
Indonesia, Jakarta pusat.
Penerbangan yang direncanakan akan berangkat jam 12 siang. Malah di percepat oleh nya. Membuat ajudan pribadi nya merasa sangat kesal.
"Bos! Mengapa keberangkatan kita di percepat? Seharusnya kita berangkat pukul 12 siang hari ini. Eh malah nyatanya kita tiba jam 12 siang di Indonesia. Setelah melakukan perjalanan selama belasan jam. Membuat ku sangat lelah bos!" keluh Roy pada bos nya. Roy benar-benar merasa sangat lelah karna, melakukan perjalanan yang sangat lama.
"Roy! Kau itu tinggal duduk enak di dalam pesawat saja. Untuk apa kau selalu mengeluh seperti ini? Aku hanya ingin kita cepat ke Indonesia." ujar Evan dengan nada dingin nya.
"Terserah bos saja lah." Roy segera menyenderkan tubuhnya di sofa yang ada di apartemen Evan yang sudah disiapkan oleh Roy ketika mereka berada di Indonesia.
"Bangun lah Roy! Kita harus segera berangkat. Dan kita harus mencari dimana keberadaan gadis itu." Evan pun merapikan baju nya kembali.
"Bos! Kita baru sampai. Dan aku benar-benar lelah. Bisa tidak kita beristirahat 2 jam saja?" Roy menatap kearah bos nya dengan sanga memohon.
"Baiklah kau boleh istirahat!" seru Evan pada Roy
"Terimakasih bos!" Roy memejamkan matanya dengan segera.
"Tapi, aku akan membuat mu istirahat tanpa gangguan sedikit pun! Bagaimana?" Evan menatap ajudan pribadinya dengan seringgai di wajah nya itu.
"Benarkah bos?" Wajah Roy langsung berseri mendengar ucapan dari bos nya.
"Tentu saja.. ! Kau harus ikut aku. Akan ku bawa kau ketempat yang tenang untuk beristirahat." Evan pun tersenyum menatap ajudan nya itu.
"Baiklah bos!" Dengan segera Roy bangkit dan menghampiri bos nya. "Kita akan kemana bos?"
"Kau ingin yang dingin atau tidak?" Tanya Evan dengan suara datar nya.
"Apa bos mau membawa ku ke tempat yang enak ya?" gumam Roy. "Yang dingin aja bos. Jadi, aku akan menikmati istirahat nya." Roy merasa sangat bersemangat sekali dengan apa yang di katakan bos nya padanya.
"Baiklah!" Evan berjalan keluar dan diikuti oleh Roy.
"Emang nya kita mau kemana bos?" Roy benar-benar penasaran dengan ajakan bos nya. Jarang sekali bos nya mengajak dirinya itu.
"Ke kandang buaya! Kau akan menikmati istirahat mu di sana. Disana tempat nya dingin jika aku memasukkan mu ke kolam buaya itu. Dan hal yang paling kau sukai. Kau akan beristirahat selamanya." Evan berbicara dengan santai nya sementara Roy sudah menelan saliva nya dengan sangat susah.
"Arghh..! Bos tiba-tiba aku merasa sangat segar. Aku sudah tidak ngantuk lagi!" Dengan segara Roy menggeliat kan kedua tangannya.
"Roy! Kau yakin tidak mengantuk? Sayang sekali! Padahal aku sudah berbaik hati Lo! Dengan memberikan mu jatah istirahat." Evan tersenyum sinis pada bawahannya itu.
"Istirahat apanya! Kau ingin membunuh ku bos. Bukan memberikan ku waktu untuk istirahat. Tapi, malah menyiksa ku." kesal Roy di dalam hatinya.
__ADS_1
"Seperti nya tidak usah bos. Aku sudah tidak ngantuk lagi. Terimakasih karna, bos sudah pengertian pada ku." ujar Roy dengan nada kesal nya.
"Terserah! Yang penting aku sudah memberikan mu waktu untuk istirahat. Tapi, kau tidak mau. Yasudah kita berangkat sekarang. Kau tau bukan dimana keberadaan gadis itu?" Evan menatap tajam kearah ajudan pribadi nya.
"Sudah bos! Karna, aku selalu menyuruh orang-orang kita yang ada disini untuk mengawasi gadis itu." balas Roy.
"Bagus.. ! Sekarang aku akan menemui mu Viola Talisa!" Evan pun berjalan masuk kearah mobil nya dan di ikuti oleh Roy. Roy langsung menyetir mobil nya dengan sangat cepat.
...πΎπΎ...
Di tempat lain, seseorang yang sedang mengawasi Viola dengan sangat intens. Dengan segera menghubungi seseorang untuk memberitahukan keberadaan Viola.
"Bagus! Kalian terus awasi nyonya muda dari jarak jauh. Agar nyonya muda tidak menyadari kehadiran kalian. Dan jangan sampai nyonya kenapa-kenapa! Kalian mengerti!" pak Dadang berbicara dengan sangat tegas nya melalui telepon selulernya.
"Baik saya mengerti!" Para bodyguard pun menutup ponselnya.
"Kalian dengar kan? Kita semua harus menjaga nyonya muda!" Kepala bodyguard tersebut langsung mengintruksikan kepada bodyguard lain nya. Mereka pun mengangguk kan kepalanya.
