Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 64 Cerita di atas ranjang


__ADS_3

Malam hari ...


Kini Darren sudah berada di kamar nya menatap wajah cantik istri nya itu dengan sangat dalam.


"Mengapa aku baru menyadari nya? Kau ternyata sangat cantik istri ku!" ujar Darren dengan senyum tipis di bibir nya.


Darren menatap Viola dengan sangat lama. Dia sendiri tidak menyadari sudah berapa lama dia menatap seorang gadis yang sudah berstatus sebagai istri nya saat ini.


"Semakin dalam aku melihat mu, semakin besar juga rasa takut ku kehilanganmu." Darren membelai rambut indah Viola dan terus saja menatap nya.


Viola merasa ada sesuatu yang menyentuh dirinya. Ia membuka kan mata nya secara perlahan. Sosok pria yang pertama kali muncul di hadapan nya membuat Viola terkejut.


"Darren!!" kaget Viola ketika tau siapa pria tersebut.


"Ada apa istri ku? Mengapa kau sangat terkejut melihat ku?" Darren heran melihat istri nya yang langsung duduk begitu ia melihat wajah Darren.


"Aku pikir tadi ada seseorang yang menyentuh ku! Dan ternyata itu suami ku sendiri yang menyentuh ku." Ujar Viola dengan sangat jujur nya pada Darren.


"Jadi kau merasa kecewa karna aku menyentuh mu dan bukan orang lain?" Tanya Darren dengan suara tajam nya.


"Tidak! Tidak! Aku tidak berpikir seperti itu Darren. Aku hanya takut ada sosok pria lain yang menyentuh ku selain dirimu." Viola mencoba menggoda suami nya itu agar tidak marah lagi.


"Kau pikir ada orang yang berani menyentuh mu? ketika mereka tau siapa dirimu di dalam kehidupan ku!" Darren menatap kearah Viola dengan sangat intens.


"Tentu saja tidak akan ada yang berani suamiku." Viola merangkul tangan Darren dan menyenderkan kepalanya itu di bidang dada Darren.


"Nyatanya ada satu orang yang berani menyentuh ku selain diri mu! Bahkan dia juga menculik ku dan menyakiti ku." Gumam Viola di dalam hati nya dengan nada kesal nya.


"Istri ku! Adik mu akan ke Perancis 2 hari lagi." Darren menatap wajah Viola Ketika ia melihat Viola terkejut dan menatap dirinya itu.


"Mengapa mendadak sekali Darren? Bahkan aku sampai saat ini masih merindukan Tara. Karna, semenjak kejadian itu aku jadi tidak bisa melihat nya." Lirih Viola dengan menundukkan wajah nya.


"Hey! Mengapa kau jadi cengeng seperti ini?" Darren yang melihat sudah ada butiran air hendak menetes di kedua pipi indah istri nya itu.


"Aku dari dulu memang cengeng seperti ini." tanpa basa basi lagi Viola sudah menangis begitu saja di hadapan Darren.


"Kau itu seperti anak kecil!" Darren pun mengusap air mata Viola.


"Istri ku! Jika kau ingin melihat adik mu itu meraih cita-cita nya dan ingin melihat nya bahagia. Maka, rela kan lah dia untuk saat ini. Jika sudah waktu nya tiba dia akan kembali lagi pada mu dengan sebuah kemenangan dan juga kebanggaan yang akan dia berikan pada mu." Darren menjelaskan dengan sabar nya pada Viola


"Ta-tapi aku tidak bisa jauh dari nya Darren." Dengan suara sesenggukan Viola menatap wajah Darren.


"Sudah jangan nangis lagi! Nanti kita akan sesekali mengunjungi nya disana." Darren terus saja menggelap air mata Viola.


"Benarkah itu?" Dengan seketika wajah Viola sudah berubah gembira.

__ADS_1


"Tentu saja." Jawab Darren dengan nada cuek nya.


"Kau pasti berbohong! Kau hanya tidak ingin melihat ku menangis kan? Makanya kau mengatakan hal itu. Kau kan tidak bodoh yang mau mengeluarkan uang lagi hanya untuk diriku yang merindukan adik ku itu! Kau menyekolahkan adik ku saja itu sudah suatu keberuntungan terbesar bagi ku. Jadi aku tidak akan mengharapkan yang lebih dari ini." Viola menarik nafas nya dalam-dalam. "Darren, makasih ya! Makasih karna sudah mau menyekolahkan dan memberi kehidupan yang lebih baik pada ku. Aku akan membiasakan diri jauh dari adik ku! Aku tidak akan merepotkan mu lagi." Nada bicara Viola sangat serius terdengar oleh Darren.


