Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 47 Pesan singkat Erik


__ADS_3

Viola yang sudah selesai membaca novel kisah cinta Erik langsung meneteskan air matanya itu. Dia tidak percaya jika ada orang yang akan melakukan hal gila seperti itu.


Viola pun menatap kearah Evan yang hanya terdiam. Dibalik diam nya Evan, Viola tau bahwa itu sangat sulit untuk dipercaya oleh nya.


Apalagi ini menyangkut orang yang sudah dia culik. Evan sendiri masih bingung dengan apa yang dia tanggap dari novel yang dibaca nya. Siapa yang menulis kisah itu? Evan sendiri tidak tau. Yang dia tau novel itu pasti nyata!


"Bagaimana bisa adik mu mengambil keputusan seperti itu?" Viola mencoba bertanya perlahan pada Evan.


"Aku sendiri tidak tau! Sebenarnya apa yang ada di pikirannya pada saat itu!" Erik langsung menghempas semua barang yang ada di meja. membuat Roy dan juga Viola sangat terkejut.


"Bos..!" Panggil Roy yang melihat mata bos nya itu sudah memerah menahan amarah dan juga kesedihan.


"Evan tenangkan dirimu." Viola berusaha menenangkan Evan dengan menepuk pundak Evan.


"Bagaimana bisa aku tenang. Apalagi Erik memiliki seorang putri! Dimana putri nya? Aku sendiri tidak tau." Evan memukul dinding apartemen dengan sangat kuat membuat tangan nya terluka.


"Evan lihat lah tangan mu terluka." Viola langsung menarik tangan Evan dan mengobati nya dengan perlengkapan yang tadi Evan gunakan untuk mengobati dirinya itu.


"Mengapa dia melakukan hal bodoh!" Evan benar-benar tidak habis pikir dengan pola jalan pikiran adik nya itu.


"Evan mungkin dia tidak bisa kehilangan gadis itu. Aku sendiri juga masih bingung mengapa gadis itu sangat mirip dengan ku." Viola kembali mengingat wajah Vivian gadis yang sangat mirip dengan nya.


"Bos lihat ini ada sesuatu." Roy pun langsung memberikan sebuah map yang ada didalam berkas Erik.


"Mengapa aku tidak melihat ini sebelumnya?" Evan mengambil berkas itu menatap kearah bawahannya itu.


"Berkas ini barengan yang saya bawa dengan novel ini bos." Jelas Roy pada Evan.


Evan dan Viola pun saling menatap satu sama lain, "bukalah!" ujar Viola melihat kearah Evan.


Evan membuka map tersebut yang sudah ada beberapa sertifikasi dan juga surat yang ada di dalam amplop kecil.


"Sertifikat perusahaan Erik?" Evan menatap lekat sertifikat itu yang dimana sudah tercantum nama putri nya dan juga beberapa aset yang dimiliki Erik juga sudah atas nama putri nya.


"Adik mu sudah menyusun semuanya dengan teliti," Viola mengusap air mata nya yang sudah menetes.


"Dia pikir aku tidak bisa apa mengurus putri nya." Evan tersenyum getir melihat sertifikat itu dan Evan beralih melihat kearah amplop dan membuka amplop kecil yang ada di dalam map tersebut.


~Dari. Erik Anggara.


Kakak apa kabar? Pasti kau baik-baik saja bukan? Maaf sebelumnya karna aku harus merepotkan mu untuk menjaga putri ku kak. Anggap saja sebagai putri sendiri ya kak! Hehehe..


Kak .. aku tau keputusan yang ku buat ini sangat egois. Tapi, kau tau betul kan aku orang yang seperti apa? Maaf kan aku kak.


Ketika kakak membuka surat ini, aku sudah tidak ada bersama mu lagi. Jadi kakak jangan bersedih ya! Aku juga minta tolong pada mu kak untuk menjemput putri ku di panti asuhan tempat Vivian dulu di asuh.


