Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 37 Sebenarnya kamu dimana Viola?


__ADS_3

Kediaman Two drn.khan..


Diruang tengah ada Tara yang sudah sangat lama menunggu kepulangan kakak nya itu. Tara terus saja menatap pada ponsel nya menunggu panggilan dari kakak nya. Namun, harapan Tara pupus begitu saja. Dia benar-benar khawatir karna sampai saat ini kakak nya belum pulang jugak.


"Sebenarnya kakak dimana sih! Apa kakak masih berada dirumah kak Shelly ya? Tapi, jika kakak dirumah kak Shelly pasti kakak akan menelfon ku! Kak Shelly juga, mengapa ponsel nya tidak aktif sih! Aku benar-benar khawatir jika tidak ada kabar sama sekali seperti ini." Tara terus saja mondar mandir diruang tengah tersebut dan melihat kearah pintu utama.


Tidak menunggu waktu yang lama suara pintu gerbang kediaman Darren pun terbuka, Tara yang mendengar nya bergegas keluar.


"Itu pasti kakak!" Dengan segera Tara berjalan kearah luar.


Darren yang masih berada di dalam mobil menatap dingin kearah sekertaris sekaligus sahabat nya itu.


"Bob, kau urus sahabat dari istri ku! Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Karna, jika nanti istri ku sudah kembali pada ku. Aku tidak ingin dia sedih dan khawatir tentang sahabat nya." ujar Darren dengan aura dingin nya.


"Baik tuan," balas Bobby


"Dan satu lagi, aku tidak ingin masalah ini ada orang luar yang mengetahui nya! Selain itu kau harus segera menemukan keberadaan istri ku! Apapun yang terjadi aku ingin istri ku kembali dalam keadaan baik! Jika, ada luka sedikit saja di tubuh nya. Maka aku tidak akan segan-segan pada mereka semua!" Darren yang sudah menyelesaikan kata-katanya langsung keluar dari mobil.


Sementara Bobby hanya merasa merinding melihat sikap sahabat nya itu. Sebenarnya dulu Darren juga seperti ini. Namun, kondisi nya tidak separah ini. Semenjak kehadiran Viola membuat Darren sedikit berubah. Akan tetapi karena hal ini Darren kembali seperti dulu lagi.


"Baiklah Darren, aku akan mencari istri mu sekuat tenaga ku! Dan akan menjaga sahabat istri mu itu!" gumam Bobby dan langsung pergi dari kediaman sahabat nya.


Tara yang sudah berada di depan pintu utama melihat kearah mobil tersebut dan dilihat nya hanya ada kakak ipar nya saja yang keluar dari dalam mobil. Membuat nya semakin bingung.


"Kakak ipar! Kak Vio mana?" tanya Tara pada Darren. "Kakak ipar aku sedang berbicara pada mu kak! Mengapa kau diam saja?"


"Kau sudah pulang?" Darren berusaha mengalihkan pembicaraan Tara padanya


"Sudah dari tadi kak. Malahan sekarang aku sedang menunggu kakak dan kakak ipar! Karna, siang tadi kakak ku meminta nomor kakak ipar pada ku. Katanya kak Vio merindukan kakak ipar. Jadi, ku pikir setelah kakak ku meminta nomor kakak ipar dia akan menelfon kakak ipar dan keperusahan kakak!" jelas Tara pada Darren.


Darren yang mendengarnya merasa sangat tidak menyangka. "Bisa-bisanya disaat kau sedang dalam bahaya kau tidak ingin membuat adik mu mengkhawatirkan mu Viola! Aku bangga memiliki istri seperti mu!" Darren hanya berusaha menenangkan perasaan nya itu dan mulai menghela nafasnya.


"Tara, kakak mu itu sedang marah padaku! Jadi, dia memutuskan untuk menginap dirumah sahabat nya. Siapa sih tadi nama nya? Kalau gak salah She ... " Darren berpura-pura berpikir.


"Shelly ya kak?" Tara pun memotong perkataan Darren


"Em iya itu maksudnya." balas Darren.


