Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 103 Aku tidak marah pada mu!


__ADS_3

Viola masih terdiam di tempatnya tanpa melihat kearah Darren. Ia sangat takut jika Darren kembali marah lagi.


"Duduk lah!" Perintah Darren pada Viola.


Tanpa menjawab Viola langsung duduk di kursi meja makan yang ada di samping Darren.


"Istri ku, aku tidak marah pada mu! Kenapa kau seperti orang yang ketakutan di depan ku?" Darren menatap wajah Viola yang tidak berani menatap kearah nya.


"Bagaimana bisa aku tidak takut jika suara mu saja sekeras itu." Gerutu Viola.


"Apa yang sedang kau katakan?" Darren yang melihat Viola berkomat-kamit kan mulut nya tanpa bersuara hanya berusaha memahami ucapan istri nya itu.


"Tidak ada," elak Viola pada Darren.


"Kau tau istriku? Aku akan marah jika ada seseorang yang menyentuh mu apa lagi ingin melukai mu." Ujar Darren pada Viola.


"Iya aku tau itu! Makanya aku sangat mencintaimu." Viola menunjukan wajah imut nya di hadapan Darren.


"Kau itu lucu sekali." Darren membelai rambut Viola dengan lembut.


Darren pun memutuskan untuk melanjutkan sarapan pagi mereka yang sempat terhenti karna Vaya. Viola menatap wajah Darren setelah makanan nya selesai. Terlihat sekali di wajah Viola menggambar kan ingin menanyakan sesuatu pada Darren. Darren yang terus di tatap oleh Viola langsung menghentikan makan nya itu.


"Jika kau ingin mengatakan sesuatu, maka katakan saja istriku!" Darren membalas tatapan Viola pada nya.


"Bagaimana bisa kau tau kalau aku ingin bertanya?" Viola sangat terkejut saat Darren mengetahui apa yang ada di pikiran nya.


"Itu karna kau menatapku dengan tatapan seperti itu. Katakanlah apa yang ingin kau tanyakan?" Darren masih menatap wajah cantik Viola.


"Darren sebenarnya apa hubungan mu dengan adik nya Bobby?" Viola bertanya dengan suara yang sangat ragu. Ia takut Darren malah menganggap nya ingin ikut campur dengan urusan pribadi nya.


"Aku dengan Vaya tidak memiliki hubungan apapun istri ku. Aku hanya menganggap nya sebagai adik ku tidak lebih dari itu!" balas Darren dengan suara yang sangat tenang.


"Tapi kenapa dia terlihat hubungan kalian berdua tidak seperti itu ya?" Viola masih terus saja mengingat kembali kejadian yang terjadi di kediaman Darren. apalagi sejak Vaya datang ke kediaman suaminya itu.


"Itu karna kau terlalu mengganggap nya serius. Sayang aku hampir telat berangkat kerja hari ini. Kita lanjutkan lain kali saja ya!" Darren bangkit dari duduk nya dan langsung memeluk Viola.


"Darren tapi makanan nya belum habis." Viola merasa sedih saat mendengar Darren akan pergi. Entah kenapa semakin hari ia semakin takut jika Darren pergi dari nya.


"Istriku lain kali aku pasti akan habiskan masakan mu ini. Tapi hari ini maafkan aku ya? Aku benar-benar banyak pekerjaan yang memang harus segera aku selesai kan. Setelah aku sudah selesai pasti aku akan langsung pulang dan terus bersama mu." Darren mencium kening Viola dengan sangat lembut.


Viola memejamkan mata nya saat Darren mencium kening nya. Ia hanya menganggukkan kepalanya saja. Viola juga langsung memeluk tubuh Darren dengan sangat erat. Ia sangat enggan melepaskan pelukan nya itu.


"Aku akan segera pulang! Tunggu aku di kamar ya." Darren mengecup bibir Viola sekilas.


"Aku akan menunggu mu pulang." Viola tersenyum pada Darren.