Jika kau tidak ingin merawat putri ku, aku bisa mengerti kak. Tapi, tolong serah kan saja putri ku pada saudara kembar Vivian! Dia ada di Indonesia kak. Namanya Viola Talisa, aku sudah mencari tau asal usul Vivian. Dulu Vivian di titipkan di panti oleh uncle nya. Namun sampai dia sudah dewasa orang tuanya tidak menjemput Vivian.


Aku yakin saudara kembar Vivian pasti memiliki sifat yang sama dengan nya. Jadi ku mohon kak jika kau tidak ingin merawat putri ku. serahkan saja putri ku pada aunty nya.


Aku minta maaf kak jika mengecewakan mu. Kuharap kau bisa mengerti. Aku juga mohon kakak jangan marah pada papa dan juga mama. Jujur aku sudah memaafkan mereka.


Walaupun rasa kecewa ku sangat besar pada papa.

__ADS_1


Aku menyayangimu kak...


~To. Evan Anggara.


Setelah membaca surat tersebut Evan sangat terkejut begitu juga dengan Viola. Dia tidak pernah berpikir bahwa Vivian adalah saudara kembar nya. Mama Viola dulu pernah bilang bahwa Viola mempunyai saudara kembar. Namun, Viola tidak pernah menyangka kalau saudara kembar nya yang hilang itu adalah Vivian.


"Kau memiliki saudara kembar?" Evan menatap kearah Viola.


"Aku memiliki nya. Tapi, mama ku bilang saudara kembar ku di culik dan belum ditemukan. Namun aku tidak pernah menyangka bahwa saudara kembar ku itu berada di new York." Viola saat ini sangat bingung.


"Argh..!" Evan pun mengusap wajah nya dengan kasar. Dia sama sekali tidak pernah menyangka semua yang sudah di lakukan nya adalah kesalahan. Apalagi dia juga menculik istri dari seorang yang tidak bisa di anggap remeh.


"Kau itu kenapa?" Vivian saja sudah pusing menerima semua kenyataan yang ada. Ditambah lagi dengan kelakuan seseorang yang menculik nya itu.


"Roy segera kau urus kepulangan ku ke new York! Aku akan menjemput anak adik ku itu." Evan tidak memperdulikan ucapan Viola. Saat ini yang ada di pikiran nya adalah bagaimana mengurus keponakan nya beserta amukan dari Darren Abraham Khan.


"Kalau begitu aku sudah boleh pulang kan?" Viola yang merasa semua masalah sudah terpecahkan langsung berdiri ingin melangkah keluar. Sementara Roy hanya diam saja.


"Kau itu terlalu percaya diri sekali! Setelah semua yang terjadi bagaimana bisa aku melepaskan mu begitu saja." Evan pun tersenyum sinis menatap kearah Viola.


"Apa maksudmu?" Viola yang tidak mengerti menatap intens ke arah Evan.


"Kau harus menjadi ibu dari anak saudara kembar mu itu." ujar Evan dengan nada datar nya.


"What..!" Pekik Viola dan Roy secara bersamaan.


"Roy yang akan menjadi ibu nya itu gadis ini! Mengapa kau yang terkejut seperti itu?" Evan yang melihat bawahannya terkejut merasa heran.


"Tentu saja saya terkejut bos. Jika nona Viola menjadi ibu nya berarti yang menjadi Daddy nya itu tuan Darren dong bos?" Roy pun bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi.


"Kau yang gila!" Pekik Viola dengan nada yang sangat tinggi.


"Kau.." Evan langsung mencekram tangan Viola dengan sangat kuat.


"Kau pikir aku ini wanita apa? Jika kau tidak mau mengurus bayi itu. Maka biarkan aku yang mengurus nya!" Raung Viola pada Evan.


"Kita akan mengurus nya bersama..!" Evan menatap tajam kearah Viola.


"Apa maksudmu?" Viola semakin tidak mengerti dengan ucapan Evan padanya.


"Bos kau jangan berpikiran yang sama dengan ku?" Roy yang sudah takut dengan apa yang ada di pikirannya. Dia sendiri tau akan jalan pikir bos nya itu.


"Kau itu memang orang kepercayaan ku yang cerdas." Evan pun tersenyum kearah Roy yang membuat Roy menelan saliva nya dengan sangat susah.