"Tapi, mengapa kakak tidak menghubungi ku ya kak?" Tara merasa ada yang aneh dan menatap wajah kakak ipar nya.

__ADS_1


"Itu perasaan mu saja! Mungkin kakak mu tidak ingin diganggu. Jadi, kau jangan khawatir! Kau tenang saja Tara, pengawal ku sudah menjaga kakak mu itu dengan sangat baik." Darren pun pergi meninggalkan Tara dan menaiki lift pribadi nya.


"Mengapa aku merasa apa yang dikatakan kakak ipar sangat berbeda dengan apa yang terjadi ya?" pikir Tara dan berjalan pelan memasuki lift umum untuk kekamar nya.


Darren benar-benar sangat lelah! Dia rasanya ingin sekali beristirahat untuk sebentar saja! Tapi, setelah memikirkan Viola membuat Darren menjadi tidak bersemangat untuk beristirahat.


"Dimana sebenarnya kau istri ku?" Darren menatap kearah luar jendela dari kamar nya. "Aku sangat merindukanmu! Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan pada mu istri ku! Maaf kan aku, karna sudah tidak memperdulikan mu selama dua hari ini. Sebenarnya aku tidak ingin melakukan itu! Hanya saja aku ingin mengerjai mu sedikit saja. Tapi, tidak ku sangka kau begitu marah pada ku dan pergi begitu saja!" Tanpa sadar air mata Darren pun keluar. Sejak tadi Darren berusaha menahan air matanya itu. Dia tidak ingin orang lain mengganggap nya lemah.


Darren berjalan membuka laci yang ada di sebelah sofa tepat dikamar nya. Mengambil sebuah album foto yang terdapat foto pernikahan mereka. Dimana mereka berpura-pura bahagia dan sangat gembira.


"Kau ingat foto ini istri ku?" Darren mengelus foto itu dengan sangat lembut, "difoto ini tepat disaat aku mengancam mu untuk pura-pura bahagia didepan semua orang dengan pernikahan terpaksa kita! Kau tau istri ku? Disini juga sebenarnya perasaan ku sudah ada pada mu! Sejak pertama kali aku bertemu dengan mu, aku sudah mulai tertarik pada mu Viola. Hanya saja gengsi ku itu sangat tinggi!" Darren pun tersenyum getir.


"Aku pasti akan membawa mu pulang kembali ke kediaman kita ini! Aku janji Istri ku, setelah aku menemukan mu kembali. Aku tidak akan menyia-nyiakan mu lagi!" Darren memeluk album foto pernikahan mereka dengan mata yang masih basah. Perlahan-lahan mata yang indah itu pun mulai terpejam. dengan seketika Darren pun tertidur di sofa nya.


...🌾🌾...


Rumah sakit internasional...


Bobby yang sudah sampai dirumah sakit dengan segera menuju keruangan Shelly. Diruangan tersebut sudah ada tiga perawat dan satu orang dokter laki-laki.


"Bagaimana kondisi nya?" Tanya Bobby pada pria yang sedang memeriksa Shelly.


"Dokter Andhika Kasella yang terhormat! Kau itu seorang dokter bukan detektif." Bobby menatap tajam kearah dokter Andhika yang dimana dia juga merupakan teman dari Bobby.


"Tuan Bobby Charlton yang terhormat! Aku ini hanya bertanya bro. Apa harus kau semarah itu! Apa jangan-jangan dia ini ..." Andhika memutuskan tidak untuk melanjutkan kata-kata nya itu.


"Dia apa? Maksud mu dia pacar ku gitu?" Bobby menaikan nada bicara nya.


"Hahahaha benar dia pacar mu? Sayang sekali, padahal aku ingin menjadikan nya sebagai wanita ku." Kini Andhika hanya tertawa saja.


"Kau itu gila ya! Dia ini sahabat dari istri seorang miliarder dunia. Apa kau mengenal nya tuan Kasella? Masih berani ingin menjadikan nya wanita mu? Jika, kau berani maka kau hadapi saja istri dari Darren!" Bobby berusaha menakuti Andhika dengan kata-kata nya itu.


