
Alvino masih menatap tajam kearah kedua wanita yang terus menerus memaki-maki dirinya saat ini.
"Pak lepaskan tangan sahabat saya. Saya janji saya akan melakukan apapun yang anda inginkan." Ucap Shelly membuat mata Viola langsung memerah menatap nya.
"Really?" Alvi tersenyum kecil mendengar ucapan Shelly.
"Jika kau melakukan itu, kau tidak akan pernah melihat ku untuk selamanya!" Ancam Viola membuat Shelly mengusap wajah nya dengan sangat kasar.
"Tapi, lihatlah tangan mu! Kau tidak sakit apa di cengkram oleh pria gila ini." Emosi Shelly benar-benar sudah tidak terkontrol lagi.
"Pak, jika kau memang mencintai ku. Kumohon lepaskan tangan sahabat ku demi Diri ku." Shelly beralih menatap lekat atasan nya yang sejak tadi terus menatap diri nya.
"Huft! Baiklah akan ku lepaskan dengan syarat dia tidak lagi ikut campur urusan kita." Tatap tajam Alvi kearah Viola membuat Viola hanya tersenyum tipis.
"Anda pikir saya akan diam saja jika anda bertidak sesuka hati anda pada sahabat saya." Tutur Viola yang membuat Alvi kembali marah.
"Kau--"
"Oh ayolah tuan Alvino yang terhormat. Jika anda tidak ingin menyesal lepaskan tangan saya. Menyangkut suami saya biar saya yang urus!" Timpal Viola kembali sambil tersenyum.
"Apa yang Lo lakuin Vi?" Shelly merasa aneh dengan ucapan sahabat nya itu.
"Tenanglah semua nya akan baik-baik," Viola tersenyum menatap sahabatnya.
Shelly tau akan tatapan sahabat nya dan membalas nya dengan sebuah anggukan membuat Alvi bingung.
"Apa yang sendang kalian bicarakan?" Tatap tajam Alvi kepada mereka.
"Ah kurasa tidak penting harus memberitahu kan nya pada pria tidak waras seperti mu." Sinis Viola.
"Kau pikir aku tidak berani bertindak kasar pada seorang wanita? Jangan salah Viola Talisa! Prinsip hidup ku jika ada seseorang yang menghalangi jalan ku, maka aku tidak akan segan-segan pada orang tersebut. sekalipun dia seorang wanita! Apalagi istri dari seorang miliarder dunia yang hanya terkenal kejam itu!" sergah Alvino membuat Viola lagi dan lagi tertawa.
"Berani sekali kau menertawakan ku!" Alvino menjambak rambut Viola membuat wajah Viola terdonggak.
"Lepasin sahabat ku brengsek!" Shelly membelalakkan matanya saat pria yang ada di hadapan nya mengeluarkan sifat asli nya itu
"Ya! Aku memang Brengsek. Dan kau penyebab semua kekasaran ku ini." Raung Alvi pada Shelly.
"Jika kau tidak mau menikah dengan ku! Jangan harap Sahabat mu ini akan baik-baik saja." Ancam Alvi membuat Shelly serba salah.
"Jangan dengarkan dia Shell! Dia tidak akan berani menyentuh ku." Viola berusaha menahan tangan Alvi yang ada di kepalanya. Walaupun sakit ia rasa. tapi ia tidak ingin menunjukkan nya di hadapan Shelly agar sahabat nya tidak merasa serba salah.
"Tapi Vi lihatlah dia!" Shelly sangat kelimpungan, ia berusaha memukul-mukul atasan nya untuk melepaskan tangan nya dari kepala sahabat nya. Namun, Alvi tidak bereaksi apapun.
"Shell, dengar kan aku! Kau ingat tuan Evan Anggara?" Viola berusaha tetap bicara walaupun Alvi semakin kuat menjambak nya.
"Kenapa dia?" Shelly tetap berusaha membantu sahabat nya.
"Bisnis nya menurun dalam hitungan menit saja!"
"Terus hubungan dengan mu apa Vi?" Shelly menatap Alvi yang menatap diri nya.
"Bisnis nya menurun dalam waktu cepat karna dia sudah menculik ku dan melukai ku." Sontak ucapan Viola membuat Alvi sedikit merenggangkan tangan nya itu.
