Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 29 Lawan bisnis baru


__ADS_3

Kediaman Two drn. Khan..


Keesokan harinya ....


Viola yang sudah terbangun dari tidurnya, langsung melihat kearah samping nya yang dimana Darren masih tertidur. Dengan segera Viola memegang kening Darren.


"Syukurlah panasnya sudah turun!" Viola menghela nafas nya dengan sangat lega.


"Darren..! Aku buat makanan dulu ya. Kau harus banyak istirahat! Aku tidak tau apapun tentang mu sampai saat ini. Aku harap aku akan segera mengetahui nya." Viola mencium kening Darren dan langsung turun ke bawah dengan lift khusus mereka berdua.


"Aku akan memberitahu mu semua nya, jika waktu nya sudah tepat nanti istri ku!" Darren yang sudah terbangun dari tadi, memilih untuk berpura-pura tidur di depan Viola. ketika, Viola mencium Darren hanya senyuman tipis saja yang terlihat di bibir Darren.


Viola yang sudah ke lantai 1 (bawah) langsung menuju ke dapur. Dilihat semua para pelayan sibuk menyiapkan makanan untuk mereka.


"Sedang masak apa ?" Viola yang tidak tau nama pelayan disana hanya bisa berbicara sesopan mungkin.


"Maaf nyonya muda..! Saya tidak melihat nyonya tadi." Jawab pelayan itu.


"Tidak apa-apa, emang nya kamu masak apa?" tanya Viola yang masih melihat kearah masakan salah satu bagian masak.


"Ini menu makanan Inggris nyonya muda. Tuan muda sering memakan makanan ini." ujar pelayan tersebut.


"Saya tidak ingin makanan yang aneh seperti ini! Jadi, pagi ini saya saja ya yang memasak?" Viola tersenyum menatap kearah pelayan wanita tersebut.


"Jangan nyonya muda! Saya tidak ingin ada masalah. Nyonya duduk saja! Jika, nyonya menginginkan sesuatu nyonya bisa bilang ke saya." Wajah pelayan wanita itu sudah sangat pucat.


"Hey ... Mengapa kau ketakutan seperti itu? Saya kan tidak menakuti mu. Yasudah kamu tidak usah khawatir. Jika, suami saya marah! Saya yang akan bertanggungjawab." Viola memegang bahu pelayan wanita tersebut.


"Baik lah nyonya muda..!" balas pelayan itu.


"Oh iya nama mu siapa? Seperti nya usia kita tidak jauh!" Viola pun mengambil bahan makanan yang akan di masak nya.


"Nama saya Wati nyonya muda! Usia saya 21 thn nyonya." jawab Wati masih dengan rasa hormat nya.


"Oh jadi nama mu Wati! Kau lebih tua 1thn dengan ku Wati. Haruskah aku memanggil mu kakak?" Viola masih mengajak Wati berbincang. Sedangkan, Wati sudah ketakutan setengah mati. Apalagi mendengar ucapan nyonya muda nya yang membuat dia merasa merinding.


"Tidak perlu nyonya muda! Nyonya bisa memanggil nama saya saja." Tangan Wati langsung bergetar hebat.


"Baiklah jika itu mau mu." balas Viola.


"Oh iya! Kau melihat adik ku Wati? timpal Viola.


"Sepertinya nyonya Tara sudah keluar dari tadi nyonya muda." ujar Wati yang langsung membantu kegiatan nyonya muda nya.


"Anak itu selalu saja seperti ini! Tidak pernah berpamitan. Yasudah lah, lagian dia juga adik kesayangan ku." Viola langsung tersenyum dengan lesung pipinya.


"Nyonya muda sangat cantik ya! Apalagi jika nyonya sedang tersenyum. Dan nyonya juga sepertinya sangat menyayangi adik nya." gumam Wati


Viola dan Wati memasak menu makanan Indonesia. Karna, itu adalah tempat kelahiran Viola. Jadi, Viola tidak ingin memakan makanan yang aneh menurut nya. Viola memasak nasi goreng spesial untuk Darren. Dia juga memasak menu makanan Indonesia lain nya.

