Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 51 Akhirnya semua sudah selesai!


__ADS_3

Perusahaan drn.khan...


Bobby yang sudah selesai mengurus semua permasalahan tuan nya itu. Kini sedang berada di perusahaan sahabat nya untuk mengurus pekerjaan nya yang sempat tertunda. Setelah cukup lama Bobby menatap layar yang ada di hadapannya, pandangan Bobby beralih pada ponselnya dan mengambil ponsel nya tersebut.


"Darren, semua nya sudah beres!" Begitulah kira-kira pesan singkat dari Bobby pada Darren.


"Bagus Bob, kau memang bisa untuk ku andal kan." balas Darren.


Setelah mendapat balasan dari Darren, Bobby sudah merasa lebih tenang sekarang. Karna janji yang sudah di janjikan pada seseorang kini sudah ia tepati. Yaitu menemukan istri dari sahabat nya itu.


"Aku sudah tenang sekarang! Karna, nyonya muda sudah di temukan." ujar Bobby pada dirinya sendiri.


"Sebaiknya aku hubungi nona Shelly sekarang! Agar dia tidak khawatir lagi." Bobby pun menekan ponsel nya untuk menghubungi Shelly.


Sementara Shelly yang sedang ada di kamar nya, melihat kearah ponsel nya yang berdering.


"Nomor siapa ini?" Shelly menautkan kedua alisnya ketika melihat nomor yang tidak di kenal menelfon nya.


"Ah, ku angkat saja lah! Mana tau penting." Shelly pun mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo, dengan Shelly disini. Siapa disana?" tanya Shelly dengan nada yang masih kurang sehat, karna dia juga baru pulang dari rumah sakit.


"Hallo nona Shelly. Saya Bobby Charlton sekertaris dari presdir Darren Abraham Khan." Balas Bobby dengan nada sopan nya.


"Oh ternyata anda tuan. Bagaimana tuan bisa mendapatkan nomor ponsel saya?" tanya Shelly lagi pada Bobby.


"Nona Shelly anda tidak perlu tau soal itu! Saya hanya ingin memberitahu anda, bahwa nyonya muda sudah di temukan. Dan sekarang nyonya muda ada di kediaman nya." ujar Bobby dengan suara nya yang berwibawa.


"Viola sudah di temukan? Bagaimana kondisi nya? Apa dia baik-baik saja? Boleh tidak kalau aku menemui nya?" Shelly yang sangat senang mendengar berita itu langsung mengeluarkan semua pertanyaan nya pada Bobby.


"Nona Shelly anda tenang lah! Karna, sekarang nyonya muda sudah baik-baik saja. Soal anda ingin menemui nya. Saya rasa untuk sekarang anda tidak bisa menemui nya nona." jawab Bobby pada Shelly.


"Tapi kenapa?" Shelly merasa kecewa karna tidak bisa menjumpai sahabat nya itu. Dia sendiri merasa bersalah atas hilangnya Viola selama 2 hari ini. Syukurlah Viola cepat di temukan oleh Darren walaupun di hari kedua Viola di culik baru dapat menemukan nya.


"Nona Shelly, dikarenakan Presdir kami tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi. Jadi untuk saat ini penjagaan untuk nyonya muda semakin ketat. Dan nyonya muda juga di hukum tidak boleh keluar dari kediaman." jelas Bobby pada Shelly.


"Kalau begitu biar aku saja ke kediaman Viola." Ujar Shelly dengan sangat antusias.


"Maaf nona, anda tidak boleh kesana! Karna itu adalah lingkup pribadi Presdir kami. Jadi tidak ada yang boleh sembarang orang kesana! Saya rasa sudah cukup berbicara dengan Anda nona. Dan anda tenang saja. Nyonya muda akan baik-baik saja! Selamat sore nona."


"Tapi-- Tut .. Tut," suara panggilan pun terputus membuat Shelly merasa sangat kesal.


"Manusia macam apa dia?? Belum lagi aku selesai berbicara, dia sudah memutuskan nya begitu saja! Dasar pria aneh!" Kesal Shelly dan langsung membanting ponselnya kearah tempat tidur nya.

