Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 134 Kesalahpahaman.


__ADS_3

"Sudah cukup sekertaris Bobby!" Viola langsung menangis saat dirinya benar-benar tidak tahan lagi.


"Nyonya muda," mereka semua terkejut melihat Viola menangis dan mendekati Viola dengan tatapan yang sangat khawatir.


Viola terus saja menangis tanpa bersuara sedikit pun saat ini Viola menutup wajah nya dengan kedua lutut nya itu.


"Apa yang sudah kau lakukan Vaya!" Bobby mengancingkan gigi nya itu menatap kearah Vaya.


"Aku--"


"Biar aku saja yang menjelaskan nya tuan Bobby," Shelly mengangkat suaranya itu dan mengelus bahu Viola.


"Viola merasa sangat bersalah pada Darren. Karna ternyata apa yang ia dengar hanya lah sebuah kesalahpahaman saja." Shelly menghela nafas nya dan mulai menyerahkan rekaman cctv yang Vaya bawa pada Bobby.


"Apa ini?" Bobby menatap ponsel yang saat ini ada di tangan Shelly.


"Lihat lah sendiri." Ujar Shelly


Bobby pun langsung melihat rekaman cctv yang ada di ponsel Vaya.


......................


Flash back on.


Vaya yang saat ini berada di ruang kerja Darren. Masih menatap pria yang hanya diam saja tanpa mempedulikan kehadiran nya itu.


"Kak," panggil Vaya dengan suara yang sangat lembut.


"Katakan lah apa yang ingin kau katakan! Dan pergilah jika kau sudah menyelesaikan perkataan mu." Darren menatap sekilas kearah Vaya lalu kembali fokus pada komputer nya.


"Aku, aku ingin kita bersama lagi kak." Vaya menundukkan kepalanya. Ia benar-benar sangat menyesal karna sudah membatalkan pernikahan nya begitu saja.


"Vaya Charlton! Kau lupa kalau aku sudah memiliki istri." Darren menatap tajam kearah Vaya.


"Kak, seharusnya aku lah yang menjadi istri mu saat ini." Vaya menahan diri nya agar tidak menangis di hadapan Darren. Ia ingin bersikap dewasa saat berhadapan dengan pria yang sangat ia cintai.


"Lalu kenapa kau menghilang saat kita akan menikah?" Darren tampak berusaha mengendalikan dirinya.


"It-itu karna aku marah pada mu kak. Kau sama sekali tidak peduli dengan pernikahan kita. Aku kecewa! Sehingga aku memutuskan untuk pergi agar kau merasakan hal yang sama seperti apa yang ku rasa kan." Jawab Vaya dengan ekspresi menyesal nya.


"Dengar Vaya! Sudah ku katakan sebelumnya pada mu bukan? Sebelum orang tua ku memutuskan untuk kita menikah. aku sudah pernah bilang pada mu, mau bagaimana pun kau akan tetap ku anggap sebagai adik ku. Namun, kau sendiri yang terlalu memaksakan diri untuk bersama ku." Darren mengelus kepala Vaya. Ia tidak tega melihat Vaya yang terlalu obsesi pada nya.


"Ceraikan istri mu kak! Dan menikah lah dengan ku." Vaya memohon pada Darren dengan memeluk tubuh Darren yang sangat kekar.


"Vaya!" Mendengar ucapan Vaya sedikit membuat emosi Darren tersulut.


"Kenapa kak? Bukan kah kau tidak mencintai nya? Lalu kenapa kau tidak bisa melakukan nya demi aku? Anggap lah ini permintaan adik perempuan mu." Vaya menatap manik mata Darren yang terlihat tajam menatap kearah nya.


"Keluar lah! Seperti nya sangat sulit berbicara pada mu saat ini. Kau tidak mau mendengarkan perkataan dari orang lain lagi sekarang." Darren mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kak, Aku mencintaimu bahkan sangat mencintai mu! Lalu kenapa tidak pernah sedikitpun kau membalas cinta ku kak?" Vaya meninggi kan suara nya itu dengan air mata yang mengalir di kedua pipi Vaya membuat Darren merasa sangat kasian.

__ADS_1


Darren menghela nafas nya lalu menakup wajah Vaya agar menatap kearah nya. Terlihat sangat jelas mata Vaya sudah bengkak akibat tangis nya itu.


