Menikahi Seorang Miliarder Dunia

Menikahi Seorang Miliarder Dunia
Eps. 72 Suasana yang tak terkendali kan.


__ADS_3

Bandara internasional Soekarno Hatta...


Tampak seorang gadis yang sangat sexy memegangi koper yang ada di tangan nya. Gadis tersebut bermata biru, bertubuh langsing dan tinggi. Tentu saja tubuh yang sangat ideal seperti itu hanya di miliki oleh seorang model bernama Laura Kiehl.


Laura mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang. "HALLO,"


"Maaf, bisakah saya berbicara dengan atasan anda?" Laura berbicara sesopan mungkin pada orang yang mengangkat panggilan nya.


"HALLO sayang," sapa Laura ketika panggilan nya sudah berada tepat dengan orang yang dia inginkan.


"Ada apa?" Tanya pria yang menjawab telfon Laura dengan suara datar nya.


"Sayang, kau itu cuek sekali pada ku! Aku ada di Indonesia sekarang. Kamu ada di mana? Biar aku menemui mu sayang! Aku kangen." ujar Laura dengan suara-suara yang di buat nya se-sexy mungkin.


"Cih! Menjijikkan sekali." balas pria itu lewat seluler nya.


"HALLO! Sayang?" Laura terus saja menjerit. Namun, tidak ada jawaban sama sekali.


"What! Dia memutuskan panggilan ku begitu saja? Benar-benar orang yang tidak memiliki perasaan sedikit pun!" Hardik Laura ketika panggilan nya terputus.


Laura segera berjalan ke mobil nya yang sudah menunggu nya sejak tadi di depan bandara. Sebelum ia tiba di bandara ia sudah menyuruh supir pribadi nya untuk menjemput nya.


"Non, kita mau kemana?" Tanya supir tersebut dengan suara yang rendah agar majikan nya itu tidak marah-marah gak jelas pada dirinya.


"Ke perusahaan drn.khan pak! Sudah lama aku tidak kesana. Seperti nya dia sudah bosan pada istri nya itu dan bersikap hangat kembali pada ku." Senyum Laura sudah merekah di bibir nya.


Kedatangan nya ke Indonesia tidak akan sia-sia jika ia bisa menghancurkan hubungan antara Viola dan Darren.


"Baik non," jawab supir tersebut dengan sangat hormat. Supir itu pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


...🌾🌾...


Perusahaan drn.khan..


Tidak menunggu waktu yang lama Laura tiba di perusahaan drn.khan. Saat ini Laura sudah tiba di resepsionis perusahaan drn.khan dengan senyum di bibir nya.


"Apakah Presdir anda ada ditempat?" Tanya Laura dengan sangat sopan. Ia tidak ingin kejadian memalukan itu terjadi untuk kedua kalinya pada dirinya itu.


"Maaf nona, apakah nona sudah membuat janji dengan Presdir kami?" Tanya resepsionis tersebut pada Laura.


Resepsionis tersebut sangat jelas mengingat kejadian yang pernah terjadi di perusahaan atasan nya itu.


"Tidak ada! Saya baru pulang dari luar negeri. Jadi saya ingin memberikan nya kejutan. Oleh karna itu saya tidak membuat janji terlebih dahulu." ujar Laura dengan emosi yang mulai di tahan nya.


"Sial! Sesusah itu kah untuk menjumpai seorang Darren Abraham Khan?" Kesal Laura di benak nya.


"Mohon maaf nona Laura, anda tidak bisa menemui pimpinan kami. Peraturan perusahaan disini tidak mengijinkan seseorang menemui Presdir kami tanpa membuat janji terlebih dahulu nona." Jelas resepsionis itu kembali pada Laura.


"Cih! Pelayanan seperti apa yang ada di perusahaan ini! Benar-benar tidak sopan." tuding Laura pada resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Maaf nona, saya harap anda tidak membuat keributan seperti yang lalu." Resepsionis tersebut berusaha tersenyum pada Laura.


"Saya tidak akan membuat keributan jika kalian tidak mencari masalah duluan." tukas Laura pada kedua resepsionis wanita yang ada di sana.


"Hubungi sekertaris Bobby sekarang!" Resepsionis wanita memberikan kode pada resepsionis wanita yang lain nya.


Hanya sebuah anggukan saja sudah mengartikan jawaban yang di berikan resepsionis wanita itu pada rekan kerja nya. Sedangkan yang satu nya lagi berusaha menahan Laura agar tidak membuat masalah.


"Nona, jika anda memang ingin benar-benar bertemu dengan pimpinan kami anda bisa menunggu di ruang tunggu. Kami akan memberi tahukan terlebih dahulu pada Presdir kami." Resepsionis berusaha menahan Laura.


"Tidak perlu! Saya bisa mencari nya sendiri." Laura hendak melangkah kan kaki nya itu.


"Nona Laura! Sudah 3 bulan lebih anda tidak muncul. Lantas ada gerangan apa sehingga anda menampakkan diri anda lagi?" Bobby sudah berada di lantai bawah menatap kearah Laura dengan mata malas nya.


"Hah! Lagi-lagi tuan Bobby yang saya temui." Sindir Laura menatap jengah kearah Bobby.


