Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 132 Aku tidak akan lupa


__ADS_3

"kenapa kau masih disini?" Darren menatap Bobby yang masih berdiam diri saja di tempat nya.


"Darren apa kau sudah siap bercerai dengan Viola?" Tanya Bobby dengan suara yang sangat serius.


"Siap egak nya itu bukan urusan mu!" Ujar Darren tanpa menatap sedikitpun kearah Bobby.


"Jika kau mencintai nya, maka jangan biarkan dia pergi Darren! Dimana sifat asli mu saat mempertahankan milik mu." Bobby berbicara dengan suara yang agak tinggi membuat Darren langsung menghentikan gerakan tangan nya yang sedang mengetik itu.


"Sudah selesai bicara nya?" Mata Darren menatap kearah Bobby dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Kenapa kau jadi seperti ini? Dimana diri mu yang dulu." Bobby tidak tau lagi harus berbicara seperti apa pada Darren.


"Keluar lah Bob! Aku lelah jika harus berdebat dengan mu hari ini." Perintah Darren dan kembali menatap kearah layar yang ada di hadapannya.


"Dibalik kekejaman seorang tuan Darren Abraham Khan ternyata ada sifat pengecut yang ada pada diri pria kejam ini." Sinis Bobby.


Darren yang mendengar ucapan Bobby langsung menatap kearah Bobby dengan tatapan tajam nya. Ia bangkit dari kursi kerja nya membuat Bobby sedikit menelan Saliva nya itu dengan sangat susah.


Bughhh


Darren melayangkan pukulan nya tepat di wajah Bobby membuat sudut bibir Bobby sedikit mengeluarkan darah akibat pukulan Darren pada nya.


"Lumayan," Bobby mengelap sudut bibir nya itu.


"Keluar!" Suara Darren sudah sangat tinggi membuat ruangan tersebut bergema.


"Kau pengecut Darren! Tidak berani menghadapi masalah mu sendiri." Bobby memilih untuk melanjutkan perkataannya. Ia merasa harus membuat Darren sadar dan agar tidak membuat keputusan yang akan di sesali oleh nya.


"Kau bilang apa?" Darren yang mendengar ucapan Bobby langsung menarik kerah baju Bobby dengan sangat kuat nya


"Kau pengecut!" Bobby semakin membuat emosi yang sudah Darren pendam tersulut kembali.


"Jika kau masih ingin berbicara. Maka kurangi lah omongan mu itu pada ku!" Setelah Darren memukul Bobby kembali Darren memberikan peringatan yang sangat tegas pada Bobby.


"Bob, jangan kau pikir kau sahabat ku. Aku tidak akan berani berbuat hal yang di luar akal sehat ku! Sudah saat nya aku berhenti untuk mentoleransi hubungan persahabatan kita ini. Karna aku terlalu menghargai hubungan persahabatan kita, aku sendiri sampai lupa bagaimana perasaan dari wanita yang ku cintai!"


Damh


Ucapan Darren benar-benar membuat Bobby langsung terdiam. Ia tidak menyangka sahabat nya akan berkata seperti itu. Namun, ia juga tidak menyangkal nya sama sekali. Karna apa yang di katakan oleh Darren semuanya benar.


"Aku minta maaf soal itu! Aku tau ini kesalahan ku dan adik ku. Namun, kita semua juga tidak akan menyangka kalau istri mu akan datang. Bukan kah sebelum Vaya datang kita sudah memastikan dimana keberadaan Viola?" Tanya Bobby dengan suara nya yang masih bergetar.


"Kau lupa kenapa istriku berbohong tentang keberadaan nya?" Sinis Darren membuat Bobby lagi-lagi tidak berkutik.


"Maafkan adik ku Darren." Lirih Bobby dengan wajah yang tertunduk.


"Sudah lah Bob! Maaf mu juga sudah tidak berguna untuk ku. Mau bagaimana pun Viola tetap ingin berpisah. Jika dia percaya pada ku pasti dia akan mencoba untuk dengar penjelasan dari ku dulu. Namun, pada kenyataannya Viola hanya memikirkan perasaan nya sendiri." Jujur Darren masih sangat sedih melihat sikap Viola yang seperti itu. Bukan hanya dirinya saja yang merasa sedih bahkan Darren lebih merasakan sakit yang begitu dalam.