__ADS_1


Bobby yang sudah selesai kini mengembuskan nafas nya secara perlahan. Bobby sendiri sempat bingung harus berbicara apalagi pada sahabat dari nyonya muda nya itu. Sehingga membuat nya untuk mengakhiri saja panggilan nya.


...----------------...


Kediaman two drn.khan


Akhirnya Viola dan Darren tiba juga di kediaman mereka. Viola menatap keseluruhan halaman luar kediaman Darren. Dia sangat rindu dengan kediaman itu. Entah sejak kapan Viola mulai merasakan kenyamanan berada di sana. Ketika Viola tiba, seperti biasanya semua para pelayan, supir dan juga para bodyguard menyambut kedatangan Viola dan Darren.


"Selamat datang tuan muda, Nyonya muda!" tutur semua yang berada disana dengan menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada Darren.


"Nyonya muda, silahkan masuk." Pak Dadang sebagai kepala pelayan disitu langsung menghampiri Viola dengan sangat hormat. Pak Dadang sendiri tau apa yang terjadi sebenarnya.


"Baik pak, terimakasih!" Balas Viola dengan lembut.


"Untuk kalian semuanya, dengar kan ini baik-baik!" Darren langsung angkat bicara kepada semua orang yang berada disana.


"Baik tuan muda." Jawab mereka semua dengan sangat serempak dan berdiri dengan sangat rapi.


"Yang pertama, kau!" Darren langsung menunjuk pak Dadang untuk menghadap kearah nya.


"Iya tuan muda," pak Dadang yang tadi berada di hadapan nyonya muda nya, kini mengalihkan langkah dan pandangan nya kearah Darren.


"Kau sebagai kepala pelayan disini. Aku tidak ingin istri ku kekurangan apapun! Aku juga tidak ingin istri ku sendirian berada di kediaman ini! Dan satu hal lagi selama berada di dalam kediaman semua kebutuhan istri ku ada lah tanggung jawab mu disini! Apapun yang dia inginkan harus di penuhi. Kecuali jika dia ingin keluar tanpa izin dari ku!" Tegas Darren pada pak Dadang dan melirik kearah Viola dengan tajam.


"Kenapa dia menatapku seperti itu?"gerutu Viola ketika melihat tatapan Darren padanya.


"Kau memang harus melakukan nya dengan baik! Karena jika kau melakukan kesalahan maka, kau tau bukan apa akibatnya?" Darren menatap dingin kearah pak Dadang.


"Saya tau tuan muda." ujar pak Dadang yang sudah menelan saliva nya dengan susah.


"Bagus!" Darren pun beralih pandangan nya kearah pelayan yang ada disitu.


"Kalian semua sebagai pelayan disini! Aku tidak ingin kalian menyulitkan istri ku disini. Dan aku tidak ingin sampai melihat istri ku melakukan pekerjaan yang seharusnya kalian lakukan!" ujar Darren dengan sangat penuh penekanannya.


"Baik tuan muda." Jawab mereka serempak.


"Jika aku sampai melihat istri ku melakukan pekerjaan kalian, maka kalian tau bukan apa akibatnya?" Darren menatap kearah mereka semua.


"Iya tuan muda." jawab mereka lagi dengan sangat takut.


"Bagus! Tidak sia-sia aku mempunyai 50 pelayan disini." ujar Darren dengan senyum tipis di bibir nya.


"Ha?? 50 pelayan banyak sekali?? Mengapa aku tidak pernah dengar pak Dadang mengatakan hal ini." Viola yang mendengar nya langsung terkejut.

__ADS_1


"Ada apa istri ku?" Darren yang menatap wajah Viola berubah langsung memegang tangan Viola.


"Darren mengapa pelayan disini sangat banyak? Dan aku juga tidak pernah melihat pelayan sebanyak itu." Viola yang merasa bingung langsung bertanya pada Darren. Dia lebih baik bertanya dari pada harus gelisah memikirkan kekepoannya itu.


