Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 127 tidak apa-apa!


__ADS_3

Apartemen Bobby.


Saat ini sudah ada seorang wanita dan juga seorang pria yang tidur dalam satu ranjang membuat gadis tersebut sangat terkejut.


"Aaaaa!" Teriak Shelly dengan sangat kuat nya.


"Nona Shelly! Kenapa kau berteriak?" Bobby membuka mata nya lalu mengusap telinga nya itu.


"Tentu saja aku berteriak saat melihat ada seorang pria berada di samping ku." Ujar Shelly dengan suara kesal nya.


"Terus masalah nya dimana?" Bobby menautkan alis nya itu.


"Masalah nya? Kau tidak waras. Wanita dan pria tidak boleh tidur bersama sebelum menikah!" Shelly menatap tajam kearah Bobby.


"Anda tenang saja! Hanya tidur di atas ranjang yang sama bukan berarti kita melakukan hal yang lain." Jawab Bobby dengan sangat santai nya.


"Hal yang lain?" Shelly yang mendengar ucapan Bobby merasa sedikit bingung.


Bobby yang melihat Shelly langsung tersenyum tipis.


"Ka-kau mau apa?" Shelly sangat terkejut melihat Bobby semakin dekat dengan nya.


"Aku akan memberitahu kan mu apa itu hal yang lain." Bisik Bobby di telinga Shelly dan tersenyum tipis.


"Cih!" Shelly yang mendengar ucapan dari Bobby langsung mendorong tubuh Bobby dengan sangat kuat nya.


"Jangan macam-macam!" Ujar Shelly dengan suara yang sangat di tekan nya.


"Baiklah!" Bobby pun langsung bangkit dari ranjang nya itu.


"Kau mau kemana?" Shelly yang melihat Bobby menjauh dari nya langsung menatap kearah Bobby.


"Kau ini aneh ya! Tadi aku dekat kau suruh untuk menyingkir. Dan sekarang giliran aku menjauh kau malah bertanya." Bobby menggelengkan kepalanya.


"Huh! Jangan ge'er. Aku hanya tidak tau sekarang berada di mana! Jika kau pergi maka aku harus ngapain disini." Ketus Shelly


"Kau sedang berada di apartemen ku. Lebih tepatnya di dalam kamar ku!" Bobby hanya menggelengkan kepalanya saja lalu berjalan kearah kamar mandi nya.


"What! Bagaimana bisa aku berada di apartemen nya? Benar-benar tidak masuk akal." Dengan sangat cepat Shelly bangkit dari ranjang Bobby dan berjalan kearah pintu.


Saat Shelly memegang gagang pintu kamar Bobby betapa terkejutnya Shelly saat mengetahui kamar tersebut terkunci.


"Bobby Charlton!" Teriak Shelly dengan wajah yang sudah menahan rasa kesal.


Bobby yang berada di dalam kamar mandi mendengar teriakkan dari Shelly hanya tersenyum kecil saja. Sementara Shelly yang tidak tau di mana kunci pintu kamar tersebut hanya bisa memilih menunggu Bobby hingga selesai mandi saja.


"Ha! nona Shelly kau masih disini ternyata?" Bobby dengan sangat santai nya keluar dari kamar mandi dengan baju handuk nya itu yang menunjukkan setengah dada bidang Bobby membuat Shelly menelan Saliva nya itu. Dengan sangat cepat Shelly menggelengkan kepalanya dan memicing kan pandangan nya kearah Bobby.


"Buka pintu nya!" Perintah Shelly dengan nada yang sangat kesal.


"Pintu? Oh maaf nona Shelly aku melupakan nya." Dengan wajah yang tersenyum puas Bobby berjalan kearah pintu kamar nya dan membuka pintu tersebut.


"Adik dan kakak sama saja!" Shelly berjalan kearah pintu. Sementara Bobby yang mendengar ucapan Shelly membuat senyuman di bibir nya menghilang.


"Kau mau kemana?" Tanya Bobby saat melihat Shelly hendak keluar dari kamar nya.


"Jangan mempertanyakan suatu pertanyaan yang kau sendiri sudah mengetahui jawabannya." Sinis Shelly tanpa memandang kearah Bobby.


"Tunggu!" Bobby langsung mengehentikan langkah Shelly yang kembali menjauh dari nya.


"Ada apa tuan Bobby?" Shelly membalikkan tubuh nya dan memasang senyum paksa kearah Bobby.


