
Apartemen Bobby.
Shelly saat ini tengah tertidur di pelukan Bobby tanpa mengenakan pakaian sedikitpun membuat Shelly sontak bangun saat ia tau siapa pria yang ada di samping nya.
"Aaaahhhhh!!" Teriak Shelly dengan sangat kuat nya membuat Bobby langsung membuka mata nya itu.
"Nona Shelly! Kenapa pagi-pagi seperti ini kau berteriak?" Bobby mengusap telinga nya yang terasa sakit mendengar teriakkan Shelly.
"Apa yang sudah kau lakukan pada ku?" Shelly menutupi tubuh nya dengan selimut.
"Sial!!" Bobby yang mulai sadar saat ini ia sedang tidak mengenakan pakaian sedikitpun, begitu juga dengan Shelly hanya bisa mengusap wajah nya dengan sangat kasar.
"JAWAB!" Shelly terlihat sedih bercampur marah menatap kearah Bobby.
"Aku sendiri tidak tau apa yang terjadi semalam." Jawab Bobby dengan wajah yang sangat jujur.
"Jika kau tidak tau lantas apa ini semua?" Shelly menunjuk kearah pakaian mereka yang sudah berserakan di atas lantai.
"Nona Shelly tenang lah." Bobby mendekati Shelly namun dengan sangat cepat Shelly menghindar dari Bobby.
"Jangan sentuh aku!" Tegas Shelly pada Bobby dan langsung beranjak dari tempat tidur Dengan selimut yang masih menutupi tubuh nya itu.
Shelly mulai memunguti pakaian nya itu dan langsung berlari kearah kamar mandi.
Bobby yang melihat kepergian Shelly mulai mengingat-ingat apa yang terjadi pada mereka berdua.
"Apa ini semua karna kami terlalu mabuk semalam?" Tanya Bobby pada dirinya sendiri.
Bobby terus saja berpikir dan beralih kearah seprei ranjang nya yang terlihat sudah ada bercak merah diatas nya membuat Bobby menelan Saliva nya dengan sangat susah.
"Gawat! Seperti nya dia masih perawan." Tukas Bobby dengan menggaruk kepalanya itu.
"Kupikir gadis itu sudah tidak--"
"Tidak apa?" Tiba-tiba saja terdengar suara yang langsung memotong ucapan nya.
"Nona Shelly," Bobby menatap kearah Shelly yang sudah mengenakan pakaian nya itu.
"Tuan Bobby! Andai kau tidak menghukum Ku dengan berlomba minum wine bersama mu sebanyak mungkin semalam. mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi!" Shelly menatap Bobby dengan wajah yang sangat marah.
Shelly benar-benar masih syok dengan apa yang terjadi saat ini. bagaimana bisa keperawanan nya hilang begitu saja. terlebih lagi dengan pria yang tidak ada status hubungan apapun pada dirinya itu.
"Maafkan aku! Aku benar-benar tidak ingat apa yang terjadi pada kita." Ujar Bobby dengan suara yang sangat menyesal.
"Bahkan yang lebih parah nya aku sendiri tidak tau bagaimana rasa nya kehilangan keperawanan ku itu. Dan sekarang hanya rasa perih saja yang tertinggal di tubuh ku ini." Shelly langsung terduduk lemas dengan air mata yang sudah keluar.
"Nona Shelly, kau baik-baik saja?" Bobby hendak menghampiri Shelly. Namun Shelly langsung menghentikan Bobby.
"Tuan Bobby tetap lah di tempat mu! Saat ini kau sedang tidak mengenakan pakaian apapun." Ujar Shelly pada Bobby.
"Tapi aku menghawatirkan mu!" Bobby memang terlihat sangat khawatir saat melihat Shelly yang seperti itu.
"Tuan Bobby, anggap lah malam ini tidak ada terjadi apapun diantara kita. Dan anggap lah kita seperti orang asing mulai sekarang." Shelly memejamkan mata nya lalu bangkit dari duduk nya itu.
__ADS_1
Bobby yang mendengar ucapan Shelly tanpa mempedulikan ucapan Shelly sama sekali langsung turun dari ranjang nya dan meraih tangan Shelly.
"Apa maksudmu?" Bobby menatap tajam kearah Shelly.