__ADS_1


"Darren,"


"Keluar lah Bob! Aku masih butuh waktu untuk menenangkan pikiran ku. Karna jika aku sudah kehilangan akal sehat ku tidak hanya keluarga ku saja yang tidak dapat menahan nya. Bahkan kau sendiri juga tidak bisa mengendalikan emosi ku." Darren kembali berjalan menuju kursi kerja nya.


Sementara Bobby yang mendengar ucapan dari Darren merasa sedikit ketakutan. Jujur saja Bobby sendiri belum pernah menyaksikan kemarahan Darren yang sebenarnya.


"Aku harus menemui Vaya! Mau bagaimana pun dia yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini!" Gumam Bobby di dalam hatinya dan langsung meninggalkan ruangan sahabat nya itu.


Darren yang sudah melihat kepergian Bobby langsung mengusap wajah nya dengan kasar. Dengan perasaan yang kacau Darren membuang semua dokumen yang ada di atas meja kerja nya itu.


......................


Caza domain luxury apartment.


Bobby yang sudah tiba di apartemen tempat adik nya berada dengan langkah yang tergesa-gesa langsung memasuki apartemen tersebut.


"Vaya Charlton! Sudah cukup kau bersikap kekanak-kanakan seperti ini." Bobby mengepalkan kedua tangannya saat ia berada di dalam lift.


Ketika lift sudah terbuka tanpa basa-basi Bobby berjalan kearah ruangan Vaya dan mengetuk pintu apartemen adik nya. Cukup lama Bobby menunggu sampai pintu itu di buka kan oleh Vaya. Membuat emosi Bobby semakin tersulut oleh tingkah Vaya.


"Aww, kak sakit tau! Kau kenapa kak?" Vaya meringis kesakitan saat kakak nya memegang tangan nya dengan sangat kasar.


"Kau bilang aku kenapa?" Dengan perasaan yang semakin marah Bobby langsung menghempaskan tangan adik nya itu.


"Kau aneh kak!" Vaya mengelus tangan nya yang masih terasa sakit.


"Kau lupa atas apa yang kau lakukan 3 hari yang lalu?" Bobby meninggi kan suara nya itu.


"Vaya!" Bobby benar-benar merasa tidak habis pikir melihat adik nya yang terlihat begitu tenang.


"Kak, aku tidak salah! Aku hanya mengutarakan perasaan ku pada kak Darren. Jika istri dari kak Darren salah paham itu bukan salah ku. Karna itu salah dia sendiri yang tidak mau mendengarkan penjelasan dari suaminya. Lagian dia perempuan bodoh kak! Bisa-bisanya disaat dia sedang hamil dia hanya memikirkan perasaan nya saja tanpa berpikir bagaimana nanti kondisi yang akan terjadi pada bayi nya." Vaya menghela nafas nya dan dengan langkah yang sangat santai menuju kearah sofa nya itu.


"Jika aku jadi gadis itu. Maka tidak akan kubiarkan diri ku ini tersulut emosi hanya soal kesalahpahaman saja." Sinis Vaya dan langsung duduk di sofa milik nya.


"Hahahaha," Bobby langsung tertawa mengerikan saat mendengar ucapan adik nya membuat Vaya sangat terkejut menatap kearah Bobby.


"Kak kau gila ya?" Vaya merasa sedikit ngeri melihat perubahan sikap dari kakak nya.


"Oh adik ku sungguh minim sekali ingatan mu itu!" Bobby tersenyum sinis pada Vaya.


"Apa maksudmu?" Vaya sangat kesal mendengar ucapan dari kakak nya itu.


"Kau lupa karna apa dirimu saat kabur dari pernikahan mu dulu?" Sindir Bobby pada Vaya.


"Saat itu aku masih terlalu muda." Vaya berusaha mencari alasan agar tidak terus menerus disalahkan oleh kakak nya.


"oh come on baby, saat ini istri dari pria yang kau cintai itu berusia yang sama seperti kau dulu yang kabur dari pernikahan mu itu." Ucap Bobby dan menyunggingkan senyuman tipis nya.

