
"Wah wah wah!!" Shelly menepuk kedua tangan nya di hadapan mereka semua. Vaya saat itu merasa agak ngeri. Karna sebelumnya ucapan yang di lontarkan oleh gadis tersebut sangat mematikan terdengar di telinga nya.
"Ternyata seorang Darren Abraham Khan, pria yang terkenal kaya raya dan juga terkenal dengan sifat kejam. Merupakan pria yang sangat pengecut di mata seorang Shelly." Sinis Shelly pada Darren.
"Apa maksudmu?" Darren menatap tajam kearah Shelly.
"Anda pikir saya takut dengan tatapan tajam anda dan juga suara anda yang terdengar tinggi itu?" Shelly menatap dengan mata yang tidak kalah tajam nya dari Darren.
"Sebaiknya kau pergi!" Darren yang tidak ingin tersulut oleh emosi memilih untuk mengusir Shelly dari rumah sakit tersebut.
"Seharusnya kau lah yang pergi! Sahabat ku tidak membutuhkan mu. Dia hanya membutuhkan ku saat ini!" Tegas Shelly pada Darren membuat semua orang menatap kaget kearah Shelly.
"Jaga ucapan mu pada kak Darren!" Vaya mendorong tubuh Shelly dengan kuat membuat Shelly hampir terjatuh.
"Kak Darren? Dia adik mu?" Shelly menatap kearah Darren dan seluruh orang yang ada di sana.
"Dia adik ku," Bobby menjawab pertanyaan Shelly yang tertuju pada Darren.
"Dia adik mu tuan Bobby?" Shelly memastikan ucapan yang kurang terdengar oleh Shelly.
"Ya dia adik ku." Jawab Bobby untuk kedua kali nya.
"Dan aku adalah Vaya Charlton! Wanita yang membuat sahabat mu menjadi seperti saat ini. Kak Darren tidak salah apa-apa! Jadi aku mohon jangan salahkan kak Darren atas apa yang tidak pernah ia perbuat." Vaya menatap sendu kearah Shelly.
Raut wajah Shelly langsung berubah sangat merah mendengar ucapan dari Vaya. Semua orang menatap kearah Shelly yang terlihat sangat misteri dengan tatapan mata nya tertuju kearah Vaya. Bobby yang melihat wajah Shelly seperti itu langsung memegang pundak Shelly.
"Jangan menyentuh ku!!" Teriak Shelly pada Bobby membuat semua orang terkejut.
"Nona Shelly ini rumah sakit. Jadi saya harap anda tenang!" Andhika berusaha meredakan suasana yang menurut nya sangat tidak enak.
"Iya nak, tenang kan dirimu!" Timpal omay dan juga mama Darren.
"Kalian semua benar-benar menjijikkan!" Ucapan Shelly terlontar begitu saja. Membuat omay hampir terjatuh karna ucapan Shelly.
"Omay," teriak Bobby dan juga Darren saat melihat omay nya memegang dada nya itu.
"Kasella bawa omay dan juga mama ku pergi dari sini!" Perintah Darren dengan suara yang bergetar. Ia benar-benar tidak tau harus seperti apa. Saat ini pikiran Darren sangat kacau.
Saat omay dan juga Aurora sudah meninggalkan mereka. Mata Darren menatap tajam kearah Shelly.
"Tenang Darren! Mau bagaimana pun dia adalah sahabat istri mu." Ujar Bobby dengan suara yang pelan.
"Sebaiknya anda pergi dari sini! Atau aku--"
"Atau apa??" Shelly menantang ucapan Darren pada nya.
"Kau ingin membunuh ku atau menghancurkan hidup ku? Bukan kah begitu sifat anda tuan Darren Abraham Khan yang terhormat!" Mata Shelly menatap kearah Darren dengan suara yang begitu lantang.
__ADS_1
Darren menahan emosi nya dengan tangan nya yang sudah mengatup keras karna ucapan Shelly.
"Dan kau!" Shelly mendekati Vaya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Ka-kau mau apa?" Vaya memundurkan langkahnya perlahan.