Darren mengambil tas kerja nya lalu berjalan kearah pintu utama untuk segera berangkat kerja. Darren pun masuk kedalam mobil nya yang di mana sudah ada supir pribadi Darren yang sangat setia menunggu kehadiran Darren. Darren pun langsung meninggalkan Viola di kediaman milik nya dan berangkat kerja ke perusahaan nya itu..

__ADS_1


...🌾🌾...


Perusahaan drn. Khan


Bobby, dan juga para karyawan lain nya sudah berdiri di pintu utama untuk menunggu Presdir mereka datang. Karna, mereka akan segera mengadakan rapat penting yang memang harus segera di laksanakan.


Tepat di depan pintu utama perusahaan mobil Darren terhenti. Dengan sangat sigap para penjaga pintu sudah membuka pintu mobil Darren.


"Good morning Presdir Darren Abraham Khan!" Mereka semua langsung menunduk kan kepala mereka di hadapan Darren. Karna, di perusahaan Darren kedatangan tamu dari perusahaan lain yang ingin bekerjasama dengan perusahaan Darren. Oleh karna, itu mereka menyebut kan nama lengkap Darren. Biasa nya mereka hanya akan memanggil Darren dengan panggilan tuan muda atau pun Presdir saja.


"Morning," balas Darren dengan suara datar nya.


Bobby dengan sangat cepat langsung menyerahkan laporan yang akan mereka lakukan di ruangan rapat nanti. Darren langsung membuka laporan itu dan berjalan masuk ke dalam perusahaan nya.


"Bob, apa semua nya berjalan dengan lancar?" Tanya Darren dengan memeriksa dokumen itu.


"Tuan muda, rapat hari ini sudah saya atur semua nya. Dan sudah saya pastikan tidak akan ada kesalahan apapun." Jawab Bobby Dengan mengikuti langkah kaki Darren.


"Bagus!" Darren memasuki lift nya yang dimana Bobby juga ikut masuk ke dalam lift tersebut.


"Bob, bagaimana perkembangan tentang Evan Anggara?" Darren menutup dokumen yang ia pegang dan menatap kearah Bobby.


"Saya akan membahas perkembangan itu nanti tuan muda. Karna, waktu rapat sebentar lagi akan di mulai! Dan beberapa perusahaan lain dari luar negeri sudah menunggu anda di ruang rapat." Jawab Bobby dengan suara tenang nya.


"Baiklah, aku akan menyelesaikan urusan ini dulu." Pintu lift pun terbuka Darren dan Bobby langsung keluar dari lift pribadinya.


"Nice to meet you, Mr Darren Abraham Khan." Semua yang ada di sana langsung menyambut Darren.


"Nice to meet you all here." Jawab Darren dan langsung duduk di kursi kerja nya.


"Please sit down everyone!" Darren pun langsung menyuruh mereka untuk duduk kembali.


"Thanks Mr. Darren," jawab mereka dan kembali duduk di kursi kerja mereka.


"Apa yang sudah kalian siap kan untuk bisa membuat ku bergabung dengan perusahaan kalian?" Tanya Darren dengan suara yang terdengar sedikit membuat mereka gugup.


Jujur saja jika ingin menghadapi seorang Darren dan ingin bekerjasama dengan pria yang terkenal sangat kejam di dunia bisnis membuat mereka sedikit takut. Karna, bisa saja jika Darren tidak menyukai nya maka, perusahaan mereka berada di posisi yang tidak aman.


Masing-masing orang yang ada di perusahaan yang berbeda itu pun langsung mempresentasikan kerjasama yang ingin mereka jalin dengan perusahaan Darren dan kelebihan perusahaan mereka masing-masing yang bisa menguntungkan perusahaan Darren.


Rapat berjalan dengan sangat lancar. Darren mengambil keputusan yang sangat mengejutkan bagi mereka semua. Karna Darren memilih untuk menjalin kerjasama dengan semua perusahaan tersebut dengan satu syarat jika mereka gagal dalam hal yang sudah mereka prestasi kan tadi. maka, Darren berhak mengambil alih perusahaan tersebut.