"Aku lelah tuan Bobby! Lepaskan tangan ku." Shelly berusaha melepaskan tangan nya dari pria yang ada dihadapan nya.
"Nona Shelly! Setelah semua nya yang terjadi diantara kita. Jangan harap kau ingin kabur dari ku! Dan akan ku pastikan aku akan bertanggung jawab atas kejadian ini." Tegas Bobby pada Shelly.
"Tanggung jawab? Kau masih waras tuan Bobby?" Shelly menatap jengah kearah Bobby.
"Kau tidak percaya pada ku?" Bobby membalas tatapan Shelly.
"Tuan Bobby, sadar lah! Kau dari keluarga yang berada, sedangkan aku berada di keluarga yang biasa saja. Jika aku mendapat kan keluarga yang sangat baik seperti keluarga Viola saat ini. maka, aku akan sangat senang. Tapi, jika itu diri mu aku tidak yakin! Jangan kan keluarga mu, kehidupan pribadi mu yang seperti apa saja aku tidak tau." Shelly tersenyum sinis pada Bobby.
"Nona Shelly, kau jangan lupa aku siapa! Walaupun aku sekertaris dari Darren, tapi keluarga ku sangat terkenal baik di seluruh negara. Aku memutuskan untuk menjadi sekretaris Darren hanya karna dia sahabat ku. Jika tidak sudah sejak lama aku meninggal nya." Bobby membalas tatap Shelly dengan tatapan nya yang sedikit marah.
"Ucapan mu tidak ada hubungannya sama sekali dengan yang terjadi saat ini tuan Bobby." Shelly menghela nafas nya itu.
"Tentu saja ada hubungannya! Aku yakin saat aku memutuskan untuk menikahi mu maka keluarga ku akan menerima mu dengan senang hati." Jawab Bobby dengan sangat antusias nya.
"Kau gila ya! Bagaimana bisa kita menikah sedangkan kita tidak mencintai satu sama lain." Shelly mulai merasa marah mendengar ucapan dari Bobby.
"Kurasa aku mencintaimu nona Shelly!" Bobby menatap kedua bola mata Shelly dengan tatapan yang lumayan serius.
"Tuan Bobby, aku bisa membedakan mana pria yang mencintai ku dan mana pria yang tidak mencintai ku! Sedangkan saat ini aku tidak melihat ada cinta di mata mu untuk ku." Shelly hanya menghela nafas nya itu.
"Jika kau tidak bisa melihat cinta di mata ku. Maka, akan ku buat kau melihat nya!" Bobby langsung menarik tubuh Shelly dan mencium bibir Shelly.
...✨✨...
Kediaman two drn.khan.
Viola membuka kedua mata nya menatap kearah samping nya yang kini terlihat seorang pria masih tertidur pulas. Tidak di pungkiri lagi walaupun dalam keadaan tidur wajah Darren memang lah sangat tampan bagi seluruh kaum hawa. Darren termasuk pria idaman bagi semua wanita di dunia ini.
"Kau sangat tampan," Viola tersenyum sambil menyentuh kedua mata Darren dan beralih kearah hidung Darren yang sangat mancung.
"Aku mencintai mu Darren!" Ujar Viola lalu memegang bibir Darren.
"Aku juga mencintaimu istriku," Darren membuka perlahan kedua matanya dengan wajah yang tersenyum menatap kearah Viola.
"Da-darren! Kau sudah bangun?" Viola yang terkejut mendengar suara Darren hanya bisa menahan rasa malu nya saja dan langsung membelakangi Darren.
"Istriku, kenapa kau harus malu pada ku?" Darren merasa gemas melihat kembali bagaimana tingkah konyol istri nya itu.
"Ti-tidak! Siapa bilang aku malu? Aku sama sekali tidak malu Darren!" Viola yang kesal di bilang seperti itu oleh Darren langsung membalikkan tubuh nya itu dan menatap wajah Darren yang sangat dekat dengan nya.
"Istriku aku merindukanmu," Darren menyelipkan rambut Viola di belakang telinga Viola dengan sangat lembut.
"Darren jika kau merindukanku, lalu kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku saat aku ada di rumah sakit?" Viola menatap wajah Darren dengan sangat intens.
