Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 131 Bagaimana kondisi nya?


__ADS_3

Mama Darren menatap kearah Viola dan tersenyum pada Viola.


"Kau tau nak? Untuk kedua kali nya mama melihat rasa takut dan kekhawatiran yang cukup dalam ada di mata Darren saat dirimu mengalami kecelakaan nak. Sama seperti Darren melihat keadaan papa nya dirumah sakit yang lalu nak. Oleh karna itu mama yakin Darren benar-benar mencintai mu." Ujar mama Darren dengan nada yang menyakinkan nya.


"Ma, boleh Vio tanya satu hal pada mama?" Viola menatap wajah mama mertua nya.


"Tentu saja boleh nak," Aurora mengelus pipi menantu nya yang masih terasa basah.


"Kenapa Darren begitu bertekad pergi meninggalkan mama dan juga omay selama 5 tahun?" Tanya Viola pada mama Darren.


"Itu karna Darren tidak ingin nama ayah nya hilang begitu saja dari dunia ini. Selain itu Darren juga memiliki dendam yang sangat dalam pada orang kepercayaan papa nya yang sudah membuat dirinya kehilangan papa nya itu nak." Jawab mama Darren.


"Jadi maksud mama--" Viola tidak berani melanjutkan perkataannya itu.


"Iya nak! Orang yang pertama kali Darren hancurkan dengan sangat kejam adalah orang kepercayaan papa nya itu. Perusahaan yang diambil oleh orang kepercayaan papa nya berhasil Darren dapat kan kembali. Yang mama masih tidak percaya sama sekali adalah Darren masih belum cukup puas melihat kehancuran yang terjadi pada mereka. Sehingga Darren menyuruh orang suruhan nya untuk membunuh orang kepercayaan dari papa nya itu secara sadis sekali nak! Darren ingin membuat keluarga dari orang itu merasakan hal yang sama padanya. Bahkan sampai sekarang Darren masih menyulitkan setiap langkah yang diambil oleh keluarga orang kepercayaan papa nya."jelas mama Darren kembali.


Mereka yang mendengar cerita tersebut menelan Saliva mereka dengan sangat susah. Ternyata kekejaman Darren benar-benar nyata. Mereka semua benar-benar takut jika menyentuh orang yang Darren cintai karna cara Darren benar-benar sangat sadis.


"Darren tidak takut dipenjara ma?" Viola tampak sangat terkejut.


"Nak, di dalam dunia bisnis hal seperti itu sangat biasa. Darren melakukan nya dengan rapi sekali tanpa jejak sedikitpun." Ujar mama Darren.


"Nak, mama mohon pikirkan lah kembali untuk berpisah dari Darren! Karna Darren bisa melakukan semua hal secara diam-diam tanpa jejak sedikitpun. Mama takut Darren akan menghilang kembali seperti 10 tahun yang lalu." Mama Darren menggenggam erat tangan Viola.


Viola langsung terdiam mendengar ucapan dari mama mertua nya itu. Shelly langsung menyuruh Viola untuk berpikir dengan hati yang tenang. Sementara Andhika hanya bisa menyaksikan apa yang ada di hadapannya.


"Vio butuh waktu ma," Viola mengalihkan pandangannya itu. Ia tidak berani menatap bola mata mama mertuanya.


"Mama paham bagaimana perasaan mu nak! Vio jangan merasa bersalah pada mama dan juga omay. Apapun keputusan Vio mama pasti akan menerima nya dengan lapang dada." Ujar mama Darren dengan senyum di wajah nya.


......................


Kediaman two drn.khan


Saat ini Darren sudah sampai di kediaman milik nya. Pikiran Darren benar-benar sangat kacau. Ia tidak mempedulikan panggilan siapa pun saat masuk kedalam kediaman nya itu. Pak Dadang yang melihat sikap atasan nya merasa sangat bersalah. Andai saja ia melarang nyonya muda nya untuk keluar maka semua ini tidak akan terjadi.


"Pa," panggil Darren menatap pada foto papa nya yang terbingkai dengan sangat besar di ruangan rahasia Darren.


