Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 95 Ternyata benar kau tidak mencintai ku!


__ADS_3

Setelah selesai melihat rekaman cctv yang di tunjukkan Darren pada nya, Viola hanya menekukkan wajah nya itu.


"Ada apa istri ku?" Tanya Darren ketika melihat wajah istri nya seperti tidak senang.


"Darren aku senang kau membela ku! Tapi--" Viola kembali terdiam. Ia memilih tidak melanjutkan kata-katanya pada Darren.


"Tapi apa sayang?" Darren merapikan rambut Viola agar bisa melihat wajah Viola dengan sangat jelas.


Viola mengangkat wajah nya menatap kearah Darren dengan tatapan penuh pertanyaan dan juga penyelidikan nya terhadap perasaan Darren pada nya.


"Darren kau tidak mencintai ku ya?" Tanya Viola yang langsung membuat wajah Darren kembali datar.


Ia sangat benci jika pertanyaan itu kembali keluar dari mulut seseorang apalagi itu istri nya sendiri.


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Darren dengan suara datar nya.


Darren meletakkan laptop nya di atas meja yang ada di samping nya. Ia kembali membaringkan tubuh nya dan memejamkan matanya membuat Viola merasa sedih.


"Seperti nya kau memang tidak mencintai ku!" Lirih Viola dan ia keluar dari dalam selimut nya.


Viola merasa kecewa melihat sikap suaminya yang terkadang sangat hangat padanya. Namun, terkadang ia juga begitu dingin pada dirinya. Dengan langkah kaki nya Viola berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Darren yang menyadari istri nya pergi begitu saja. Ia pun langsung membuka matanya dan menatap kearah kamar mandi dengan menghela nafas panjang-panjang.


"Mengapa kau seperti anak-anak dalam menyikapi masalah istriku!" gumam Darren di dalam hati nya.


"Aku tidak pernah bilang kalau aku tidak mencintai mu dan juga tidak pernah mengatakan kalau aku tidak mencintai mu. Tapi, percayalah istri ku! Cinta sesungguhnya tidak perlu di katakan dan di pamer kan pada semua orang. Aku hanya perlu membuktikan nya saja pada mu dan berharap kau merasakan nya dari perilaku ku pada mu." Darren mengusap wajah nya dengan kasar.


"Aku sendiri tidak tau apa itu cinta sebenarnya dan bagaimana rasa nya! Tapi, aku sangat menyayangimu dan mungkin itu berarti aku mencintaimu Viola! Tidak kah kau berpikir seberapa takut nya aku kehilanganmu." Timpal Darren lagi.


Darren memilih menyusul Viola kedalam kamar mandinya. Ia berniat untuk membujuk istri nya itu. Jujur saja Darren tidak bisa melihat Viola sedih apalagi sampai menangis di depan nya.


"Tok, tok, tok," Darren mengetuk pintu kamar mandi setelah ia mengetahui pintu tersebut di kunci oleh Viola.


"Sayang, buka dulu pintu nya. Aku akan menjelaskan semua nya pada mu!" Ujar Darren dengan suara sedikit teriak agar Viola mendengar nya.


"Tidak perlu tuan muda! Aku tau posisi ku di kehidupan mu seperti apa. Ini juga bukan kesalahan mu! Aku nya saja yang terlalu berharap lebih." Balas Viola dari dalam kamar mandi.


"Istri ku! Bukan kah sebelumnya kau hanya ingin melihat apa yang menyebabkan wanita itu ku penjara? Mengapa kau malah marah padaku." Darren sedikit menekan Kalimat nya pada Viola.


"Aku tidak marah pada mu." Jawab Viola singkat.


"Jika kau tidak marah padaku, lantas kenapa kau bersikap seperti ini!" Darren berusaha menahan semua rasa emosi nya dalam menghadapi sikap Viola.


"Aku hanya kecewa saja! Kau tau bukan? jika seseorang mengharapkan sesuatu yang lebih dan harapan nya tidak terwujud, maka orang tersebut akan merasa sangat kecewa. Tapi, tenang lah tuan muda! aku tidak akan berlarut-larut dalam rasa kecewaku ini." Ujar Viola pada Darren membuat Darren semakin marah.


"Buka pintu nya!" Tegas Darren pada Viola.


"Aku sedang membersihkan diri ku ini tuan. Jika, kau ingin menggunakan nya! maka, bersabarlah sedikit." Balas Viola dengan sangat tenang dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Viola bisa kah kau tidak terus-menerus menguji kesabaran ku? Aku lelah jika terus seperti ini." Darren menghela nafas nya dan duduk di depan pintu kamar mandi.


