Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 117 kehamilan Viola


__ADS_3

Viola dan juga dokter Miya sudah berada di ruangan USG. Yang dimana Viola akan di periksa di sana. Seluruh badan Viola terasa sangat bergetar. Ia benar-benar gugup saat melakukan pemeriksaan oleh dokter Miya.


"Bagaimana dok?" Tanya Viola dengan wajah yang sudah penuh keringat.


"Nyonya muda, sebaiknya anda tenang kan diri anda terlebih dahulu." Miya masih fokus pada alat yang sedang ia gunakan.


Viola yang mendengar ucapan dari dokter Miya berusaha mengatur dirinya dengan menarik nafas dan menghela nya.


"Sudah selesai nyonya muda." Dokter Miya pun tersenyum dan melepaskan sarung tangan medis yang ia pakai tersebut.


"Dokter Miya apa hasil nya?" Tanya Viola dengan wajah yang sudah sangat pucat.


"Nyonya muda anda--"


"Sebentar dokter Miya!" Viola turun dari brankar dan langsung merapikan baju nya.


"Saya siap mendengar nya dokter Miya." Ujar Viola dengan wajah yang sangat yakin.


"Selamat nyonya muda anda hamil!" Miya mengulurkan tangan nya dengan wajah yang sudah tersenyum.


"Sa-saya hamil?" Viola masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar.


"Iya nyonya muda anda sedang mengandung. Bayi nyonya masih berusia 3 Minggu. Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk nyonya muda." Miya mempertegas uluran tangan nya agar di lihat oleh Viola.


Viola merasa sangat bahagia mendengar ucapan dari dokter Miya.


"Dokter Miya terimakasih," Viola langsung memeluk dokter Miya dengan sangat bahagia. Membuat dokter Miya sedikit tercekik.


"I-iya nyonya muda. Nyo-nyonya muda bisa kah nyonya melepaskan pelukan nyonya. Saya su-sudah kehabisan nafas." Ujar Miya dengan suara terbata-bata nya.


"Oh yaampun maaf kan saya dokter Miya." Dengan cepat Viola melepaskan pelukan nya itu.


"Tidak apa-apa nyonya muda." Miya mengelus leher nya dan mengambil nafas dalam-dalam.


Saat kabar bahagia menyelimuti di ruang tersebut. Namun, tiba-tiba saja seseorang datang membuat Viola menatap kearah orang tersebut.


"Dokter Miya bagaimana hasilnya?" Tanya Andhika pada miya.


"Nyonya muda benar sedang mengandung dokter Andhika. Usia kandungan nya sekarang sudah 3 Minggu." Jawab dokter Miya pada Andhika.


"Kalau begitu selamat untuk mu nyonya muda." Andhika tersenyum dan tidak lupa juga sebenarnya ia sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Tapi karna Andhika tidak ingin melakukan kesalahan ia lebih memilih untuk mengikuti alur nya saja.


"Oh iya nyonya muda, kandungan anda masih sangat dini. jadi saya harap anda menjaga diri anda agar tidak mempengaruhi bayi anda nyonya muda." dokter Miya tersenyum dan langsung memberikan pengarahan pada Viola.


"Saya pasti akan menjaga anak saya sebaik mungkin. Sekali lagi terimakasih dokter Andhika, terimakasih dokter Miya." Viola tidak tau lagi bagaimana cara nya menunjukkan rasa bahagia nya.


"Saya ingin memberitahu Darren sekarang!" Dengan sangat terburu-buru Viola hendak meninggalkan mereka di sana.


"Nyonya muda," panggil Andhika.


"Ada apa dokter Andhika?" Viola menatap wajah Andhika dengan sedikit kesal.


"Sebaik nya nyonya tunggu lah sebentar lagi sampai laporan hasil nya keluar. Dan nyonya bisa memberikan nya pada tuan muda." Saran Andhika pada Viola.


"Oh yaampun! Aku sampai melupakan nya." Viola tertawa kecil membuat kedua org yang ada disana menghela nafas saja.


Akhirnya Viola memutuskan untuk menunggu sebentar lagi dengan ekspresi yang sudah tidak dapat ia tunjukan karna rasa bahagia. Viola terus mengelus perut rata nya dengan perasaan yang sangat haru. Ia tidak menyangka bakalan menjadi seorang ibu.

