Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 41 Kisah cinta Erik part 1


__ADS_3

Apartemen Evan...


Evan yang masih melanjutkan kisah singkat adik nya pada Viola. dan Viola juga masih mendengar cerita Evan padanya.


"Saat itu Erik wisuda dari kuliah nya. Dia sangat bahagia, sudah sejak lama dia menunggu momen ini. Karna, Erik sangat ingin menjadi seperti ku yang sudah sukses di usia mudanya. Erik adalah anak yang sangat mandiri, dia juga tidak ingin mengetahui apa itu cinta! Sampai akhirnya dia bertemu dengan Vivian gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama." Evan menarik nafas nya dalam-dalam.


"Tapi, setelah 2 tahun berlalu orang tua ku tidak merestui hubungan mereka. Hingga Vivian meninggal kan Erik begitu saja! Erik merasa frustasi karna, kepergian Vivian yang sangat tiba-tiba itu. Dan dengan tanpa berpikiran panjang Erik pun menyayat tangan nya tepat di urat nadi Erik sehingga adik ku itu mengeluarkan darah yang sangat banyak. Aku saat itu hendak menemui nya dan memberi nya semangat! Namun, siapa sangka yang ku temui adalah jenazah adik ku sendiri." Evan langsung mengeluarkan air matanya itu dengan sangat deras.


Mengingat kembali apa yang terjadi membuat Evan sangat terpukul.


"Kau harus ikhlas Evan!" Viola emang tidak mengenal Evan dengan dekat. Namun, dia juga tau bagaimana rasanya jika kehilangan orang yang paling ia sayangi itu.


"Bagaimana aku bisa ikhlas jika cara adik ku pergi seperti itu!" Sentak Evan pada Viola yang langsung membuat Viola menatap pada map tersebut.


Viola membuka map itu yang terlihat masih tebal dan melihat ada sebuah novel didalamnya.


"Evan ini novel siapa?" tanya Viola menatap kearah Evan.


"Novel??" Evan pun langsung mengambil novel yang ada di tangan Viola dan menatap kearah bawahannya itu. "Roy??"


"Oh iya aku lupa memberitahu mu bos! 2 hari lalu sebelum kita ke Indonesia, aku sempat ke apartemen untuk mencari informasi tentang nona Vivian. Namun, aku tidak sengaja menemukan novel ini di brankas adik bos. Karna, aku sedang buru-buru jadi aku taruh saja novel itu di dalam berkas tuan Erik bos." jelas Roy pada atasannya.


Evan yang mendengar penjelasan Roy langsung menghela nafas nya dengan sangat kesal. Dengan secara bersamaan Evan dan Viola pun membaca judul buku novel yang tidak terlalu tebal itu dengan raut wajah yang terkejut. "Kisah Tragis antara aku dan cinta ku." ujar Evan dan Viola dengan menatap satu sama lain ketika melihat judul novel itu.


"Apa maksudnya ini?" Evan langsung kebingungan dengan novel yang judul nya saja sudah sangat mengerikan.


"Apa ini kisah yang sebenarnya tentang adik mu?" Viola menatap ke Evan dengan raut wajah yang sudah takut untuk membaca nya.


"Jika bos dan nona ingin mengetahuinya, maka bacalah!" Roy menghela nafas nya ketika melihat dan bos nya itu hanya saling pandang saja dengan Viola.


Bagi Roy hal yang paling menakutkan adalah ketika mereka sudah berani menyentuh istri dari seorang miliarder dunia itu.


"Roy..!" Evan menatap tajam kearah bawahannya itu. Roy pun langsung terdiam ketika dirinya untuk sekian kalinya ditatap tajam oleh bos nya itu.


"Aku akan membaca nya jika kau tidak ingin membaca ini!" Viola pun merampas novel itu dari tangan Evan.


"Hey..! Kau pikir aku tidak ingin membaca nya apa? Aku juga ingin tau apa sebenarnya yang terjadi pada adik ku!" Sergah Evan pada Viola.

__ADS_1


"Baiklah kita akan membaca nya bersama!" Dengan segera Viola pun meletakkan novel itu di tengah-tengah mereka dan mulai membuka novel milik Erik.


...🌾🌾...


Flash back on...


...Kisah Tragis Antara Erik Dan Cinta Vivian.....


2 tahun lalu, tepat dimana Erik berjumpa untuk pertama kalinya dengan gadis yang sudah membuat Erik sangat tergila-gila padanya.


Sangking Erik mencintai nya, Erik sendiri tidak mementingkan nyawanya.


Hari itu Erik sedang wisuda, dimana hari yang sudah Erik tunggu-tunggu sejak lamanya. Karna, Erik terlalu bergembira mendapatkan nilai yang sangat tinggi dan juga mendapat kan penghargaan di universitas nya. membuat Erik melepaskan kesenangan nya dijalan yang lumayan sepi. Sehingga tidak ada salah nya jika Erik mengebut kan mobil nya sedikit. Karna, sangat jarang ada orang yang lewat disana.


Erik sangat senang dan mengemudi kan mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.


Namun tanpa Erik sadari...


"Brukk...!" Suara tabrakan yang lumayan kuat terdengar oleh Erik.