Viola yang tidak mendengar suara Darren setelah mengatakan ucapan nya. Merasa kebingungan. Viola sempat berpikir apakah dia begitu menyakiti perasaan suaminya? Tapi, ia juga merasa tersakiti dengan ucapan suaminya sendiri.


"Istri ku, kau tau? Aku tidak pernah bilang kalau aku tidak mencintai mu. Tapi, mengapa kau bisa menyimpulkan semua nya sendiri? Tidak kah kau bisa mendengar kan penjelasan ku terlebih dahulu baru menyimpulkan nya?" Suara Darren terdengar serius oleh Viola.


"Apakah aku sudah melakukan hal yang salah?" gumam Viola di dalam hati nya ketika mendengar ucapan Darren pada nya.


"Istri ku katakan lah sesuatu! Aku khawatir terjadi hal yang tidak ku inginkan di dalam sana. Karna aku tidak bisa melindungi mu jika kau berada jauh dari ku." ujar Darren kembali pada Viola.


"Emh," hanya itu saja suara yang Viola keluar kan. Untuk memastikan kalau dia baik-baik saja.


"Viola, aku sangat lelah. Benar-benar lelah sekali! Seharian aku mengurus masalah yang ada di perusahaan ku! Ketika aku pulang, di kediaman ku sendiri juga terjadi masalah dan sekarang kita berdua juga sedang bertengkar." Ujar Darren dengan hembusan nafas nya.


"Ingin sekali aku pulang secepat mungkin ketika aku sedang berada di perusahaan agar bisa melihat wajah mu yang ceria itu. Aku ingin melepaskan rasa lelah ku hanya bersama mu Viola. Tidak kah kau berpikir kalau dari sikap ku sudah membuktikan perasaan ku pada mu? Kau berharap agar aku mati secepatnya ya? Supaya kau juga bisa terbebas dari ku? Aku terlalu takut jika kehilangan seseorang yang sangat ku sayangi untuk kedua kali nya Viola." Darren menundukkan kepalanya dan menekuk lutut nya itu.


Viola sadar dia memang sudah melakukan kesalahan yang berakibat fatal pada suaminya sendiri.


"Viola mengapa kau bodoh sekali! Darren begitu lembut pada mu, itu berarti dia mungkin sudah memiliki perasaan pada mu. Walaupun kau sendiri tidak tau seberapa besar perasaan nya itu pada mu. Tapi, setidaknya dia sangat baik pada mu dan juga adik mu." Cerca Viola pada dirinya dan mengacak-acak rambut nya itu.


Viola berjalan kearah pintu kamar mandi. Ia berniat membuka pintu kamar mandi yang sudah ia kunci itu. Sementara Darren yang mendengar langkah kaki Viola langsung berdiri.


"Darren maafkan aku," Isak Viola dan langsung memeluk tubuh Darren dari arah belakang.


"Kau menangis?" Tanya Darren ketika ia mendengar suara tangis kecil dari istri nya.


"Aku tidak menangis," sungut Viola dan bibir nya yang sudah manyun.


"Istri ku, dengar baik-baik ya! Aku paling tidak suka melihat mu menangis. Karna kau terlihat sangat jelek ketika sedang menangis." Ejek Darren pada Viola agar Viola kembali tersenyum.


"Benarkah? Jika aku jelek kau tidak menginginkan ku lagi?" Tanya Viola dengan membulatkan mata nya itu menatap sendu kearah Darren.


"Sejelek apa pun kau! aku tetap akan bersama mu. Karna kau itu hanya milik ku! Darren Abraham Khan. Tidak ada orang lain yang boleh memiliki mu." Ujar Darren dengan suara lantang nya.


"Kau itu!" Viola memukul dada bidang Darren dan kembali memeluk nya dengan erat.


"Istriku, boleh aku mengatakan sesuatu?" Darren kembali bertanya pada Viola.


"Darren sebelum kau bertanya sesuatu pada ku. Aku ingin memohon pada mu satu hal saja!" Viola mengangkat jari telunjuk nya.


"Hal apa itu?" Darren menatap wajah Viola dan menggenggam tangan Viola.


"Maafkan lah keponakan pak Dadang, Darren." Viola tau kalau Lisa keponakan pak Dadang setelah dirinya melihat rekaman cctv tersebut.


"Tidak bisa! Dia terlalu lancang padaku dan sudah berani menghina mu!" Darren bersikukuh dengan keputusan yang ia buat.


"Ia aku tau dia salah! Kau bisa memberikan nya hukuman lain Darren." Viola menatap kearah Darren dengan intens.