__ADS_1
"Tuan Alvino kuharap kau bisa berpikir jernih sebelum melakukan ini! Seorang Evan Anggara yang merupakan saingan terberat suami ku saja bisa jatuh dengan mudah nya. Apalagi anda!" Kecam Viola pada Alvi.
"Kau tidak perlu menasehati ku seperti itu!" Alvi kembali menyakiti Viola.
"Kenapa anda seperti ini pak? Bukan kah anda terkenal pria yang lembut." Shelly terduduk lemas saat sahabat nya mengeluarkan air mata. Sekeras apapun Viola menutupi rasa sakit nya namun, terlihat jelas oleh Shelly. Karna mereka adalah sahabat yang sudah tau satu sama lain.
"Sejak awal aku memang seperti ini. Sifat ku berubah saat aku menemukan mu. Tapi, apa yang kau lakukan? Kau terus-menerus menolak ku sementara perempuan di luar sana sibuk mendekati diri ku!" Bentak Alvi kearah Shelly.
"Anda tidak bisa mendapatkan semua yang anda inginkan pak! Sadarlah. Saya tidak ingin sahabat saya terluka, saya juga tidak ingin anda terlibat dalam masalah!" Tutur Shelly menatap lekat kearah atasan nya
"Dengarkan ucapan wanita yang anda cintai itu Alvino Mahendra." Viola ikut mencoba meluluh kan hati pria yang saat ini masih menunduk
Namun, saat Alvi mulai melepaskan tangan nya tiba-tiba saja pintu ruangan nya di dobrak begitu keras membuat Shelly, Viola dan Alvi menatap kearah pintu tersebut.
"Darren!" Teriak Viola hendak berlari kearah Darren, tapi tiba-tiba saja Alvi langsung menarik kasar tangan Viola. Ia sadar saat ini keadaan sudah tidak terkendali lagi.
"Berani sekali kau menyentuh istri ku!" Raung Darren membuat Alvi menelan Saliva nya.
"Bobby," Shelly berlari kearah Bobby dengan tubuh yang sudah lemas saat melihat sahabatnya di perlakukan seperti itu.
"Kau baik-baik saja kan?" Bobby memeriksa seluruh tubuh Shelly.
"Aku baik-baik saja. Tapi Viola --" Shelly kembali menangis di hadapan Bobby.
Bobby memeluk Shelly dengan erat agar Shelly segera tenang. Sementara Alvi yang melihat nya hanya tertawa saat mata nya sudah berkaca-kaca.
"Tuan Alvino sebaiknya lepaskan saya! Saya berjanji saya akan membujuk suami saya untuk tidak melukai anda." Viola kembali berusaha menenangkan hati pria yang sudah gila ini.
"Lepaskan dia!" Darren maju dengan wajah yang sudah sangat murka.
"Jika kau maju satu langkah lagi! Maka, dia akan mati." Ancam Alvi dengan pisau yang ada ditangannya.
Sebenarnya Alvi tidak ingin melakukan hal ini. Namun, keadaan sudah sangat berantakan sehingga membuat diri nya mengambil pisau buah yang terletak di meja belakang nya.
"Kau mengancam ku?" Darren menatap tajam kearah Alvi.
"Terserah kau mengatakan apapun itu! Tapi, satu hal yang perlu kau ingat. Jika kau berani melangkah aku tidak akan segan-segan menyakiti istri mu ini." Alvi membalas tatapan Darren pada nya.
"Tuan muda, sebaiknya anda mendengar kan ucapan dia." Bisik Bobby pada Darren.
"Apa maksud mu?" Sorot mata Darren beralih kearah Bobby
"Aku pernah mencari tau tentang diri nya ketika aku sadar dia sedang mendekati Shelly. Dia terkenal tidak takut menyakiti siapapun! Wanita, anak-anak, orang tua bahkan saudara nya sendiri karna mereka menghalangi jalan nya." Jelas Bobby pada Darren.
"Darren, tenangkan diri mu sebelum ambil keputusan." Andhika memegang bahu sahabat nya.
"Arghhhhh!" Darren langsung memukul tembok yang ada di samping nya dengan sangat kuat membuat tangan nya berdarah.
"Darren kau gila ya!" Umpat Viola saat melihat suami nya seperti itu
"Kenapa kau tidak memberitahu ku sebelum nya seperti apa atasan calon istri mu itu!!" Raung Darren pada sahabat nya.
