Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 67 Kedatangan Omay dan juga mama Darren


__ADS_3

Kini sudah terlihat sosok lelaki yang sedang duduk di sofa dengan wajah yang sudah mulai emosi.


"Mereka berdua sebenarnya sedang apa sih! Mengapa lama sekali?" Darren merasa sangat kesal sudah 1 jam dia menunggu kehadiran Viola dan juga adik ipar nya itu.


"Cih! Untuk pertama kali nya ada seseorang yang berani membuat ku menunggu!" Kesal Darren dan menghembuskan nafas nya dengan sangat kasar.


Namun tiba-tiba sosok lelaki pun datang menghampiri Darren yang sudah ada di ruang tamu nya yang berada di lantai bawah.


"Bob! Mengapa kau baru muncul sekarang?" Darren menatap Bobby dengan sangat tajam nya.


"Maaf tuan muda! Tadi ada sedikit masalah yang harus membuat saya tertunda sebentar." Bobby mendudukkan kepala nya pada Darren dan berdiri di samping Darren yang sedang duduk.


"Masalah apa yang kau hadapi sehingga kau berani menunda perintah ku?" Darren hanya berbicara dengan aura dingin nya tanpa menatap kearah Bobby.


"Masalah tentang Evan Anggara tuan muda." Jawab Bobby dengan sangat berhati-hati.


"Cih! Lagi-lagi masalah orang yang tidak punya sopan santun itu yang membuat kau menunda perintah ku." Darren hanya tersenyum tipis saja. Tiba-tiba ...


"Siapa pria yang tidak punya sopan santun itu sayang?" Tanya seseorang dari arah luar dengan suara yang bergema membuat Darren langsung menatap ke depan


"Welcome, nyonya tertua and nyonya besar." Seluruh para pelayan dan juga pekerja lain nya sudah berdiri dengan sangat rapi memberi hormat pada mama dan juga omay Darren.


"Kalian boleh pergi!" Hanya sebuah gerakan tangan dan 3 kata saja seluruh orang yang memberi hormat tadi sudah pergi dengan sangat cepat nya.


"Omay!" Darren sangat terkejut melihat siapa yang datang.


"Tante!" Bobby juga gak kalah terkejut nya dari Darren.


"Mengapa kalian berdua sangat terkejut?" Omay berjalan mendekat kearah mereka dengan tersenyum. Begitu juga dengan mama nya Darren.


"Ma, mengapa mama kesini?" Tanya Darren dengan raut wajah nya yang penuh tanda tanya.


"Tentu saja mama ingin menjumpai menantu kesayangan mama itu." Kesal mama Darren pada Darren. Aurora sama sekali tidak percaya mendengar ucapan putra nya itu. Bagaimana bisa putra nya bertanya seperti itu.


"Sayang, omay dengar adik nya Viola akan berangkat ke Paris. Jadi omay dan juga mama mu ingin mengucapkan selamat dan juga memberi nya beberapa hadiah." Omay menatap wajah cucu kesayangan nya itu.


"Baiklah omay. Tapi, aku mohon beritahu aku jika omay dan juga mama ingin kesini." Ujar Darren menatap kearah omay dan berganti kearah mama nya.


"Mengapa mama harus memberitahu mu? Suka-suka mama dong jika ingin kemari kapan saja!" Mama Darren sudah menatap putra nya itu dengan sangat tajam.


"Iya mama benar. Namun jika mama datang mendadak seperti ini, itu akan membuat menantu kesayangan mu terkena serangan jantung!" Darren menjawab pertanyaan mama nya dengan sangat kesal.


"Baiklah, baiklah! Jika mama ingin kemari mama akan memberitahu mu terlebih dahulu." Aurora saat ini tidak ingin bertengkar dengan putra nya. Jadi dia lebih memilih untuk mengalah saja.

__ADS_1


"Oh iya dimana Viola sayang?" Omay melihat keseluruhan lantai 1 kediaman Darren namun tidak menemukan keberadaan Viola.


