Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 147 Malam yang indah


__ADS_3

Malam hari nya...


Darren benar-benar sangat lelah. Ia mengurus semua masalah perusahaan karna memang harus ia sendiri yang turun tangan. Biasanya ada Bobby yang membantu nya. Namun, karna ia tau Bobby juga sedang ada problem Darren tidak ingin menganggu nya.


Rasa lelah Darren langsung hilang seketika begitu ia melihat wajah istri nya yang sangat pulas dengan tidur nya.


"Sayang," panggil Darren sembari mengelus rambut Viola begitu lembut nya.


"Kau sudah pulang?" Viola membuka kedua mata nya menatap kearah Darren.


"Kau sudah makan?" Bukan nya menjawab, Darren malah melontarkan pertanyaan lain pada Viola.


"Sudah bareng Tara tadi." Jawab Viola dengan senyum di bibir nya


"Sayang," Darren terus membelai rambut Viola hingga sesekali menyentuh leher Viola.


"Ada apa Darren?" Tanya Viola dengan santainya.


"Aku menginginkan nya!" Darren langsung menatap tubuh Viola dari atas sampai bawah membuat Viola menelan Saliva nya itu.


"Ka-kau menginginkan apa?" Viola menatap wajah suaminya dengan wajah yang sudah terlihat gugup


"Sayang kenapa kau terlihat gugup?" Darren mengelus pipi Viola yang sudah merona.


"Ti-tidak," elak Viola dan menundukkan kepalanya itu.


"Bukan kah kau juga menginginkan nya?" Bisik Darren dengan suara berat nya membuat jantung Viola semakin berdebar-debar.


Darren memegang dagu Viola membuat Viola yang sejak tadi menundukkan kepalanya langsung melihat kearah Darren.


"Tubuh mu sangat indah istri ku," bisik Darren lagi.


"Darren hentikan, kau menggoda ku!" Kesal Viola yang sejak tadi dia sudah merinding oleh bisikan suami nya.


"Aku memang sedang menggoda mu dan aku juga menginginkan nya! Sudah sebulan aku tidak bisa menyentuh mu. Bahkan aku harus melakukan hal yang menjijikkan bermain sendirian di kamar mandi hanya untuk memuaskan hasrat ku." Tukas Darren dengan wajah yang sedikit kesal saat Viola mendorong tubuh nya.


Benar saja kata-kata Darren sontak membuat Viola membelalakkan matanya itu. Iya tidak percaya suaminya bisa mengatakan hal tersebut pada nya. Walaupun sebenarnya Viola tau suaminya sering melepaskan nafsu nya itu di kamar mandi.


"Maafkan aku," ucap Viola.


Jujur saja Viola merasa sangat bersalah. Bukan nya dia tidak ingin melakukan nya, namun suami nya itu lah yang selalu bersikeras menunggu sebulan untuk menyentuh nya walaupun ia sendiri sudah sangat sering menggoda suami nya.


"Jika saja dokter itu tidak mengatakan harus menunggu sebulan. Maka, ku rasa kau tidak perlu menahan diri untuk menyentuh ku." Sambung Viola lagi dengan nada yang sedikit kesal.

__ADS_1


"Itu untuk kebaikan mu. Lagian menunggu sebulan juga tidak masalah!" Darren tersenyum pada istri nya dan langsung menautkan bibir nya pada Viola.


Ciuman yang awalnya lembut dan menuntun, kini berubah semakin panas membuat nafas Viola sudah menggebu-gebu.


"Tunggu dulu!" Viola langsung menghentikan kegiatan suami nya itu. Karna ia sangat kesal dengan jawaban Darren.


"Ada apa lagi sayang?" Tanya Darren dengan suara yang sudah tidak karuan.


"Apa maksudmu menunggu sebulan tidak masalah? Jadi kau tidak ingin menyentuh ku lagi." Wajah Viola terlihat benar-benar sangat kesal.


"Bukan itu maksud ku. Aku akan menjelaskan nya nanti! Bisakah kita melanjutkan kan nya dulu?" Jujur saja Darren sangat tidak sabar menikmati tubuh istrinya. Disaat dia ingin melepaskan hasrat nya bisa-bisa nya Viola bertingkah seperti anak kecil.


"Darren jelas kan dulu!" Villa tetap ke-keh dengan pendirian nya.


"Karna sekali nya aku akan menyentuh mu lagi. ini akan seperti malam pertama bagi kita berdua!" Jawab Darren yang tanpa basa-basi langsung membuka pakaian Viola.


Viola hanya tersenyum mendengar jawaban Darren. Bahkan di saat Darren membuka pakaian nya Viola justru ikut membuka pakaian suami nya itu sambil melakukan ciuman panas diantara mereka. Satu persatu pakaian mulai terlepas dari tubuh mereka. Membuat mereka berdua benar-benar tanpa sehelai benang sedikit pun di tubuh mereka.


"Tubuh mu sangat indah sayang," bisik Darren di telinga Viola hingga menj*lati telinga istri nya itu. membuat tubuh Viola merinding.


"Darren geli," Viola menahan suara nya agar tidak berdes*h


"Keluar kan saja sayang! Aku suka mendengar suara mu." Ciuman Darren turun menuju kedua aset milik Viola.


"Kau tidak perlu malu pada ku. Aku tau ini pertama kali nya setelah sebulan yang lalu." Ucap Darren dan mencium leher Viola hingga meninggalkan bekas di leher Viola membuat des*han Viola hampir saja keluar.


"Ta- Tara ada disini! Aku tidak bisa membuat nya mendengar kan suara ku. Jika dia tau pasti aku akan sangat malu." Viola menggigit bibir bawahnya itu. Ia akui suami nya benar-benar sangat hebat membuat tubuh nya bergejolak.


