
Viola dengan sangat cepat membanting kemudi mobil nya yang mengakibatkan dirinya menabrak sebuah tiang listrik sehingga membuat perut Viola terbentur dengan sangat keras pada kemudi mobil nya.
Darren yang menyaksikan hal tersebut langsung berlari kearah mobil Viola dengan sangat cepat. Orang-orang yang berada di sana keluar dari mobil mereka menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan Dimata mereka semua.
"Kejar mobil itu yang dengan sengaja menabrak mobil Nyonya muda!" Perintah Darren pada agen rahasia nya.
"Kalian! Bungkam mulut mereka semua agar tidak menceritakan kejadian hari ini! Dan hapus semua rekaman cctv yang ada di jalanan ini. Jika berita ini sampai ada yang tersebar maka akan aku habisin kalian semua." Bobby langsung memerintahkan bodyguard sahabat nya itu.
Bobby tidak ingin pihak berkewajiban mengetahui hal tersebut. Karna Bobby tau sahabat nya tidak ingin orang yang menabrak istri nya itu hidup.
"Viola! Sayang! Bangun lah! Jangan buat aku khawatir. Aku mohon," Darren langsung memeluk tubuh Viola dengan sangat erat nya.
"Bawa mobil kemari! Kalian tidak lihat istri ku sedang tidak baik-baik saja!" Darren sudah seperti orang gila. Ia langsung menatap tajam kearah Bobby.
Dengan sangat cepat Bobby menyuruh bodyguard lain nya menyuruh seluruh pengemudi lain nya untuk menepi.
"Tuan muda, sini saya bantu." Bobby yang berniat baik membantu sahabat nya untuk memasuki Viola kedalam mobil. Namun, dengan sangat cepat nya Darren menepis tangan Darren.
"Jangan kau sentuh istriku! Urus lah adik mu yang selalu menganggu kehidupan ku." Darren benar-benar tidak sadar kata-kata itu keluar dari mulut nya itu.
"Darren, aku--" Bobby yang mendengar ucapan Darren menatap nya dengan tidak percaya. Tidak biasanya Darren akan seperti itu pada nya.
"Tunggu apa lagi! Sekarang kau bawa mobil ini menuju kerumah sakit Kasella." Raung Darren pada Bobby yang masih terdiam di tempatnya.
"Ba-baik!" Bobby pun langsung masuk kedalam mobil dan langsung menginjak pedal gas mobil nya itu.
Di sepanjang jalan Darren berusaha membuat istri nya sadar. Darren tidak sanggup jika harus kehilangan orang yang sangat ia cintai itu.
"Da-darren," lirih Viola dengan menahan rasa sakit nya.
"Istriku kau sudah sadar? Bertahan lah sayang. Sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit." Darren mengusap air mata yang terus saja keluar dari mata Viola.
"Huh, jangan menangis!" Viola mengusap air mata Darren.
"Aku tidak menangis sayang. Kau lihat ini," Darren mengusap wajah nya dengan sangat kasar.
Bobby merasa sangat bersalah pada sahabat nya yang terlihat sangat khawatir pada istri nya.
"Da-darren jika kau ti-tidak mencintai ku. La-lalu kenapa kau me-menginginkan anak dari ku?" Air mata Viola terus saja mengalir dikedua pipi nya.
"Sayang aku memang menginginkan anak dari mu. Kau hanya salah paham pada ku!" Darren memegang kepala Viola yang terus saja berdarah.
"Bob tidak bisakah kau mengemudi lebih cepat lagi!!" Darren benar-benar khawatir melihat kondisi viola yang semakin memburuk.
"Tuan saya sudah berada di kecepatan yang paling tinggi." Bobby juga sama khawatir nya dengan Darren.
"Istriku sadar lah! Sebentar lagi kita akan sampai." Darren yang melihat Viola hampir hilang kesadaran nya kembali memukul pipi Viola dengan pelan.
"Da-darren mengapa rasa nya sakit sekali." Viola meringis menahan rasa sakit pada perut nya.
