Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 170 Hadiah untuk Viola


__ADS_3

Keesokan hari nya.


Viola terbangun dari tidur nya dan melihat ke sekeliling kamar nya. Namun, tidak terlihat sedikit pun sosok yang sejak semalam ingin ia temui.


"Darren kau masih marah pada ku?" Gumam Violla dengan wajah yang sudah terlihat sedih.


Viola bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ke arah kamar mandi. Ia ingin membersihkan tubuh nya itu.


"Kau tau Darren? Mau berapa ratus kali kau menyuruh ku untuk merenungkan kesalahan ku. Aku tetap akan ingin memiliki anak dengan mu. Entah itu secara paksa atau sukarelawan dari dirimu sendiri." Tekad Viola pada diri nya sendiri.


Beberapa menit sudah berlalu kini Viola sedang memakai pakaian santai nya. Karna jujur saja Viola sangat malas keluar dari kediaman.


Dengan langkah yang sedikit malas Viola keluar dari kamar menuju ke lift pribadi nya. Di tekan tombol menuju lantai bawah karna saat ini Viola ingin duduk menikmati suasana di taman belakang.


"Nyonya muda, sarapan sudah siap." Sapa pak Dadang dengan nada yang sangat sopan menundukkan kepalanya saat Viola sudah berada di hadapan nya.


"Darren sejak semalam belum pulang pak?" Bukannya menyahuti ucapan kepala pelayan. Viola justru malah menanyakan tentang suaminya.


"Setau saya tuan muda sejak kemarin tidak pulang nyonya. Mungkin tuan muda ada urusan yang sangat terdesak hingga tidak bisa pulang." Jawab pak Dadang sekaligus menenangkan nyonya muda nya itu agar tidak berpikiran macam-macam.


"Huh! Baiklah pak terimakasih." Viola tersenyum kecil dan melanjutkan langkahnya Kembali.


"Nyonya tidak sarapan dulu?" Tanya pak Dadang membuat Viola menghentikan langkah kaki nya.


"Antar saja makanan nya ke taman belakang pak!" Sahut Viola tersenyum kecil.


Pak Dadang menganggukkan kepalanya, sementara Viola melanjutkan kembali langkah nya menuju taman belakang.


Viola melihat bunga-bunga dan beberapa tumbuhan lainnya yang sudah terlihat sangat indah karna di rawat setiap hari oleh para pelayan.


Melamun adalah solusi terbaik bagi Viola saat ia tengah menghadapi hati yang bimbang itu.


"Nyonya ini sarapan nya." Pak Dadang yang sudah berada di belakang nyonya muda nya dengan beberapa para pelayan yang sedang memegang makanan untuk di sajikan pada Viola.


"Letakan saja di situ pak!" Tukas Viola tanpa melihat kearah pak Dadang.


Ia menyesap teh yang sudah di buat oleh pelayan secara perlahan. Tatapan nya masih tertuju ke arah depan.


Pak Dadang menghela nafas nya. Ia sedikit bingung ada masalah apa lagi diantara tuan dan juga nyonya itu. Sehingga membuat nyonya muda nya termenung.


Bahkan dia rasa nyonya muda nya itu tidak tau kalau dia masih berdiri di belakang nya saat sudah meletakkan semua makanan tersebut.


Namun tiba-tiba saja, kepala pelayan yang hendak kembali menatap sosok yang sudah ada di belakang nya, "Tu--"


Ucapan pak Dadang terhenti ketika melihat tangan tuan muda nya sudah terangkat dengan tanda untuk diam.


"Pergilah!" Perintah Darren.


"Baik tuan,"


Pak Dadang langsung mengundurkan diri nya saat sudah tidak ada keperluan dan juga disuruh untuk meninggalkan tempat tersebut oleh atasan nya itu.


"Pak kau masih disini?" Tanya Viola saat ia masih melihat bayangan di hadapan nya tanpa melihat kearah seseorang di belakang nya itu.


"Kau tau pak? Aku sangat menghormati mu disini. Karna kau yang paling tua di kediaman ini." Viola menghela nafas nya itu.


"Pak tolong kasih saya solusi! Apakah saya harus menenggelamkan keinginan saya atau saya harus tetap berjuang untuk meraih nya?" Timpal Viola kembali.


"Pak! Jawab lah. Anda tidak perlu takut suami saya marah. karna, menjawab pertanyaan saya tidak akan membuat bapak terkena masalah."


Karna sejak tadi seseorang yang Viola kira pak Dadang diam saja. Hingga membuat Viola membalikkan tubuh nya melihat kearah belakang.


"Darren," panggil Viola dengan suara yang hampir tidak terdengar oleh Darren.


