Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 87 Viola meminta izin pada suami nya.


__ADS_3

2 hari kemudian...


Viola saat ini sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Sementara Darren ia akan bersiap-siap berangkat ke perusahaan nya. Rencana cuti yang di ambil nya 1 hari kini menjadi 3 hari karna ulah istri nya yang terus saja membuat Darren ingin menerkam nya setiap saat.


"Sudah siap suamiku?" Tanya Viola ketika merasa ada seseorang yang memeluk nya dari arah belakang saat ia sedang memasak.


"Istri ku, kenapa kau sangat yakin kalau yang memeluk mu ini adalah suami mu?" Darren memutarkan badan istri nya menghadap kearah nya.


"Tentu saja aku yakin Darren. Di kediaman ini selain dirimu siapa lagi yang berani menyentuh ku!" ujar Viola pada suaminya dengan tersenyum dan kembali memasak.


"Istri ku, sudah berapa kali ku katakan kau tidak perlu membuat diri mu itu lelah dengan memasak untuk ku." Darren menghela nafasnya karna ia tidak bisa untuk melarang Viola yang sangat keras kepala itu.


"Darren ini sudah tugas ku sebagi istri mu." Balas Viola pada Darren.


"Viola dengar baik-baik aku menikahi mu bukan untuk menjadikan mu pembantu ku! Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui, jika kau lelah melakukan sesuatu di kediaman ku yang besar ini. itu akan membuat ku merasa bersalah!" Tegas Darren pada Viola.


"Kenapa kau harus merasa bersalah Darren?" Viola menatap suaminya dengan sangat lekat.


"Istri ku, jika kau kelelahan karna pekerjaan yang tidak perlu kau kerjakan tentu saja membuat ku merasa bersalah! karna aku akan semakin membuat mu kelelahan di malam hari nya! Kau tau bukan istri ku di malam hari lah tugas mu sebagai istri yang harus wajib kau lakukan! Sedangkan pekerjaan seperti ini biarkan saja para pelayan yang mengerjakan nya!" Darren langsung menarik tangan Viola kearah meja makan untuk duduk di samping nya dan makan bersama nya.


Sebelum Viola kemeja makan Viola sudah memberi kode pada koki di kediaman tersebut untuk mengambil alih masakan nya itu.


"Darren kau itu keterlaluan! Masakan ku hampir selesai dan kau mengacaukan nya begitu saja." Ketus Viola pada Darren saat mereka sudah duduk di meja makan.


"Sayang aku tidak ingin kau lelah! Kau itu sangat berharga di dalam hidup ku dan aku tidak ingin orang yang sangat berharga di dalam hidup ku menderita!" Darren membelai lembut rambut Viola.


"Wah suami ku! Seperti nya semakin lama semakin romantis ya. Pria dingin yang terkenal kejam ternyata bisa romantis juga." Viola langsung tertawa kecil di hadapan suaminya.


"Kau itu!" Darren pun menjitak kening Viola dengan pelan.


"Darren!" Kesal Viola pada Darren.


Darren hanya tersenyum saja menatap wajah kesal istri nya. Sementara itu para koki di kediaman sudah menghampiri meja makan dengan membawa beberapa hidangan yang akan mereka santap hari ini.


"Tuan muda, nyonya muda selamat makan," koki yang ada di sana menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada mereka.


"Baiklah kalian boleh pergi sekarang!" Perintah Darren pada koki kediaman. Mereka pun menuruti perintah tuan muda mereka.


Viola yang sudah melihat para koki itu pergi langsung mendekat kearah Darren, "Darren kau itu sebenarnya manusia atau bukan sih?"


"What's?" Darren yang mendengar ucapan istri nya langsung terkejut.


"Aku bertanya kenapa kau menatap ku seperti orang yang terkejut!" Viola langsung menjauhkan tubuh nya dari suaminya yang masih menatap dirinya itu.


"Istri ku, tentu saja aku manusia! Kau sedang sakit ya?" Darren pun memegang kening Viola untuk memastikan istri nya itu baik-baik saja atau tidak.


"Darren aku ini sangat sehat dan tidak sakit! Mengapa kau memegang kening ku." Ketus Viola pada Darren.


"Karna, pertanyaan mu itu sangat aneh!" Jawab Darren dan beralih menatap kearah makanan nya.


"Pertanyaan ku itu tidak aneh! Tapi, semua orang yang ada di sini yang aneh." Balas Viola setengah emosi karna di sebut aneh oleh suaminya sendiri.


"Aneh? Mengapa kau berkata seperti itu istri ku?" Darren yang hendak memakan makanannya kembali menatap kearah Viola.


"Tentu saja aneh! Kau tidak lihat apa, saat kita ingin makan tadi? Mereka semua memberi hormat pada mu dan juga diriku. Hanya ingin makan saja harus di perlakukan seperti itu! Bukan kah itu aneh Darren?" Viola kembali mengingat yang di lakukan para koki pelayan.

