Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 93 kau keterlaluan!


__ADS_3

"Istriku kenapa kau bangun?" Darren tersenyum pada Viola.


"Aku tadi tersentak dan terkejut saat tau kalau aku sudah berada di dalam kamar. Lalu aku sadar hanya kau saja yang bisa membawa ku ke kamar. Dan aku pun langsung segera mencari keberadaan mu." Viola menjelaskan nya pada Darren.


"Baiklah sekarang kau sudah menemukan aku bukan? Jadi kita kembali kekamar sekarang." Darren menghampiri Viola dan menggenggam tangan Viola.


"Tapi, Darren ada apa ini? Mengapa malam-malam begini semua orang berkumpul?" Viola menghentikan Darren dan menatap kesemua orang yang masih berdiam diri seperti patung.


"Aku hanya menanyakan beberapa hal pada mereka." Jawab Darren dengan singkat.


"Pertanyaan soal apa?" Viola menatap kearah suaminya itu dengan rasa penasaran nya.


"Tidak terlalu penting. Sebaiknya kita kembali ke kamar sekarang." Darren pun langsung membawa Viola kearah lift.


"Nyonya muda, tolong maafkan saya." Dengan sangat cepat Lisa memegang kaki Viola membuat Viola terkejut.


"Apa yang sedang kau lakukan? Lepaskan lah ini tidak baik untuk mu. Kau tidak melakukan kesalahan apapun pada ku jadi tidak perlu meminta maaf." Viola sangat kaget melihat gadis yang ada di depan dia seperti sedang berlutut. Dengan cepat Viola menyuruh gadis itu untuk berdiri.


"Biarkan saja dia! Kita ke kamar sekarang." Darren sudah muak melihat tingkah wanita yang ada di hadapannya. Ia hanya ingin berduaan saja dengan istri nya. Seharian tidak bertemu Viola benar-benar membuat nya menjadi gila karna rindu.


"Tuan muda, tolong maafkan saya. Saya tidak ingin di penjara." Lisa kembali memohon pada Darren.


"Penjara? Apa maksudmu? Darren ada apa ini?" Viola yang tidak mengerti langsung menatap kearah suaminya dengan intens.


"Bukan hal yang penting istri ku. Sebaiknya kita kembali ke kamar sekarang." Darren menekankan setiap kalimat nya itu.


"Wati ada apa ini?" Viola tidak menggubris perkataan Darren. Ia langsung menatap kearah pelayan wanita yang selalu menemani nya.


"Ny-nyonya muda saya tidak tau apa-apa," jawab Wati dengan suara yang ketakutan.


"Siapa diantara kalian yang bisa menjelaskannya kepada ku! apa yang sedang terjadi saat ini?" Viola menatap kearah semua orang. Mereka tidak menjawab sama sekali dan hanya diam saja.


"Istriku bukan kah sudah ku katakan ini bukan hal yang penting." Darren menatap istrinya dengan menghela nafas nya.


"Bagaimana bisa bukan hal yang penting Darren. Gadis ini bilang dia tidak ingin masuk penjara! Apa yang sudah kau lakukan pada nya?" Viola kembali menatap kearah Darren.


"Kita kembali ke kamar sekarang!" Darren mulai meninggi kan suara nya membuat Viola terkejut.


"Darren, kau--" Viola hanya bisa menahan rasa kekecewaan nya itu. Berjam-jam dia sudah menunggu Darren tapi yang di lakukan pria itu malah membentak nya.


"Kalian semua pergilah! Dan urus wanita itu. Lakukan semua perintah yang sudah aku katakan." Darren kembali menatap kearah pak Dadang dan Lisa dengan tajam.


Lisa tidak tau harus berkata seperti apa lagi. Yang sudah ia lakukan memang sangat keterlaluan. Dia benar-benar lupa pria seperti apa yang sedang ia hadapi. Lisa hanya bisa pasrah yang akan terjadi selanjutnya pada dirinya itu.


Darren dan Viola sudah berada di dalam lift sekarang. Viola hanya diam saja dan tidak berbicara sedikit pun. Menatap kearah Darren saja sudah membuat nya kesal.


Ting!


Pintu lift terbuka, dengan langkah cepat nya Viola meninggalkan Darren dan langsung kearah kamar nya.


"Lepaskan!" Saat Viola hendak membuka pintu kamar nya. Darren menarik tangan Viola hingga membuat Viola langsung berhadapan dengan nya.

