
Kediaman Two drn.khan...
Darren dan Viola sudah tiba di kediaman keduanya. Dengan segera pak jono membukakan pintu mobil untuk tuan nya.
Darren memasuki kediaman nya begitu saja, tanpa, mempedulikan Viola.
"Selamat datang tuan," kepala pelayan, berserta pelayan yang lain nya sudah berdiri di pintu masuk untuk menyambut tuan muda dan juga nyonya muda Mereka.
"Tolong layani semua permintaan istri ku, dan penuhi semua kebutuhan nya pak!" Dengan segera Darren meninggalkan mereka.
"Baik tuan muda." Jawab kepala pelayan.
Viola hanya bisa menahan rasa sesak di dadanya saja. Melihat sikap dingin Darren padanya. Namun, dia tetap seperti biasa nya yang merasa takjub melihat kediaman kedua Darren.
"Kediaman Darren yang ini sangat berbeda ya. Memang tidak sebesar dengan kediaman pertama nya. Tapi, kediaman ini lebih indah dari yang pertama. Kurasa aku akan sangat menyukai kediaman ini." gumam Viola didalam hatinya.
"Nyonya muda?" Kepala pelayan yang melihat nyonya muda nya masih berdiri saja, langsung menghampiri nya.
"Bapak memanggil saya?" Viola yang merasa di panggil langsung menatap pria yang separuh baya sedang berdiri dihadapan nya.
"Iya nyonya. Nyonya muda tidak ingin masuk?" tanya kepala pelayan.
"Oh iya saya lupa pak." Viola langsung tersenyum menatap kepala pelayan. "Bapak bagian apa kerja disini?" Viola yang merasa suasana sangat canggung, dia mencoba memberanikan diri untuk memecahkan kecanggungan mereka.
"Saya kepala pelayan disini nyonya muda. Jadi, kalau nyonya memerlukan sesuatu nyonya tinggal panggil saya saja." balas kepala pelayan itu dengan sangat hormat nya.
"Pasti nama bapak pak Dadang kan?" Dengan segera Viola langsung tersenyum melihat pria yang ada di hadapannya.
"Dari mana nyonya tau nama saya?" Pak Dadang merasa terkejut. Karna, nyonya mudanya mengetahui namanya.
"Oh itu pak, saya tahu dari adik saya." jawab Viola.
"Baiklah nyonya muda! Silahkan masuk nyonya." Dengan segera kepala pelayan beserta staf pelayan lain nya memberi hormat pada Viola.
"Benar kata Tara! Kejadian yang ku alami ini, seperti di drama Korea atau di drama China ya. Benar-benar aku di perlakukan seperti ratu disini." Viola langsung menghela nafas beratnya.
"Nyonya muda! Kamar nyonya dan tuan ada di atas. di lantai 2 bagian sebelah kanan." Pak Dadang langsung menunjuk kamar yang ada di sebelah kanan.
"Jadi, di sebelah kiri itu pak?" tanya Viola.
"Di sebelah kiri adalah ruang kerja tuan muda nyonya. Dan di samping nya itu adalah ruangan olahraga tuan muda nyonya." Pak Dadang terus menjelaskan seluruh kediaman kedua milik Darren.
"Ternyata si singa itu memiliki ruangan olahraga juga." gumam Viola.
"Sedangkan disebelah kamar nyonya dan tuan muda ada lift khusus untuk nyonya dan tuan. Kami para pelayan tidak boleh menggunakan nya. Kami, hanya menggunakan lift umum yang ada dilantai bawah." Pak Dadang langsung menunjukkan lift nya pada Viola.
"Disini ada lift nya pak?" Viola kaget begitu dia mendengar perkataan pak Dadang padanya.
"Tentu saja nyonya. Jika, tidak ada lift nya maka, akan sangat melelahkan untuk sampai ke lantai 6 nyonya muda." Jawab kepala pelayan dengan sangat tenang nya.
"APPAHH!! lantai 6 pak?" Viola langsung meninggikan suara nya begitu mendengar ucapan dari kepala pelayan.
"Iya nyonya muda." Kepala pelayan hanya tersenyum saja. "Dilantai 2 khusus untuk tuan muda nyonya. Karna, tuan sudah menikah dengan nyonya, jadi itu merupakan milik nyonya juga."
__ADS_1
"Jadi, di lantai bawah itu ruangan apa saja pak?" Viola terus mengikuti langkah kaki kepala pelayan dan mereka memasuki lift umum Darren.
"Dilantai bawah itu khusus untuk ruang makan, ruang masak, dan ruang tamu saja nyonya." Jawab pak Dadang.
"Terus apa lagi pak? Sebaiknya jelas kan saya tentang kediaman ini semuanya pak!" ujar Viola pada pak Dadang.