"Kau pikir mansion ku ini, mansion murahan?" Helaan nafas Darren sangat terdengar oleh Viola membuat Viola menundukkan wajah nya.


"Sayang, kau tidak perlu khawatir! Setiap ruangan penting di mansion ku pasti ada sistem kedap suara." Ujar Darren dan mengelus pipi Viola.


"Benarkah?" Mata Viola menatap kedua mata suaminya.


"Tentu saja. Jadi kau tenang lah dan nikmati malam kita ini. Bukan kah kita berdua sangat menginginkan nya?" Darren tersenyum pada Viola hingga bisa membuat Viola salah tingkah.


"Kau benar Darren!" Dengan sangat cepat Viola langsung mencium bibir Darren.


Darren yang melihat istrinya mengambil inisiatif sendiri merasa sangat senang dan juga bersemangat. Di gendong tubuh istrinya menuju kearah sofa membuat Viola sedikit terkejut.


"Aku ingin suasana dan posisi baru," bisik Darren dengan suara yang nakal hingga wajah Viola memerah menahan rasa malu dan juga pesona suami nya itu.


Darren menggerayangi tubuh Viola dengan sangat lembut dan sesekali terlihat sangat agresif. Walaupun Viola tidak terlalu biasa tapi ia bisa mengimbangi nuansa setiap gerak suaminya. Sebulan ini Viola sudah mempelajari banyak hal. Ia ingin disaat mereka melakukan hubungan intim kembali. Darren tidak akan pernah melupakan nya.

__ADS_1


"Kau menyukai nya?" Bisik Darren saat ia tengah memainkan sesuatu dibawah sana.


"Emh," Viola mencekram tubuh suami nya pada bagian belakang saat Darren memeluk nya.


"Sayang jangan tahan suara merdu mu!" Perintah Darren dan terus menciumi Viola.


Saat milik Darren hendak masuk ke bagian inti Viola. mata Viola langsung membesar dan "AAARHH! Darren," Akhirnya des*han Viola keluar begitu saja membuat sang tokoh utama tersenyum lebar dan mulai menggoyangkan pinggulnya itu.


Viola mendes*h begitu indah membuat Darren benar-benar menikmati nya. Viola yang melihat Darren tidak lelah sedikit pun merasa sedikit aneh bagaimana bisa dia tidak lelah sama sekali setelah beberapa kali dia sudah mencapai di puncak ******* nya.


"Arghhh," untuk kali ini mereka berdua mendesah sangat kuat secara bersamaan, sambil memeluk satu sama lain dan tubuh mereka berdua bergetar begitu hebat saat puncak mereka tiba.


"Darren aku sudah lelah," Viola langsung mengatakan hal tersebut sebelum suami nya meminta lagi entah untuk ke berapa kali nya.


"Sayang aku juga lelah," Darren menahan rasa tawa nya begitu mendengar ucapan dari Viola.


"Tubuh ku benar-benar remuk karna mu!" Kesal Viola sambil memukul dada bidang suaminya.


"Maafkan aku, aku begitu semangat tadi." Darren menahan tangan Viola dan menarik tubuh Viola kedalam pelukannya.


"Aku mencintaimu Darren," ucap Viola dan mulai memejamkan mata nya karna ia sangat mengantuk.


"Aku juga mencintaimu sayang. Bahkan benar-benar mencintai mu. Sekalipun kau susah memberikan aku keturunan aku akan tetap terus mencintai mu selama nya." Darren langsung menghujani Viola dengan ciuman dan memeluk tubuh Viola dengan sangat erat nya sambil menyelimuti tubuh mereka berdua yang masih tanpa busana


Mereka berdua pun tertidur dengan sangat nyenyak nya. Dimalam yang sangat dingin dan indah menjadi saksi mereka berdua memadu kasih dan mencurah kan seluruh cinta mereka di dalam kamar tersebut.


...🎋🎋...


Sementara disisi lain kini terlihat Shelly sedang duduk sambil memain kan laptop nya. Sebulan yang lalu adalah hari terdamai nya karna Bobby tidak pernah mengunjungi nya lagi sejak memutuskan hal yang menurut nya sangat tidak masuk akal.


"Siapa sih menelpon!" Kesal Shelly begitu mendengar suara telpon nya berbunyi.


"Dia lagi! Dia lagi!" Melihat siapa yg menelpon membuat emosi Shelly menaik.


Ya! Yang menelpon Shelly adalah pria yang dulunya pernah bersikap tidak sopan pada nya hanya Karna dia seorang waiters. Namun, siapa sangka sekarang pria tersebut menjadi atasan nya. Membuat dia terus menerus menahan amarahnya. Bos yang tidak pernah ingat waktu dan menelpon sesuka hati nya.


^^^Bersambung....^^^


...💜💜...


Nah! Buat pembaca setia menikahi seorang miliarder dunia. Maaf selama ini saya tidak pernah up lagi. Saya hanya ingin sedikit cerita, awal nya saya merasa sedikit putus asa akan novel ini. Dikarenakan pembaca nya juga tidak banyak, ada beberapa komentar yang membuat saya sedikit down. Jujur pada saat buat novel ini saya hanya iseng-iseng dan tanpa persiapan sedikit pun. Namun, sekarang saya sadar, saya harus menyelesaikan hal yang sudah saya mulai! Dukung terus ya😊.


*Menikahi seorang miliarder dunia kini masuk season 2 yang dimana cerita berfokus pada (Shelly, Bobby dan juga Alvino)

__ADS_1


__ADS_2