
Flash back on.
Tara yang masih berada di rumah sahabat nya yang bernama Meli langsung bersiap-siap untuk pergi kerumah Shelly.
"Hey!! Mau kemana? Kok pagi-pagi begini udah bangun sih?" Meli yang melihat sahabatnya sudah rapi dengan segera ia menghampiri Tara.
"Kau sudah bangun?" Tara hanya menoleh sesaat pada sahabat nya itu dan kembali merapikan pakaian nya.
"Kau tidak lihat aku sudah ada di hadapan mu sekarang!" Kesal meli pada sahabat nya.
"Sorry," ujar Tara dengan senyum tipis di bibirnya.
"Tara ada apa dengan mu?" Meli yang melihat Tara tidak seperti biasanya nya langsung menatap sahabatnya itu dengan sangat intens.
"Mel, aku khawatir dengan kakak ku." Tara pun akhirnya duduk di tempat tidur sahabat nya itu.
"Mengapa kau mengkhawatirkan kakak mu? Bukan nya sekarang kakak mu sudah bersama dengan orang yang sangat terpandang?" Meli yang heran melihat Tara hanya bisa menghela nafas nya saja.
"Kau tidak tau Mel seperti apa suami kakak ku itu! Dan yang aku bingung kan sampai sekarang adalah semua orang yang berada di kediaman kakak ipar tidak seperti biasanya. Kak Shelly juga selalu mengelak jika aku menanyakan kakak ku." Tara menghembuskan nafas nya dengan sangat kasar. Dia tidak tau sebenarnya apa yang sedang terjadi. Semua orang yang ada disana seperti sedang menyembunyikan sesuatu padanya.
"Tara kau itu tidak boleh berpikiran seperti itu. Bukan kah kakak ipar mu mengatakan kalau kakak mu ada di rumah kak Shelly ya?" tanya Meli dengan senyuman nya pada sahabat nya itu.
"Iya kata kakak ipar ku seperti itu Mel. Tapi aku sendiri tidak yakin kakak berada disana! Soalnya kemarin pas aku menelfon kak Shelly, kak Shelly seperti orang yang kebingungan menjawab pertanyaan ku." Tara menundukkan kepalanya ketika mengingat kembali kata-kata kakak angkat nya itu.
"Tara kau jangan seperti ini! Aku tidak bisa melihat mu sedih." Meli pun merangkul sahabatnya itu dan menyemangati nya.
"Oh iya, bagaimana kalau kau datang saja kerumah kak Shelly! Mana tau kakak mu memang berada disana." timpal Meli lagi pada Tara sambil tersenyum.
"Mel! Dari tadi aku sedang bersiap karna memang aku ingin ke rumah kak Shelly." ketus Tara pada sahabat nya itu.
"Hehehe ... Maaf Tar! Aku kan tidak tau kau ingin kemana. Dari tadi aku menanyai mu, tapi kau tidak menjawab ku sama sekali." sungut Meli dengan memajukan bibirnya itu.
"Uhhh sahabat ku ini sedang cemberut ya? Maaf meli sayang." Tara pun langsung memeluk sahabatnya itu.
"Iya deh iya, oh iya tar. bagaimana kalau aku menemani mu kerumah kak Shelly? Aku khawatir kau pergi sendirian." Dengan sangat semangat meli menawarkan diri nya itu.
"Tidak perlu Mel, aku lebih khawatir jika kau pergi bersama ku. Karena para bodyguard kakak ipar selalu mengawasi ku. Lagian aku juga pergi besama supir kakak ipar. Kau tidak lihat apa di depan rumah mu itu sudah ada 5 mobil." ketus Tara pada Meli.
"Benarkah Tara? Mengapa aku tidak menyadari nya ya?" Meli pun langsung tertawa melihat wajah kesal sahabat nya itu. Dia juga lega bisa melihat Tara tersenyum kembali.
"Mel! Kau itu selalu saja menertawakan ku." Tara yang melihat sahabatnya dengan segera ia memukul lengan sahabat nya.
"Hahahaha sorry Tara! Yasudah kau segera pergi sana. Sebelum kakak mu pergi dari rumah kak Shelly nanti." Saran Meli lagi pada Tara.
