Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 97 Masa lalu!


__ADS_3

Perusahaan drn. Khan.


Darren sudah tiba di perusahaan nya yang dimana sudah ada Bobby yang sedang menunggu kedatangan atasan nya itu.


"Bob, bagaimana urusan kerja sama kita dengan perusahaan Wiliam company?" Tanya Darren dan langsung berjalan menuju ke dalam.


"Semua nya berjalan tidak baik tuan," jawab Bobby dan terus mengikuti langkah kaki atasan nya itu.


"Apa maksudmu?" Tanya Darren kembali pada Bobby.


"Pagi tuan muda," sapa para karyawan baru yang sudah berdiri menyambut kedatangan Presdir mereka.


Darren yang melihat mereka hanya memasang wajah dingin saja tanpa menjawab perkataan mereka.


"Mereka tidak terima karna tuan muda membatalkan rapat begitu saja." Balas Bobby. Ia hanya menghela nafas nya saja. Karna, sebelum nya Bobby sudah memperingatkan sahabat nya itu.


"Kalau begitu batalkan saja kerjasama kita dengan mereka." Darren menghentikan langkahnya itu dan mengambil dokumen yang ada di tangan Bobby.


"Tapi tuan--"


"Bob, kau kembali lah keruangan mu menggunakan tangga! Ingat hukuman ku masih berlaku padamu." Ujar Darren dengan suara berat nya.


"Tuan muda saya tau itu! Yang saya maksud adalah anda tidak bisa membatalkan nya begitu saja." Bobby menghela nafas nya.


"Bob, kau tenang saja! Aku masih memiliki seribu cara untuk menutupi kerugian perusahaan kita. Lagian yang lebih di rugikan adalah perusahaan mereka! Aku tidak suka jika ada orang yang masih membutuhkan aku tapi, malah membuat ulah dengan ku." Jelas Darren pada Bobby.


"Tapi Darren--"


Ting..


Suara pintu lift Presdir terbuka. Darren pun masuk ke lift tersebut tanpa menghiraukan perkataan Bobby dan menekan tombol menuju keruangan nya. Sementara Bobby yang masih berdiri di depan lift hanya menghela nafas nya saja dengan kelakuan Darren yang semena-mena terhadap lawan bisnis nya.


"Darren, bukan kerugian mu yang ku takutkan! Tapi, Mr. Wiliam terkenal sebagai seorang mafia yang kejam. Aku takut jika mereka akan mengincar dirimu dan keluargamu." Ujar Bobby dan mengusap wajah nya dengan kasar.


Bobby menuju tangga untuk segera keruangan nya dan membatalkan kerjasama antara Perusahaan drn.khan dan perusahaan Wiliam company secara baik-baik agar tidak terjadi salah paham dan juga dendam di kedua pihak.


... 🌾🌾...


Bandara internasional Soekarno-Hatta...


Seorang gadis yang sedang berjalan kearah mobil yang sudah menunggu dirinya dan juga membawa koper miliknya. Ia langsung tersenyum begitu melihat siapa orang yang menjemput dirinya itu.


"Kak Kasella!" Teriak wanita tersebut dan langsung memeluk Andhika dengan erat.


"Vaya Charlton! Sudah berapa kali ku katakan jangan memanggilku Kasella. Nama ku itu Andhika!" Kesal Andhika pada gadis yang berumur 23 tahun.


"Kak Kasella, aku harus memanggil mu dengan panggilan yang biasa nya kak Darren panggil untuk mu." Vaya hanya tertawa kecil saja melihat wajah Andhika yang kesal.


"Terserah mu saja! Sebaiknya aku harus mengantarkan mu ke tempat kakak mu sekarang." Andhika pun langsung memasukkan koper Vaya di bagasi mobil nya.


"Kita akan ke perusahaan kak Darren ya kak?" Wajah Vaya pun terlihat bahagia saat mengetahui kemana ia akan pergi.

__ADS_1


"Kita memang akan kesana. Tapi, bukan untuk menemui Darren! melainkan kakak mu yaitu Bobby." Jawab Andhika dengan suara malas nya.


Wajah Vaya pun langsung cemberut ketika mendengar ucapan dari Andhika padanya. Andhika hanya bisa menggelengkan kepalanya itu sambil tersenyum saat gadis yang ada di samping nya sedang kesal.


"Kak katanya kak Darren sudah menikah ya?" Tanya Vaya dengan suara yang ragu pada Andhika.


"Kau tau darimana?" Andhika balik bertanya pada Vaya.