"Baik nyonya," mereka pun keluar dari lift dan sampai Kelantai 3. "Di lantai 3 ini khusus hanya untuk kamar saja nyonya! Jadi di lantai tiga ini hanya ada 6 kamar nyonya." Jawab pak Dadang pada nyonya muda nya.
"Hanya bapak bilang?" Viola merasa terkejut jika kamar sebanyak itu, cuma di bilang hanya saja oleh pak Dadang.
"Iya nyonya! 6 kamar terlalu sedikit." jawab kepala pelayan.
"Kenapa begitu pak?" Viola semakin bingung dengan semua nya.
"Karna, setiap sebulan sekali tuan muda akan menyiapkan kamar-kamar ini untuk anak panti asuhan yang ada di Sukabumi nyonya. Panti asuhan itu baru saja di buka. Jadi tuan muda setiap bulan mengijinkan anak-anak tersebut tidur selama seminggu di kediaman keduanya. Atas permintaan anak panti asuhan nyonya muda. Jadi, anak-anak tersebut akan bergantian tidur disini nyonya." Jelas pak Dadang pada Viola.
"Tenyata dia juga sangat baik!" Viola takjub mendengar ucapan pak Dadang padanya.
"Lalu kenapa tidak menambah kamar saja pak?" tanya Viola yang masih mengikuti pak Dadang.
"Itu karna, tuan muda menyukai angka 6 nyonya. Jadi, lantai kediaman ini juga berjumlah 6 karna jumlah kata di dalam nama tuan muda itu 6 Nyonya muda." jelas pak Dadang lagi.
"Loh bukan nya jumlah kata nama suami saya bnyak ya pak?" ujar Viola.
"Itu nama panjang tuan nyonya muda. Tuan hanya mengambil nama depan nya saja." timpal pak Dadang.
"Oh jadi, begitu." Balas Viola dan mereka pun memasuki lift kembali untuk kelantai 4.
"Merenungkan kesalahan pak? Maksudnya?" Viola semakin tidak mengerti dengan kediaman kedua Darren yang penuh misteri itu.
"Iya nyonya muda! Jika, semua yang berada di kediaman ini melakukan kesalahan. Maka, kami wajib memasuki ruangan ini selama 2 jam untuk merenungkan nya dan meminta maaf atas perbuatan yang salah. nyonya muda juga termasuk dan tuan juga sama nyonya. Namun, kami semua jarang sekali memasuki ruangan ini. Tuan yang sering memasuki ruangan ini nyonya." jelas pak Dadang.
"Darren sering kemari? Dia kenapa ya?" Gumam Viola.
"Mari nyonya kita kelantai 5," ajak pak Dadang. Viola hanya bisa menghela nafas nya saja.
"Ini kok cuma ada satu ruangan saja pak?" tanya Viola.
"Ini adalah ruangan perpustakaan sekaligus ruang belajar nyonya muda. Jadi, semua buku yang nyonya cari. Pasti ada di dalam perpustakaan ini." ujar pak Dadang.
"Kediaman Darren ini seperti labirin, sangat rumit untuk ku jelajahi. Berbeda sekali dengan kediaman yang pertama. Dari luar kediaman ini tidak sebesar dengan kediaman yang pertama. Namun, di dalam kediaman ini sangat sulit untuk ku pahami. Bahkan, di kediaman pertama tidak ada tu lift. Tapi, disini ada! Bagaimana dia merancang struktur dan interior design rumah ini." Viola langsung menghela nafasnya dengan sangat panjang.
"Mari nyonya kita kembali kelantai bawah!" Ajak pak Dadang.
"Loh pak! Kita baru di lantai 5. Kita belum ke lantai 6 pak, kenapa kita turun kebawah?" Viola terkejut mendengar ucapan pak Dadang.
"Maaf nyonya muda. Lantai 6 adalah ruangan rahasia yang tidak boleh kami masuki. Untuk ke lantai 6 saja kami tidak boleh. Jika, nyonya ingin kesana sebaiknya nyonya meminta tuan muda saja yang mengantar nyonya." Pak Dadang langsung menundukkan kepalanya.
"Baiklah pak! Kita turun saja." Pak Dadang pun langsung menganggukkan kepalanya dan mereka turun kelantai bawah.
"Oh iya pak! Tara dimana ya?" tanya Viola.
"Nyonya Tara masih di sekolah nya nyonya muda." Pak Dadang masih berdiri di belakang nyonya nya.
__ADS_1
"Oh iya saya lupa pak! Kalau ini masih di jam sekolah nya." ujar Viola.
"Saya ke paviliun belakang dulu ya nyonya muda." Pak Dadang meminta izin pada nyonya mudanya.
"Disini juga ada paviliun pak?" Lagi-lagi Viola terkejut mendengarnya.
"Iya nyonya disini ada paviliun di belakang dan di samping kediaman ini. Masing-masing ada 3 paviliun nyonya muda. 3 di belakang dan 3 di samping." Jawab pak Dadang pada Viola.