"Kenapa kau belum memakan makanan mu?" Darren duduk di samping Viola dan mengambil beberapa sandwich untuk di makan istri nya.


"Darren kenapa kau tidak pulang semalam?" Viola menatap intens wajah suaminya yang tengah sibuk menyuapi sandwich pada nya.


"Ada sedikit masalah yang harus ku selesai kan." Balas Darren.

__ADS_1


"Masalah apa?"


"Masalah Tara." Jawab Darren dan kembali menyuapi Viola makanan.


"Tara? Dia kenapa?" Viola terlihat mulai panik saat mendengar nama adik nya.


"Aku akan menceritakan semua nya saat masalah nya sudah selesai."


"Dan kau istriku! Kenapa kau duduk disini sendirian?" Sorot mata yang sulit diartikan jelas tertuju pada Viola.


"Aku hanya bosan di dalam." singkat Viola


"Istriku, kalau kau ingin duduk disini. Setidaknya kenakan lah pakaian yang lebih tebal! Akhir-akhir ini cuaca sangat dingin! Kau bisa sakit jika terlalu lama disini." Darren terlihat jelas khawatir tentang kesehatan Viola. Karna, ia tidak ingin kehilangan orang-orang yang sangat ia cintai.


"Darren biasakah kau memikirkan--"


"Istriku jangan membahasnya lagi!" Jujur saja ia sangat lelah hari ini. apalagi harus berdebat dengan istri nya yang ujung-ujungnya istri nya sendiri lah yang menangis.


"Tapi--"


"Sayang aku ada sesuatu untuk mu!" Darren tidak ingin masalah semakin panjang. Ia pun sesegera mungkin mengalihkan pembicaraan istri nya.


"Sesuatu? Apa itu?" Tanya Viola dengan wajah sedikit bingung.


"Bentar yah!"


Darren pun segera menyuruh kepala bodyguard untuk membawa hadiah yang sudah ia siap kan untuk istri nya.


"Baik tuan muda," jawab mereka melalui walkie talkie tersebut


Kepala bodyguard yang sudah sangat gemas dengan membawa hadiah tersebut langsung berjalan masuk kedalam menuju taman belakang.


Saat kepala bodyguard sudah tiba di taman belakang. Tiba-tiba saja...


Guukk-guukkkk


"Anjing??" Mata Viola masih terlihat kebingungan.


"Iya sayang, aku membeli nya untuk mu. Kau suka?" Darren tersenyum menatap Viola.


"Untuk ku?"


"Emh,"


Wajah yang tadi terlihat bingung langsung merekah tersenyum. Karna jujur saja Viola sangat menyukai hewan. Terlebih lagi anjing tersebut langsung memeluk Viola.


"Dia sangat penurut." Tukas Viola dengan senyum nya dan membelai anjing tersebut.


"Siapa namanya?" Timpal Viola kembali.


"Aku belum memberikannya nama. Kau saja istri ku yang berikan! Karna anjing ini milik mu sekarang." Sahut Darren dengan memijat pelipisnya. Ia sedikit lega akhirnya Viola mulai tersenyum kembali dan melupakan hal semalam.


"Baiklah karna dia seekor anjing jantan. Akan ku beri nama Gabriel! Bagaimana?" Mata yang berbinar menatap mata indah Darren sungguh adalah momen yang harus di abadikan.


"Nama yang bagus! Baiklah sekarang nama mu Gabriel." Darren pun mengusap-usap kepala anjing tersebut.


Darren sedikit terkejut saat tiba-tiba saja Viola bangkit dari duduk nya. Sementara para bodyguard langsung menundukkan kepalanya agar ia tidak menatap wajah istri tuan muda nya itu. Karna kalau hal itu terjadi bisa hilang nyawa nya dalam hitungan detik. Mereka hanya boleh menatap nyonya muda nya disaat ada hal yang mendesak saja.


"Istriku kau mau kemana?" Tanya Darren menatap Viola.


"Disini dingin! Nanti Gabriel bisa sakit." Tutur Viola dengan wajah yang tersenyum dan menggendong Gabriel masuk kedalam.


"What's!! Dia lebih menyayangi anjing itu dari pada aku?" Darren mengerutkan kening nya saat Viola sudah pergi.


Kepala bodyguard yang tengah menyaksikan hal tersebut, terlebih lagi mendengar ucapan tuan muda nya langsung menahan tawa nya.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya nya ketika ia hendak kembali kedalam mengikuti Viola.


"Ti-tidak tuan." Dengan wajah yang panik karna ketanggur oleh atasan nya itu membuat kepala bodyguard gelagapan.

__ADS_1


"Cih! Kau pikir aku bodoh!" Dengan sorot mata yang membunuhnya Darren meninggalkan kepala bodyguardnya sendirian disana.