"Sudah selesai pidato nya?" Darren menatap Viola dengan tatapan kesal nya.


"Apa!! Kau menganggap aku berpidato dari tadi? Setelah aku berkata dengan sangat panjang nya. dan kau hanya menjawab dengan 4 kata dan itu kata-kata yang termasuk dalam kategori menyakiti perasaan ku Darren!" Kesal Viola pada Darren dengan wajah yang sudah cemberut menatap nya.


"Kau anggap aku ini apa?" Darren menatap wajah Viola dengan sangat serius.


"Mengapa dia jadi aneh seperti ini? Ah tentu saja dia aneh! Dia kan tuan singa. Semua yang dia lakukan pasti aneh." gumam Viola menatap Darren dengan tatapan aneh nya.


"Jawab!" Suara Darren sudah terdengar tegas di telinga Viola.


"Aku menganggap mu itu suami ku! Jika kau menganggap ku hanya sebagai pelunasan hutang ku pada mu, itu terserah pada mu Darren!" Teriak Viola pada Darren.


"Jika kau menganggap ku ini sebagai suami mu. Mengapa kau selalu mempermasalahkan apa yang aku berikan pada mu! Uang tidak terlalu penting bagi ku! Yang terpenting itu adalah kebahagiaan mu dan juga orang-orang yang selama ini selalu berada di samping ku." Tegas Darren pada Viola membuat wajah gadis itu sudah memerah.


"Viola, Viola! mengapa kau jadi deg-degan seperti ini! Huft ... Mengapa suasana nya jadi panas ya? Padahal AC nya sudah menyala." Viola jadi serba salah mengatur sikap nya itu di hadapan Darren.


"Ada apa istri ku?" Darren menatap wajah Viola dengan sangat lembut.


"Mengapa dia jadi sangat tampan ya ketika menatap ku seperti itu?' Viola menelan saliva nya itu dengan susah.


"Istri ku mengapa wajah mu memerah seperti itu?" Kini Darren hanya tersenyum tipis melihat kelakuan konyol Viola padanya.


"Ti-tidak! Wajah ku tidak merah kok. Ah sudah lah Darren, sebaiknya aku lanjut tidur lagi saja. Aku juga sudah rela kok jika adik ku pergi untuk sementara waktu dari ku. Lagian kau juga sudah berjanji akan membawa ku ke sana bukan?" Viola menatap wajah Darren dengan mata nya yang berbinar-binar.


"Tentu saja aku akan membawa mu menemui adik mu nanti nya." Darren mengusap sisa-sisa air mata yang masih ada di pipi istri nya itu.


"Terimakasih Darren." Viola memeluk Darren dengan sangat erat nya.


"Istri ku! Sekarang kau jauh lebih berani untuk menyentuh tubuh ku ini. Kau berani apa jika aku meminta pertanggungjawaban atas kelakuan mu itu?" Darren membalas pelukan Viola dengan tersenyum.


"Darren apa maksud mu?" Viola mencoba melepaskan pelukan nya dari Darren. Namun, Darren menahan Viola agar tidak melepaskan pelukan nya.


"Istriku! Boleh aku menyentuh mu?" Perkataan itu terlontar begitu saja dari bibir Darren. Membuat seorang Viola Talisa sangat terkejut.


"Da- Darren aku tidak mengerti apa yang kau maksud." Kini Viola berusaha melepaskan pelukan nya. Sehingga membuat mereka saling menatap satu sama lain.


"Apa kurang jelas yang ku katakan tadi?" tanya Darren dengan suara pelan nya.


"Tidak! Aku mendengar nya dengan jelas. Tapi, aku tidak mengerti maksud ucapan mu. Bukan nya kau tidak suka jika ada wanita yang menyentuh mu?" tanya Viola balik dengan suara nya yang penuh keheranan.


"Aku memang bilang tidak suka jika ada wanita lain yang menyentuh ku! Tapi bukan berarti istri ku sendiri tidak berhak menyentuh ku." ujar Darren dengan tersenyum menatap mata Viola.