"Tentu saja aku tau kak. Walaupun kak Darren tidak menyebar kan berita pernikahan nya di negara lain. Tapi, aku mengikuti semua berita yang ada di Indonesia." Vaya menatap kearah Andhika yang masih fokus ke jalan.


"Jika kau sudah mengetahui nya kenapa kau tidak pulang?" Andhika pun kembali bertanya pada Vaya.


"Itu karna aku sangat sibuk kak! Kau tau kan kak, pekerjaan ku sebagai seorang bidan? tentu saja aku harus membantu banyak sekali persalinan pasien ku." ujar Vaya pada Andhika.


"Aku seorang dokter dan banyak sekali operasi yang harus ku lakukan. Tapi, aku bisa menyempatkan diri untuk menghadiri pernikahan sahabat ku itu." Andhika tidak kalah nya membalas ucapan Vaya pada dirinya.


"Kak! Jika, aku menghadiri pernikahan tersebut. Pasti aku akan merasakan sakit hati yang teramat dalam!" Vaya menundukkan kepalanya itu.


"Vaya! Aku tidak pernah melarang mu untuk kembali ke Indonesia. Tapi, sebenarnya apa tujuan mu kembali kesini?" Andhika berbicara serius pada Vaya membuat Vaya menjadi gugup.


"Aku kemari hanya ingin beralih tugas kerja disini saja kak." Jawab Vaya dengan suara gugup nya.


"Vaya jika itu niat mu maka bagus sekali! Tapi, jika kau memiliki niat lain. Apalagi mengganggu rumah tangga seseorang sebaiknya pikirkan lah baik-baik! Aku tidak ingin kau menyesali nya suatu saat nanti." Andhika terus menasehati Vaya.


"Kak aku tau itu! Tapi--"


"Kau belum bisa melupakan nya?" Andhika memotong ucapan Vaya pada nya. Vaya hanya membalas nya dengan sebuah anggukan saja.


"Kak aku tau aku salah! Tapi aku memiliki alasan nya." Vaya berusaha membela dirinya itu.


"Alasannya? Vaya kau tidak tau karna ulah mu itu keluarga drn.khan menanggung malu dalam waktu yang cukup lama!" Andhika menatap kearah Vaya dengan tatapan tajam nya.


"Aku tau itu kak." Lirih Vaya. Dia tidak berani menatap wajah Andhika yang menatap nya dengan sangat tajam.


"Jika kau tau itu, kenapa kau melakukan nya?" Andhika tidak ada hentinya bertanya pada vaya. Ia sangat ingin tau apa alasan gadis yang ada di samping nya itu.


"Sebenarnya itu kejadian sebulan sebelum acara pernikahan kami kak."


......................


Flash back on.


Gadis berumur 21 tahun yang tampak bahagia saat mengenakan gaun pernikahan yang akan ia pakai saat acara pernikahan nya terlihat sangat cantik.


"Kak bagaimana aku cantik tidak?" Tanya Vaya menatap kearah Darren yang sedang memainkan ponselnya itu.


"Cantik," balas Darren dengan suara datar nya tanpa melihat kearah Vaya.


"Kak! Kau tidak melihat ku. bagaimana bisa kau bilang aku cantik?" Kesal Vaya pada pria yang ada di hadapannya itu.


"Vaya, kau terlihat sangat cantik mengenakan apapun." Balas Darren dengan suara dingin nya.

__ADS_1


"Kak sebenarnya kau itu niat tidak sih nikah dengan ku!" Vaya menatap tajam kearah Darren.


Darren hanya menghela nafas nya saja melihat gadis kecil yang ada di hadapannya terus saja mengomel.


"Vaya, sudah berapa kali ku katakan! Kau yang memaksa ku untuk menikah dengan mu melalui mama dan juga omay ku. Setelah aku menyetujui nya kau juga berbuat ulah pada ku. Vaya aku banyak sekali pekerjaan yang harus ku kerjakan! Kau tau kan aku sedang berusaha meningkatkan kualitas perusahaan ku itu." Darren menghela nafas nya dengan kasar.


"Aku melakukan nya karna aku sangat mencintaimu kak!" ujar Vaya dan langsung menggenggam tangan Darren.


"Aku tau itu Vaya! Tapi, kau juga harus tau aku tidak mencintai mu. Vaya aku menikahi mu karna, mama ku dan juga omay ku. Selain itu aku juga sangat menghormati kakak mu itu! Aku tidak ingin dia kecewa pada ku karna aku menolak adik nya." Darren membalas genggaman tangan Vaya padanya.