Helaan napas yang berat terdengar jelas di hembus kan oleh kepala bodyguard itu. Antara lega dan tidak yang menyelimuti pikiran kepala bodyguard.


"Tuan walaupun anda sudah berpawang! Tapi, tindakan mengintimidasi anda tidak pernah hilang." Ucap nya sembari menelan Saliva nya itu.


Saat Viola tengah duduk di ruang tv nya Viola langsung menyuruh kepala pelayan menyiapkan makanan untuk di makan oleh anjing nya itu


"Sayang kenapa tidak dikamar saja?" Tanya Darren menatap Viola yang tengah duduk di ruang tv sambil memeluk Gabriel.


"Aku ingin disini. Bermain dengan nya dan menghilang kan rasa sepi ku.!" Sahut Viola yang terus menciumi anjing nya.


"Istriku!" Darren sangat kesal. Sejak kehadiran anjing itu Viola mulai mengabaikan diri nya.


"Ada apa suamiku?" Tanya Viola tanpa melihat kearah Darren.


"Sejak aku datang kau belum memberikan ku morning kiss! Tapi, sekarang apa yang kau lakukan? Kau malah menciumi nya berulang kali. Kau lupa kalau aku ini suami mu! Aku lebih berhak mendapatkan ciuman mu ketimbang anjing itu!" Protes Darren dengan menatap tajam anjing yang baru ia beli.


"Kalau begini nyesal aku membelinya." Gumam Darren.


"Sayang kau cemburu pada anjing?" Viola mengerenyitkan kening nya menatap tidak percaya.


"Aishh, suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya lebih menyayangi hewan daripada dirinya!" Sinis Darren.


Viola tersenyum saat wajah suaminya yang memang sudah benar-benar kesal. Dengan menggeleng kan kepalanya Viola meletakkan anjing yang sejak tadi ia gendong keatas sofa. Viola pun duduk di pangkuan suami nya itu.


"Sayang kau tidak perlu cemburu pada Gabriel! Karna kau itu tetap satu-satunya yang berada disini." Viola meletakkan tangan suaminya kearah dada nya.


"Tidak akan ada siapapun yang menggantikan posisi mu di hati ku. Jadi tenang lah dan berhentilah cemburu!" Pungkas Viola.


"Kau tau bukan? aku sangat posesif kalau itu menyangkut dirimu." Darren membelai wajah Viola.


"Tentu saja aku tau. Makanya, aku mengatakan kalau kau tidak tergantikan oleh apapun." Viola memegang tangan suaminya yang berada di pipi nya itu.


"Aku mencintaimu Darren! Sangat mencintai mu." Tegas Viola.


"Bahkan, memiliki anak bersama mu adalah mimpi terbesar ku saat ini." Timpal nya kembali di dalam hati nya.


"Aku juga mencintaimu istri ku."


Darren mencakup wajah istri nya itu, menciumi seluruh wajah Viola hingga bertemu pada satu titik yaitu bibir merah jambu istri nya yang sudah terlihat sangat menggoda. Dengan perlahan Darren mencium bibir tersebut. mengulumnya hingga ******* bibir Viola secara lembut.


Ciuman mereka yang terlihat sangat tenang seperti air mulai menjadi liar ketika Darren dan Viola sama-sama sudah terhanyut oleh suasana.


Dengan tubuh yang sigap dan gagah Darren langsung mengangkat tubuh Viola seperti ala-ala bridal cool. Di angkat nya tubuh tersebut menuju lift agar mereka segera sampai kekamar untuk melanjutkan yang mereka lakukan di ruang tv.


Sementara disisi lain sudah terlihat kepala bodyguard dan juga kepala pelayan yang sejak tadi memperhatikan kedua atasan nya itu


"Mengapa kita menyaksikan hal yang tidak senonoh seperti tadi pak?" Tanya kepala bodyguard menatap nanar kepergian tuan dan juga nyonya muda nya.


"Tidak ada kata tidak senonoh di kediaman ini!!! kalau yang melakukan nya adalah pemilik kediaman ini sendiri." Balas pak Dadang dan langsung meninggalkan kepala bodyguard begitu saja.


Pak Dadang sendiri terkejut tiba-tiba di samping nya sudah ada kepala bodyguard yang ikut menyaksikan apa yang dilakukan oleh tuan dan juga nyomya muda nya itu.


Kepala bodyguard yang sejak tadi di tinggal terus-menerus merasa sangat kesal dan mulai memaki-maki kepala pelayan sekaligus nasib nya itu yang selalu berada di situasi yang tidak pas.


🍹FOTO ANJING BARU VIOLA🐶


.


.


.



^^^Bersambung....^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2