
"ehem!" Viola yang merasa canggung karna terus di tatap oleh Darren mulai mencair kan suasana yang ada.
"Ada apa istriku? Apa tenggorakan mu terasa sakit?" Tanya Darren dengan nada yang cemas nya.
"Tidak ada Darren. Aku hanya haus saja!" ujar Viola pada suaminya.
"Kalau begitu minum lah! Kau itu sudah tau haus bukan nya minum malah diam saja." Darren yang melihat istri nya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Hah! bagaimana bisa aku minum jika kau saja menatap ku seperti itu!" gumam Viola di dalam hati nya itu.
Darren segera menuangkan air putih ke gelas yang ada di hadapannya dan memberikan Viola air minum tersebut. Viola yang tanpa ragu nya langsung mengambil air yang suaminya berikan dan minum dengan cepat. Jujur saja Viola memang sangat haus karna sejak tadi ia selalu saja berteriak dan juga menangis.
"Istri ku! Kau tidak ingin melanjutkan yang tadi?" Tanya Darren pada Viola.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Viola sangat terkejut mendengar ucapan dari Darren dan langsung tersedak dengan air yang ia minum tadi.
"Pelan-pelan kalau sedang minum itu!" Darren pun mengelus punggung Viola dengan sangat perlahan.
"Habis nya kau itu mengejutkan ku saja." Ketus Viola pada Darren.
"Aku? Mengejutkan mu? Yang benar saja! Istri ku, dimana letak perkataan ku yang membuat mu terkejut? Bukan kah itu hal yang sangat wajar jika seorang suami menanyakan hal seperti itu pada istri nya sendiri!" Darren tidak habis pikir mendengar ucapan istri nya itu.
"Setidaknya kau itu jangan bilang di saat kita sendiri tidak pernah melakukan nya! Ini adalah hal yang berbeda dengan orang lain pada umumnya." jelas Viola pada Darren.
"Istri ku! Bukan kah semua orang juga pernah merasakan hal seperti yang akan kita rasakan untuk pertama kalinya? Mereka juga belum pernah melakukan nya tapi, mereka pasti akan melakukan hal tersebut. Untuk apa kau terkejut dengan suatu hal yang pasti akan kau rasakan!" Darren kembali membalas ucapan Viola dengan segala pemikiran nya.
"Susah banget sih jelasin nya padamu! Darren inti nya itu aku sedikit takut." Tegas Viola pada Darren dengan suara kesal nya.
"Kau tidak perlu takut istri ku! Aku akan melakukan nya secara perlahan." Darren mengedipkan sebelah matanya itu pada Viola. Membuat Viola bergidik ngeri.
"Darren boleh aku jujur?" tanya Viola pada Darren.
"Of course my wife!" Jawab Darren pada Viola.
"Kau itu lebih mengerikan dengan wajah mu yang seperti tadi di bandingkan kau memasang wajah es di hadapan ku." Viola menautkan kedua alisnya menatap kearah Darren.
"Istri ku! Kau sedang mengejekku ya?" Tatap Darren dengan sangat intens pada Viola.
"Aku tidak mengejek mu! Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya." ujar Viola pada Darren.
"Tidak usah banyak alasan! Aku tau kau sedang mengatai ku sekarang kan?" Tatap Darren pada Viola dengan penuh penyelidikan nya.
"Kau itu jangan sok tau deh!" Viola hanya menghela nafas nya saja menghadapi sikap suami nya yang sangat aneh itu.
Darren langsung tersenyum tipis dan segera menggenggam tangan Viola untuk membawanya keluar dari ruangan nya itu.
"Kau ingin bawa ku kemana?" Viola yang merasa tangan nya di tarik oleh Darren menatap Darren dengan sangat bingung.
__ADS_1
"Tentu saja kita harus pulang ke kediaman ku!" Balas Darren tanpa menoleh kearah Viola.
"Untuk apa kita pulang ke kediaman mu? Aku bisa pulang sendiri di antar sama pak Sukirman." Viola merasa akan ada hal yang membuat dirinya di rugikan hari ini.