"Haaa?? Banyak sekali pak. Memang itu untuk apa?" Viola benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengar nya. Dia merasa itu seperti mimpi.
"paviliun belakang khusus untuk para pelayan tinggal nyonya muda. Sedangkan paviliun samping khusus untuk para bodyguard dan supir nyonya muda." Jelas pak Dadang lagi.
"Haduh!! Pusing saya dengar nya pak. Oh iya Darren dimana ya pak?" tanya Viola pada pak Dadang.
"Mungkin tuan ada diruang kerjanya nyonya." Jawab pak Dadang.
"Oh begitu ya. Yasudah pak! Saya kekamar dulu ya. Bapak jika ingin melanjutkan pekerjaan bapak silakan saja. Nanti Kalau saya memerlukan sesuatu saya akan memanggil pak Dadang kok." ujar Viola pada pak Dadang.
"Baik nyonya muda."
Viola pun langsung melangkahkan kakinya untuk kekamar yang berada dilantai 2. Namun, Viola tidak bisa membuka pintu kamar nya. Karna, di kamar itu harus menggunakan password untuk memasuki nya atau sebuah Room card. Viola tidak tau password kamar Darren dan tidak memiliki room card Darren.
"Password kamar nya apa! Aku tidak mengetahui nya. Kenapa pak Dadang tidak memberi tau ku!" Dengan kesal Viola menendang pintu kamar itu.
"Ah sebaiknya aku tebak saja! Katanya Darren sangat menyukai angka 6 bukan? Di seluruh kediaman ini semuanya berjumlah 6 lebih baik aku masukin saja angka 6 dengan jumlah digit 6 angka. Selesai!" Viola pun langsung menekan nya dan ternyata memang benar. Password yang Viola masukkan bisa membuka pintu kamarnya.
"Tenyata aku cukup pintar juga!" Dengan bangga nya Viola langsung memasuki kamar Darren.
"Kamar ini besar sekali! Aku tidak percaya. bahwa, kamar ini akan sebesar ini!" Viola terus saja memandangi seluruh bagian kamar tersebut.
"Ha? Ternyata benar kata singa itu. Dia memiliki alarm yang sama dengan yang ada di kediaman pertamanya. Kupikir dia berbohong!" Viola langsung tersenyum. Dan melangkahkan kakinya menyusuri seluruh kamar tersebut.
"Mengapa disini juga ada 6 pintu sih!" Viola benar-benar muak. Hari ini dia selalu saja membayangkan angka 6 yang hampir membuat nya mual. Dengan segera Viola membuka pintu yang pertama. Memang ruangan nya tidak sebesar yang ada dilantai 1 sampai 6. Tapi, jika 6 pintu lain nya berada di satu kamar. Bukan kah itu sangat aneh?? Tapi, biarlah suka-suka Darren mau berbuat kediaman nya seperti apa😂.
"Oh ternyata ini ruangan style fashion nya." Viola pun menutup pintu pertama dan membuka pintu keduanya. "Ha? Tingkat untuk aksesoris Seperi dasi, jam, dan tas kerja nya saja memiliki ruangan sendiri. Astaga Darren-Darren!" Viola menggelengkan kepalanya dan membuka pintu ketiga. Dan di bagian pintu ketiga ada koleksi sepatu Darren.
Viola langsung membukakan pintu keempat. Ketika, pintu keempat di buka. Viola sangat terkejut melihat nya.
"Ini semua pakaian ku? Waw banyak sekali! Dan ini jugak pakaian yang sangat mahal bukan." Viola menelan saliva nya dengan sangat susah. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Dan Viola pun membuka pintu kelima. Lagi-lagi Viola merasa terkejut.
"Ini tas wanita?? Apakah ini juga untuk ku?" Viola membuka pintu keenam dan hal yang sama pun terjadi.
"High heels dan sepatu wanita yang sangat banyak seperti ini buat apa? Apa ini benar-benar untuk ku? Atau ini semua adalah milik wanita Darren sebelum nya?" Viola pun menutup pintu keenam dan berjalan kembali kearah tempat tidurnya.
"Pantas saja aku tidak melihat ada lemari disini. Ternyata Darren sudah mengatur nya di ruangan khusus seperti ini. Dia sangat teliti dan juga kreatif ya." Viola pun menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aahh!! Tidak-tidak! Viola Talisa kau tidak boleh memikirkan nya. Apalagi memuji nya seperti tadi! Kau lelah bukan? Sebaiknya nya kau istirahat kan saja tubuh ini!" Viola yang berbicara dengan dirinya sendiri, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Tanpa menunggu waktu yang cukup lama. Akhirnya Viola pun tertidur...
^^^Bersambung...^^^
...****************...
^^^.^^^
__ADS_1