__ADS_1


"Ada apa dengan mu?" Tanya Darren dengan suara datar nya.


"Tuan muda anda sedang bertanya pada ku?" Viola kembali bertanya pada Darren.


"Viola Talisa! Sebenarnya kau kenapa?" Darren terkejut mendengar ucapan dari istri nya itu.


"Aku baik-baik saja tuan muda. Aku hanya sedikit lelah dan ingin beristirahat sejenak." Viola melepaskan tangan Darren dan langsung masuk ke kamar nya.


Darren menahan emosi nya agar tidak melukai Viola. Ia pun mengikuti langkah kaki Viola. Dengan cepat Viola membaringkan tubuhnya itu di atas ranjang mereka.


"Kau tidak cuci muka dulu?" Tanya Darren ketika melihat Viola sudah memejamkan mata nya itu.


"Aku sudah mencuci nya sebelum kau pulang." Balas Viola dengan suara ketus nya.


"Istriku, kau sudah makan belum?" Darren berusaha bersikap lembut pada Viola dan merebahkan dirinya di samping Viola.


"Aku sudah makan." Jawab Viola.


"Sayang sekali! Padahal aku ingin mengajak mu makan bersama." Darren pun menggelengkan kepalanya itu dan langsung menutupi tubuh nya dengan selimut.


"Kau ingin mengajak ku makan bersama?" Viola membalikkan tubuh nya itu agar berhadapan dengan Darren.


"Tadi nya aku ingin mengajak mu makan bersama. Tapi, karna kau bilang kau ingin istirahat maka, aku memutuskan untuk membatalkan nya saja." Jawab Darren dengan mata yang terpejam tanpa melihat kearah Viola.


"Ahh soal itu! aku hanya bercanda suamiku." Viola menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum malu.


"Tapi aku menanggapi nya dengan serius." Darren hanya tersenyum kecil saja. Ingin sekali ia menerkam istri nya itu saat sedang menahan malu.


"Maafkan lah istri mu ini ya. Aku sangat lapar sekali!" Viola menarik-narik lengan Darren dan memasang wajah kasian nya.


"Viola kenapa kau bodoh sekali!" Viola menggigit bibir bawah nya itu dengan perasaan malu.


Darren yang melihat bibir kecil Viola di gigit seperti itu langsung menelan saliva nya itu. Dengan sangat cepat Darren memeluk tubuh Viola yang masih berada di samping agar lebih dekat dengan nya.


"Darren kau sedang apa?" Viola terkejut ketika tubuh nya di peluk tiba-tiba oleh Darren.


"Kau ingin makan bukan?" Tanya Darren dengan seringai tipis di wajah nya.


"Iya aku ingin makan." Balas Viola dengan wajah polos nya itu.


"Maka kau harus membayar ku terlebih dahulu!" Ujar Darren dan tersenyum tipis pada Viola.


"Jika aku harus membayar nya terlebih dahulu. lebih baik aku tidak usah makan saja! Aku harus menghemat agar bisa membayar semua hutang ku itu pada mu." Ketus Viola ketika mendengar perkataan Darren pada dirinya.


"Aku tidak meminta bayaran dengan uang mu." Darren menghela nafas nya saat Viola berusaha melepaskan pelukan nya itu.


"Jadi kau ingin bayaran yang seperti apa?" Kesal Viola. Ia sudah tidak sabar lagi menghadapi pria yang selalu saja menguji kesabaran nya itu.


"Hanya sebuah kecupan." Balas Darren dengan senyum lebar di wajah nya.


"Kecupan? Darren aku tidak mau!" Viola pun menolak tubuh kekar suaminya dengan kuat.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mau? Bukan kah sudah ku katakan hanya sebuah kecupan saja. Oh ayo lah istri ku kita sudah pernah melakukan nya bahkan lebih dari itu." Darren sangat kesal ketika Viola menolak dirinya.


"Suamiku tercinta, aku ini memang bodoh! Tapi, aku tidak sebodoh yang kau pikirkan. Kau bilang hanya sebuah kecupan. Bagi ku dan semua orang kecupan itu hanya ciuman biasa yang tanpa hasrat sedikit pun. Namun, arti kecupan bagi mu itu sangat berbeda! Dan aku tidak ingin terjebak oleh mu." Sinis Viola pada Darren membuat Darren sedikit salah tingkah.


"Sial! Bagaimana bisa dia mengerti maksud ku." Darren menatap Viola dengan sangat intens nya.