"Kau lupa aku bilang apa pada mu saat Kasella belum datang tadi?" Darren menghentikan langkahnya dan menatap kearah Viola.
"Memang nya kau bilang apa?" Viola tidak ingat perkataan Darren pada nya.
"Ya Tuhan! Mengapa aku memiliki istri sepintar dia sih!" Darren hanya menghela nafas nya saja.
"Kau itu memuji ku atau menghina ku?" Tanya Viola dengan sedikit kesal nya pada Darren.
"Sudah jangan mengalihkan pembicaraan! Bukan kah sudah ku katakan pada mu bahwa aku akan menghukum mu karna sudah berani membentak ku di depan semua orang tadi." Darren kembali mengingat kan ucapannya pada Viola.
"Viola! Habis lah kau hari ini. Ternyata dia orang yang pendendam!" Viola bergidik ngeri menatap wajah suaminya yang tersenyum kecil pada nya.
"Suamiku! Maafkan lah istri mu yang bodoh ini. Aku pasti sudah kehilangan akal sehat ku saat itu! karna, sudah berani membentak mu di hadapan semua orang." Dengan segera Viola menggandeng tangan Darren dan menaruhkan kepalanya itu di bahu Darren.
"Viola Talisa! Kau sedang menggoda ku ya?" Tanya Darren dengan seringai licik di wajah.
"Cih! Siapa juga yang sedang menggoda mu." Viola yang mendengar ucapan Darren langsung berdiri seperti sebelumnya.
"Wah! Wah! Wah! Viola Talisa. Akting mu sangat bagus!" Darren hanya bisa menahan tawa nya itu melihat kelakuan Viola.
"Ahh Darren! Kau itu benar-benar membuat ku kesal. Lagian kau juga sedang bekerja kan? Untuk apa pulang ke kediaman mu saat ini! Bukan kah ini belum jam pulang kerja mu?" Viola langsung mencari alasan sebisa mungkin agar Darren tidak menghukum nya.
"Tapi untuk apa kau pulang secepat ini! Bukan kah di kediaman mu juga tidak melakukan apa-apa? Kau akan merasa bosan nnti nya suami ku." Viola kembali mengeluarkan seribu jurus yang ia punya.
"Aku pulang hari ini bukan cuma-cuma istri ku! Kita akan segera membuat cucu untuk mama ku dan cicit untuk omay ku!" Balas Darren pada Viola dengan suara tenang nya.
"Ka-kau itu tidak punya rasa malu ya! Bisa-bisanya mengatakan hal seperti itu di siang bolong seperti ini." Viola yang mendengar ucapan Darren merasa sangat malu dan salah tingkah.
"Untuk apa aku malu? Bukan kah ini hal yang wajar! Lagian kita juga sudah melakukan pahala yang besar."
"Darren hentikan lah! Aku malu. Kau tidak tau apa betapa gugup nya aku!" Ketus Viola pada Darren dengan wajah yang sudah tertunduk.
Darren yang menatap Viola seperti itu merasa bersalah. Jujur saja Darren sendiri juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh istri nya itu.
"Istri ku! Percaya lah padaku ini juga yang pertama kali nya dalam hidup ku. Tidak hanya kau saja yang merasakan hal tersebut! Aku juga merasakan hal yang sama. Namun, kita harus menutupi rasa ketakutan kita dengan rasa sayang yang kita miliki." Darren memegang wajah Viola dan mengangkat pelan ke hadapan nya agar Darren dapat melihat wajah Viola.
"Tapi--" Viola tidak berani melanjutkan perkataannya lagi.
"Tapi apa istri ku?" Tanya Darren pada Viola.
"Tapi, bukan kah hal seperti itu di lakukan di malam hari? Mengapa kita harus melakukan nya di siang hari?" Tanya Viola dengan sangat polos nya.
"Hahahaha .." Darren yang mendengar ucapan Viola dengan seketika langsung tertawa sekeras nya.