"Kau masih ingat aku bukan?" Sinis Shelly pada Vaya.
"Ti-tidak! Bagaimana bisa aku mengingat wanita seperti dirimu." Vaya menegakkan kedua tubuh nya itu menatap kearah Shelly.
"Jangan kau pikir kau lebih tua beberapa tahun dari ku. Aku takut padamu!" Nafas Shelly benar-benar sudah tidak beraturan.
"Jika itu sudah menyangkut tentang sahabat ku. Maka, aku tidak akan memandang orang seperti apa yang akan aku hadapi. Termasuk anda tuan Darren Abraham Khan!" Lirikan Shelly pada Darren sangat mematikan.
"Aku harus apa? Bobby berpikirlah!" Bobby tidak percaya sama sekali melihat sifat asli dari seorang Shelly.
Plakk
Tiba-tiba saja suara tamparan mengejutkan lamunan Bobby. Shelly menampar sangat keras pada wajah Vaya membuat Vaya meringis karna perih dan juga panas yang ia rasakan pada pipi nya.
"Kak," Vaya mengeluarkan air mata sambil menahan rasa sakit nya.
"Shelly Rulla!!" Raung Darren pada Shelly.
"Darren Abraham Khan!!" Shelly membalas raungan Darren dengan suara yang tidak kalah keras nya.
"Kau pikir aku bodoh tuan Bobby! Rumah sakit seorang Andhika Kasella pasti memiliki sistem kedap suara di ruangan pasien lain. Dan hanya ada beberapa tombol saja yang bisa memanggil para dokter atau perawat lain nya untuk datang. Dan kau tidak perlu khawatir jika pasien itu tidak bisa menekan tombol tersebut. Maka kamera cctv di sini sudah cukup untuk memantau mereka!" Sinis Shelly pada Bobby membuat Bobby hanya bisa terdiam saja.
"Aku tidak menyangka! Ternyata seorang Darren Abraham Khan selain kejam tapi, juga suka bermain wanita di belakang istri nya sendiri." Shelly langsung duduk di kursi rumah sakit dengan memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Maafkan aku," lirih Darren.
"Maaf? Apa bisa maaf mu itu membuat sahabat ku seperti sebelumnya." Shelly menaikan kedua alis nya menatap kearah Darren.
"Dengar! Kak Darren tidak salah. Aku yang salah!" Vaya tidak tega melihat Darren yang sudah sangat terpuruk itu.
"Nona Shelly, maaf kan saya! Andai saya bisa menjaga adik saya lebih baik lagi. Mungkin ini tidak akan terjadi!" Bobby menundukkan kepalanya.
"Haha.." Shelly tertawa kecil mendengar ucapan mereka.
Di tatap nya betapa menyedihkannya mereka saat mengucapkan kata maaf pada dirinya. Dan betapa menjijikkan nya bagi Shelly saat tau apa alasan sahabat nya itu kecelakaan.
"Nona Shelly," Bobby merasa sedikit takut melihat raut wajah Shelly yang berubah seperti itu.
"Kalian semua benar-benar membuat ku ingin tertawa." Ujar Shelly dengan tawa yang keluar dari bibir nya.
"Saling menyalahkan diri sendiri? Itu memang merupakan keahlian terpendam orang kaya seperti kalian." Shelly menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan mereka.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Vaya tidak mengerti arti ucapan Shelly.
"Maksud ku? Kau menanyakan apa maksudku? Hahaha, tuan Bobby malang sekali nasib mu memiliki adik seperti ini." Senyum tipis terukir di wajah Shelly.
"Cukup nona Shelly! Saya sudah menahan semua penghinaan yang anda lontarkan pada adik dan juga sahabat saya. Kali ini saya bilang hentikan semua nya." Bobby tidak menyangka Shelly bisa sekejam ini saat berbicara.
"Hentikan? Kau bilang hentikan pada ku?" Shelly menatap kearah Bobby.
