Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 161 Kau egois!


__ADS_3

"Tidak ada satu orang pun yang berani bernegosiasi dengan ku kecuali anda Alvino." Sebuah senyuman terukir di wajah Darren.


"Dan tidak ada satu wanita pun yang berani menolak ku kecuali dia." Balas Alvino sembari menatap kearah Shelly.


"Serahkan dia dan ku bebas kan istri mu ini." Alvino menaikkan alis nya di hadapan Darren.


"Jika aku tidak ingin memberikan gadis ini, apa yang akan kau lakukan?" Darren tersenyum tipis kearah Alvino.


"Tentu saja aku akan--" Alvino mulai kembali sedikit mendalam kan luka yang ia berikan pada leher Viola.


"Kau--"


"Pilih lah!" Alvi tersenyum puas melihat reaksi Darren seperti itu.


"Baiklah akan kuberikan gadis ini untuk mu!"


Deg


Ucapan Darren sontak membuat Bobby, Andhika dan juga Viola terkejut.


"Darren apa yang kau bicara kan??" Viola meninggikan suara nya itu di hadapan Darren


"Diam lah dan Jagan ikut campur!" Tekan Alvi pada Viola. Ia tidak ingin pria yang ada dihadapannya itu berubah pikiran karna ulah Viola.


"Kau--" emosi Darren semakin meningkat saat Alvi kembali menyakiti Viola.


"Cepat serahkan gadis itu!" Sergah Alvi kembali pada Darren.


"Kemari lah!" Darren memanggil Shelly untuk berjalan kearah nya


Saat Shelly hendak berjalan kearah Darren. Dengan sangat cepat Bobby menahan tangan Shelly.


"Darren, kau--"


"Lepaskan tangan dia Bob!" Perintah Darren dengan suara berat nya.


"Darren aku tidak mau mengorbankan sahabat ku hanya untuk diri ku." Viola menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kearah Darren dengan air mata yang sudah keluar.


"Nona, Shelly kau bersedia bukan menyelematkan sahabat mu itu?" Darren menatap kearah Shelly dan Shelly pun menganggukkan kepalanya.


"Shell, Lo gila ya!" Melihat reaksi Shelly membuat Viola tidak habis pikir.


"Vi, jika aku yang berada di tangan nya, setidaknya dia tidak akan menyakitiku karna dia mencintai ku! Tapi, sekarang kau sedang terluka saat bersama nya." Shelly membalas tatapan sahabat nya.


"Tapi kau tidak harus mengorbankan diri mu itu untuk ku!" Tegas Viola pada Shelly.


"Jika aku berada di posisi mu saat ini bukan kah kau akan melakukan hal yang sama?" Tatapan sendu Shelly kearah Viola. membuat Viola semakin serba salah.


"Lo sedang hamil Shell! Setidaknya pikir kan bayi yang ada di rahim Lo!" Lirih Viola.


"Kalian diamlah! Cepat serahkan gadis itu pada ku!" Melihat perdebatan antara Shelly dan Viola membuat Alvino muak.


"Kemari lah nona Shelly!" Ucap Darren kembali.


Namun, tiba-tiba saja Bobby berjalan kearah Darren dan menarik kerah baju Darren dengan kasar membuat Andhika dan bodyguard yang ada disana sangat terkejut.


Saat agen rahasia Darren sudah masuk membuat semua orang terdiam karna ketakutan.


"Lepaskan tangan anda dari pimpinan kami Bobby Charlton!" Aura membunuh sudah terpancar kearah Bobby namun, Bobby tidak memperdulikan nya sama sekali.


Darren menghela nafas nya lalu menggerakkan tangan nya agar para agen rahasia mundur dari langkah mereka dan tidak ikut campur.

__ADS_1


"Darren Abraham Khan! Selama ini aku menghormati mu karna kau adalah sahabat ku. Tapi, apa yang sudah kau lakukan saat ini benar-benar membuat ku marah!!" Sorot mata Bobby benar-benar sangat tajam.


Suasana disana sangat tegang. Andhika berusaha melerai tangan Bobby dari Darren. Ia tidak menyangka Bobby bisa senekat itu.


"Lepaskan tangan mu dari baju ku!" Perintah Darren dengan suara berat nya.