__ADS_1


Darren yang melihat Viola dari lantai atas hanya tersenyum saja melihat istri kecil nya.


"Kau sangat manis Viola!" Darren pun kembali kekamarnya dan membersihkan dirinya.


Karna, hari ini adalah hari libur. Darren yang sudah selesai mandi memilih untuk mengerjakan dokumen penting nya di ruang kerja nya. Sebelum, Darren keruang kerja nya dia menghampiri Viola yang sudah berada di meja makan untuk makan bersama.


"Pagi suamiku..!" Viola langsung tersenyum menatap kearah Darren.


"Kau kenapa?" Darren langsung mengerenyitkan kedua alis nya melihat Viola.


"Tidak apa-apa." Viola langsung mengambil piring dan langsung meletakkan nasi goreng spesial buatannya diatas piring Darren.


"Silahkan di coba!" Dengan segera Viola meletakkan piring yang sudah penuh dengan lauk pauk itu di hadapan Darren.


"Kau yang membuat nya?" Darren menatap Viola dengan sangat intens.


"Tentu saja! Cicipi lah." Viola terus memandangi wajah Darren.


"Bagaimana aku bisa mencoba nya! Jika kau saja terus melihat ku seperti itu." Darren langsung menjentikkan jari nya ke kening Viola.


"Aww! Sakit tau!" ketus Viola.


"Makan lah makanan mu dan aku juga akan makan makanan ku. Aku tau aku sangat tampan! Jadi, kau tidak perlu memandang ku seperti itu." Darren langsung memasukkan makanan nya ke mulut nya.


"Iss! Jangan GR! Siapa juga yang memandang mu." Viola pun memakan makanan nya tanpa, melihat kearah Darren. Sementara Darren sudah tersenyum melihat wajah mungil istri nya.


"Baik lah!" Jawab Viola.


"Dan satu hal lagi!" Darren menghentikan langkah kakinya. "Jika, kau ingin tidur. Maka, tidur lah dikamar! Dan jangan, tidur sembarangan seperti kau tidur di ruang tv di kediaman ku yang pertama! Kau mengerti Viola Talisa?" Darren menatap tajam kearah Viola. Dia tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali.


"Aku mengerti tuan Darren Abraham Khan!" Viola sangat kesal mendengar ucapan Darren padanya.


Tidak menunggu lama Bobby yang sudah di hubungi Darren untuk menemui nya sudah tiba di kediaman Darren. Bobby langsung masuk dan melihat Viola yang tengah duduk dan membaca beberapa buku novel.


Viola sangat gemar membaca novel. Ntah sudah berapa banyak novel yang ia baca. Sampai-sampai dia sudah tidak ingat lagi judul novel yang pernah di baca nya.


Bobby yang melihat Viola sedang duduk langsung menghampiri nya.


"Maaf nyonya muda! Tuan muda dimana ya?" tanya Bobby pada Viola.


"Oh ternyata tuan berkepribadian ganda sudah datang!" Viola langsung tersenyum melihat wajah Bobby yang sudah kesal. "Tuan muda mu ada diruang kerjanya tuan Bobby yang terhormat." Viola tidak bisa menahan tawanya dan langsung tertawa.


"Maaf nyonya muda! Apa ada yang lucu? Sehingga kau tertawa." Bobby berusaha menahan rasa kesal nya.


"Tidak ada! Aku hanya bangga pada diri sendiri. Bagaimana bisa aku membuat nama panggilan sebagus itu pada mu dan Darren! Yang satu nya Mr.ice dan tuan singa. Sementara yang satu nya lagi berkepribadian ganda!" Viola langsung tertawa dengan sangat lepas.