"Viola ada di kamar adik nya omay. Aku sendiri tidak tau mereka sedang apa! Yang jelas aku sudah menunggu mereka berdua lebih dari 1 jam!" Darren hanya bisa menghela nafas nya dengan sangat kesal.


"Apa 1 jam?" Omay, mama dan juga Bobby langsung terkejut mendengar ucapan dari Darren.


"Mengapa kalian bertiga sangat terkejut?" Darren yang melihat ekspresi dari omay, mama dan juga sahabat nya itu merasa sangat aneh.


"Tentu saja kami semua terkejut! Bagaimana bisa seorang Darren Abraham Khan menunggu selama itu." Tukas mama Darren dengan tawa yang sudah ia tahan. Omay hanya tertawa kecil saja melihat wajah cucu kesayangan nya itu. Sementara Bobby sudah berusaha semampu nya menahan rasa tawa nya.


"Bob!" Darren menatap tajam kearah Bobby yang sejak tadi menahan tawanya.


"Maaf kan saya tuan muda." Bobby berusaha bersikap seperti biasanya dan menghilangkan rasa ingin tawa nya.


"Bob, sejak kapan Tante melihat mu memanggil sahabat mu ini tuan?" Mama Darren menatap Bobby dengan aneh.


"Ma dia sudah lama memanggil ku seperti itu! Lagian itu hanya formalitas di depan bawahan ku saja. Sedangkan di depan mama dan juga omay dia seperti biasa nya yang tidak memiliki rasa hormat." Jawab Darren dengan suara datar nya.


"Ya Tante yang di ucapkan tuan muda benar." Bobby hanya mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah! Itu urusan kalian. Sementara urusan mama dan juga omay ingin menjumpai Viola!" Mama Darren sudah tidak sabar ingin menemui menantu kesayangan nya itu.


Di ruangan tersebut sudah terlihat ada 3 orang yang duduk dan 1 orang masih tetap setia berdiri di samping Darren tanpa lelah sedikit pun.


"Bob, setelah kau pasti kan adik ipar ku itu benar-benar lepas landas baru kau boleh menyuruh sebagian bodyguard kita untuk kembali." ujar Darren yang memeriksa kembali beberapa berkas penting tentang Tara agar tidak terjadi kesalahan sedikit pun.


"Omay, Tara akan pergi ke bandara sendirian tanpa ada yang menemani! Hanya ada beberapa bodyguard ku saja yang mengawasi nya dari jarak jauh." Balas Darren tanpa ekspresi apapun.


"WHAT'S!" Mama Darren sangat terkejut mendengar ucapan putra nya itu. Begitu juga dengan omay yang tidak kalah terkejut nya.


"Darren bagaimana bisa kau membiarkan gadis kecil dan imut itu pergi sendirian?" Mama Darren menatap tajam putra nya.


"Ma! Itu demi kebaikan Tara." Darren menghela nafasnya dengan sangat berat.


"Sayang tapi setidaknya biarkan kakak nya itu mengantarkan nya sampai ke bandara." Omay menatap wajah cucu nya dengan sangat dalam agar cucunya mengerti maksud dari ucapan nya.


"Itu lebih berbahaya lagi omay! Aku tidak ingin mereka berdua dalam bahaya!" Tegas Darren. Omay dan mama Darren yang mendengar ucapan Darren sudah paham. Bahwa Darren sangat serius dengan ucapan nya.


"Terlebih lagi Viola baru saja di culik omay, mama! Aku benar-benar tidak bisa melihat dia dalam bahaya begitu juga dengan adik nya. Ini yang terbaik!" Gumam Darren di dalam hati nya.


"Setidaknya biarkan Bobby yang memastikan nya sendiri bahwa Tara akan baik-baik saja nak." Omay kembali membujuk cucu nya yang sangat bersikukuh dengan keputusan nya.