"Bob, lepasin tuan Darren! Aku sendiri yang bersedia untuk menyerahkan diri ku pada nya." Ujar Shelly pada Bobby.


"Kenapa kau tega menyerahkan wanita yang kucintai pada pria itu!!" Raung Bobby pada Darren.


"Tentu saja aku mau menyelamatkan istriku!" Balas Darren dengan sangat santai.


"Kau sangat egois! Kau hanya memikirkan diri mu sendiri."


Bughh


Bobby langsung memberikan bogem mentah nya pada wajah Darren membuat Viola langsung ketakutan.


"Stop!" Saat para bodyguard sekaligus agen rahasia sudah merasa geram Darren langsung menghentikan langkah mereka.


"Minggir kau!" Darren mengusap sudut bibir nya yang mengeluarkan darah sembari menolak tubuh Bobby dengan kasar.


"Darren," lirih Viola menatap kearah suaminya.


"Aku baik-baik saja sayang." Darren tersenyum menatap Viola.


"Cepat serahkan gadis itu!" Alvi benar-benar sudah muak melihat orang-orang yang ada di hadapan nya.


"Kau keterlaluan!" Shelly kecewa menatap kearah Bobby. bagaimana bisa Bobby melakukan hal yang bodoh seperti tadi.


"Nona Shelly kemari lah!" Perintah Darren kembali tanpa menghiraukan tatapan tajam dari Bobby.


"Pukulan ku masih belum cukup untuk membuat mu sadar ha!!" Cerca Bobby kearah Darren.


Bughh


"Kau yang harus sadar! Istriku rela mengorbankan diri nya demi wanita yang kau cintai itu. dan kau--" Darren sudah benar-benar marah pada Bobby saat ini. hingga membuat nya malas untuk melanjutkan ucapannya itu.


"Tahan dia!" Perintah Darren pada agen rahasia nya.


Mereka pun langsung menahan tubuh Bobby sementara Darren sudah memegang tangan Shelly untuk menyerahkan nya pada Alvi. Bobby terus saja memberontak namun, tenaga nya kalah kuat dengan mereka.


"Darren pikir kan lah! Hubungan persahabatan kalian bisa hancur jika kau melakukan itu. Kita bisa cari jalan keluar nya!" Andhika yang sejak tadi diam. Mulai membuka suara nya.


"Ini sudah menjadi keputusan ku! Tidak ada yang bisa menggugat nya." Ucap Darren dengan aura dingin.


Saat Darren hendak berjalan mendekat kearah Alvi. Dengan sangat cepat Alvi menyuruh Darren untuk berhenti. Ia takut Darren memiliki rencana lain saat menyerahkan Shelly untuk nya


"Apalagi sekarang?" Tatap tajam Darren kearah Alvi.


"Diam lah disitu! Dan suruh Shelly berjalan sendiri kesini. sementara, aku akan menyuruh istri mu berjalan kearah mu." Ucap Alvi pada Darren.


"Bagaimana bisa aku mempercayai mu begitu saja!" ingin rasanya Darren menghabisi Alvino saat itu juga karna berani memerintahkan dirinya.


"Ikuti saja perintah ku atau aku akan--"


"Baiklah aku akan menuruti kemauan mu!" Darren menjauh kira-kira berjarak satu meter dari Alvi. saat Alvi mulai mendekatkan pisau itu kembali keleher Viola.


"Bagus! Sekarang serahkan gadis itu untuk ku." Alvi tersenyum mengarah pada Shelly saat Shelly sudah menangis tanpa suara sedikitpun.


"Bajingan kau Darren!" Bobby terus saja berusaha melepaskan diri nya.

__ADS_1


"Kau pria yang paling egois! Persahabatan kita putus."


Degg


Sungguh betapa menyakitkan hati Darren mendengar ucapan dari Bobby. Sahabat nya dari kecil yang sudah bersama nya mengatakan hal seperti itu hanya karna ia melakukan hal yang belum tentu Bobby ketahui.


"Baiklah kalau itu mau mu!" Balas Darren dengan suara aura dingin nya.


"Darren ku mohon jangan lakukan itu." Viola menatap lekat suaminya.


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu sayang. Maafkan aku jika aku melakukan hal yang bisa membuat mu ketakutan! Ikuti saja perintah nya dan selebihnya percaya kan pada ku." Darren berbicara menggunakan bahasa isyarat yang membuat Alvino tidak mengerti. namun, syukur lah istri nya itu paham akan bahasa isyarat yang Darren berikan.