"Harus kah aku kehilangan orang yang ku sayangi untuk kedua kalinya?" Darren mengepalkan tangannya menatap lukisan tersebut.


"Kenapa rasa nya sakit sekali pa? Apakah sesakit ini jika aku kehilangan orang yang ku cintai?" Tanpa sadar air mata Darren sudah keluar.


"Benar-benar konyol! Mengapa aku harus berbicara pada mu disaat papa sendiri tidak mendengar kan ku sama sekali." Darren tersenyum sinis lalu mengambil bir yang memang sangat banyak dan tersusun di ruangan tersebut.


Darren memang sengaja menyediakan berbagai minuman disana. Karna setiap keruangan itu hanya minum lah yang membuat Darren sedikit tenang.


"Pa, aku tidak ingin wanita yang ku cintai menderita bersama ku!" Darren terus saja menetes kan air mata dan meminum minuman yang ada di tangan nya. Ia duduk di kursi goyang milik papa nya dulu.


"Aku akan melepaskan nya pa! Hah." Darren mengusap wajah nya dengan kasar.

__ADS_1


Argh!!!


Darren langsung melempar botol minuman yang ada di tangan nya membuat botol tersebut pecah dan menimbulkan suara yang sangat besar.


Darren memejamkan mata nya itu. Ia benar-benar tidak bisa menenangkan hati nya yang sangat kacau.


...🌾🌾...


Keesokan hari nya.


Setelah perbincangan yang terjadi di antara dirinya dan juga mama mertua nya semalaman. Membuat Viola lebih banyak melamun.


"Apakah tindakan ku untuk berpisah dengan Darren sudah benar?" Tanya Viola pada dirinya sendiri.


"Vi," Shelly mengucek kedua mata nya saat ia melihat sahabatnya sudah bangun. Shelly memilih menemani Viola semalaman dan tidur di sofa rumah sakit. Karna memang ruangan Viola benar-benar sangat besar seperti hotel.


"Emh," Viola hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Bagaimana kondisi Lo? Masih sakit? Jika masih sakit gue akan panggil dokter Andhika." Shelly menatap wajah Viola yang sedikit terlihat pucat.


"Gue baik-baik aja Shell!" Viola tersenyum pada Shelly.


"Shell gue mau pulang." Pinta Viola dengan wajah yang mulai bosan berada di rumah sakit tersebut.


"Tapi Lo belum sembuh sepenuhnya Vi!" Shelly menghela nafas nya itu melihat sikap dari Viola.


"Wah, seperti nya pelayanan dirumah sakitku ini kurang bagus! Sehingga membuat nyonya muda merasa bosan disini." Andhika masuk kedalam ruangan Viola dan ditemani oleh beberapa suster yang mengikuti dirinya.


"Eh, dokter Andhika." Viola merasa tidak enak hati mendengar ucapan dari sahabat suaminya itu.


"Nyonya muda, anda memang sudah baik-baik saja. Tapi, kondisi diri anda masih harus di pantau selama seminggu." Andhika menghela nafas nya dan langsung menyuruh perawat rumah sakit nya untuk memasukkan obat di selang infus Viola.


"Seminggu? Oh ayo lah dok. Saya sudah baik-baik saja!" Kesal Viola.


"Nyonya muda, saya dokter anda! Jadi saya lebih paham bagaimana kondisi pasien saya. Jadi anda bersabar lah! Seminggu itu bukan waktu yang lama." Andhika menatap kearah Viola dengan tatapan tajam nya.


"Tu dengerin apa kata dokter! Jangan ngelawan aja." Shelly hanya bisa tersenyum saja saat melihat wajah sahabat nya yang tampak manyun.


Andhika yang sudah selesai memeriksa keadaan Viola langsung keluar dari ruangan Viola. Betapa terkejutnya Andhika saat melihat sosok di depan nya saat ia sudah berada di luar.


"Ikut aku," perintah nya pada Andhika membuat Andhika menelan Saliva nya itu dan langsung mengikuti pria tersebut


"Bagaimana kondisinya?" Tanya Darren pada Andhika.


