Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 107 Dasar mesum!


__ADS_3

Viola yang sudah berada di dalam kamar nya menatap kearah suaminya yang tengah fokus pada layar yang ada di depannya itu.


"Darren," panggil Viola.


"Emh," jawab Darren dan masih fokus kearah layar yang ada di hadapannya.


"Besok kan weekend, kau tidak ke perusahaan kan?" Viola menatap intens kearah Darren.


"Emh," jawab Darren lagi pada Viola.


"Berarti kau tidak bekerja besok kan?" Viola masih bertanya pada suaminya itu.


"Aku bekerja di rumah istri ku," Darren menghentikan kegiatan nya itu.


"Jadi besok kau tetap sibuk?" Viola menatap wajah suaminya.


"Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Darren tersenyum kecil pada Viola dan kembali melanjutkan kegiatan nya itu.


"Walaupun besok hari libur?" Viola terus saja menatap kearah Darren.


"Emh, walaupun itu hari libur." Darren menganggukkan kepalanya.


Viola yang mendengar jawaban dari Darren hanya menekuk wajah nya. Ia berniat mengajak suaminya itu untuk berkencan dengan nya. Karna selama pernikahan mereka Darren tidak pernah mengajak nya jalan-jalan bersama.


Darren yang tidak mendengar suara Viola lagi langsung menghentikan kegiatan nya menatap kearah istri nya yang sudah diam saja di atas tempat tidur. Dengan lutut yang di tekuk dan wajah yang terlihat murung. Darren menghela nafasnya menghampiri kearah Viola.


"Ada apa istri ku?" Tanya Darren sembari merapikan rambut Viola yang menutupi wajah nya.


"Darren selama pernikahan kita. Kau tidak pernah mengajak ku kencan bersama." Lirih Viola pada Darren.


"Apakah itu penting?" Wajah Darren terlihat bingung. Karna selama ini ia tidak pernah sekalipun mengajak wanita untuk kencan bersama nya.


"Tentu saja penting! Bagi seorang wanita jalan-jalan bersama, makan bersama, kencan bersama, dan ngedate bersama itu sangat berarti. Karna mereka tau bahwa pria mereka mencintai mereka dengan cara yang romantis seperti itu." Terang Viola pada Darren dengan wajah yang membayangkan bagaimana layak nya pasangan mengutarakan cinta mereka.


"Tapi, aku tidak bisa bersikap layak nya pria di luar sana istri ku." Ujar Darren pada Viola.


"Aku tau itu! Kau pria yang tidak pandai mengutarakan perasaan mu sendiri. Maka nya itu aku sedih! Bahkan sampai saat ini kau tidak pernah bilang kalau kau mencintai ku." Viola menunduk kepala nya di hadapan Darren.


"Kau tau istri ku? Bagiku cinta itu tidak perlu diucapkan! Tapi hanya perlu di bukti kan. Aku bahkan tidak tau bagaimana itu cinta yang sebenarnya. Tapi, yang aku tau aku sangat menyayangimu dan juga takut kehilanganmu." Darren mengusap pipi Viola dengan sangat lembut.


Mata Viola mulai perlahan menatap kearah Darren yang terlihat tersenyum menatap kearah nya. Ia tidak percaya kata-kata yang sangat manis bisa keluar dari mulut seorang pria seperti Darren.


"Darren," Viola memanggil nama Darren dengan sangat pelan namun mata nya masih menelusuri kedalam mata Darren.


"Iya istriku," jawab Darren pada Viola dan tersenyum.


"Bisa kah kau luang kan waktu mu untuk ku besok?" Tanya Viola menatap kearah Darren.

__ADS_1


"Tentu saja bisa! Apapun yang kau inginkan pasti akan aku penuhi." Balas Darren pada Viola.


"Bukan kah kau bilang kau sangat sibuk? Kenapa kau langsung menuruti permintaan ku tanpa berpikir terlebih dahulu?" Viola tidak percaya mendengar jawaban Darren yang begitu cepat.