"Ha?? Gila! Mengapa semua yang kau bawa kemari berhubungan dengan orang yang sangat kejam itu sih!" Andhika pun menelan saliva nya dengan sangat susah.


"Sebenarnya itu bukan selalu berhubungan dengan nya Andhika! Hanya saja kita yang selalu berkerja dilingkungan nya tuan Kasella!" Bobby pun menghela nafas nya itu.


Perlahan Shelly tersadar dari pingsan nya. Dia menatap kearah seluruh ruangan dan mulai menatap kearah pria yang ada didepannya.


"Kau sudah sadar?" Bobby pun berusaha memapah Shelly untuk bersandar di kepala tempat tidur nya.

__ADS_1


"Kau siapa? Dimana Viola? Apakah dia baik-baik saja? Dia sedang terluka! Aku harus menyelamatkan nya!" Shelly terus saja memberontak berusaha melepaskan infus yang ada di tangan nya. Dengan segera Bobby memeluk tubuh Shelly dan menenangkan nya.


"Tenang lah! Sahabat mu pasti baik-baik saja!" Bobby membelai rambut Shelly dengan sangat lembut.


"Bro dia beneran bukan pacar Lo?" Andhika yang melihat Bobby seperti itu merasa aneh.


"Kau sebaiknya diam saja! Kalau sudah selesai mungkin lebih baik kau merawat pasien yang lainnya!" Bobby menatap intens pada temannya itu.


"Hahahahaha tenang lah sobat! Aku pun tidak ingin menganggu orang yang sedang bermesraan!"


"Kau...!" Andhika yang ditatap tajam oleh Bobby langsung keluar dengan sangat cepat bersama perawat lain nya.


"Kau siapa?" Shelly menatap kearah Bobby dengan sangat lemah.


"Perkenalkan saya Bobby Charlton, sekertaris dari suami sahabat mu nona Shelly." Bobby tersenyum pada gadis yang ada dihadapannya itu.


"Mengapa kau mengetahui nama ku?" Shelly merasa tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Tentu saja saya tau nona. Semua yang menyangkut tentang nyonya muda pasti saya akan tau!" jawab Bobby yang masih tersenyum.


"Ah baiklah! Saya sudah tebak pasti tentang Viola yang sudah menjadi istri dari pria kejam itu!" ketus Shelly dengan wajah kesal nya.


"Hahahahaha mungkin bisa dikatakan seperti itu nona!" Bobby sangat senang mendengar ucapan Shelly yang menjelekan sahabat nya itu.


"Dimana sahabat ku?" Shelly yang sudah tersadar dengan pertanyaan awal nya mulai menatap keseluruhan kamar mencari keberadaan Viola.


"Nyonya Viola masih dalam pencarian kami nona! Anda tenang saja, saya pasti akan menemukan nya." Bobby berusaha menenangkan Shelly yang sudah mulai khawatir.


"Kau bohong! Jika kau bilang akan menemukan nya maka dia ada disini sekarang!" Shelly merasa sangat sedih ketika ia mengetahui sahabat nya itu belum juga ditemukan.


"Anda bersabar lah nona! Semua itu butuh waktu. Tapi, saya janji akan menemukan sahabat mu dengan selamat nona!" Bobby pun berusaha menenangkan Shelly kembali.


Memeluk Shelly yang terus saja menangis dan memberontak itu. Membelai rambut Shelly dengan sangat lembut. Tidak menunggu waktu yang lama Shelly tertidur dipelukan Bobby.


"Gadis yang sangat liar!" Bobby tersenyum, meletakkan kepala Shelly dengan perlahan di bantal dan duduk di sofa yang ada dikamar rumah sakit. Mulai mengistirahatkan tubuh nya yang lelah itu. Akhirnya Bobby memilih untuk bermalam di rumah sakit bersama Shelly.


^^^Bersambung....^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2