Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 90 Sebuah Paket Misterius..


__ADS_3

Perusahaan drn. Khan..


Darren saat ini tengah fokus pada pekerjaan nya. Namun seketika konsentrasi Darren langsung buyar ketika ia mengingat kembali apa yang saat ini tengah di khawatir oleh semua orang terdekat nya.


"Bagaimana bisa gadis kecil itu kembali ke Indonesia? Bukan kah dia yang sudah membatalkan pernikahan kami secara mendadak? Jadi untuk apa dia kembali disaat aku sudah bersama dengan wanita lain?" Semua pertanyaan bermunculan di dalam pikiran Darren.


Darren terus saja melamun hingga membuat nya tidak mendengar ada seseorang yang sedang mengetuk pintu ruang kerja nya itu.


"Presdir Darren boleh kah saya masuk?" Tanya seseorang dari luar dengan suara yang lumayan keras membuat lamunan Darren langsung pecah.


"Emh silahkan!" Perintah Darren.


Karyawan tersebut pun langsung masuk ketika sudah mendapatkan jawaban nya dari atasan nya itu.


"Ada apa kau keruangan ku?" Tanya Darren dengan suara datar nya.


"Tuan muda, ini ada paket untuk anda." Karyawan itu pun menyerahkan paket tersebut pada Darren.


"Paket dari siapa?" Tanya Darren kembali pada bawahannya.


"Saya tidak tau tuan muda. Namun, di paket tersebut tertera harus memberikan nya langsung pada anda. Jadi saya pikir paket ini sangat lah penting." Balas karyawan itu dengan kepala yang tertunduk.


"Baiklah, kau boleh keluar sekarang!" Perintah Darren pada bawahannya.


Karyawan itu pun menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari ruangan yang sangat menakutkan bagi dirinya sendiri.


"Paket dari siapa ini?" Pikir Darren dan membolak-balik kan paket tersebut.


Darren yang cukup penasaran pun langsung membuka paket itu dan kedua bola mata nya membulat saat melihat isi paket tersebut.


"KETERLALUAN!" Raung Darren ketika ia melihat isi paket tersebut.


Darren yang menerima paket tersebut pun langsung menghancurkan nya dan membuang nya ke tempat sampah dengan emosi yang sudah memuncak.


...🌾🌾...


Rumah Shelly..


"Vi Lo mau makan apa?" Tanya Shelly pada sahabat nya saat ia sudah menyajikan minuman untuk Bobby dan juga Viola.


"Cemilan aja Shell." Jawab Viola pada Shelly.


"Baiklah. Tuan Bobby sendiri ingin makan apa?" Shelly beralih bertanya pada pria yang tengah duduk di hadapan nya itu.


"Nona Shelly tidak perlu repot-repot. Saya hanya ingin minum minuman ini saja." Balas Bobby dengan tersenyum.


"Dasar pria aneh!" Caci Shelly di dalam hatinya.


"Baiklah jika anda tidak ingin minum." Shelly hanya tersenyum kaku saja pada Bobby.


Kini tatapan Shelly beralih pada sahabat nya itu yang sedang minum dan juga memakan makanan yang sudah ia ambil dan ia berikan pada sahabat nya.


"Vi ada apa kemari?" Tanya Shelly dengan to the points pada Viola.


"Shell! Lo keterlaluan. Emangnya gue harus ada alasan gitu buat ketemu Lo?" Viola langsung memasang kan wajah sedihnya di depan sahabat nya itu.


"Jangan banyak drama! Gue tau Lo orang yang seperti apa. Jadi katakan saja ubul ku sayang." Shelly hanya menaikkan kedua alis nya itu pada Viola membuat Viola menghela nafas.


"Menarik!" Hanya kata-kata itu saja yang keluar dari bibir Bobby namun sangat lah kecil suara yang ia keluarkan.


"Anda mengatakan sesuatu sekertaris Bobby?" Viola yang melihat mimik mulut dari sahabat suaminya itu langsung menatap kearah Bobby.


"Tidak ada nyonya muda." Balas Bobby dengan tenang nya pada Viola.


"Jangan berbohong!" Viola terus menatap intens wajah Bobby membuat Bobby sedikit gugup.