"Kalian itu bicara apa sih?" Viola yang sudah sangat kesal terus menerus di tahan di perkumpulan orang yang menurut nya tidak waras sama sekali.


"Kau akan menikah dengan ku! Dan kita akan menjadi orang tua dari bayi Erik dan saudara kembar mu itu." ujar Evan tersenyum sinis kearah Viola.


"Bos kau cari mati..!" gumam Roy di dalam hati nya.


"Apa..! Kau itu gila ya?" Viola sama sekali tidak percaya dengan ucapan Evan. Dia sendiri saja sudah lelah menghadapi Darren dan sekarang ditambah lagi dengan orang yang suka memaksa seperti itu.


"Apa kau bilang??" Evan semakin mencekram tangan Viola dengan sangat kuat nya.

__ADS_1


"Aaaww .. sakit. Lepaskan!" Viola terus saja memberontak terhadap Evan. Namun semakin Viola memberontak maka cengkraman Evan akan semakin kuat.


"Bos kau menyakiti nya." Roy yang melihat tangan gadis yang mereka culik itu mengeluarkan darah lagi merasa kasian.


"Roy..!" Evan menatap tajam kearah Roy. Namun tiba-tiba saja...


"BRAKK...!" suara tendangan terdengar sangat kuat.


Evan, Viola dan Roy langsung terkejut melihat pintu apartemen mereka sudah rusak karna, tendangan yang sangat kuat tadi. Dan yang lebih membuat mereka terkejut lagi adalah para bodyguard mereka sudah terkapar dengan lemas dan juga babak belur.


Roy yang melihat terdapat beberapa bodyguard yang sangat gagah dan juga berotot itu masuk kedalam apartemen mereka langsung menelan saliva nya dengan sangat susah. Dia sendiri tau apa yang akan terjadi berikutnya.


"Berani kau menyakiti istriku..!" Raung Darren berjalan masuk dan di ikuti oleh Bobby. Para bodyguard yang tadi nya ada di depan Darren langsung membuka jalan untuk tuan nya itu.


...🌾🌾...


Flash back on..


Bobby yang sudah memeriksa seluruh cctv yang di perintahkan oleh tuan nya itu. Merasa sangat lega. Akhirnya dia menemukan dimana keberadaan nyonya muda nya itu. Dia sendiri merasa bodoh karna tidak terpikirkan sebelumnya.


"Tok tok tok,"


"Masuk lah..!" perintah Darren.


"Tuan saya sudah menemukan dimana keberadaan nyonya muda." ujar Bobby pada Darren.


"Bagus Bob. Kau memang bisa untuk aku andalkan. Baiklah bawa aku menemui istri ku, sekarang!" Darren pun bangkit dari kursi kerja nya dan diikuti oleh Bobby.


"Oh iya Bob, kau juga harus menghubungi para bodyguard ku untuk ikut bersama ku." Perintah Darren lagi.


"Baik tuan." Balas Bobby.


Bobby pun menghubungi para bodyguard Darren dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk menjemput Viola kembali.


Flash back off


......................


Viola yang melihat kedatangan Darren merasa sangat senang dan tidak percaya sama sekali melihat Darren ada dihadapan nya sekarang. Dengan segera Viola menghempaskan tangan Evan .


"Darren..!" teriak Viola dan berlari kearah Darren.


"aku merindukan mu." Lirih Viola dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya.


"Apa dia menyakitimu?" Darren langsung menghapus air mata Viola. Viola hanya menundukkan kepalanya itu.


"Istriku kenapa kau diam?" Darren menggenggam tangan Viola.


"Aww..!" Lirih Viola yang merasa sakit di tangan nya. Membuat Darren sontak langsung melihat ke pergelangan tangan Viola.


"Kau...!" geram Darren berjalan mendekat kearah Evan. ketika melihat tangan Viola sudah terluka.


Evan sendiri merasa ketakutan melihat Darren secara langsung seperti itu. Dia tidak menyangka bahwa yang dirumorkan oleh semua orang ternyata benar tentang nya.

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


...****************...


__ADS_2