"Karna, kau lebih penting dari segalanya." Darren mencium kening Viola dengan sangat dalam.


Viola memejamkan matanya saat bibir pria yang sangat ia cinta sudah menyentuh di kening nya itu. Ia masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah ini mimpi? Jika ini mimpi kenapa semuanya terlihat sangat nyata! Bahkan semakin dekat dirinya dengan Darren. Semakin besar juga ketakutan yang tertanam di hati Viola. Ia takut sewaktu-waktu Darren akan meninggalkan dirinya begitu saja.


"Darren, aku mencintaimu." Viola langsung memeluk tubuh Darren begitu saja dengan sangat erat nya.


"Aku tau itu," Darren membalas pelukan hangat dari istri nya.


Darren sendiri tidak tau apa arti cinta yang sebenarnya. Yang pasti Darren sangat takut jika kehilangan seseorang yang sangat berharga di dalam hidup nya untuk kedua kali nya.


...🐣🐣...


Perusahaan drn.khan


Tampak seorang wanita sedang berjalan dengan keadaan wajah yang terlihat sangat marah. Ia sangat marah pada pria yang saat ini menduduki posisi sebagai sekretaris di perusahaan ini.


Brak!


Terdengar suara bantingan pintu membuat pria yang duduk di sana menatap kearah wanita tersebut.


"Sudah hilang kah sopan santun mu selama kau berada di luar negri?" Pria itu menatap dengan wajah yang datar pada wanita tersebut.


"Sebaiknya kau pulang lah jika niat mu hanya ingin membuat keributan disini!" Bobby mengusir adik nya dengan aura dingin yang ada di ruangan tersebut.


"Kak! Bisa kah kau tidak terus-menerus mencampuri kehidupan ku!" Vaya masuk kedalam ruangan Bobby dengan wajah yang sangat marah.


"Aku tidak mencampuri kehidupan mu! Aku hanya memastikan kehidupan tuan muda ku tidak terancam karna kedatangan mu." Balas Bobby tanpa ekspresi apapun.


"Kak aku ini adik mu! Kenapa kakak Setega ini pada ku?" Vaya menatap kakak nya dengan wajah yang sangat sedih.


"Bukankah sudah ku katakan sebelumnya padamu. Jika niat mu kembali kesini hanya untuk merusak hubungan orang lain! maka, kau jangan pernah menganggap ku sebagai kakak mu." Bobby tetap fokus pada layar yang ada dihadapannya.


"Kak, salah kah aku mencintai seseorang yang sudah aku cintai semasa remaja ku?" Vaya menatap kearah kakak nya dengan bulir air mata yang hampir menetes.


Bobby menghela nafas nya. Ia menghentikan kegiatan nya itu menatap kearah Vaya. Dan berjalan mendekati adik nya yang dulu sangat lembut menjadi wanita yang sangat keras kepala.


"Kau tidak salah Vaya! Aku yang salah. Seharusnya aku sebagai kakak mu, dari awal aku harus melarang mu untuk tidak mencintai sahabat ku. Karna inilah yang paling ku takuti! Kau akan terobsesi pada perasaan mu sendiri." Bobby menatap adik nya dan menghapus air mata adik nya yang sudah menetes.


"Tapi pada kenyataannya aku sudah mencintai kak Darren kak." Lirih Vaya pada Bobby.


"Vaya, kau tau? Tidak semua rasa cinta kita terhadap seseorang harus di balas oleh orang tersebut. Belajar lah untuk ikhlas Vaya! Kau masih ada aku! Aku sebagai kakak mu akan tetap terus mendukung semua keputusan mu. Kecuali keputusan yang saat ini sudah kau putuskan!" Bobby membelai rambut Vaya dengan sangat lembut.


"Aku tidak akan putus asa kak! Aku akan menyerah sampai kak Darren benar-benar menolak ku." Tekad Vaya.

__ADS_1


Bobby yang melihat sifat adik nya yang keras kepala itu kembali. Hanya bisa mengendalikan dirinya sendiri. Jujur saja ia juga tidak ingin menyakiti adik satu-satunya itu.