"Sayang, maafkan aku! Aku salah. Tidak seharusnya aku membiarkan mu pergi saat di lampu merah tadi. Aku suami yang bodoh! Untuk menjaga istri sendiri saja aku bisa seceroboh ini." Darren langsung menangis sambil memeluk tubuh Viola.
"Da-darren," panggil Viola. Nafas Viola sudah mulai tersengal-sengal saat berbicara.
__ADS_1
"Istriku tenang lah," Darren tidak sanggup melihat kondisi Viola yang seperti itu.
"Da-darren, mengapa nasib ku sama persis seperti saudara kembar ku Vivian." Viola langsung menutup mata nya dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipi nya itu dan kembali tidak sadarkan diri yang langsung membuat Darren terdiam.
"Istriku, sayang, Viola!! Bangunlah. Bercanda mu tidak lucu sayang!" Darren menggoyang-goyangkan tubuh Viola.
"Bobby cepatlah!!" Darren sudah kehilangan kesabaran nya saat jarak mereka terasa jauh dari rumah sakit Andhika.
Mobil Darren sudah tiba di rumah sakit Andhika. Para suster dengan sangat cepat langsung membawa brankar dengan berlari kearah mobil Darren.
"Istriku mengalami kecelakaan!" Darren menggendong Viola dan meletakkan nya secara perlahan di atas brankar.
"Dimana Kasella???" Saat Darren tidak melihat keberadaan Andhika emosi nya semakin tersulut.
"Dok-dokter Andhika sedang mengecek kondisi pasien lain nya tuan muda." Mereka sangat ketakutan melihat wajah Darren yang terlihat sangat marah.
"Bob, kau seret Kasella keluar dari ruangan itu!" Perintah Darren dengan suara yang sangat tinggi nya.
Bobby hanya menganggukkan kepalanya itu dan segera berjalan untuk menjemput dokter Andhika. Sementara Darren dan juga para suster langsung membawa Viola keruangan UGD.
Tidak menunggu waktu yang lama Andhika berlari kearah Darren. Andhika sangat terkejut mendengar kabar kalau Viola kecelakaan. Karna baru saja tadi istri dari sahabat nya itu terlihat sangat bahagia.
"Darren kenapa istri mu bisa kecelakaan??" Tanya Andhika dengan suara yang sangat khawatir.
"Tidak usah banyak bertanya! Sekarang periksalah kondisi istri ku." Darren terus saja mengusap wajah nya dengan kasar.
"Darren Viola mengeluh sakit di bagian mana?" Andhika memastikan satu hal sebelum ia masuk.
"What's!! Darren kau--" Andhika yang tidak bisa melanjutkan perkataannya itu langsung berlari masuk keruangan UGD.
...✨✨...
Kediaman one drn.khan
Berita kecelakaan Viola sudah sampai di telinga omay dan juga mama Darren yang mengakibatkan mereka sangat syok.
"Ma, Vio kecelakaan!" Aurora langsung lemas mendengar berita tersebut.
"Ra jangan bercanda!" Omay menatap tajam kearah menantu nya itu.
"Ma! Aku tidak bercanda. Orang suruhan ku untuk mengawasi mereka yang memberitahukan nya pada ku." Ujar Aurora dengan suara yang gemetar.
"Apa!!" Omay yang mendengar nya langsung merasakan rasa sakit pada dada nya.
"Ma!" Aurora yang melihat penyakit mama mertua nya kambuh langsung mengambil obat mama mertua nya dan memberikan obat tersebut pada omay.
"Ra, bagaimana kondisi Viola saat ini?" Tanya omay dengan menggenggam erat tangan menantu nya.
"Aurora juga tidak tau ma!" Ujar Aurora dengan suara yang terdengar sudah lemas.
"Sekarang dimana Viola?" Tanya omay yang berusaha menenangkan dirinya.
"Viola berada di rumah sakit Andhika ma." Jawab Aurora.
__ADS_1
"Kalau begitu kita kesana sekarang!" Omay pun bangkit dari duduk nya yang di bantu oleh Aurora.