"Walaupun kau menolak ku! Aku pasti akan tetap bisa mendapatkan mu." Darren kembali merangkul pinggang Viola dan langsung menariknya.


Jarak mereka sangat dekat, nafas yang saling berhubungan satu sama lain membuat Viola sedikit gugup saat menatap wajah suaminya yang sudah menatap dirinya itu. Darren perlahan mendekati wajah Viola dan mencium kening Viola. Viola hanya menutup mata nya saja ketika Darren mencium kening nya.


"Istri ku kecupan yang ku maksud adalah ini. Tapi, karna kau sudah berpikiran jauh pada ku. maka, akan ku kabul kan pikiran mu itu." Darren tersenyum pada Viola yang masih memejamkan mata nya itu.


Viola tidak menjawab sedikit pun. Ia hanya diam saja saat suaminya mengatakan hal seperti itu. Dengan segera Darren mengubah posisi mereka yang bersebelahan menjadi Viola berada di bawah nya. Dengan perlahan Darren mencium bibir kecil Viola. Viola menerima setiap perlakuan Darren pada nya.


Karna, tidak ada penolakan sama sekali dari Viola Darren semakin ******* bibir Viola dengan rakus nya. Ia benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan dirinya itu. Ciuman mereka lama-kelamaan menjadi sangat panas. Dengan tangan nakal nya Darren hendak meraba ke dalam baju Viola. Namun--


"Sshit!" Umpat Darren saat bibir bawah nya di gigit oleh Viola.


"Istriku kau--" Darren menahan rasa kekesalan nya itu dan langsung mengelap bibi bawah nya yang berdarah.


"Darren maafkan aku," Viola tidak menyangka bahwa gigitan yang menurut nya tidak kuat bisa membuat bibir suaminya itu berdarah.


"Kau itu vampir ya! Bagaimana bisa menggigit bibir seseorang sampai seperti ini." ujar Darren dengan suara penuh penekanan nya.


"Maafkan aku! Habis nya kau keterlaluan. Bukan nya mengajak ku makan bersama malah mengajak ku menghabiskan malam bersama." Ketus Viola yang tanpa ia sadari langsung membuat pria yang ada di hadapannya tertawa kecil.


"Kau itu ya!" Darren pun langsung menggelitik perut Viola dengan tertawa.


Viola yang di gelitik oleh Darren langsung memberontak karna kegelian yang ia rasakan.


"Darren hentikan!" Ujar Viola dengan setengah tertawa nya.


"Siapa suruh kau menggigit ku." Darren terus saja menggelitik perut Viola sehingga Viola terus tertawa.


"Aku salah Darren! Maafkan aku. Ha ha ha," Viola berusaha meminta maaf pada suaminya itu agar suaminya berhenti menggelitik perut nya.


"Kau ngaku salah?" Darren menghentikan kegiatan nya dan kembali menatap wajah Viola


Viola mengangguk kepalanya itu dan tersenyum pada suaminya yang masih menahan tubuh nya di bawah tubuh suaminya.


"Istri ku, aku merindukan mu." Darren langsung memeluk Viola dengan sangat erat nya.


"Aku juga merindukan mu Darren." Viola tau suaminya pasti sangat kelelahan dan butuh sandaran untuk menghilangkan rasa lelah nya itu.


Darren melonggarkan pelukannya pada Viola. menatap wajah Viola dengan sangat dalam, perlahan ia kembali mencoba menciumi seluruh wajah Viola. Viola tidak menolak sama sekali dan bahkan membalas menciumi kembali seluruh wajah suami nya.


Darren sangat senang saat melihat istri nya sudah membalas setiap perlakuan hangat yang ia lakukan. Perlahan Darren membuka satu demi satu helaian kain yang ada di tubuh Viola sehingga membuat Darren semakin bergairah saat menatap tubuh polos istri nya itu.


Dengan sangat hati-hati nya Darren mencium bibir Viola dan membuka baju ya ia kenakan. Ciuman mereka semakin lama semakin panas membuat mereka berdua semakin bersemangat. Darren yang tau istri nya itu masih merasa sakit di bagian inti nya. Dengan sangat perlahan Darren melakukan penyatuan di antara mereka.


Viola yang sudah merasakan ada sesuatu yang masuk di bagian inti nya merasakan sedikit perih. Namun, karna suaminya itu terus menciumi nya rasa sakit itu pun perlahan-lahan menghilang. Mereka berdua pun kembali melakukan hubungan panas mereka pada malam ini.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2