"Jika kau menyuruhku untuk menghentikan semuanya, lantas kenapa sebelumnya kau tidak memaksa adik mu itu untuk berhenti mendekati suami sahabat ku!" Sergah Shelly.
"Kalian tau? Betapa berat nya sahabat ku menjalani hidup tanpa sosok orang tua. Dia membesarkan adik nya dengan sangat susah payah. Dan hanya sebuah kesalahan yang tidak di sengaja. Anda malah menjebak dirinya untuk menikah dengan pria seperti anda." Air mata Shelly mengalir di kedua pipi nya.
"Kalian tau? Seberapa menderitanya sahabat ku itu? Dia pernah menahan rasa lapar nya hanya untuk adik nya. Da-dan untuk pertama kali nya aku melihat Viola sangat bahagia saat ia memberitahukan berita kehamilan nya. Tapi aku juga tau saat itu dia juga sedang menahan rasa sakit hati nya pada mu. Tapi kalian, kalian semua menghancurkan nya begitu saja. Aku tidak habis pikir bagaimana bisa orang kaya seperti kalian bisa sekejam ini!" Shelly tidak sanggup lagi. Ia benar-benar sudah tidak tahan menguat kan diri nya itu.
"Maaf kan aku nona Shelly," Bobby benar-benar merasa bersalah.
"Kalian tidak perlu terus-menerus meminta maaf pada ku! Karna itu tidak ada gunanya. Sedangkan sahabat ku sendiri saat ini sedang berjuang melawan rasa sakit nya. Bahkan aku tidak tau bagaimana nanti reaksi Viola saat mengetahui anak nya sudah tiada." Kata-kata Shelly lagi-lagi membuat Darren membeku.
Darren sangat terpukul ketika ia mengetahui kehamilan Viola pada saat ia juga kehilangan anak nya sendiri. Di tambah lagi hanya karna kesalahpahaman membuat akibat yang sangat fatal bagi Viola dan juga dirinya.
"Nona Shelly, ini semua tidak seperti apa yang anda pikirkan! Aku dan kak Darren--"
"Saling mencintai! Itu kan yang ingin kau katakan?" Sela Shelly dengan wajah yang sudah sangat kacau.
"Kau tidak perlu memberitahu ku! Karna sebelum sahabat ku kecelakaan panggilan kami masih terhubung sampai sahabat ku dalam kondisi seperti ini."Shelly teringat kembali suara hantaman mobil yang sangat kuat membuat air mata Shelly terus saja mengalir.
Vaya mendengar ucapan dari Shelly hanya bisa terdiam saja. Karna percuma juga menjelaskan nya pada orang yang dalam keadaan emosi dan juga sedih.
Saat ini keadaan terasa sangat senyap karna tidak ada yang buka suara sama sekali. Namun tiba-tiba saja--
"Berapa hutang sahabat ku pada mu?'' tanya Shelly pada Darren. Darren hanya diam saja tanpa menjawab sedikit pun.
"Ah, kau tidak perlu memberitahu kan pada ku! Karna aku sudah tau!" Shelly menatap ke arah Darren yang diam seperti patung.
"100 juta bukan?" Ujar Shelly. Saat ini Vaya dan Bobby berusaha menghela nafas nya itu. Mereka berharap Shelly tidak membuat ulah lagi.
"Baiklah jika anda tidak mau menjawab nya. Tapi, anda tidak perlu khawatir tuan Darren. Saya sudah ada uang untuk membayar hutang sahabat saya. Dan masalah Tara, kau tidak perlu khawatir aku dan juga Viola mampu menanggung nya tanpa bantuan dari anda." Shelly berdiri dari duduk nya itu.
"Aku hanya ingin bilang satu hal pada mu! Hutang piutang Viola biar aku yang membayar nya. Dan setelah ini, ketika Viola tersadar aku akan meminta nya untuk bercerai dengan anda!"
Deg
Kata-kata Shelly seperti pisau yang tertancap di dada Darren. Sakit sekali yang Darren rasa kan dan sangat terkejut mendengar ucapan itu.
^^^Bersambung....^^^
...****************...
__ADS_1