"Maafkan saya tuan muda," Bobby sedikit merasa bersalah begitu juga dengan Shelly.
__ADS_1
"Dengar! Lepaskan istri ku. Aku janji aku tidak akan melakukan apapun terhadap mu dan juga keluarga. Apalagi bisnis mu!" Darren berusaha membujuk pria yang ada dihadapannya.
"Hahahahha," Alvino yang melihat Darren memohon dihadap nya. Langsung tertawa dengan sangat keras.
Saat Alvi tertawa seperti itu membuat Darren mengepal kedua tangan nya.
"Ternyata kau tidak semenakutkan seperti yang aku dengar!" Sinis Alvi kearah Darren.
"Bagaimana dengan ini?" Alvi langsung sedikit menyayat kan pisau kearah leher Viola membuat Viola meringis. Walaupun tidak mengakibatkan diri nya kehilangan nyawa namun, sayatan itu cukup menyakitkan.
"Awww!" Viola meringis kesakitan membuat Darren dan semua orang disana termasuk para bodyguard panik dan marah.
"Aku peringgat kan sekali lagi pada mu! Lepas kan istri ku!" Tekan Darren dengan mata nya yang sudah memerah.
"Sial darah nya keluar! Kita harus menghentikan nya." Timpal Andhika saat melihat sudah ada bekas merah akibat cengkraman ditangan Viola dan juga leher viola yang sudah mengeluarkan darah.
"Tuan Alvi, anda benar-benar sudah tidak bisa untuk ku selamat kan jika sudah menyangkut darah yang keluar dari tubuh ku!" Bisik Viola membuat Alvi menatap kearah Viola
"Sebelum kau mengatakan itu pada ku. Pikirkan saja diri mu sendiri!" Alvi semakin menguatkan pelukan nya pada Viola dengan pisau yang mengarah di leher nya.
"Jika aku mati sekarang aku tidak menyesal! Setidak nya aku sudah merasakan kebahagiaan bersama orang yang kucintai. Sementara diri mu--" Viola tertawa kecil membuat emosi Alvi semakin tersulut
"Istriku diam lah! Jangan kau memancing amarah nya." Tatap tajam Darren kearah Viola.
"Baiklah suami ku!" Jawab Viola dengan sangat santai.
Darren tidak habis pikir melihat sikap istri nya yang masih terlihat santai dan tertawa saat ia sendiri rasa nya ingin mati saat itu juga melihat Viola terluka
"Dengar! Jika kau melepaskan istri ku. Apapun yang kau ingin kan akan ku berikan." Ujar Darren dengan sangat hati-hati
"Jika aku menginginkan wanita yang ada di samping pria itu, apa kau akan memberikan nya?" Seringai Alvi menatap kearah Shelly.
"Berani sekali kau mengatakan itu!!" Raung Bobby mendengar ucapan Alvi.
"Tenang lah! Saat ini yang dalam bahaya istri dari sahabat mu. Jangan menambah masalah!" Andhika berusaha menenangkan sahabat nya itu saat ingin maju. Namun, Alvi kembali mengarah kan pisau di tangan nya semakin mendekat keleher Viola.
"Jaga langkah mu Bobby Charlton!" Darren menatap tajam kearah Bobby.
"Ha! Ternyata permintaan ku itu terlalu sulit untuk kau putus kan. Pilih lah! Istri mu atau wanita itu." Senyum tipis terukir di wajah Alvino.
"Darren, dengarkan aku! Jika kau menyerahkan sahabat ku hanya demi diri ku. Aku tidak akan memaafkan mu!" Ancam Viola membuat Darren hanya bisa menghela nafas nya secara kasar.
"Cih, bisa-bisanya didalam kondisi seperti ini kau masih berpikiran untuk mengancam ku." Sindir Darren hingga sebuah senyuman terukir di wajah Viola.
"Kau terlalu meremehkan kan ku Alvino Mahendra!" Darren menatap kearah Alvino dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku sedang tidak meremehkan mu! Aku hanya ingin bernegosiasi dengan mu." Alvi membalas tatapan Darren pada nya.
Berbanding terbalik saat mereka sedang tatap-tatapan ingin saling membunuh. Sementara Andhika, Bobby dan semua orang yang ada di sana hanya menelan Saliva nya dengan sangat susah.
^^^Bersambung....^^^
...****************...
__ADS_1