"Kak! Kau keterlaluan. Kau sudah menyakiti perasaan ku dengan mengatakan hal itu! Tidak bisakah kau membalas perasaan ku ini pada mu? Aku benci pada mu kak!" Dengan segera Vaya menghempaskan tangan Darren.


Vaya langsung berlari keluar dengan mengenakan gaun pernikahan nya. Dengan tangis yang kuat Vaya meninggalkan Darren sendirian disana. Semua orang menatap Darren dengan berbagai pertanyaan.


Flash back off


......................


"Begitulah kak ceritanya! Setelah itu aku memutuskan untuk ke London melanjutkan kuliah ku disana." Setelah menceritakan semua nya pada Andhika Vaya merasa sedikit lega.


"Jadi untuk apa kau kembali lagi setelah dia menolak mu?" Andhika masih menatap kearah Vaya yang terlihat sangat sedih.


"Aku kemari karna aku menyesal sudah meninggal kan nya 2 tahun lalu kak." Lirih Vaya pada Andhika.


"Vaya untuk apa kau menyesal sekarang! Dia pasti tidak akan kembali pada mu. Dia sudah menikah Vaya!" Tegas Andhika dan kembali mengemudikan mobil nya.


"Kak aku tau kak Darren pasti tidak mencintai gadis itu! Makanya, aku akan berusaha merebut kak Darren kembali dan membuat nya mencintai ku dengan perlahan." Jawab Vaya dengan sangat antusias nya.


"Vaya kau salah! Jika kau berpikir seperti itu maka seharusnya kau memikirkan itu sebelum kau meninggalkan nya." Andhika menghela nafas nya ketika mendengar ucapan Andhika padanya.


"Apa maksudmu kak?" Vaya menatap kearah Andhika dengan sangat bingung.


"Vaya aku tau kau masih mencintai Darren! Tapi, aku rasa Darren tidak akan pernah bisa membalas cinta nya itu pada mu." ujar Andhika menatap sekilas kearah Vaya.


"Kenapa tidak bisa kak?" Vaya semakin menatap ke arah Andhika dengan intens.


"Karna, aku rasa Darren sudah mencintai istri nya itu. Sebelumnya mungkin aku sempat berpikir Darren tidak mencintai istri nya. Tapi, berjalan nya waktu sikap Darren pada istri nya berbeda sekali. Darren terlihat sangat melindungi dan juga menyayangi istri nya. Dari situlah sudah terbukti kalau Darren mencintai istri nya." Jelas Andhika pada Vaya


"Itu tidak mungkin kak! Aku tau kak Darren pasti tidak akan mudah jatuh cinta pada seorang wanita. Aku yang sudah bersama nya sejak kecil saja sangat sulit membuat nya jatuh cinta pada ku kak." Kesal Vaya ketika mendengar ucapan Andhika padanya.


"Vaya, seharusnya kau bisa lebih bersabar lagi! Mungkin jika kau bisa sedikit bersabar Darren akan mencintai mu." Ujar Andhika pada Vaya membuat Vaya semakin sedih.


"Aku tidak percaya itu kak! Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cinta kak Darren. Jika aku sudah tidak bisa mendapatkan nya lagi setelah aku berusaha keras maka, aku akan mundur kak." Vaya hanya bisa menyemangati dirinya sendiri. Ia benar-benar sangat sedih mu saja pada ucapan Andhika.


"Terserah mu saja Vaya! Inti nya aku sudah mengingatkan mu. Kuharap kau tidak membuat seorang Darren melupakan ikatan persaudaraan di antara keluarga kalian." Andhika menggelengkan kepalanya ketika melihat betapa keras kepala nya gadis yang dulu sempat satu kuliah dengan nya saat di luar negeri.


Dulu saat itu Vaya masih gadis remaja. Karna, Vaya pintar sehingga membuat nya bisa satu kelas dengan orang yang seharusnya menjadi seniornya. Tapi, karna mendengar Vaya akan menikah jadi nya iya berhenti kuliah membuat Andhika sedikit kecewa. siapa sangka kuliah yang awal nya kedokteran berubah menjadi kebidanan saat Vaya membatalkan pernikahan nya. membuat Andhika sangat terkejut.


Vaya yang masih duduk di samping Andhika hanya diam saja menatap kearah jalan. Ia masih terhanyut dalam pikiran nya sendiri. Andhika sesekali melihat kearah Vaya yang hanya diam saja.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2