"Kau tau Bob? Mengapa aku memberikan panggilan mu seperti itu. Itu, karna kau sama seperti tuan mu. Yang terkadang kau lembut dan murah senyum. Namun, terkadang kau dingin juga seperti Darren." Viola yang sudah tidak tahan dengan tawa nya berusaha menepuk pundak Bobby. Bobby yang sudah melihat arah tangan Viola langsung menghindari nya.


"Maaf nyonya muda! Saya rasa ini tidak pantas. Nyonya tidak boleh menyentuh saya. Jika, suami nyonya tau. Maka, habis lah saya!" Bobby langsung membayangkan kemurkaan Darren sebelumnya pada dirinya itu.

__ADS_1


"AAhhh!! Baik lah. Aku juga tidak ingin menyentuh mu!" Viola sangat kesal mendengar ucapan Bobby pada nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya." Dengan segera Bobby memasuki lift umum Darren menuju Kelantai 2.


"Dasar pria aneh! Mereka berdua sama saja." Viola menghela nafas nya dan menggeleng kan kepalanya.


......................


Ruang kerja Darren...


"Tok ... Tok ... Tok."


"Masuklah..!" perintah Darren.


"Tuan ada apa mencari saya? Inikan hari libur?" tanya Bobby pada Darren.


"Bob sejak kapan kau mementingkan hari libur?" Darren yang melihat Bobby langsung tersenyum sinis kearah nya.


"Aku tidak terlalu mementingkan nya. Aku cuman berpikir, siapa tau sahabat ku ini sedang ingin bersama istri nya di hari libur! Jadi, ketika kau menyuruhku untuk datang. Aku sangat terkejut!" Bobby membalas tatapan Darren pada nya.


"Bob! Sepertinya kau memang sudah bosan kerja dengan ku ya? Apa kau butuh bantuan ku untuk surat pengunduran diri mu." Darren pun langsung membuka dokumen yang di ada di mejanya.


"Hahahaha ... Maaf tuan muda. Saya tidak akan mengulangi nya lagi. Dan saya masih ingin bekerja dengan mu tuan." Bobby tertawa kecil melihat wajah kesal Darren.


"Siapa lawan bisnis kita kali ini Bob?" Kini Darren mulai berbicara serius pada Bobby.


"Saingan kita dari perusahaan besar yang ada di new York Darren. Sepertinya, perusahaan itu tidak bisa dianggap sepele. Aku dengar dia mau mengambil posisi miliader dunia yang sedang kau duduki posisi ini Darren." Bobby langsung merasa khawatir.


"Kau tenang saja Bob! Aku tidak akan bisa di kalah kan dengan perusahaan seperti itu." Darren masih fokus dengan dokumen nya.


"Jadi, langkah kita berikut nya apa Darren?" tanya Bobby.


"Kita ikuti saja alur nya! Lagian posisi dia masih jauh dibawah ku." Darren pun menyerahkan beberapa berkas kearah Darren.


"Apa ini Darren?" Bobby membuka berkas yang di beri Darren padanya.


"Kau rebut semua kerjasama dengan perusahaan lain yang ada di new York. Tanam saham kita sebesar mungkin di perusahaan yang ada di new York. Jatuhkan lawan kita seperti biasa nya tuan Bobby!" Darren langsung tersenyum sinis kearah Bobby.


"Baiklah aku mengerti Darren! Kau lawan bisnis yang sangat kejam tuan Darren." Mereka berdua pun langsung tersenyum satu sama lain.


Viola yang sudah lelah membaca novel nya memilih untuk kekamar nya. Viola pun menaiki lift khusus Darren. Sebelum, Viola masuk kekamar nya langkah kaki Viola terhenti melihat kearah ruang kerja Darren.


"Sebenarnya, mereka bahas apa ya? Kok lama banget." Viola masih memandangi pintu kerja Darren.


"Ahh ... Sudah lah! Itu juga bukan urusan ku. Lebih baik aku masuk kamar dan langsung streaming Drakor favorit ku!" Viola membuka pintu kamarnya dan langsung menonton Drakor favorit nya sambil rebahan..


^^^...Bersambung......^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2