Pak Dadang yang sudah tau dimana keberadaan nyonya muda nya. Dengan segera menghubungi sekertaris Bobby.
"Drrtt drtt drtt," getar ponsel Bobby. Bobby yang melihat ponselnya bergetar langsung melihat nya dan mengangkat nya.
"Bagaimana?" tanya Bobby dengan nada dingin nya.
"Bagus! Kalian harus menjaga nya dengan baik! Saya masih ada urusan dengan tuan muda. Jadi, jika ada apa-apa kau bisa menghubungi ku lagi." Bobby menghela nafas nya dengan sangat lega ketika panggilan telepon sudah terputus.
"Bob ... Kau kenapa? Sepertinya ada hal yang tidak beres!" Darren yang melihat Bobby menghela nafas nya seperti itu merasa curiga.
"Bukan hal yang penting tuan." jawab Bobby yang berusaha mengatur nafas nya.
"Bob! Kau jangan main-main dengan ku! Jika, ada sesuatu maka katakanlah! Karna, aku tidak suka jika ada hal yang tidak ku ketahui." Darren berbicara dengan suara membunuh nya. Membuat Bobby merasa merinding.
"Aku sedang tidak main-main tuan muda! Ini memang bukan hal yang penting." Bobby memilih tidak memberitahu Darren. Karna, masalah nya juga sudah selesai. Jadi, dia tidak ingin memperpanjang nya.
"Baiklah! Tapi ... Jika ada hal yang membuat ku sangat marah. Kau harus menanggung nya Bob." ujar Darren dengan suara berat nya.
"Iya tuan!" jawab Bobby. Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka kembali.
Darren yang tengah fokus dengan pekerjaan nya tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu.
"Bob apa yang istri ku lakukan sekarang?" tanya Darren dengan suara datar nya.
__ADS_1
"Tuan, Mengapa kau bertanya padaku? Kau saja tidak tau apalagi aku." Bobby pun tersenyum sinis pada sahabat nya itu.
"Bob..! Aku tidak bisa untuk kau bodohi. kau pasti tau apa yang sedang istri ku lakukan bukan? Apalagi kepala pelayan menelfon mu tadi. Kurasa kepala pelayan di kediaman ku jika, sudah menelfon mu pasti ada hal yang penting." sindir Darren pada sahabat nya.
"Kau memang seorang peramal yang hebat tuan Darren yang terhormat." Bobby pun duduk dihadapan sahabat nya itu.
"Katakan lah! Apa yang di katakan kepala pelayan ku padamu?" kini Darren menatap intens sekertaris nya itu.
"Tidak ada yang penting!" elak Bobby pada Darren.
"Bob! Kau jangan coba-coba membuat ku marah. Aku memilih tidak untuk bertanya di ruang rapat tadi padamu, karna aku sedang sibuk dan tidak ingin ada yang menggangu rapat ku. Jadi, kurasa sekarang waktu yang sangat tepat untuk kau memberitahu ku!" Darren menatap tajam sahabat nya itu.
"Baiklah Darren aku akan memberitahu mu. Tapi, sebelum aku beritahu kau harus berjanji tidak akan marah." Bobby menatap Darren dengan sangat serius.
"Tergantung!" jawab Darren dengan nada santainya.
"Ayolah Darren. Aku serius!" Bobby sudah menduga jawaban apa yang akan di jawab oleh sahabat nya itu.
"Baiklah. Sekarang katakan padaku apa yang kepala pelayan katakan padamu!" Perintah Darren pada sekertarisnya.
"Pak Dadang bilang, kalau nyonya muda pergi ke sekolah nyonya Tara sendirian. tanpa ada bodyguard yang kau suruh untuk menjaga nyonya bersama nya." jelas Bobby pada Darren. Wajah Darren sudah benar-benar sangat memerah karna emosi nya.
"Bobby Charlton! Mengapa masalah serius seperti ini baru kau katakan pada ku!" Bentak Darren pada Bobby.
"Tenang lah Darren! Sekarang istri mu itu sudah dalam pengawasan. Ya walaupun mereka mengawasi nya dari jarak jauh. Tapi, setidaknya sekarang istri mu sudah aman." Bobby berusaha menenangkan sahabat nya itu.
"Jika terjadi sesuatu pada nya. maka, habis lah kau Bobby!" ujar Darren dengan suara beratnya.
"Iya tuan muda." Dengan sangat susah Bobby menelan saliva nya.
"Jika, terjadi sesuatu pada istri nya apa harus aku yang menanggung nya? Dia benar-benar gila! Sahabat macam apa yang berani mengancam sahabat nya sendiri." ketus Bobby
"Bob ..."
"Jangan berani mengatai ku di dalam hati mu! Aku tau itu." sela Bobby pada sahabat nya. "Darren! Aku tau kau mau mengatakan apa pada ku." timpal Bobby lagi
"Sekarang kau sudah sangat berani ya Bob." Darren hanya tersenyum tipis saja melihat wajah kesal sahabat nya itu.
Namun, Bobby tidak membalas kata-kata Darren sama sekali. Dia hanya memilih untuk diam. karna, tidak ingin cari masalah dengan seseorang yang terkenal tidak memiliki perasaan sama sekali.
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1
...****************...