"Apa yang kalian katakan?" Sorot mata Alvi tajam kearah Viola.


"Kenapa kau bertanya pada ku? Aku tidak mengerti apa yang suami ku katakan." Teriak Viola pada Alvi.


"Sial! Cepat serahkan gadis itu." Alvi benar-benar tidak ingin berlama-lama berada di ruangan ini.


"Baiklah! Tapi ku ingat kan satu hal pada mu. Setiap satu tetes darah yang keluar dari tubuh istri ku. maka, kau akan membayar nya lebih dari itu!" Darren pun menyuruh Shelly untuk berjalan.


"Baiklah akan ku ingat itu!" Alvi juga menyuruh Viola untuk melangkah.


Saat mereka berdua sudah berada di tengah-tengah dengan sangat cepat Darren mengambil pistol yang ada di belakang celana nya dan--


DORR!!


Suara tembakan yang sangat kuat membuat Shelly dan juga Viola menunduk begitu juga dengan orang-orang yang ada di ruangan itu.


Tembakan Darren tepat mengenai dada Alvi membuat Alvi langsung terjatuh dengan darah yang sudah mengalir di atas lantai. Darren langsung menyerah kan pistol pada agen rahasia dan berlari kearah Viola yang sudah pingsan karna terkejut.


"Cepat periksa istri ku Kasella!" Perintah Darren pada Andhika membuat Andhika kalang kabut .


Para bodyguard sudah melepas kan Bobby. Bobby yang masih tidak percaya dengan keputusan sahabat nya itu langsung berlari kearah Shelly untuk memastikan Shelly baik-baik saja.


"Jika kalian tidak ingin terlibat dalam masalah! Segera urus binatang itu sebelum dia mati!" Perintah Darren pada agen rahasia nya dan kembali melanjutkan langkahnya keluar dari luar ruangan yang terasa sangat sesak.


"Kau baik-baik saja kan?" Bobby memapah Shelly untuk berdiri.


"Aku baik-baik saja! Bob, kau sudah salah paham terhadap sahabat mu." Tatapan Shelly terlihat sangat jelas kecewa pada Bobby.


"Maafkan aku sayang, saat itu aku benar-benar takut untuk kehilangan mu." Bobby menundukkan wajah nya itu.


"Kau takut kehilangan ku disaat aku sendiri belum berada dalam bahaya. Namun, pernahkah kau berpikir bagaimana perasaan sahabat mu itu yang jelas-jelas istri nya sedang berada dalam bahaya dan penyebab nya adalah aku." Shelly sedikit meninggikan suara nya pada Bobby.


"Maafkan aku! Aku terlalu terbawa suasana." Lagi-lagi Bobby terus saja meminta maaf dihadapan Shelly


"Ushhh, ussthh!"" Shelly mengusap wajah Bobby yang sudah mengeluarkan air mata.


"Minta maaflah pada sahabat mu." Ucap Shelly kembali lalu memeluk tubuh Bobby dengan sangat erat


Bobby menganggukkan kepalanya lalu membantu Shelly berjalan keluar dari ruangan tersebut. karna saat ini agen rahasia sudah mengangkat tubuh Alvino keluar dari ruangan untuk segera di bawa kerumah sakit Kasella agar semua nya bersih dan tidak terlibat hukum sama sekali. Shelly merasa sedih melihat nasib atasan nya itu. Sudah berulang kali ia menasehati atasan nya. Namun, atasannya terlalu keras kepala hingga membuat nya jatuh sendiri.


"Tenang lah semuanya akan baik-baik saja! Dan akan ku pastikan dia tetap baik-baik saja." Bobby berusaha menenangkan Shelly.


"Terimakasih," Shelly tersenyum kearah Bobby.


Mereka yang sudah keluar dari ruangan itu berjalan kearah Andhika, Darren, Viola dan juga para bodyguard dengan perasaan yang bersalah.


Darren hanya melihat sekilas kearah Bobby lalu kembali menatap kearah Viola yang masih di periksa oleh Bobby. Melihat Darren bereaksi seperti itu membuat Bobby semakin merasa bersalah.


^^^bersambung....^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2