"Kita satu tujuan! Mari pergi bersama." Tawar Bobby pada Shelly


"Tidak perlu repot-repot tuan Bobby! Aku bisa pergi sendiri." Shelly memutar bola mata nya dengan malas.

__ADS_1


Bobby yang melihat reaksi Shelly seperti itu langsung mengambil pakaian nya di lemari. Tanpa aba-aba sama sekali Bobby langsung membuka baju handuk nya membuat Shelly sangat terkejut.


"Argh! Apa yang kau lakukan?" Dengan sangat cepat Shelly menutup kedua matanya itu.


"Aku sedang terburu-buru! Salah mu yang masih berada di dalam kamar ku." Jawab Bobby dengan sangat mudah nya.


"Dasar gila!" Shelly pun hendak meninggalkan kamar Bobby.


"Jangan pergi begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu nona Shelly," Bobby langsung menarik tangan Shelly kembali masuk ke dalam kamar nya dan mengunci kamar nya itu.


"Jaga sikap mu tuan Bobby!" Shelly sangat marah dengan perilaku Bobby pada nya.


"Nona Shelly, di luar ada bik nah! Kau mau membuat nama ku tercemar karna keberadaan mu disini." Bisik Bobby pada Shelly.


"Bik nah?" Shelly hanya memasang wajah yang bingung saja.


"Pekerja paruh waktu disini," Bobby kembali mengenakan baju nya.


"Kau--" Shelly langsung menutup mata nya kembali.


"Oh ayo lah nona Shelly. Aku masih menggunakan ****** ***** ku! Jadi kau tidak perlu semalu itu saat melihat nya." Bobby hanya tersenyum saja.


"Benar-benar pria tidak waras." Umpat Shelly saat ia mendengar ucapan Bobby pada nya.


Bobby yang sudah selesai mengenakan pakaian nya hanya diam saja dan terus memandangi wajah Shelly yang masih menutup kedua matanya itu. Shelly yang tidak mendengar suara Bobby membuka perlahan matanya. Dan betapa terkejutnya Shelly saat melihat Bobby sangat dekat dengan wajah nya.


"Kau--"


Mmuah!


Bobby mencium bibir Shelly sekilas membuat kedua mata Shelly melebar. Shelly menutup bibir nya itu saat bibir Bobby tidak menyentuh bibir nya kembali.


"Kenapa kau diam?" Bobby yang melihat reaksi Shelly seperti itu merasa sedikit bingung.


"Pria brengsek!" Shelly sangat marah pada Bobby.


"Lumayan." Bobby tersenyum mengusap pipi nya itu.


Tanpa basa-basi Shelly langsung pergi dari hadapan Bobby dengan perasaan yang campur aduk. Semua umpatan sudah terlontar oleh bibir Shelly seiring nya ia berjalan. Bobby saat ini hanya diam saja melihat Shelly menjauh darinya.


"Bahkan aku sendiri tidak menyadari apa yang aku lakukan nona Shelly," ujar Bobby.


Bobby langsung keluar dari kamar nya setelah ia mengingat hari ini adalah waktunya istri dari sahabat nya itu sadar dan mungkin ini waktu yang tepat juga untuk mengklarifikasi semua masalah yang ada.


......................


R.s, Andhika Kasella hospital.


Tidak menunggu waktu yang lama Shelly sudah berada di rumah sakit dimana sahabat nya di rawat dan selang beberapa menit Bobby pun tiba di rumah sakit Andhika. Shelly dan Bobby saat ini saling tatapan satu sama lain.


Memikirkan kejadian yang sempat terjadi diantara mereka membuat Shelly kembali marah. Dengan perasaan kesal nya Shelly meninggalkan Bobby begitu saja. Bobby yang melihat Shelly berjalan mulai mengikuti langkah kaki Shelly.


Ceklek!


Suara pintu yang terbuka membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut melihat kearah pintu dan langsung mengalihkan pandangan mereka kembali saat mereka tau siapa yang datang.


"Bagaimana keadaan Viola?" Tanya Shelly pada mereka semua.


"Kenapa kalian diam saja?" Shelly yang melihat mereka diam saja mulai semakin khawatir.


"Tante apa semuanya baik-baik saja?" Bobby menatap kearah Aurora.