"Hahaha, kau itu!" Darren yang mendengar ucapan Viola langsung tertawa lalu mencubit pipi Viola.
"Darren! Sakit tau." Ketus Viola sambil mengelus pipi nya.
__ADS_1
"Istriku, kau itu tidur seperti orang mati! Oleh karna itu kau tidak pernah tau aku selalu mengunjungi mu di malam hari. tepat nya saat kau sudah tertidur." Darren menggelengkan kepalanya lalu mengelus pipi Viola.
"Benarkah?" Viola menatap Darren dengan tatapan menyelidik nya.
"Tentu saja benar. Jika kau tidak percaya, kau bisa menanyakan nya pada Kasella." Jawab Darren dengan wajah yang sangat tenang.
"Lalu kenapa kau tidak membangunkan ku?" Tanya Viola kembali pada Darren.
"Itu karna aku tau, kau pasti tidak ingin menemui ku." Darren langsung bangkit dari ranjang nya membuat Viola terlihat sangat kesal.
"Darren!" Teriak Viola membuat Darren menatap Viola dengan tatapan yang kaget.
"Sayang, kenapa kau sekarang senang sekali berteriak? Kau itu masih belum sehat Viola. Aku tidak ingin kondisi mu memburuk karna teriakan mu itu." Darren menghela nafas nya itu.
"Darren tidak ada hubungannya berteriak dengan kesehatan." Viola masih menatap Darren dengan wajah yang cemberut.
"Tentu saja ada sayang!" Darren hanya bisa mengelus kepala Viola.
"Kau mau kemana?" Tanya Viola saat melihat suaminya hendak pergi.
"Aku ingin mandi. Kenapa kau mau ikut?" Darren menatap Viola dengan seringgai tipis di bibir nya
"Emh," Viola menganggukkan kepalanya itu.
Darren langsung terkejut ketika melihat Viola menganggukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak percaya istri nya yang terkenal sangat enggan untuk berciuman kini malah bersedia untuk mandi dengan nya membuat Darren terus saja menatap Viola dengan ekspresi yang masih sangat kaget.
"Darren ada apa?" Viola menggerut kan kedua alis nya itu saat ia melihat Darren masih berdiam di tempat nya.
"Kau baik-baik saja istriku?" Darren memegang kening Viola untuk memastikan nya.
"Darren aku baik-baik saja! Ayo kita mandi bareng." Viola tersenyum manis di hadapan Darren. Senyuman yang Viola berikan pada Darren bukannya membuat Darren baper malah kini semakin membuat Darren terkejut.
"Tidak!" Darren menggelengkan kepalanya sambil melepaskan tangan Viola yang memegang tangan nya itu.
"Tapi kenapa Darren? Kau masih marah pada ku? Darren aku minta maaf karna sudah mengambil keputusan tanpa penjelasan terlebih dahulu dari mu. Tapi kali ini aku benar-benar tidak ingin berpisah dari mu Darren. Aku ingin kita memiliki anak lagi." Viola langsung mengutarakan isi hati nya itu pada Darren.
"Istriku bukan itu maksud ku," Darren berusaha menenangkan Viola yang kembali tidak tenang.
"Jadi apa Darren? Apa maksudmu?" Viola mulai menangis di hadapan Darren.
"Sayang, mengapa pagi-pagi begini kau sudah menangis?" Darren mengusap air mata Viola
"Itu karna diri mu!" Isak Viola pada Darren.
"Sayang, bukan nya aku marah pada mu. Hanya saja aku takut lepas kendali saat sedang bersama mu! Terlebih lagi jika kita mandi berdua. Aku benar-benar akan kehilangan akal sehat nanti nya jika melihat setiap lekuk tubuh mu itu istri ku!" Darren mengusap pipi Viola dengan sangat lembut nya.
"Lalu kenapa jika kau lepas kendali Darren? Kita kan sudah menikah!! Jadi itu wajar saja jika terjadi." Viola menatap wajah suaminya dengan wajah yang masih tidak mengerti.
"Kau baru mengalami keguguran istriku! Jika kita melakukan nya. itu akan berakibat buruk untuk kesehatan mu. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi lagi pada mu." Darren mencium kening Viola dan kembali melanjutkan langkahnya itu.
^^^Bersambung...^^^
...****************...
__ADS_1