__ADS_1


...🤧🤧...


Perusahaan drn Khan


Darren yang sedang duduk di kursi kerja nya dan memimpin sebuah rapat penting yang memang harus ia hadirkan hanya memasang kan wajah dingin nya itu.


"Tuan muda, apa kah anda setuju jika proyek ini di jalan kan dengan metode yang seperti saya katakan?" Tanya salah satu manajer yang ada disana.


"Baiklah rancangan mu bagus! Tapi saya ingin yang lebih dari itu." Tegas Darren pada mereka.


"Tapi tuan muda, saya sudah membuat nya dalam waktu 3 bulan." Manajer itu merasa sangat kesal. Ia sudah sangat lelah mengerjakan proyek yang tiada puas nya oleh atasan nya.


"Rapat hari ini selesai. Kalian boleh keluar sekarang!" Darren tidak memperdulikan ucapan dari bawahannya membuat semua orang menelan Saliva mereka dengan sangat susah.


"Tuan saya--"


"Bob!" Mata Darren beralih kearah Bobby yang berarti memberikan kode pada Bobby.


Bobby yang paham akan lirikan dari sahabat nya hanya bisa menghela nafas saja.


"Maaf pak Roby! Anda tidak mendengar kan ucapan dari atasan anda sendiri? Apakah anda sudah bosan untuk bekerja di sini?" Sinis Bobby pada manajer tersebut.


"Bu-bukan begitu maksud saya tuan Bobby. Saya hanya--"


"Silahkan keluar pak Roby! Seperti nya tuan muda tidak ingin melihat anda." Perintah Bobby pada manajer tersebut.


"Tu-tuan muda maaf kan saya." Manajer tersebut yang mendengar ucapan dari sekretaris tuan muda nya terdapat makna lain merasa sangat ketakutan.


"Bob!" Kali ini suara Darren sudah terdengar meninggi membuat Bobby sedikit takut.


"Sebaiknya nya anda keluar sekarang jika anda masih ingin selamat." Perintah Bobby dengan sangat penuh penekanan nya.


"Tapi--"


Manajer itu terus saja ngeyel membuat Bobby menepuk kedua tangan nya dan masuk lah 2 bodyguard pribadi tuan nya itu.


"Seret dia keluar!" Perintah Bobby.


"Baik!" Dengan sangat kasar nya bodyguard tersebut langsung menyeret kasar manajer tersebut.


Darren tidak memperdulikan manajer itu terus saja berteriak membuat semua orang yang ada di sana ketakutan.


"Kerja di sini memang banyak gaji nya. Namun, kita harus siap menyerahkan nyawa kita jika melakukan kesalahan sedikitpun." Bisik karyawan yang ada disana dengan yang lain.


"Iya kau benar!" Mereka sangat ketakutan melihat kejadian itu.


Namun dalam sekejap saja Bobby sudah membuat suasana kembali normal dengan 1 ancaman saja. Setelah selesai Bobby kembali masuk keruangan rapat tersebut yang dimana Darren menyandarkan kepalanya itu di kursi kerja milik nya.


"Tuan semua nya sudah beres!" Ujar Bobby pada Darren.


"Benar-benar orang yang pemalas!" Darren membuka mata nya itu kembali.


"Jika dia tidak ingin lelah, maka keluar kan dia dari perusahaan ku! Aku tidak ingin ada orang yang suka mengeluh bekerja di sini!" Murka Darren.


"Baik tuan muda," Bobby hanya bisa mengikuti apa saja kemauan dari tuan nya itu.


"Oh iya Bob, sejak kapan kau bisa memerintahkan bodyguard ku tanpa ijin dari ku terlebih dahulu!" Darren tadi ingin marah pada Bobby karna sudah bertingkah seperti dirinya. Namun, karna ia tidak ingin suasana semakin riuh membuat Darren hanya bisa menghela nafas nya saja.

__ADS_1


"Sejak anda menyuruh saya untuk mengusir manajer tersebut tuan." Jawab Bobby dengan nafas santainya.


"Cih, kau itu." Darren hanya memijat kening nya yang terasa sudah pusing.