"Darren," Viola menggenggam tangan tersebut seerat mungkin. "Dengarkan aku! Aku sudah memaafkan Lisa. Bagaimana pun dia hanya tergoda sesaat saja pada mu! Lagian dia juga sudah mengaku salah. Darren berbaik hati lah sedikit pada nya! Kau kan tau dia seorang wanita, pasti akan sangat mempengaruhi kehidupan nya jika dia masuk penjara! Belum lagi orang tua nya yang tiba-tiba mengetahui kalau anak nya itu di penjara. Itu pasti membuat mereka sangat syok! Dan terlebih lagi--"

__ADS_1


"Baiklah, baiklah istriku! Kau tidak perlu menjelaskan nya lagi pada ku. Aku akan memaafkan nya dan langsung memecat nya! agar dia tidak bisa bekerja dimana pun yang terdapat nama ku di pekerjaan tersebut." Darren merasa jengah mendengar ucapan istri nya yang sangat panjang itu.


"Ini baru suami ku yang sangat baik," Viola merangkul Darren dengan bahagia.


"Aku tau itu," balas Darren singkat pada Viola.


"Oh iya Darren, tadi kau ingin mengatakan hal apa pada ku?" Viola kembali menatap wajah suaminya yang tiba-tiba tersenyum mengerikan di hadapan nya.


"Darren, berbicara lah! Senyuman mu itu membuat ku merinding." ujar Viola dengan menelan saliva nya.


"Istriku kau sudah selesai mandi?" Tanya Darren pada Viola.


"Tentu saja sudah!" Jawab Viola dengan penuh percaya diri nya.


"Benar-benar sudah mandi?" Darren kembali mengulangi pertanyaannya itu pada Viola dengan sorot mata nya.


"Iya sudah! Darren kau itu kenapa sih?" Viola merasa ada yang aneh pada Darren.


"Jika kau sudah selesai mandi seharusnya kau mengenakan baju handuk mu itu! Dan tidak keluar dalam keadaan seperti ini." Darren pun langsung tertawa ketika melihat wajah Viola yang sudah memerah.


"OMG! Viola apa yang sudah kau lakukan. Kau mempermalukan diri mu sendiri dihadapan orang yang selalu menindas mu. Viola aku tau kau sangat terharu saat Darren menceritakan kehidupan nya itu. Tapi, setidaknya kau harus terharu dalam keadaan terhormat! Dan bukan dalam keadaan memalukan seperti ini." Gumam Viola di dalam hati nya dengan wajah yang menahan rasa malu nya itu.


Viola yang tidak ingin terlihat lebih memalukan di hadapan Darren. Dengan segera ia mengambil ancang-ancang dengan berpose seksi di hadapan Darren.


"Istri ku kau sedang apa?" Darren mulai menelan saliva nya ketika melihat apa yang sedang Viola lakukan.


"Suamiku, kau tau? Sebenarnya aku tidak melupakan baju handuk ku itu. Aku hanya sengaja tidak memakai nya agar membuat mu lebih tergoda pada ku." Viola langsung mengelus dada bidang Darren supaya lelaki yang ada di hadapannya itu melupakan hal yang sudah membuat nya malu.


"Wah Viola Talisa! Kemampuan mu dalam hal ini sudah ada kemajuan." Darren tersenyum kecil dan langsung menarik pinggang Viola agar semakin mendekat padanya.


Viola langsung berdebar-debar saat Darren hendak kembali memancing dirinya. Jujur saja Viola tipe orang yang berani memulai dan tidak berani bertanggung jawab. Tapi karna Viola juga harus menjaga image nya ia memberanikan diri membalas tatapan Darren padanya dengan tatapan nakal.


"Tentu saja suamiku! Aku mempelajari nya dari mu!" Viola mengedipkan mata nya itu pada Darren.


"Baiklah istriku! Jika kau mengatakan seperti itu. Maka, aku juga tidak akan pernah bosan untuk mengajari mu lebih dari ini." Dengan sangat cepat Darren mengendong Viola dengan gagah nya.


"Darren kau mau apa?" Tanya Viola dengan suara yang sudah gugup.


"Tentu saja, mengajari mu bermain dokter-dokteran di dalam bathtub." Jawab Darren dengan seringai licik nya itu dan memasuki kamar mandinya.


"Tapi, aku tidak mau!" Teriak Viola pada Darren.


"Tidak ada penolakan honey." Balas Darren dengan wajah nya yang tersenyum itu.


Viola tidak bisa menolak Darren. Karna, dia sendiri tau mulut berkata tidak tapi hati nya berkata lain. Hingga membuat dua orang insan tersebut kembali melakukan hubungan yang sudah mereka lakukan beberapa saat tadi.


^^^Bersambung...^^^


...****************...

__ADS_1


__ADS_2