"Vaya Charlton! Aku memang mencintai mu. Bahkan sangat mencintai mu!" Suara Darren bergema di seluruh ruangan tersebut membuat mata Vaya melebar mendengar ucapan dari Darren. Ia tidak pernah mendengar ucapan itu sebelum nya keluar dari bibir Darren.


"Kak," Vaya yang mendengar ucapan dari Darren kembali memeluk tubuh Darren dengan sangat erat.


"Tapi, rasa cinta ku itu hanya sebatas rasa cinta seorang kakak nya kepada adik perempuannya Vaya." Darren mengelus kepala Vaya.


"Apa maksudmu kak?" Vaya melerai pelukan nya itu menatap kearah Darren.


"Vaya kau itu sudah seperti adik kandung ku sendiri. Aku mencintai mu seperti Bobby mencintai mu Vaya. Sedangkan untuk menceraikan istri ku itu adalah hal yang sangat mustahil! Karna aku sangat menyayangi dirinya. Bagi ku jika aku sudah menyayangi seseorang berarti aku sangat mencintai orang tersebut. Namun, jika hanya cinta seperti aku mencintaimu sebagai seorang adik bukan berarti aku menyayangimu Vaya. Ku harap mengerti lah! Kau sudah dewasa Vaya!" Darren tersenyum tipis pada Vaya. Sementara Vaya terdiam di tempatnya dengan air mata yang mengalir begitu deras nya.


"Kau membenciku kak?" Vaya menatap wajah Darren dengan wajah yang terlihat sangat kacau.


"Aku tidak membenci mu! Tapi, aku juga tidak bisa untuk memberikan hati ku pada mu. Hatiku sudah sepenuhnya menjadi milik istri ku Vaya." Darren terus saja mengucap hal yang menyakiti hati Vaya


"Kak, aku mohon lupakanlah istri mu! Dan coba lah untuk mencintai ku." Vaya sedikit memaksa Darren membuat Darren terlihat marah.


"Vaya Charlton! Sudah cukup kau bersikap seperti kekanak-kanakan. sekarang keluar lah dari ruangan ku!" Nafas Darren kembali naik turun akibat emosi nya.


Vaya yang di bentak oleh Darren langsung terdiam dan terus saja menangis tanpa bersuara sedikit. Kemudian Bobby pun datang dengan membuka pintu secara tiba-tiba membuat emosi Darren semakin naik.


Flash back off.


......................


"Vaya," Bobby yang sudah melihat rekaman tersebut merasa sangat perihatin dengan adik nya.


"Jangan menangis adik ku! Kakak senang kau sudah berani meluruskan semua kesalahpahaman ini pada Viola." Bobby mengelus kepala adik nya.


"Bukan kah sudah ku katakan pada mu sebelum nya kak! Aku akan benar-benar pergi dari kehidupan kak Darren jika kak Darren sendiri yang menyuruh ku untuk pergi." Isak Vaya pada Bobby.


Andhika yang melihat Vaya merasa kasian dan juga bangga. Karna, Vaya yang selama ini mereka pikir wanita yang sangat egois sudah berani mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.


"Viola Talisa!" Vaya melerai pelukan nya itu dan menatap kearah Viola.


"Aku tau jika aku datang sendiri untuk menjelaskan semua nya pada mu tanpa bukti apapun. maka, kau tidak akan percaya pada ku. Oleh karna itu aku diam-diam mengambil rekaman cctv ini dari perusahaan kak Darren agar kau bisa melihat nya sendiri." Ujar Vaya dengan suara yang masih bergetar karna habis menangis.


"Kau sudah salah paham pada kak Darren! Kenapa kau tidak mau mendengarkan penjelasan kak Darren dulu pada mu? Tidak tau kah kau bahwa dirimu lah cinta pertama nya kak Darren? Dan yang aku sangat marah pada mu adalah saat kau dengan mudah nya minta cerai tanpa berpikir terlebih dahulu pada kak Darren. apakah kau tidak berpikir bagaimana perasaan kak Darren saat itu." Vaya sangat marah pada Viola. Mendengar ucapan Bobby saat mengatakan kak Darren seperti orang yang tidak ingin hidup membuat Vaya sangat sedih.