"Kondisi siapa?" Andhika bersikap seolah-olah tidak tau.


"Viola Talisa." Jawab Darren dengan wajah dingin nya.


"Viola Talisa? Bro biasanya kau memanggil nya dengan panggilan istriku. Lalu kenapa sekarang malah berubah." Sinis Andhika pada Darren.

__ADS_1


"Karna kami akan bercerai! Aku sudah tidak ada hak lagi memanggil nya seperti itu." Darren benar-benar bersikap sangat dingin pada Andhika. Tidak seperti biasanya, walaupun Darren terkenal pria dingin tapi setiap ucapan dari Andhika pasti Darren selalu membalas dengan kata-kata savage nya. Tapi kali ini berbeda membuat Andhika sedikit merasa sedih.


"Bagaimana kondisi Viola?" Darren kembali mengulangi pertanyaannya saat melihat Andhika hanya diam saja.


"Nyonya muda sudah baik-baik saja! Namun, dalam seminggu ini kami harus benar-benar memantaunya baru bisa memutuskan nyonya muda sudah boleh pulang atau tidak." Terang Andhika pada Darren.


"Bagus lah jika seperti itu!" Darren langsung melangkah kan kaki nya dan hendak meninggalkan Andhika sendirian disana.


"Bro Lo gak ingin jumpai istri tercinta Lo itu?" Tanya Andhika membuat langkah kaki Darren terhenti.


"Jangan bilang pada Viola kalau aku kemari." Bukan nya menjawab Darren malah mengucapkan kata-kata yang begitu membuat Andhika sangat terkejut.


"Kenapa?" Tanya Andhika kembali.


"Kasella! Bukan nya kau sedang marah pada ku. Lantas kenapa hari ini kau banyak sekali bertanya padaku." Sinis Darren membuat Andhika langsung terdiam.


Darren yang tidak mendengar suara dari Andhika lagi langsung melanjutkan langkah kaki nya agar tidak ada orang lain yang mengetahui kedatangan nya.


"Darren, kenapa kau terlihat baik di luar tapi hancur di dalam." Andhika hanya menghela nafas nya saja. Ia merasa kasian melihat bagaimana kehidupan dari seorang pria yang sangat terkenal itu.


"Jika aku tau kehidupan mu akan seperti ini aku tidak akan pernah mau bermimpi bisa menjadi seorang miliarder dunia." Andhika menggelengkan kepalanya itu dan kembali melanjutkan tugas nya yaitu mengecek kondisi pasien nya.


...✨✨...


Perusahaan drn.khan


Darren yang sudah tiba di perusahaan nya hanya bisa menyibukkan diri nya dengan pekerjaan yang ada di perusahaan nya itu. Saat tengah memeriksa beberapa dokumen Darren langsung menatap kearah pintu ketika ia mendengar suara pintu nya di ketuk.


"Masuklah!" Perintah Darren.


Bobby yang sudah mendapatkan izin masuk oleh Darren langsung melangkah kan kaki nya dan memegang beberapa dokumen yang ada di tangan nya.


"Ada apa?" Tanya Darren dengan wajah datar nya itu.


"Tuan muda, ini surat cerai yang anda minta." Bobby langsung menyerahkan surat tersebut di atas meja kerja Darren.


Darren diam sesaat melihat surat yang ada di atas meja nya itu lalu ia kembali menatap kearah komputer yang ada di hadapannya.


"Baiklah Bob, kau boleh keluar sekarang!" Ujar Darren tanpa ekspresi apapun.


"Darren, maafin atas sikap adik ku." Bobby memberanikan dirinya untuk berbicara pada pria yang saat ini tidak baik-baik saja.


"Semuanya sudah terjadi! Dengan kau meminta maaf pada ku. Viola juga tidak akan pernah mau kembali pada ku." Ujar Darren pada Bobby dan terus mengetik pada keyboard komputer nya itu.


Bobby benar-benar merasa sangat.bersalah. Ia tidak menyangka sahabat nya akan sehancur ini.


^^^Bersambung...^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2