"Entah lah! Tante sendiri saja tidak mengetahui nya. Kata dokter Andhika Viola sudah baik-baik saja. Namun, sampai sekarang Viola masih belum sadarkan diri." Jelas Aurora pada Bobby.


"Kalian tidak perlu khawatir!" Andhika tiba-tiba saja masuk keruangan membuat Darren menatap tajam kearah Andhika.

__ADS_1


Bughhh!


Darren langsung memukul wajah Andhika saat menatap wajah Andhika.


"Darren," teriak mereka semua kecuali Shelly menatap terkejut kearah Darren.


"Bro, kenapa kau memukul ku?" Andhika mengusap wajah nya yang sedikit mengeluarkan darah.


"Berani sekali kau mengabaikan panggilan ku!" Tatap tajam kearah Andhika.


"Come on bro! Istrimu sudah baik-baik saja. Aku tidak mengabaikan panggilan mu! Hanya saja saat itu ada pasien lain yang memang lebih membutuhkan ku." Jelas Andhika pada Darren.


"Jadi menurut mu istriku tidak penting?" Nafas Darren terlihat sedang naik turun menahan emosinya.


Andhika saat ini hanya diam saja tanpa membalas ucapan Darren. Ia hanya melakukan tugas nya dengan memeriksa kondisi Viola saat ini.


"Dia sudah baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan sadar! Mungkin karna efek samping dari obat membuat dia tidur lebih lama." Jelas Andhika pada mereka semua.


Andhika langsung meninggalkan ruangan tersebut. Namun, Darren menghalangi langkah Andhika membuat Andhika menghentikan langkahnya.


"Kau belum menjawab ucapan ku!" Tekan Darren pada Bobby.


"Percuma juga aku menjawab! Karna kau tidak bisa mencerna semua ucapan ku saat ini." Sinis Andhika lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Andhika sangat kesal saat mendengar ucapan Darren pada nya. Bagaimana bisa Darren menganggap dirinya tidak menganggap Pasien nya itu tidak penting. Bahkan Viola merupakan pasien yang sangat terpenting karna merupakan istri dari sahabat nya. Namun, karna satu hal saja Darren menyepelekan pekerjaan nya membuat Andhika benar-benar sangat marah.


"Seperti nya suasana hati dokter Andhika tidak baik-baik saja!" Ujar Shelly saat melihat kepergian Andhika.


"Diamlah!" Bisik Bobby pada Shelly.


"Bukan urusan mu." Shelly hanya menatap Bobby sekilas lalu kembali menatap kearah Viola.


Darren sangat tahu kalau Andhika marah pada nya. Namun, karna saat ini Darren tengah fokus pada kondisi Viola. Sehingga membuat Darren melupakan nya untuk sementara waktu.


Mereka semua saat ini sangat setia menunggu Viola lekas bangun dari tidur nya itu.


"Darren," panggil Viola dan mulai membuka mata nya perlahan.


"Viola kau sudah bangun?" Darren merasa sangat senang melihat Viola membuka matanya.


Mereka semua yang mendengar suara Viola langsung mendekat kearah Viola. Viola menatap kearah Omay, mama, Bobby dan juga Shelly dengan wajah yang kebingungan.


"Ada apa ini?" Tanya Viola pada mereka semua.


"Jangan bergerak dulu," Darren langsung memapah Viola saat ingin bersandar pada tempat tidur rumah sakit tersebut.


"Aww," Viola memegang kepala nya yang sedikit terasa pusing.


"Bob panggil Kasella kemari!" Perintah Darren pada Bobby.


Bobby menganggukkan kepalanya dan langsung meninggalkan mereka semua yang ada di sana. Shelly menatap wajah Viola dengan perasaan yang sangat tidak tega melihat keadaan sahabat nya saat ini.


"Shell," Viola menatap sahabatnya yang menangis.


"Emh," Shelly terus menatap kearah sahabat nya.


"Ada apa? Kenapa Lo nangis?" Tanya Viola dengan perasaan yang sangat bingung.


"Aku sangat menghawatirkan mu Vi!" Tiba-tiba saja Shelly memeluk tubuh Viola dengan sangat erat nya membuat Viola semakin terkejut.


Viola yang tau saat ini sahabat nya tidak dalam kondisi perasaan yang baik. Viola memilih mengelus belakang Shelly dengan mengatakan tidak apa-apa semuanya baik-baik saja! Membuat tangis Shelly semakin menjadi.


^^^Bersambung....^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2