viola pergi ke lift pribadinya dan menekan tombol 5. Viola ingin menenangkan dirinya dengan membaca beberapa buku di perpustakaan Darren.


Hari-hari yang Darren dan juga Viola lewati selama seminggu ini hanya kebisuan saja. Mereka tidak pernah berbicara sedikit pun. Viola yang melihat Darren pulang tengah malam hanya bisa menghela nafas nya dan berpura-pura tidur. Tidak ada sedikit pun rasa perhatian yang Darren tunjukan pada Viola membuat Viola menjadi sangat sedih dan sangat pendiam.


Flash back off.


Viola masuk ke lift pribadinya dan menuju lantai bawah. Viola ingin membuat kan sarapan untuk Darren. Jujur saja Viola tidak sanggup jika terus-menerus tidak berbicara dengan Darren. Viola juga ingin menanyakan mengapa suaminya itu selalu saja pulang tengah malam.


"Nyonya muda!" Pak Dadang yang sadar akan kehadiran nyonya muda nya. Ia pun memanggil nyonya muda nya dari arah belakang membuat Viola sangat terkejut.


"Ihh bapak ni! Saya kaget tau! Bisa-bisa kena serangan jantung saya ni." Viola mengelus dadanya itu dan menarik nafas nya.


"Maaf Nyonya muda." Dengan segera pak Dadang menundukkan kepalanya di hadapan Viola.


"Iya sudah tidak apa-apa pak. Oh iya! Darren mana ya pak?" Tanya Viola pada pak Dadang.


"Tuan muda sud-"


"Sudah berangkat ke perusahaan nya pagi-pagi sekali Nyonya muda!" Sela Viola dengan suara khas pak Dadang.


"Iya Nyonya muda benar!" Pak Dadang hanya bisa menahan senyum nya saja melihat kelakuan Nyonya muda nya.


"Baiklah pak saya sudah tau! Oh iya pak nanti saya juga ingin ke perusahaan Darren. Jadi suruh supir pribadi yang Darren siapkan untuk saya, mengantar kan saya ke perusahaan!" Ujar Viola pada pak Dadang.


"Baik Nyonya muda. Saya juga akan memberitahu tuan muda bahwa anda akan ke perusahaan tuan muda." Balas pak Dadang dengan sangat sopan.


"Tidak perlu pak! Saya akan memberikan Darren kejutan. Jadi bapak tidak perlu memberi tau pada suami saya." Viola tersenyum pada pak Dadang.


"Baik Nyonya muda," balas pak Dadang dengan anggukan kepala nya.

__ADS_1


"Baiklah bapak boleh pergi sekarang! Saya mau menyiapkan sarapan dulu untuk Darren." Viola memerintahkan pak Dadang untuk pergi dengan suara yang sangat sopan.


"Nyonya muda tidak perlu melakukan hal itu. Jika tuan muda tau kalau nyonya sedang melakukan pekerjaan ini, maka habislah kami semua Nyonya muda!" Wajah pak Dadang yang tadi terlihat tenang berubah menjadi panik dalam waktu yang singkat.


"Pak ini sudah menjadi tugas saya sebagai seorang istri! Jadi bapak jangan khawatir. Jika Darren marah pada bapak dan yang lain nya saya yang akan bertanggung-jawab." Viola berusaha menenangkan pak Dadang yang terlihat panik itu.


"Ta-tapi nyonya mud-"


"Sudah bapak tenang aja ya! Percaya lah sama saya." Viola tersenyum pada pak Dadang. Ketika pria paruh baya itu mulai mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Viola.


"Baiklah kalau begitu nyonya muda. Saya permisi!" Pak Dadang pun pergi meninggalkan Viola sendirian di sana.


"Semoga saja nyonya muda tidak membuat saya dalam masalah lagi!" Ujar pak Dadang dengan harap-harap cemas nya.


"Pak Dadang, pak Dadang! Sama si singa aja takut." Viola menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat pak Dadang yang sudah menjauh dari nya.


"Tapi, wajar juga sih pak Dadang takut! Belum lagi si singa itu ngomong, sudah membuat orang lain ingin menghilang saja darinya! Apalagi jika dia sudah berbicara! bisa habis semua orang." Viola terus saja berbicara sambil berjalan menuju dapur nya.


Viola melihat kearah kulkas yang di dalam nya semua terisi sangat banyak sekali sayur-sayuran dan juga buah-buahan yang sangat segar. Ada juga lemari es penyimpanan daging-dagingan dan juga ikan membuat Viola semakin terkejut. Untuk pertama kalinya Viola memasuki dapur Darren yang ada di kediaman keduanya membuat Viola terus saja terkejut. Semua kebutuhan yang Viola cari ada di kediaman Darren yang kedua ini.


"Benar-benar Mr perfect!" Viola terus saja menggelengkan kepalanya. entah sudah ada berapa banyak nama panggilan yang Viola ciptakan untuk suaminya itu.


"Aku masak saja spaghetti bolognese! Katanya itu makanan favorit Darren. Aku juga sudah belajar membuat nya saat aku ada di kediaman pertama Darren." Viola pun tersenyum dan langsung mengambil seluruh bahan dan juga perlengkapan yang ia butuhkan.


Dengan sangat seserius mungkin Viola memasak makanan Darren agar tidak ada kesalahan sekecil apapun. Ia tidak ingin niat baik nya berakhir dengan buruk.


30 menit kemudian..


Wajah serius Viola langsung berubah menjadi senyuman ketika masakan yang ia buat sudah selesai ia masak dengan sangat sempurna bagi dirinya.


"Akhirnya selesai juga!" Viola menghembuskan nafas nya dengan sangat lega.


"Sebaiknya aku mandi lagi sekarang dan bersiap-siap mengantar kan makanan ini sebelum dingin!" walaupun Viola sudah membersihkan dirinya itu. tapi, ia sudah berkeringat ketika memasak tadi. membuat nya harus membersihkan dirinya lagi. Dengan langkah cepat Viola masuk ke lift pribadinya dan segera memasuki kamar nya.


Dengan senyum lebar nya Viola memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya itu. Tidak menunggu waktu yang lama akhirnya Viola selesai mandi. Untuk pertama kalinya Viola akan ke perusahaan Darren. Ia berinisiatif mengenakan pakaian yang bagus agar nanti Darren tidak akan malu dengan kehadiran nya.


"Sebaiknya aku pakai baju ini saja!" Viola mengambil dress putih nya dan beberapa kelopak bunga mawar yang ada di dress tersebut.


setelah beberapa menit Viola bersiap, ia pun turun kelantai 1 dan membawa makanan yang sudah di taruh nya ke kotak makan. Viola tersenyum bahagia dan segera menuju ke pintu utama. disana sudah ada pak Sukirman yaitu supir pribadi Viola yang sudah setia menunggu kehadiran nyonya muda nya itu.


"Kita berangkat sekarang pak!" Ujar Viola pada pak Sukirman.


"Baik Nyonya muda," Pak Sukirman langsung membukakan pintu untuk Viola.


"Terimakasih!" Viola tersenyum pada Pak Sukirman dan masuk ke dalam mobil nya.


Mereka pun berangkat menuju ke Perusahaan Drn.khan dengan kecepatan sedang. agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Viola tidak hanya berangkat berdua saja dengan supir pribadi nya. 10 bodyguard terlatih sudah mengawasi dan juga menjaga Viola dari segala arah sisi agar tidak terjadi hal yang sangat mengerikan bagi mereka untuk kedua kali nya.


^^^Bersambung..^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2