Mereka sama sekali tidak menyangka hal seperti ini menimpa menantu kesayangan nya itu. Niat nya hari ini adalah kunjungan rasa kangen mereka pada Darren dan juga Viola. Namun siapa yang sangka kunjungan mereka adalah kunjungan yang sangat membuat semua orang khawatir.
......................
Tidak menunggu waktu yang lama dokter Andhika pun keluar dari ruangan nya dengan wajah yang terlihat tidak baik-baik saja.
"Kasella! Bagaimana dengan Viola?" Tanya Darren menatap intens pada Andhika.
"Viola mengalami koma saat melakukan pengambilan janin nya yang sudah tidak bernyawa lagi." Lirih Andhika dengan wajah yang tertunduk.
"Kasella! Apa maksud mu?" Darren masih tidak mengerti ucapan dari Andhika.
"Kau memang laki-laki bajingan Darren! Istri mu itu sedang hamil. Baru saja dia berniat ingin memberikan kabar bahagia ini pada mu. Tapi, lihat sekarang! dia kehilangan bayi nya dan mengalami rasa sakit hati yang teramat saat mengetahui masa lalu kelam suaminya itu." Andhika benar-benar tidak bisa menahan rasa amarah nya itu. Sebelum Andhika menemui Darren, Andhika langsung bertanya pada Bobby kenapa istri dari sahabat nya itu bisa mengalami kecelakaan.
Betapa marah nya Andhika saat mendengar ucapan dari Bobby. Sebenarnya Bobby tidak ingin memberitahu kan nya pada Andhika. Namun, karna ini juga menyangkut kronologi kesehatan Viola. Yang membuat Bobby dengan sangat terpaksa memberitahu kan semua nya pada Andhika.
"Vi-Viola hamil?" Darren ingin memastikan nya sekali lagi.
"Lihat lah betapa konyol nya dirimu saat ini! Bahkan di saat istri mu sedang bhamil saja kau tidak tau. Sakit bukan? rasa nya disaat kau mengetahui kehamilan istri mu itu pada saat kau juga kehilangan anak mu sendiri." Untuk pertama kalinya Andhika semarah ini pada Darren. Ia merasa kasian melihat Viola yang di anggap spele oleh sahabat nya.
"Jaga omongan mu!" Bobby menatap tajam kearah Andhika.
"Arghhh!!" Andhika tidak tau harus seperti apa. Ia menatap wajah Darren yang sudah diam mematung di situ. Tidak ada tangis, tidak ada suara, tidak ada gerakan sedikit pun pada Darren. Yang membuat Bobby sangat khawatir.
"Darren, kau baik-baik saja?" Bobby menatap wajah sahabat nya yang hanya mengeluarkan pandangan kosong saja.
"Darren aku terbawa emosi tadi aku tidak bermaksud berkata seperti itu." Andhika merasa menyesal mengeluarkan ucapan yang sangat pedas di telinga semua orang.
"Sayang," saat semua nya sedang terdiam membisu di sana. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Darren dari arah belakang nya.
Darren membalikan badannya melihat kearah suara yang sangat ia kenal suara siapa yang memanggil nya itu. Darren menatap dengan air mata yang sudah mulai menetes.
"Mama," suara serak Darren membuat Aurora langsung berlari kearah Darren dan memeluk Darren dengan sangat erat.
"Sayang bagaimana kondisi Viola?" Tanya omay pada Darren.
"Vi-Viola di-dia--" Darren tidak sanggup mengatakan nya pada omay dan juga mama nya.
"Bagaimana kondisi Viola Andhika?" Omay menatap kearah Andhika yang hanya terdiam membisu.
"Bob?" Omay beralih menatap kearah Bobby.
"Jawablah!" Mama langsung meninggikan suara nya saat melihat mereka tidak menjawab pertanyaan dari mama mertua nya itu.
"Tante, Viola mengalami koma saat ini." Jawab Andhika.
Andhika tau profesi nya saat ini adalah harus memberitahukan bagaimana kondisi pasien nya itu pada keluarga nya. Dengan sangat terpaksa Andhika memberitahukan nya pada mama dari sahabat nya.
^^^Bersambung...^^^
...****************...
__ADS_1