__ADS_1
"Siapa yang mengatakan hal itu istri ku?" Tanya Darren dengan masih tawa nya.
"Tidak ada! Tapi, setau ku malam pertama itu pasti di lakukan di malam hari. Jika kita melakukan nya sekarang bukan kah itu namanya siang pertama?" Lagi-lagi perkataan Viola semakin membuat Darren tertawa terbahak-bahak.
"Mengapa aku memiliki istri sepolos ini!" Darren hanya bisa mengelap sudut matanya yang hendak keluar air karna tawa nya itu.
"Kau itu sedang mengejek ku ya?" Viola yang melihat Darren terus saja tertawa merasa kesal dan memajukan bibirnya itu.
"Aku tidak mengejek mu! Aku hanya gemas saja sama kelakuan istri ku ini." Darren mencubit kedua pipi Viola dengan sangat gemas.
"Darren kau itu apa-apaan sih! Sakit tau." Ketus Viola dan mengelus pipinya itu.
"Habis nya kau itu selalu saja membuat ku gemas dan ingin menerkam mu saat ini juga." Ujar Darren dengan senyum kecil nya.
"Kau itu kejam sekali!" Ujar Viola pada Darren.
"Baiklah maafkan aku!" Darren pun membelai rambut Viola.
"Karna, istriku ini sangat menginginkan malam pertama dan bukan nya siang pertama. Maka aku akan melakukan nya di malam hari saja." Darren kembali menahan tawa nya itu. Sementara Viola yang mendengar perkataan Darren merasa benar-benar sangat malu.
"Darren! Berhenti lah mengejekku." Protes Viola pada Darren.
"Aku tidak mengejek mu! Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Istri ku malam ini akan ada banyak sekali kejutan yang akan kau terima." Ujar Darren dengan tersenyum pada Viola.
"Darren! Sudah lah kau itu selalu saja menggoda ku." Ketus Viola dengan wajah nya yang sudah menahan malu.
"Aku tidak menggoda mu! Sekarang istirahat lah istri ku. Karna, kau akan memerlukan tenaga yang cukup banyak untuk malam ini!" Darren tersenyum tipis pada Viola semakin membuat pipi Viola merah merona.
Dengan segera Darren membawa Viola kembali keruang istirahat nya dan menyuruh Viola untuk berbaring diatas tempat tidur nya itu.
"Pejamkan lah mata mu istri ku! Aku akan membangun kan mu jika sudah saat nya aku pulang kerja." Darren membelai rambu Viola dengan sangat lembut.
Viola yang menerima setiap perlakuan Darren perlahan mulai memejamkan matanya itu. Butuh waktu 15 menit Darren untuk menidurkan istri kecil nya.
Darren yang melihat Viola sudah terlelap dari tidurnya pun langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor seseorang.
"Siap kan sebuah kejutan yang romantis! Dan suasana yang sangat indah untuk ku dan istri ku malam ini! aku akan membuat tuan kecil untuk kalian semua." Begitulah ucapan Darren pada pak Dadang yang langsung membuat pak Dadang senang.
"Baik tuan muda! Kami semua akan melakukan yang terbaik tanpa ada kesalahan sedikit pun." Balas Pakal Dadang dengan suara senang nya.
Darren yang sudah mendapatkan jawaban dari pak Dadang langsung mematikan ponselnya itu dan berjalan ke kursi kerja nya untuk melanjutkan semua pekerjaan nya tersebut. Untuk pertama kali nya ada seseorang yang akan membeberkan malam pertama nya ke semua orang. Jika Viola tau maka entah rasa malu bagaimana lagi yang akan ia tanggung.
Sementara di seluruh kediaman kedua Darren sudah terlihat semua orang sangat sibuk dengan pekerjaan yang di perintahkan oleh pak Dadang untuk suprise yang akan mereka buat untuk nyonya muda nya itu dan tuan kecil yang akan segera di ciptakan. oleh tuan muda dan nyonya muda mereka.
^^^Bersambung...^^^
...****************...
__ADS_1