"Saya hanya bilang minuman ini sangat manis nyonya muda." Ujar Bobby pada Viola membuat Viola langsung menganggukkan kepalanya.


"Oh begitu! Baiklah sekertaris Bobby." Balas Viola.


Viola pun kembali menatap kearah Shelly yang masih menatap dirinya dengan sangat tajam.


"Shell! Jangan menatap kearah gue seperti itu. Lo terlihat sangat menakutkan." Viola pun memundurkan duduk nya agar tidak terlalu dekat dengan sahabat nya itu.


"Katakan!" Perintah Shelly dengan sorot mata tajam nya membuat Viola menelan saliva nya dengan susah.

__ADS_1


"Mengatakan apa?" Tanya Viola balik dengan polos nya.


"Kenapa Lo kemari?" Shelly kembali mengulangi pertanyaannya pada Viola.


"Shell tentu saja gue kangen sama Lo." Viola pun langsung memeluk Shelly dengan erat.


"Selain itu ada hal apa lagi yang buat seorang nyonya muda ini kerumah sahabat nya ini." Shelly menepuk belakang Viola dengan kuat.


"Aww! Shell sakit tau." Ketus Viola pada sahabat nya itu.


"Sakit bukan? Nah jika kau tau sakit maka kurangilah drama mu itu atau aku akan menepuk belakang mu itu lebih keras lagi!" Ancam Shelly pada Viola membuat Viola merasa sangat kesal.


"Baiklah gue minta maaf! Shell sebenarnya selain gue kangen sama Lo, gue juga mau curhat tentang masalah pribadi gue. Tapi--" Viola terdiam dan tidak melanjutkan perkataannya lagi.


"Tapi apa?" Tanya Shelly pada sahabat nya itu.


"Tapi disini ada sahabat dari pria yang ingin gue gosipin sama Lo!" Kesal Viola menatap tajam kearah Bobby.


"Nyonya muda, anda tenang saja. Saya akan menutup telinga saya ini dengan sebaik-baiknya. Jadi apa pun yang Anda katakan anggap saja saya tidak mendengarkan nya dan saya juga tidak akan memberitahu pada orang lain." ujar Bobby dengan suara tenang nya pada Viola.


"Tuh .. tuh, Lo dengar kan Shelly apa yang di katakan sekertaris aneh ini? Bagaimana bisa gue menganggap sesuatu ya ada menjadi tidak ada! Bukan kah itu sama saja dengan tidak waras." Viola semakin stres meratapi nasib nya itu.


"Lo benar Vi! Bahkan dia lebih tidak waras nya dari suami Lo itu." Shelly berbisik pada Viola.


"Argh!! Sudah lah Shell bisa gila gue jika terus-menerus membahas tentang sekertaris aneh ini." Viola pun mengacak-acak rambut nya itu.


"Sekertaris Bobby! Kau benar-benar yakin ingin mendengarkan apa yang aku katakan pada Shelly?" Viola kembali mengulangi kata-kata nya itu.


"Nyonya muda, saya tidak akan mendengar apa-apa! Jadi anda tidak perlu khawatir." Bobby pun kembali mengingat kan nya pada Viola.


"Walaupun kau bilang tidak akan dengar! tapi, pada kenyataannya kau bisa mendengar perbincangan kami dengan sangat jelas." Viola meninggikan suara nya itu pada Bobby. Namun, Bobby hanya diam saja dan tidak menjawab sedikit pun perkataan nyonya muda nya itu.


"Sudah Vi!" Shelly pun langsung menepuk tangan sahabat nya itu.


"Baiklah jika kau ingin mendengar semuanya! Maka, akan ku katakan hari ini pada Lo Shell! AKU SUDAH KEHILANGAN KEPERAWANAN KU!"Viola langsung menekan kan setiap kalimat nya itu hingga membuat orang yang berada disana langsung terkejut.


Uhuk ... Uhuk .. uhuk..


Tidak hanya Shelly yang langsung terbatuk-batuk begitu mendengar ucapan dari Viola. Bobby yang saat itu sedang meminum minuman nya pun langsung tersedak.