__ADS_1


"Darren kau baik-baik saja bukan? Apa kau sedang sakit?'' Viola memegang kening Darren untuk memastikan suhu tubuh pria yang kini sudah menjadi suaminya itu.


"Aku baik-baik saja!" tegas Darren pada Viola.


"Tapi kau tidak terlihat baik-baik saja." ujar Viola menatap wajah Darren dengan sangat intens.


"Kau tidak ingin aku menyentuh mu?" kini Darren menatap Viola dengan penuh penyelidikan nya.


"Bu-bukan itu maksud ku .." Viola tidak tau harus berbicara apa pada Darren. Dia sendiri saja tidak menyangka sama sekali dengan ucapan suaminya itu.


"Sudahlah! Seperti nya kau memang tidak ingin aku menyentuh mu." Darren menghela nafas nya dengan rasa yang sangat kecewa.


"Darren bukan itu maksud ku! A-aku .."


"Sudah lah! Kau istirahat lagi saja. Tubuh mu juga masih belum pulih sepenuhnya. Jangan pikirkan lagi perkataan ku saat ini pada mu." Ujar Darren dengan tersenyum tipis pada Viola.


"Darren maafkan aku," Viola menundukkan kepalanya. Dia merasa bersalah pada Darren, jujur saja bukan itu maksud dia yang sebenarnya.


"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu mu sampai kau benar-benar mengijinkan aku untuk menyentuh mu." Darren membaringkan tubuh istri nya itu dan membelai rambut Viola dengan sangat lembut.


"Sejak kapan dia memerlukan ijin dari ku? Bisanya dia selalu melakukan sesuka hatinya. Kenapa di saat seperti ini kau memerlukan persetujuan dari ku Darren!!" kesal Viola di dalam hati nya


"Tidur lah! Aku akan menjaga mu sampai kau benar-benar tertidur." Darren yang masih melihat Viola membuka matanya hanya bisa menghela nafas nya saja.


"Em, makasih ya! Kau selalu menemaniku disaat aku benar-benar membutuhkan mu. Ya, walaupun .. " Viola terdiam sejenak.


"Walaupun apa?" Darren yang mendengar ucapan dari gadis yang ada di pelukan nya saat ini terhenti. Ia menatap Viola dengan tatapan hangat nya.


"Tidak apa-apa! Aku sudah mengantuk sebaiknya aku tidur sekarang. Selamat malam suamiku." Dengan sangat tergesa-gesa Viola langsung memutar badan nya dan membelakangi Darren saat ini. Viola benar-benar merasa sangat malu jika melanjutkan ucapannya yang tadi. Bahwa sebenarnya Darren tidak mencintai dirinya itu.


"Istri ku! Jika kau belum siap untuk aku sentuh. Jangan pernah memancing ku!" Darren tersenyum dan memeluk Viola dari arah belakang. Viola hanya diam saja menerima pelukan dari Darren. sementara Darren sudah merasa sangat senang mendengar ucapan Viola yang memanggil dirinya itu dengan sebutan suami dan ucapan selamat malam yang begitu romantis bagi dirinya.


Darren yang benar saja! Kau kan memang suaminya! Masa gitu saja sudah sangat senang sih.


Tuh lah! Author tau apa soal percintaan ku saat ini! Karena author tu gak tau apa arti cinta yang sebenarnya!


Etdah ni bocah! Tanpa author Luh bisa apa!🀨 Author geprek juga ni lama-lama 😏.


Tanpa Viola maka Darren tidak ada artinya Thor.


Ahh sudah lah! Author sudahi saja episode kali ini!


Terimakasih semuanya 😊 maaf ya belakang ini author lama tidak up😌. Soalnya beberapa hari yang lalu author sedang sakit. Alhamdulillah sekarang author sudah agak mendingan πŸ™‚. Jadi author akan usahakan rajin untuk up setiap episode nya. mohon maaf karna sudah buat kalian kecewa 😌. author gak ada maksud kok buat kalian semua kecewa. semoga kalian tidak bosan-bosannya untuk dukung author yaπŸ™‚. karna dukungan kalian sangat berarti bagi author 😊.


TerimakasihπŸ˜‡πŸŽ‹

__ADS_1


__ADS_2