"Bagaimana ini! Mengapa aku bisa menabrak seseorang sih." Dengan segera Erik keluar dari mobil nya menghampiri orang yang ditabraknya itu sudah di kerumunan banyak orang.


"Permisi..!" Erik berusaha melihat orang yang ia tabrak itu. "Dia seorang wanita! Sial bagaimana bisa aku menabraknya sih." Erik pun melihat wajah yang ia tabrak itu dan juga kepala gadis tersebut sudah mengeluarkan darah yang lumayan banyak.


"Anda ini yang menabrak gadis ini kan??" Warga tersebut menatap tajam kearah Erik, seperti ingin menguliti nya hidup-hidup disana juga.


"Ia pak, saya akan bertanggung jawab kok! Saya akan segera membawa nya kerumah sakit." Dengan segera Erik mengendong gadis yang ia tabrak itu. "Oh iya pak tolong buka pintu mobil saya pak!"


"Baik, akan segera saya buka!" Warga yang ada disitu pun berusaha memberi jalan pada Erik.


Erik yang sudah berada di dalam mobil nya menatap kearah kaca spion mobil nya dan melihat gadis yang ia tabrak. Mereka akhirnya tiba dirumah sakit new York.


"Dokter tolong segera tanganin wanita ini! Dia kecelakaan dan terdapat benturan keras di kepala nya." Jelas Erik pada dokter yang sudah ada diruangan UGD.


"Baiklah akan segera saya urus. Sebaiknya Anda keluar dulu tuan agar kami mudah melakukan pekerjaan kami." Dokter pun segera menyuruh suster untuk membawa Erik keluar. Namun, karna gadis itu menggenggam tangan Erik dengan sangat kuat membuat nya tidak bisa melepaskan tangan gadis tersebut.


"Dok gadis ini tidak melepaskan tangan pacar nya!" ujar suster tersebut pada dokter yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


"Pacar??" Dengan seketika jantung Erik berdebar dengan sangat kuat nya.


"Tuan, apa kau sanggup melihat proses pengobatan nya? Karna, kami akan melakukan jahitan di kepala gadis ini." Dokter itu pun menatap kearah Erik.


"Saya sanggup dok," jawab Erik dengan sangat antusias nya.


"Baik lah kita lakukan sekarang!" Dokter itu pun memberikan kode pada suster nya. Mereka pun melakukan pengobatan pada gadis tersebut. Sebenarnya Erik tidak tega melihat gadis itu berdarah.


Proses pengobatan pun selesai. Dokter keluar dari ruangan nya. Sementara gadis itu sudah berada di ruangan ICU dengan tangan yang masih menggenggam Erik.


"Nona ini pasti sangat mencintai pacar nya. Sampai-sampai disaat nyawa nya hampir diambang-ambang dia masih terus memegangi tangan tuan ini." bisik suster itu pada suster lain nya yang masih mengontrol infus milik gadis tersebut. Mereka pun keluar dari ruangan ICU meninggalkan Erik sendiri disana.


"Apa kau ini jodohku?" Erik memandangi wajah wanita tersebut dengan sangat intens. Wanita yang ia tabrak mulai membukakan matanya dengan sangat perlahan.


"Aww ..." Lirih gadis itu memegangi kepalanya yang merasa sakit yang teramat.


"Hati-hati jangan memegangi kepala mu seperti itu. Kau baru saja kecelakaan jadi kepala mu itu dijahit." jelas Erik pada gadis yang ada dihadapannya.


"Kau..." gadis itu memandangi wajah Erik dengan sangat serius. Karna, ia seperti kenal dengan wajah itu.


"Perkenalkan nama saya Erik Anggara," Erik mengulurkan tangannya pada gadis yang sudah tersenyum.


"Kau Erik?? Senior di kampus ku bukan?" Gadis itu langsung menggenggam tangan Erik dengan sangat tidak percaya.


"Kau...?" Erik yang melihat kekonyolan gadis itu merasa sangat gemas.


"Aku Vivian, adik kelas mu semester 3 di jurusan manajemen informatika kakak senior." Vivian masih menggenggam tangan Erik pada nya.


"Baik lah Vivian, salam kenal ya!" Erik berusaha melepaskan tangannya. "Oh iya maaf karna, aku tidak sengaja menabrak mu tadi," Erik masih merasa bersalah pada Vivian. Terlebih lagi dia tidak tau kalau Vivian adalah adik kelas nya.


"Ah tidak apa-apa kok kak Erik! Aku nya saja yang tidak hati-hati tadi. Jika, kakak ingin menabrak ku sekali lagi aku juga rela kok." Vivian benar-benar tidak bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Mata nya terus saja berbinar-binar.


"Mengapa kau menatap ku seperti itu?" Erik merasa geli dengan kekonyolan Vivian pada nya. Ingin sekali ia tertawa juga saat itu namun ia harus menahan nya.


"Bagaimana bisa aku tidak menatap wajah pria yang setampan mu ini kak!" ujar Vivian dengan polos nya, "kau itu adalah lelaki idaman di kampus kita kak. Untuk memandang mu saja hanya menjadi sebuah khayalan bagi ku! Siapa sangka hanya perkara aku ditabrak oleh mu, aku bisa melihat mu sedekat ini kak." Vivian pun mencubit dirinya sendiri berusaha memastikan yang ia lihat adalah nyata.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2