__ADS_1
"Bilang saja kau tidak ingin bersama ku lebih lama.". ujar Tara dengan wajah kesal nya pada Meli.
"Sejujurnya sih memang seperti itu Tara!" Meli pun tertawa terbahak-bahak melihat Tara.
"Mel! Kau itu jahat sekali." Tara yang terus saja di ejek oleh sahabat nya memilih untuk membuang wajahnya yang berhadapan dengan Meli.
"Aku bercanda sahabat ku yang cantik. Aku tidak ingin kau kesiangan sampai dirumah kak Shelly. Dan aku juga tidak ingin karna kau lama pergi dan terlalu lama berada di rumah kak Shelly, kau akan pulang kemalaman nanti nya ke rumah mu." jelas meli dengan merangkul sahabatnya itu.
"Mel, terimakasih." Entah mengapa Tara merasa sangat terharu mendengar ucapan sahabat nya itu.
"Kau tidak perlu berterimakasih pada ku Tar. Karena di dalam persahabatan tidak akan ada kata terimakasih." Meli pun menjulurkan salam khas persahabatan mereka.
"best friends forever," seru mereka berdua secara serentak dan tertawa bersamaan.
"Yasudah Mel, aku pergi dulu ya." Tara pun langsung mencium pipi sahabat nya.
"Iya, hati-hati ya Tar." Meli tersenyum pada Tara dan mengantarkan Tara sampai di depan pintu rumahnya.
Tara yang sudah keluar dari rumah sahabat nya langsung memasuki mobil pribadinya yang sudah di beli oleh kakak ipar nya. Jujur saja Tara merasa senang karena fasilitas yang sangat mewah di berikan oleh kakak ipar nya itu. Tapi, Tara juga sedih melihat kakak nya yang menjadi korban nikah paksa yang di sebabkan oleh diri nya sendiri.
"Pak, kerumah sahabat nya kak Vio ya! Bapak sudah tau kan dimana tempat nya?" Tanya Tara pada supir pribadi nya itu.
"Sudah non, saya akan mengantarkan non Tara kerumah sahabat nyonya muda." jawab pak supir dengan sangat hormat.
"Saya sudah tidak terkejut lagi jika semua orang tau keberadaan rumah kak Shelly," Tara pun menghembuskan nafas nya dengan sangat kasar.
...πΎπΎ...
Rumah Shelly.π‘
Tidak menunggu waktu yang lama mobil pun tiba tepat di halaman rumah Shelly. Shelly yang tidak bisa tidur semalaman mendengar suara mobil berhenti di depan mobil nya langsung berlari ke ruang tamu dan melihat dari arah jendela rumah nya.
"Mampus gue! Tara kemari lagi. Aku harus bilang apa coba sama anak kecil yang sangat cerewet satu ini!" Shelly yang melihat Tara datang langsung panik. Dia bingung harus berkata apa pada adik angkat nya itu. Karena berbohong tepat di hadapan Tara akan sangat sulit baginya.
"Kak Shelly, oh kak Shelly!" Teriak Tara dari depan pintu sahabat kakak nya itu.
"Aduh..! Bagaimana ini." Shelly yang sudah di panggil hanya bisa mondar-mandir saja di ruang tamunya itu.
"Kak Shell, aku tau kakak ada di dalam! Karna, lampu kamar kakak menyala. Jadi cepat buka pintu nya kak!" Ketus Tara ketika ia tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari arah dalam rumah Shelly.
Shelly yang sudah ketauan hanya bisa menghela nafas nya dan membuat raut wajah seperti orang abis bangun tidur agar adik angkat nya itu tidak curiga.
"Hoam..!" Shelly membuka pintu rumah nya dan mengangkat kedua tangan nya seperti orang habis bangun tidur.
__ADS_1
"Eh adik kecil, mengapa kau kemari? Kau tidak sekolah apa?" Shelly berpura-pura mengucek mata nya dan menatap kearah adik angkat nya itu.
"Kak Shelly lupa apa? Aku kan sudah tamat sekolah." Ketus Tara pada kakak angkat nya.