"Jika kalian menerima syarat dari ku. Maka aku akan menandatangani kontrak kerjasama ini hari ini juga!" ujar Darren dengan suara dingin nya bergema di telinga mereka.


Mereka semua langsung terdiam. Karna siapa yang akan menyangka jika tiba-tiba saja rencana yang sudah mereka susun gagal dan bisa membuat mereka kehilangan perusahaan mereka itu.


"Saya setuju." Jawab seorang pemilik perusahaan lain nya dengan sangat yakin.

__ADS_1


"Kenapa kau bisa langsung menyetujui nya?" Bisik mereka pada orang tadi.


"Karna aku yakin jika itu sudah menyangkut perusahaan drn.khan. maka akan sangat kecil sekali mengalami sebuah kegagalan." Jawab orang tersebut.


"Kau benar!"


"Mrs. Darren aku juga setuju dengan syarat anda."


"Aku juga,"


"Aku juga setuju,"


Akhirnya mereka semua pun setuju dengan syarat yang Darren berikan. Hanya senyuman kecil saja yang terukir di wajah Darren.


"Bob, kau urus semua masalah kontrak kerja sama mereka." Darren bangkit dari kursi nya dan merapikan jas kerja nya itu.


"Rapat hari ini selesai."


Darren langsung meninggalkan ruang rapat begitu saja dengan di ikuti beberapa karyawan di belakang Darren. Soal tandatangan kontrak itu menjadi urusan Bobby yang harus mengecek nya secara teliti agar tidak mengakibatkan kerugian untuk perusahaan Darren.


"Benar-benar hari yang melelahkan!" Darren langsung melonggarkan dasinya dan menyandarkan tubuh nya itu di kursi kerja nya.


"Evan Anggara! Sudah lama sekali aku tidak mendengar tentang mu. Seharusnya kau berterimakasih kepada ku! karna, sudah membuat keputusan untuk tidak menghancurkan perusahaan mu itu! Aku melakukan itu hanya karna kau merawat anak dari saudara kembar istriku." ujar Darren dan tersenyum tipis.


Darren kembali merenggangkan otot nya dan langsung kembali melihat siapa saja lawan bisnis yang akan menjadi saingan nya kali ini. Karna sudah lama sekali Darren tidak menghancurkan perusahaan yang sudah berani menantang nya.


"Tuan boleh saya masuk?" Bobby mengetuk pintu kerja Darren.


"Masuklah!" Perintah Darren pada Bobby.


"Tuan muda, ini semua berkas perjanjian kontrak kerja sama kita dengan mereka." Bobby langsung menyerahkan berkas tersebut agar di baca ulang oleh Darren.


"Baiklah akan ku periksa nanti!" Darren meletakkan berkas itu di samping nya.


"Bob bagaimana perkembangan anak dari Erik dan juga Vivian?" Tanya Darren dengan nada yang serius.


"Elvira sangat sehat tuan muda. Evan Anggara merawat nya dengan sangat baik." Jawab Bobby pada Darren.


"Baguslah jika seperti itu. Maka, aku sudah tenang sekarang." Darren menghela nafas nya.


"Tuan muda masalah dengan perusahaan Wiliam company sudah beres. Namun sepertinya mereka marah karna keputusan yang tuan ambil." Bobby menjelaskan semua nya pada Darren.


"Biarkan saja Bob! Aku tidak ingin bermain-main dengan barang murahan seperti mereka." Darren sangat membenci orang yang tidak tau diri.


Sebelum nya mereka sangat manis sekali berkata di hadapan Darren. Namun, karna satu alasan saja sudah membuat mereka lupa akan segalanya. Darren akan membuat orang itu berlutut di hadapan nya untuk meminta maaf atas apa yang sudah ia katakan tentang perusahaan nya itu. Karna Darren sangat membenci orang yang bermain di belakang dengan cara yang benar-benar menjijikkan menurut diri nya.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2