__ADS_1


"Hahahaha, istriku kau itu lucu sekali! Kau tau mereka itu hanya menghormati ku sebagai pimpinan mereka. Selebihnya tidak ada yang aneh dari mereka semua! Dan satu hal lagi aku ini seratus persen manusia ya." Darren pun menggelengkan kepalanya itu dengan pertanyaan Viola yang tiada habis nya.


"Tapi Darren--"


"Sudah habis kan makanan mu!" Sela Darren pada istri nya.


"Darren kau akan ke perusahaan hari ini?" Tanya Viola dengan mengunyah makanan nya.


"Emh," balas Darren pada Viola. Saat ini Darren sedang menatap kearah ponsel nya dan terus saja mengetik sesuatu membuat Viola merasa aneh.


"Darren aku ingin pergi ke rumah Shelly boleh? Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya." Viola berusaha membujuk suaminya yang selalu saja melarang nya untuk pergi.


Darren yang mendengar ucapan dari istri nya langsung menghentikan kegiatan nya itu dan menatap kearah Viola.


"Istri ku, bukan nya aku tidak mengijinkan mu. Tapi, aku terlalu takut jika terjadi sesuatu padamu." Darren mencium kening Viola dengan sangat lama.


"Darren aku mohon! Kau bisa menyuruh 10 bodyguard untuk menjaga ku bahkan 20 juga boleh. Tapi, aku mohon ijinkan aku bertemu dengan Shelly aku sangat merindukan nya. Aku juga tidak tau bagaimana kabar dia sekarang saat kejadian penculikan ku itu." Viola menatap sendu kearah Darren membuat Darren merasa tidak tega.


"Baiklah istriku kau boleh pergi! Tapi, yang akan mengantar mu itu adalah sekretaris Bobby dan juga para agen rahasia ku!" Tegas Darren pada Viola membuat Viola menelan saliva nya.


"Kalau bukan ingin curhat dengan Shelly aku sih malas harus di ikuti oleh sekretaris Bobby." gumam Viola di dalam benaknya.


"Ada apa? Kau tidak ingin di jaga oleh sekretaris ku? Kalau begitu maka tidak usah pergi." Darren pun bangkit dari duduk nya dan merapikan jas kerja nya itu.


"Darren aku mau kok! Kau itu selalu saja berprasangka buruk padaku." Gerutu Viola dan menundukkan kepalanya.


"Aku tidak berprasangka buruk pada mu istri ku! Yasudah nanti sekertaris Bobby akan kemari menjemput dan juga mengantar mu ke rumah sahabat mu itu." Darren membelai rambut Viola.


"Kau ingin pergi sekarang?" Tanya Viola pada Darren.


"Iya suami ku. Kau tenang saja aku pasti akan menjaga diri ku ini dengan sangat baik." Viola tersenyum manis di hadapan Darren membuat Darren merasa sangat tergoda.


"Istri ku seperti nya aku tidak ingin berangkat kerja jika melihat mu seperti ini." Darren menatap Viola dengan mata yang sudah liar.


"Dasar mesum!" Ketus Viola pada suaminya saat menyadari kemana arah perkataan suaminya itu.


"Mesum sama istri sendiri tidak ada salah nya bukan?" Darren hanya tersenyum saja melihat kelakuan Viola yang sudah salah tingkah.


"Sudah berangkat gih! Nanti kau terlambat lagi datang ke perusahaan mu." Viola mencoba mengalihkan perhatian suaminya itu.


"Baiklah aku berangkat sekarang! Lagian jika aku terlambat juga tidak masalah." Darren mencium kening Viola. Viola pun mencium tangan suaminya itu.


"Walaupun kau pimpinan di sana, tapi kau juga harus memberikan contoh yang baik pada bawahan mu suami ku." Viola pun mencium pipi suaminya.


"Istri ku, ternyata kau pintar juga!" Darren salut mendengar ucapan dari Viola.


"Tentu saja aku pintar! Yaudah sana berangkat kerja." Viola langsung mendorong tubuh suaminya dengan pelan.


"Wah Viola Talisa! Kau mengusir ku dari kediaman ku sendiri?" Darren menautkan kedua alisnya.


"Aku tidak mengusir mu! Aku hanya menyuruh mu bekerja agar bisa menghidupi ku nanti nya." ujar Viola dengan senyum jahat nya pada Darren.


"Kau lupa siapa aku? Walaupun aku tidak bekerja satu tahun, tetap saja tidak akan membuat ku bangkrut dengan mudah. Bahkan kekayaan ku saat ini mampu mencukupi kebutuhan mu bahkan sampai ke cicit-cicit ku nanti nya!" Dengan wajah yang sombong Darren langsung menatap istrinya dengan seringai tipis.