__ADS_1


"Kak kenapa kau selalu saja berusaha membuat aku tersudut kan." Vaya langsung protes saat kakak nya selalu saja berusaha membuat dirinya kalah saat berbicara.


"Itu karna aku benar-benar malu punya adik seperti mu!"


Deg


Ucapan Bobby membuat air mata Vaya langsung menetes begitu saja. Bobby yang sangat menyayangi dirinya langsung berkata seperti itu membuat hati Vaya terasa sangat sakit.


"Kak, kenapa kau berkata seperti itu?" Isak Vaya dengan tatapan yang sangat kecewa pada Bobby.


"Karna dirimu Darren dan Viola kehilangan bayi nya. Karna dirimu Viola ingin berpisah dengan Darren dan karna dirimu kondisi Darren benar-benar sangat hancur Vaya!" Bobby langsung menjambak rambut nya sendiri karna merasa gagal sebagai seorang kakak sekaligus seorang sahabat.


"Kak Darren akan berpisah?" Vaya melebar kan kedua bola mata nya itu.


"Wah seperti nya Vaya Charlton sangat senang mendengar nya." Bobby menatap adik nya dengan wajah yang jijik.


"Kak!" Melihat raut wajah dari kakak nya Vaya merasa sangat marah dan mulai meninggi kan suara nya itu.


"Ada apa? Kau tidak terima?" Untuk pertama kalinya Vaya melihat kakak nya sangat banyak sekali berbicara.


"Keluar lah dari apartemen ku kak!" Walaupun Vaya merasa tidak enak hati telah mengusir kakak nya. Tapi perasaan kesal dan marah Vaya lebih besar dari pada rasa tidak enak hati nya pada Bobby.


"Kau mengusir ku?" Bobby mengerutkan kening nya itu.


"Jika kau mau menganggap nya seperti itu. Maka lakukan lah sesuka hati mu kak! Asal kan kau pergi dari apartemen ku sekarang!" Tekan Vaya sekali lagi pada kakak nya.


"Berani sekali kau mengusir ku!" Bobby menatap tajam adik nya itu.


"Baiklah jika kau tidak ingin pergi! Maka aku yang akan pergi kak." Vaya langsung mengambil tas nya itu dan mantel(Korea ya guys) milik nya itu.


"Kau mau kemana?" Bobby menarik tangan Vaya.


"Kak kau lupa aku bekerja apa?" Vaya berusaha melepaskan genggaman tangan dari kakak nya.


"Tentu saja aku tidak lupa." Jawab Bobby dengan sangat enteng nya.


"Bagus lah jika kakak tidak lupa! Sekarang lepaskan tangan mu itu dari tangan ku kak. Karna sudah banyak para wanita yang membutuhkan diriku untuk membantu mereka melakukan persalinan mereka." Ujar Vaya dengan wajah yang terlihat seperti baik-baik saja.


Bobby yang melihat sikap Vaya seperti itu diam sejenak. Namun tiba-tiba saja sebuah senyuman mulai terukir diwajah Bobby.


"Baiklah Vaya! Kakak akan melepaskan tangan mu. Tapi ingat lah satu hal! Pada saat kau mengeluarkan bayi dari seorang ibu yang sedang kau bantu melakukan persalinan nya itu. Kau juga harus ingat ada satu bayi yang harus pergi karna dirimu!" Lagi-lagi ucapan Bobby membuat Vaya terdiam di tempatnya.


Namun kali ini Bobby tidak lagi merasa luluh melihat wajah yang terlihat sedih pada wajah adik nya. Karna Bobby juga harus membuat Vaya merasa bersalah agar mau memperbaiki semua masalah yang terjadi diantara Darren dan juga Viola. Walaupun Bobby sendiri sadar ucapan nya sudah sangat keterlaluan pada adik nya itu.


"Baiklah kak, aku akan mengingat nya!" Vaya yang terdiam sesaat kembali berjalan dengan mengusap wajah nya itu.


"Bagus lah jika kau mengingat nya!" Dengan langkah yang cool Bobby langsung meninggalkan apartemen adik nya.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2