"Jika itu keputusan mu! Maka sudah berkali-kali aku katakan. Yang akan kau hadapi adalah kakak mu sendiri." Bobby menatap intens kearah Vaya.


"Sekalipun itu kakak ku sendiri! Aku akan tetap berjuang mendapatkan cinta ku sendiri kak." Lirih Vaya dengan mata yang sudah menatap kebawah.


Sebenarnya Vaya tidak sanggup jika menentang kakak nya sendiri. Selama hidup nya ia tidak pernah menentang semua ucapan kakak nya itu padanya. Namun, dalam kondisi seperti ini ia tidak punya pilihan lain. Ia tidak sanggup jika harus kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kali nya. Cukup karna kesalahan nya yang lalu sudah meninggalkan pernikahan nya begitu saja. Yang membuat dia menyesali nya seumur hidup nya itu.


"Baiklah Vaya. Aku banyak pekerjaan hari ini! Kau boleh keluar dari ruangan ku." Perintah Bobby pada adik nya. Ia tidak sanggup mengendalikan dirinya itu jika terus-menerus bertentangan dengan Vaya.


"Baiklah tuan Bobby, maaf sudah menganggu waktu anda. Saya permisi!" Vaya tersenyum pada Bobby dan bersikap dengan formal.


"Baiklah dokter Vaya! Saya tidak bisa mengantar anda saat ini." Bobby membalas ucapan Vaya dengan tersenyum juga pada Vaya.


Vaya mengangguk kan kepalanya dan berjalan keluar dari ruangan kakak nya itu dengan langkah yang gontai. Ia tidak menyangka hubungan darah mereka bisa menjadi hubungan perang dingin seperti ini hanya karna kakak nya menentang keputusan nya itu.


......................


Berbeda sekali dengan wanita yang saat ini sedang bekerja di sebuah cafe dengan seragam yang ia kenakan.


"Shelly antar minuman ini ke meja itu," ujar pekerja lain nya pada Shelly dengan menunjuk kearah meja yang memesan minuman tersebut.


"Baik nona Prita," Shelly tersenyum pada wanita yang ada di hadapannya itu.


"Kau itu." Prita hanya menggelengkan kepalanya saja menatap kearah Shelly yang selalu tersenyum pada semua orang.


Shelly berjalan kearah meja yang sudah memesan minuman itu dengan wajah yang tersenyum ramah.


"Tuan ini minumannya," ujar Shelly dengan sangat sopan dan berhati-hati ia meletakkan minuman itu diatas meja pengunjung.


"Nona, kau sangat cantik!" Ujar pria yang menatap kearah Shelly.


"Terimakasih," jawab Shelly dengan singkat dan hendak pergi.


"Nona bisa kah kau pergi berkencan dengan ku malam ini?" Pria itu menahan tangan Shelly dan menatap kearah wajah Shelly.


"Tuan maafkan saya! Saya hanya waiters cafe biasa disini. Bukan sebagai waiters pria yang seperti anda pikirkan." Shelly tersenyum dan perlahan melepaskan tangan pria itu pada nya.


Pria yang di tolak oleh Shelly hanya tersenyum saja menatap kearah Shelly. Bagaimana bisa ada seorang wanita yang berani menolak nya. Sebelum nya semua wanita selalu saja mengejar kemanapun ia berada. Dan bahkan wanita lain tidak punya rasa malu mengatakan akan menyerahkan tubuh mereka pada dirinya. Namun, wanita ini terlihat sangat berbeda sekali Dimata pria tersebut. Membuat pria itu hanya tersenyum dan menatap nanar kepergian Shelly dari hadapan nya.


"Menarik!" Pria itu hanya tersenyum saja.


"Dasar pria mesum!" Kesal Shelly saat ia sudah meninggalkan pria yang sudah berani memegang tangan nya.


Dengan perasaan yang kesal Shelly meletakkan nampan yang sejak tadi ia pegang dengan sangat kuat membuat pelayan lain terkejut dan menatap kearah Shelly.


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2