"Istriku hanya karna masalah pelayan yang banyak saja. mengapa kau harus memikirkannya? Yang terpenting adalah kau harus istirahat!" Darren hanya tersenyum pada Viola, tanpa menjawab pertanyaan Viola padanya.


"Pak, antar istriku kekamar nya! Dan perhatikan langkah istri ku. Jangan sampai dia terjatuh dan terluka lagi!" ujar Darren pada pak Dadang.


"Baik tuan muda." Balas pak Dadang.


"Darren, kau itu terlalu melebih-lebihkan nya sih! Aku baik-baik saja. Jadi jangan terlalu lebay seperti itu!" Kesal Viola pada Darren.


"Istri ku! Kau itu sedang terluka. Tentu saja aku harus menjaga mu dengan baik! Aku tidak ingin kau terluka lagi. Jadi dengarkan aku dan patuhi semua aturan ku, juga perkataan ku! Kau mengerti Viola Talisa?" Darren menaikkan kedua alisnya menatap Viola.


Viola yang melihat dan mendengar ucapan Darren langsung menghela nafas nya, "baiklah aku mengerti tuan Darren Abraham Khan!"


"Bagus, kau boleh kembali kekamar sekarang dan beristirahat lah!" Darren mengelus kepala Viola dengan sangat lembut.


"Baiklah aku kekamar dulu!" Viola pun melanjutkan langkahnya dan di ikuti oleh pak Dadang.


Darren yang melihat Viola sudah pergi, kini mulai menatap tajam kearah supir dan juga para bodyguard yang sudah berdiri dihadapannya dengan tangan yang gemetar dan ketakutan. Karna, mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka saat ini.


"Jangan kalian pikir aku mendiamkan kalian semua selama 2 hari ini, kalian sudah merasa aman dari amarah ku!" Darren berbicara dengan intonasi nya yang sangat tinggi kepada mereka.


Sebenarnya Darren ingin sekali memecat mereka semua karna, tidak becus menjaga istri nya itu. Namun di sepanjang perjalanan menuju ke kediaman nya tadi. Viola terus saja meminta pada Darren untuk tidak memecat mereka. Karna, itu adalah kesalahan nya sendiri yang tidak ingin di awasi oleh Darren.


"Tu-tuan muda maafkan kami." Mereka pun meminta maaf pada tuan muda nya dengan sangat takut.


"Kalian, pergi dari sini!" Darren mengalihkan pandangannya ke arah pelayan di kediaman nya yang masih berdiri dengan takut.


"Ba-baik tuan muda." Pelayan itu pun berlari kecil meninggalkan tuan muda nya yang sudah sedingin es.


Viola yang masih berjalan masuk ke kediaman yang sangat luas itu merasa bingung menatap kearah para pelayan yang berlari ketakutan masuk kearah dapur dan menuju kearah lift.


"Pak?" Panggil Viola yang masih menatap pelayan yang lumayan banyak berlari.


"Iya nyonya muda." Balas pak Dadang dengan sangat sopan.


"Mengapa mereka berlari seperti orang ketakutan ya pak? Bukannya tadi mereka baik-baik saja ketika menyambut kedatangan saya?" Viola bingung dengan yang terjadi saat ini.


"Nyonya muda, semua yang berkerja di sini harus bekerja dengan sempurna. Jadi, kami tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun. Mungkin mereka lagi buru-buru mengejar pekerjaan mereka yang tadi sempat tertunda nyonya." Jawab pak Dadang dengan senyum tipis di bibir nya. Pak Dadang tau apa yang terjadi pada semua orang yang ada di sini ketika sudah menjumpai tuan muda nya itu.


Dia juga tau tuan muda nya membiarkan mereka selama dua hari ini bukan karna memaafkan mereka. Namun, karna tuan muda nya itu harus fokus mencari istri nya. Jadi, tuan muda nya mengesampingkan masalah yang lainnya dan akan menyelesaikan nya nanti.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


...****************...


__ADS_2