"Aku--" Viola benar-benar tidak tau harus seperti apa. Ia sadar ia sudah salah paham pada Darren.


"Mengapa aku bisa sebodoh ini." Viola memukul-mukul kepalanya membuat Shelly langsung memeluk tubuh Viola.


Saat Bobby menatap kearah Viola yang masih menangis tiba-tiba saja ponsel Bobby berbunyi membuat Bobby melihat pada layar ponsel nya.


"Bob," terdengar suara Darren dari ponsel Bobby.


"Iya tuan muda," Bobby dengan sigap menjawab ucapan Darren.


"Semua urusan perusahaan sudah aku selesaikan. Kau hanya perlu mengambil alih diri ku untuk beberapa saat. Aku akan pergi Bob!" Darren tersenyum tipis saat mengucapkan perkataan nya.

__ADS_1


"What! Kau mau pergi kemana Darren?" Suara Bobby yang terdengar sangat besar membuat Viola dan juga yang lain nya melihat kearah Bobby.


"Bob, Viola sudah menandatangani surat cerai itu?" Darren malah bertanya hal lain pada Bobby.


"Belum, tapi kau ingin pergi kemana Darren?" Bobby tau saat ini sahabat nya ingin mengalihkan pembicaraan nya itu.


"Jika dia sudah menandatangani nya maka, kembali lah dan urus perusahaan ku untuk sementara waktu." Darren langsung memutuskan panggilan nya itu membuat Bobby merasa semakin panik.


"Ada apa Bob?" Andhika memegang bahu sahabat nya yang masih mematung di tempatnya itu.


"Darren dia--" Bobby memejamkan kedua matanya. Ia sangat lelah dengan keadaan saat ini.


"Dia kenapa?" Viola dan Vaya serentak bertanya pada Bobby membuat Bobby, Shelly dan juga Andhika menatap kearah mereka berdua.


"Darren menugaskan ku untuk mengambil alih dirinya di perusahaan untuk beberapa waktu. Karna, Darren bilang dia akan pergi." Bobby menundukkan kepalanya itu setelah menyelesaikan ucapannya.


"Dia mau pergi kemana?" Viola menatap tajam kearah Bobby.


"Darren tidak bilang sama sekali ingin pergi kemana." Ujar Bobby pada Viola.


"Jangan-jangan kejadian yang terjadi di masa remaja Darren akan terulang kembali?" Andhika menutup mulut nya itu saat tau apa yang baru saja ia katakan.


"Oh Andhika kenapa kau hari ini sial sekali." Andhika hanya menundukkan kepalanya itu saat di tatap oleh Shelly.


"Darren," Viola yang mendengar ucapan Andhika seperti merasa ketakutan. Ia sangat takut Darren pergi dalam waktu yang lama.


"Nyonya muda kau sedang apa?" Andhika sangat terkejut saat melihat Viola melepaskan infus nya begitu saja.


"Aww! Kenapa ini terasa sakit sekali. Tidak seperti di drama-drama Korea yang aku tonton!" Viola mengelus punggung tangan nya itu karna merasa sakit.


"Tidak boleh! Anda belum sehat sepenuhnya." Andhika langsung melarang Viola yang hendak pergi.


"Dokter Andhika!" Viola menatap tajam kearah Andhika.


"Biarkan lah nyonya muda pergi! Aku akan suruh supir dan juga bodyguard untuk menjaga nyonya muda." Bobby menatap wajah Andhika yang masih berusaha keras melarang Viola.


"Baiklah, untuk hari ini kau boleh pulang! Namun, setelah hari ini berakhir kau sudah harus ada di rumah sakit ku kembali." Ujar Andhika dengan wajah yang terlihat kesal.


"Baiklah dokter Andhika." Viola tersenyum pada Andhika. sementara Andhika hanya bisa menghela nafas nya saja.


"Nyonya muda bawa lah ini!" Bobby yang teringat sesuatu langsung menyerahkan nya pada Viola.


"Apa ini?" Viola menautkan kedua alis nya.


"Surat cerai antara nyonya dan juga tuan. Saat ini hanya tinggal tanda tangan dari nyonya saja." Ucap Bobby pada Viola.


Viola langsung terdiam mendengar ucapan dari Bobby dan menatap kearah dokumen itu


^^^Bersambung...^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2