"Oh iya kak Shelly lupa. Maaf ya soalnya habis bangun tidur jadi nyawa kakak belum terkumpul sepenuhnya." ujar Shelly lagi pada Tara.
"Kak Shell, mengapa kepala kakak di perban?" Tara yang melihat ada perban di kepala Shelly langsung merasa khawatir.
"Eh ini, anu..!" Shelly yang bingung harus menjawab apa hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Kak Shelly jawab! Apa kakak dan kak Shelly baik-baik saja? Dimana kak Vio kak? Aku tidak melihat nya?" Tara yang melihat wajah Shelly berubah. semakin merasa sangat khawatir dan juga sangat lemas.
"Hey adik kecil." Shelly yang terkejut melihat Tara hampir terduduk langsung memegang tangan Tara.
"Kak Shelly dimana kak Vio?" Tanya Tara dengan Isak tangis nya pada Shelly.
"Sayang jangan menangis seperti ini! Kak Vio baik-baik saja Tara. Luka di kepala kak Shelly itu karna, tadi pagi saat kak Shelly hendak ke kamar mandi. Lantai nya terlalu licin jadi kak Shelly jatuh deh! Dan kepala kak Shelly terbentur di bak mandi." Bohong Shelly pada Tara agar adik kecil nya itu tidak menangis lagi.
"Benarkah itu kak?" tanya Tara dengan mata yang masih di penuhi butiran air.
"Tentu saja benar! Sejak kapan kakak membohongi adik kakak yang cantik ini." Shelly yang melihat air mata di wajah Tara dengan segera ia menghapus air mata nya itu.
"Jadi, dimana kak Vio sekarang kak?" tanya Tara lagi yang melihat keseluruhan ruangan yang ada dirumah Shelly.
"Oh kak Vio, dia baru saja pulang kerumah kakak ipar mu itu! Kau tidak lihat apa adik kecil?" Shelly berusaha memberikan wajah seyakin mungkin. Dia juga berharap semoga jawaban yang ia berikan benar dan tidak salah. agar dia juga bisa selamat dari adik angkat nya itu.
"Aku tidak ada di kediaman kakak ipar kemarin kak. Soalnya aku tidur di rumah meli sahabat ku kak." Jawab Tara pada Shelly dengan wajah nya yang kecewa itu.
"Ya itu salah mu sendiri adik kecil! Siapa suruh Tara tidak pulang kerumah dulu. Seharusnya Tara itu pulang dulu jika kak Vio tidak ada juga, baru Tara kerumah kak Shelly. Tara kan tau bagaimana kakak ipar mu itu! Dia pasti tidak akan membiarkan kak Vio berlama-lama di rumah kak Shelly kan?" Shelly semakin bersemangat melontarkan kata-kata bohong nya itu.
"Iya, kak Shelly benar! Seharusnya Tara mencari kak Vio di kediaman kakak ipar dulu baru kemari." ujar Tara dengan wajah yang sedikit bepikir nya itu.
"Nah itu kau tau adik kecil! Yasudah tunggu apa lagi sekarang pulang lah dan jumpai kakak mu itu." Saran Shelly pada Tara dengan nada yang semakin semangat nya.
"Baiklah kak! Aku harus pulang sekarang. Aku pulang dulu ya kak." Tara pun memeluk Shelly dan berjalan menjauh dari nya dengan lambaian tangan nya.
"Iya adik kecil, hati-hati ya sayang!" Shelly hanya tersenyum saja pada Tara. Ketika melihat tara sudah pergi dengan mobil nya. Shelly hanya menghembuskan nafas nya itu dengan sedikit tertawa kecil.
"Semakin hari tingkat kebohongan ku bertambah saja! karna, ulah suami dan juga sekretaris nya si ubul itu. aku jadi seperti ini deh!!" Shelly kembali masuk kerumahnya dengan tertawa kecil melihat keadaan yang terjadi.
Tara yang sudah berada di dalam mobil selama 1 jam setengah. akhirnya Tara tiba di kediaman kakak ipar nya dan dengan segera Tara masuk ke kediaman kakak ipar nya itu.
Flash back off
__ADS_1
^^^ Bersambung...^^^
...****************...