"Tuan muda apakah ada sesuatu yang harus saya kerjakan?" Bobby yang tidak ingIn berlama-lama berada di sekitar sahabat nya ingin sekali cepat-cepat pergi.


"Dimana ponsel ku?' tanya Darren tanpa mempedulikan ucapan dari Bobby.


"Ini tuan muda," Bobby langsung menyerahkan ponsel milik atasan nya itu.


Darren yang sudah menggenggam ponsel nya. Ia segera menekan nomor seseorang namun, panggilan nya tidak di jawab sama sekali membuat Darren sangat kesal.


"Ada apa tuan muda?" Bobby menautkan kedua alis nya melihat sikap dari seorang Darren yang terlihat marah hanya karna sebuah ponsel.


"Istriku tidak mengangkat panggilan dari ku." Ujar Darren dengan suara kesal nya.


"Mungkin nyonya muda sedang beristirahat tuan. Coba tuan hubungi saja kepala pelayan!" Saran Bobby.


"Kau benar Bob," Darren pun kembali menekan ponsel nya itu.


Saat panggilan nya sudah terhubung tanpa basa-basi Darren langsung melayangkan pertanyaan nya pada pak Dadang.


"Dimana istri saya?" Tanya Darren dengan suara penyelidikan nya.


"Nyo-nyonya muda sedang berada di dalam kamar nya tuan muda." Jawab pak Dadang dengan suara yang sangat gugup.


"Kenapa suara mu seperti orang yang ketakutan?" Darren curiga mendengar suara dari kepala pelayan kediaman nya.


"Tidak tuan muda, suara saya biasa saja. Nyonya muda seperti nya sedang tidur! Karna saya tidak melihat nyonya muda keluar." Pak Dadang berusaha berbicara dengan suara tenang agar tuan muda nya tidak semakin curiga pada nya.


"Baguslah jika seperti itu. Awasi terus istri saya dan pastikan dia tidak keluar dari kediaman!" Perintah Darren dengan nada yang sangat serius.


"Ba-baik tuan muda." Pak Dadang semakin ketakutan. Jika sampai nyonya muda nya itu tidak datang sebelum tuan nya pulang bisa mati dia karna amarah dari tuan nya.


Darren yang sudah mendapatkan jawaban yang sangat puas. Ia pun langsung memutuskan panggilan nya itu.


"Bagaimana tuan muda?" Tanya Bobby saat melihat wajah yang lega terpapar di wajah sahabat nya.


"Istriku ada di kamar nya! Bob kapan adik mu kemari? Karna aku ingin segera pulang dan menikmati waktu berdua dengan istriku." Darren menghela nafas nya saat menyadari ada satu lagi masalah yang belum ia selesai kan.


"Seperti nya sebentar lagi Vaya datang! Tuan saya mohon berbicara lah selembut mungkin pada Vaya. Karna anda tau bukan Vaya orang yang seperti apa?" Pinta Bobby dengan wajah yang kembali sedih.


"Bob kau tenang lah! Aku akan menyelesaikan nya semua. Setelah ini selesai aku juga akan menceritakan nya pada Viola. Oh iya bagaimana rencana suprise ku pada Viola?" Darren kembali berbicara serius pada Bobby.


"Darren aku hanya ingin memastikan satu hal! Apa benar kau sudah sungguh-sungguh mencintai istri mu itu? Aku tidak ingin ada wanita lain yang sakit hati karna dirimu." Bobby menatap intens wajah sahabat nya.


"Tentu saja benar! Aku sangat-sangat mencintai istri ku itu. Dan berharap ia segera hamil anak ku." Jawab Darren dengan sangat gampang.


"Kau pikir itu buat anak cepat! Semua nya butuh proses." Sinis Bobby pada sahabat nya.


"Iya aku tau itu." Darren membalas tatapan sinis dari Bobby.


"Aku hanya berharap semoga hubungan kalian tidak ada masalah apapun." Bobby tersenyum pada sahabat nya itu.


Darren hanya membalas senyuman dari sahabat nya dengan senyuman kecil saja. Ia mulai deg-degan membayangkan momen saat iya menyatakan perasaan nya itu pada Viola. Untuk pertama kali nya Darren akan bersikap romantis. Yang membuat dirinya semakin berdebar-debar.


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2