"Jangan sombong!" ujar Viola pada suaminya dengan suara kesal.

__ADS_1


"Baiklah maafkan aku istriku! Yasudah aku berangkat kerja sekarang tapi dengan satu syarat!" Darren menaik turun kan alis nya pada Viola.


"Berangkat kerja saja harus ada syarat?" Viola menatap tidak percaya pada Darren yang sudah mengajukan syarat pada dirinya itu.


"Tentu saja ada!" Jawab Darren dengan sangat antusias nya.


"Apa syarat nya?" Tanya Viola dengan kesal.


"Syarat nya kau harus mencium ku." Balas Darren pada Viola.


"Bukan nya tadi aku sudah mencium mu?" Viola menatap kearah suaminya dengan wajah bingung.


"Itu berbeda! Sekarang kau harus mencium ku disini," Darren mengarah kan jari telunjuk nya kearah bibir nya.


"Darren kau itu mesum!" Ketus Viola pada Darren.


"Baiklah jika kau tidak mau maka aku akan tetap disini dan akan membuat mu lelah sepanjang hari." Darren pun hendak masuk kembali kedalam. namun langsung di tahan oleh Viola.


"Stop!" Cegah Viola saat suami nya ingin masuk kedalam kediaman mereka.


"Bisa mati aku jika di terkam oleh nya setiap saat! Terlebih lagi aku pasti tidak akan bisa bertemu dengan Shelly." gumam Viola di dalam hatinya dengan segala pikiran nya itu.


"Ada apa? Kau berubah pikiran?" Tanya Darren dengan seringai tipis di bibir nya itu.


Viola tidak menjawab pertanyaan Darren dan langsung menjinjit kan kaki nya itu karna terlalu pendek jika ia berada di hadapan Darren, dengan segera Viola mengalungkan tangannya di leher suaminya hingga wajah nya sudah berhadapan sangat dekat dengan suaminya. Viola pun memejamkan matanya dan langsung mencium bibir suaminya dengan sangat cepat.


"Sudah kan! Sekarang pergilah bekerja Darren." Perintah Viola pada suaminya.


"Istri ku aku tidak merasakan nya! Kau terlalu cepat melakukan nya." Darren pun langsung menarik pinggang Viola agar semakin dekat dengan nya.


Dengan perlahan Darren kembali mencium bibir Viola. Viola mendapatkan ciuman dari suaminya tidak menolak ciuman dari Darren membuat Darren semakin bersemangat dan tersenyum. Ciuman mereka pun berubah menjadi sangat panas sehingga membuat Darren hampir saja lepas kendali dan hendak melakukan hubungan panas mereka lagi.


"Darren! Ciuman hari ini sudah cukup." Viola pun mendorong tubuh suaminya agak kuat hingga membuat Darren melepaskan tangan nya dari pinggul Viola.


"Istri ku kau membuat ku frustasi." Kesal Darren saat Viola menghentikan kegiatan yang ingin ia lakukan setiap saat.


"Darren, bukan kah tadi kau bilang hanya sekedar ciuman? Jadi kenapa kau menginginkan lebih?" Viola menatap Darren dengan wajah merajuk nya.


"Istri ku, semua manusia pasti seperti itu! Dia tidak akan puas dengan satu hal saja. Terlebih lagi menyangkut tentang ini." Darren hanya tersenyum saja ketika melihat Viola semakin marah padanya.


"Darren aku marah padamu!" Viola membuang wajah nya ke arah lain.


"Baiklah maafkan aku! Sekarang aku berangkat dulu ya. Oh iya jika kau sudah ingin pergi ke rumah sahabat mu segera kabari aku dan jika kau sudah tiba di rumah sahabat mu kau juga harus mengirim pesan padaku!" Perintah Darren pada Viola.


"Baiklah suami posesif ku!" Balas Viola dengan menatap kembali wajah tampan suaminya.


"Dan satu hal lagi, jika pagi ini aku gagal memakan mu. Maka, akan ku pastikan malam hari ini aku pasti berhasil menerkam mu." Bisik Darren dan tersenyum licik pada Viola membuat Viola menelan saliva nya itu.


"Darren kau itu mesum sekali sih!" Viola memajukan bibirnya karna merasa sangat malu.


"Aku pergi dulu istri kecil ku! Siapkan lah dirimu malam ini." Darren melambaikan tangannya pada Viola dan berjalan keluar dari kediaman nya dan langsung memasuki mobilnya itu.


Saat ini hanya ada Viola saja di meja makan dengan wajah yang sudah tersenyum. Viola merasa sangat bahagia mendengar ucapan dari suaminya itu. Terlebih lagi Darren juga bersikap sangat lembut pada nya.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2