"Nyonya muda, saya tidak mendengar apapun. Minuman ini terlalu panas sehingga membuat saya terkejut saat meminumnya." Elak Bobby pada Viola.


"Alasan!" Sinis Viola.


Sementara Shelly yang masih terdiam langsung merasa keringat dingin saat mendengar ucapan sahabat nya yang sangat membuat nya ingin memukuli sahabat nya itu.


"Shell!" Panggil Viola pada Shelly saat melihat sahabatnya itu tengah menatap nya dengan tatapan kosong.


"Eh i-iya," jawab Shelly terbata-bata.


"Lo itu kenapa si? Lo gak dengar apa yang gue bilang tadi? Apa perlu gue ulangi lagi?" Viola sangat kesal melihat sahabatnya itu hanya diam saja saat dia mengatakan hal yang terpenting didalam hidup nya.


"Ahh ... Tidak perlu! Aku mendengar nya dengan sangat jelas." Jawab Shelly dengan sangat cepat nya pada Viola.


"Jika Lo mendengar nya dengan jelas kenapa Lo diam saja?" Tanya Viola kembali pada Shelly.


"Itu karna Lo mengatakan nya secara tiba-tiba dan tanpa di pikir terlebih dahulu." Shelly pun menjitak kening sahabat nya itu.


"Aww! Shelly lo--"


"Sudah jangan marah!" Shelly pun menghela nafas nya itu.


"Sekarang gue tanya sama Lo! Saat kalian melakukan hal itu apakah kau di paksa oleh nya? Atau kalian sama-sama ingin melakukan nya?" Shelly menatap kearah Viola dengan penuh penyelidikan nya membuat wajah Viola langsung memerah.


"Oh ayolah! Katakan saja padaku. Lagian Lo anggap saja sahabat suami Lo ini tidak ada." Shelly tau Viola tidak ingin mengatakan nya pada dirinya itu karna adanya Bobby disana.


"Itu-- itu," Viola benar-benar gugup menjawab nya.


"Baiklah Lo bisa bisik ke gue jika Lo malu." Shelly paham apa yang dirasakan sahabat nya itu.


"Kami melakukan nya atas keinginan kami berdua." Bisik Viola pada Shelly.


"Itu bagus dong!" Shelly pun langsung bahagia mendengar ucapan sahabat nya itu.


"Berarti dia sudah mencintai Lo!" Ujar Shelly dengan sangat antusias nya.

__ADS_1


"Tapi Shell--" Viola kembali terdiam dan menundukkan kepalanya itu.


"Tapi apa Vi? Dia tidak menyatakan perasaannya pada Lo?" Shelly menautkan kedua alis nya itu pada Viola.


Viola tidak menjawab perkataan Shelly. Tapi, ia hanya menganggukkan kepalanya itu yang menandakan apa yang dikatakan Shelly benar.


"Lo gila ya! Jika dia tidak mengatakan perasaannya pada Lo bagaimana bisa Lo menyerahkan hal yang paling berharga di diri Lo pada pria kejam seperti dia." Shelly merasa sangat kesal saat tau jawaban yang ia terima.


"Dia benar! Darren memang pria kejam dan tidak pandai mengutarakan perasaannya." gumam Bobby di dalam hati nya itu.


"Tapi -- tapi," Viola bingung harus mengatakan apa lagi pada Shelly.


"Tapi apa? Gue tau Lo cinta sama dia kan!" Shelly hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.


"Shell maafin gue! Saat itu gue benar-benar gak bisa sembunyikan perasaan gue lagi padanya." Viola berusaha untuk menenangkan emosi sahabat nya itu.


"Wah bagus sekali Viola Talisa! Karna Lo tidak bisa menyembunyikan perasaan Lo lagi. dengan sangat lapang dada nya Lo langsung memberikan tubuh Lo pada pria yang tidak mengungkapkan perasaan nya itu pada Lo." Shelly pun langsung menepuk tangan nya dihadapan Viola


"Shell, Lo jangan marah sama gue. Lo kan tau gue kayak mana." Rengek Viola pada Shelly membuat Shelly hanya bisa menahan diri nya itu.