"Itu lebih tidak bisa omay! Para musuh ku di luar sana tau siapa Bobby sebenarnya. Terlebih lagi dengan ikut nya Bobby mengantarkan Tara ke bandara akan semakin membuat Tara dalam kondisi yang membahayakan!" Darren sudah lelah menjelaskan semua yang ada di pikiran nya pada dua orang yang gak kalah penting nya dari Viola.

__ADS_1


"Jika begitu kau bisa menyuruh Bobby untuk menyamar Darren!" kini mama Darren yang mulai angkat bicara. Mama Darren yang melihat mama mertua nya sudah tidak tau ingin bilang apa pada Darren mulai memberanikan diri untuk bicara pada putranya.


"Menyamar?" Darren dan Bobby menatap tidak percaya pada pemikiran Aurora.


"Of course sayang! Jika Bobby menyamar maka itu sudah bisa menguntungkan 2 hal untuk mu." Mama Darren langsung tersenyum menatap putranya.


"Apa maksud mama?" Darren menatap mama nya itu dengan penuh pertanyaan.


"Sayang jika Bobby menyamar maka kau bisa memastikan 2 hal yang akan membuat mu tenang! Pertama kau akan tenang jika Tara pergi menaiki pesawat dengan selamat dan yang kedua orang yang menjaga Tara sebelum pergi itu sahabat mu sendiri yang pastinya keselamatan Tara sudah terjamin. Dengan begitu kau dan juga istri mu akan merasa tenang." Mama Darren menarik nafas nya dengan sangat dalam.


"Denger ya sayang! Jika kau menyuruh orang lain yang menjaga Tara sebelum pergi itu tidak akan bisa membuat mu tenang. Belum tentu orang yang kau suruh itu melakukan tugas nya dengan benar. Tapi, kalau sahabat mu sendiri yang mengawasi nya mama yakin tidak akan ada masalah. Jika Tara pergi dari awal tidak ada masalah, maka Tara di sana nanti nya juga tidak akan mengalami masalah. Tapi kalau Tara sudah mengalami masalah sebelum pergi, mama tidak akan bisa menjamin bahwa Tara tidak akan mengalami masalah disana nantinya." Jelas mama Darren dengan sangat panjang lebar. Sementara Bobby hanya bisa diam menunggu perintah dari sahabat dan juga atasan nya itu.


"Mama, omay ..." Terlihat sudah Viola keluar dari lift umum nya bersama dengan Tara dan juga 5 koper yang sudah di bawa oleh beberapa pelayan.


"Sayang," tanpa menunggu waktu yang lama wajah serius yang mama Darren pasang berubah menjadi wajah yang sangat ceria dan berjalan mendekat ke Viola.


"Mama sudah lama di sini?" Viola membalas pelukan mama dari suaminya itu.


"Belum lama kok sayang." Jawab mama Darren dengan tersenyum.


"Sayang kemari lah!" Omay yang sudah lelah untuk berdiri menyuruh Viola untuk mendekat pada nya.


"Baik omay!" Viola tersenyum dan berjalan mendekat.


"Mama," Tara langsung mencium tangan mama dari kakak ipar nya.


"Tara, kau ini manis sekali." Mama Darren pun memeluk Tara.


"Aku memang manis ma." Tara mengedipkan satu mata nya pada mama Darren membuat mama dan juga Tara langsung tertawa.


"Omay bagaimana keadaan omay?" Viola pun duduk di samping omay nya.


"Omay baik sayang! Bagaimana kabar mu nak?" Omay mengelus kepala Viola dengan sangat lembut.


"Aku sangat baik omay." Jawab Viola dengan tersenyum.


"Omay," Tara menghampiri omay dan menyalami nya.


"Tara sudah besar ya sekarang!" Omay pun membelai rambut Tara dengan lembut.


"Iya dong omay." Balas Tara dengan tersenyum


Mereka pun tertawa melihat kelakuan Tara yang sangat lucu itu. Kecuali 2 orang yang menatap mereka dengan sangat risih yaitu Darren dan juga Bobby.

__ADS_1


^^^...Bersambung......^^^


...****************...


__ADS_2