"Benar sekali! Gue tau Lo orang yang seperti apa. perempuan polos yang keras kepala dan langsung luluh pada pria hanya dengan beberapa kata! tanpa, ia sadari dengan sangat mudah nya ia memberikan tubuhnya itu pada pria yang belum menyatakan perasaannya tersebut." Ujar Shelly dengan suara yang sangat kesal pada Viola.


"Shell sudahlah! Gue tau gue salah. Tapi, setidaknya Lo harus bantu gue agar dia tidak ninggalin gue." Bujuk Viola pada sahabat nya yang masih kesal itu. Ia tau sahabat nya pasti akan membantu dirinya.


"Wah tentu saja gue akan bantu sahabat gue ini!" Shelly pun menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Benarkah Shell? Jadi gue harus apa biar dia tidak tinggalin gue?" Tanya Viola dengan sangat semangat nya pada Shelly.


"Tentu saja Lo harus terus berhubungan dengan nya hingga Lo bisa mengandung tuan muda kejam junior untuk suami Lo itu. " Jawab Shelly dengan sangat enteng nya


"Uhuk, uhuk," lagi-lagi Bobby sangat terkejut mendengar ucapan dari Shelly yang sudah membuat nya itu tersedak lagi.


"Gila! Tadi, istri dari Darren yang buat aku tersedak dan sekarang sahabat nya yang buat aku tersedak. Kedua wanita yang aneh dan selalu mempunyai banyak kejutan." Bobby hanya menepuk-nepuk dada nya saja.


"Tuan Bobby kau baik-baik saja?"Shelly menatap ke arah Bobby dengan sangat santai tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Saya baik-baik saja nona Shelly," balas Bobby dengan senyum paksa nya.


"Baguslah!" Shelly pun kembali beralih menatap kearah Viola. Ia masih sangat kesal pada sahabat nya itu.


"Gimana Viola Talisa? Sudah Lo pikirin saran dari gue?" Tanya Shelly pada Viola.


"Lo yakin Shell dia gak akan ninggalin gue kalau gue hamil?" Tanya Viola ragu pada Shelly.


"Tentu saja yakin! Walaupun gue gak tau perasaan dia seperti apa sama Lo. Tapi, gue yakin dia gak akan ninggalin Lo kalau dia tau Lo sedang mengandung anak dari nya." Balas Shelly dengan nada serius nya itu.


"Tapi, bagaimana kalau gue melahirkan terus dia ngambil anak gue?" Viola merasa sangat takut jika hal itu terjadi padanya.


"Itu tidak akan mungkin terjadi! Karna, setau gue peran seorang ibu lebih penting untuk membesarkan anak nya." Shelly kembali meyakinkan sahabat nya.


"Tapi Shell bagaimana kalau dia tidak akan pernah mencintai gue? Dan malah mencintai wanita lain?" Tanya Viola kembali dengan perasaan yang bercampur aduk.


Bobby yang mendengar ucapan dari Viola merasa bersalah pada gadis yang tidak tau apa-apa menyangkut tentang sahabat nya itu.


"Nona Viola maafkan saya," lirih Bobby di dalam hatinya.


"Viola Talisa! Lo tenang aja. Jika dia tidak mencintai Lo juga, hingga Lo mempunyai anak bersama nya. Maka, gue adalah orang pertama yang akan ngedukung perceraian Lo dengan nya." Shelly berusaha menyemangati sahabat nya itu.


"Tapi Shell--"


"Sudah jangan banyak tapi-tapi! Percayalah sama gue oke?" Shelly menatap wajah Viola dengan tersenyum lebar agar sahabat nya kembali tersenyum.


"Baiklah Shell! Makasih ya udah dengerin curhatan gue." Viola pun memeluk Shelly.


"Tidak perlu berterimakasih Vi! Di dalam persahabatan tidak ada kata--"


"Terimakasih!" Jawab Viola dengan sangat antusias nya dan tertawa kecil.


"Gadis pintar!" Shelly pun mengelus kepala Viola dan tersenyum bahagia.


Mereka berdua pun saling berpelukan kan satu sama lain dan melanjutkan obrolan mereka kembali. Sementara Bobby kembali memikirkan hal yang sempat terhenti tadi.


^^^Bersambung...^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2