"Ada perlu apa anda kemari nona Laura?" Bobby sudah bersikap seperti biasanya yang hanya bertanya seadanya dan menjawab seperlunya.


"Aku ingin menjumpai Darren! Dimana dia?" Laura langsung mengajukan pertanyaan penting nya pada Bobby.


"Maaf nona Laura, tuan Darren sedang ada rapat. Anda tidak bisa menemui nya saat ini." Jawab Bobby pada Laura.


"Kau tidak perlu berbohong pada ku!" Laura menatap tajam kearah Bobby.


"Nona Laura, saya tidak berbohong pada anda! Jika anda ingin menemui nya silahkan. Tapi, jangan salahkan saya jika tuan Darren langsung menghabisi anda. karna, anda mengganggu rapat nya! Sebelum nya saya sudah mengingatkan anda terlebih dahulu." Bobby tersenyum tipis pada Laura membuat Laura menelan saliva nya itu dengan sangat susah.


"Kau sedang menakuti-nakuti ku ya?" Laura mendelik kan matanya itu pada Bobby.


"Mengapa kau tertawa?" Tatap tajam Laura pada Bobby.


"Anda jelek sekali jika membesarkan bola mata anda itu. Sayang sekali bagaimana bisa anda menjadi model yang sangat terkenal!" Bobby hanya tersenyum sinis saja.


Sementara karyawan yang ada di perusahaan Darren sudah menahan tawa mereka mendengar sekretaris Bobby yang berani menghina seorang model terkenal.


"Sekretaris Bobby keren ya!" Bisik resepsionis wanita itu pada rekan yang ada di sebelah nya.


"Iya, andai saja aku jadi wanita sekertaris Bobby!"


"Jangan halu!" Resepsionis tersebut sudah menahan tawa mereka masing-masing.


Laura yang mendengar bisikin mereka semakin merasa panas di dalam hati nya. Berani sekali orang-orang rendahan seperti mereka menghina dirinya itu. Begitulah yang ada di pikiran Laura saat ini.


"Hahahaha! Kau itu hanya seorang sekretaris. Jadi jaga bicara mu itu! Aku bisa saja menuntut mu karna sudah berani menghina ku di depan semua orang! Dan satu hal lagi jika atasan mu itu tau kau menghina diri ku, mungkin kau sudah langsung di pecat oleh nya!" Dengan sangat bangga Laura berbicara dengan suara keras nya membuat dirinya menjadi pusat perhatian disana.


"Gimana ni? Jika tuan muda tau kejadian ini apa tuan Bobby akan di pecat? Benarkah model terkenal itu kekasih tuan muda?" Karyawan di perusahaan tersebut sudah berbisik-bisik satu sama lain.


"Ah tidak mungkin! Kalian kan tau tuan muda sudah menikah!" Balas karyawan yang lain nya.


"Tapi, apa pernah kalian semua melihat siapa nyonya muda yang sebenarnya? Tidak kan! Ya walaupun dulu sempat ada berita heboh tentang pernikahan tuan muda. namun, wajah nona muda tidak terlihat jelas. Dan yang hanya melihat wajah nyonya muda cuma beberapa orang saja. Itu pun tidak ada entertainment atau media yang lain nya memberitahu kita wajah nyonya muda." Ujar karyawan lain nya.

__ADS_1


"Iya benar juga! Jika nona Laura adalah istri dari tuan muda bagaimana? Kan kalian juga tau beberapa bulan ini nona Laura tidak pernah tampil di media lagi! Mungkin saja nona Laura saat itu sedang menikah dengan tuan muda. Dan baru kembali lagi setelah tuan muda mengijinkan nya untuk muncul kembali." Karyawan yang lainnya terus saja berbisik-bisik dengan pemikiran mereka masing-masing.


Bobby merasa panas dan heran mendengar perbincangan karyawan yang ada di perusahaan sahabat nya. Jika sahabat nya itu tau maka habis lah mereka semua di pecat oleh Darren. Karna, berani menyimpulkan semua nya sesuka hati mereka apalagi itu menyangkut tentang Darren.


"Nona Laura Kiehl! Saya harap tarik kembali ucapan anda sebelum anda menyesali nya!" Tegas Bobby pada Laura.


"Tuan Bobby Charlton yang terhormat! Mengapa aku harus menarik kembali ucapan ku? Emangnya ada yang salah dengan ucapan ku?" Sinis Laura pada Bobby membuat suasana semakin riuh.


Laura merasa dirinya berada di titik kemenangan. Bagaimana bisa kedatangan dia membuat seluruh orang yang ada di perusahaan itu menjadi kacau.


"Kalian semua yang ada di sini dengar lah! Apa kalian semua tau seperti apa wajah istri dari Presdir kalian?" Tanya Laura dengan suara keras nya membuat para karyawan hanya menggeleng kan kepalanya itu.


"Darren! Kapan rapat mu selesai? Aku sudah muak melihat wanita yang tergila-gila ini pada mu." gumam Bobby dengan perasaan kesal nya.


"Nona Laura, sebaik nya anda pulang sekarang! Jangan sampai saya berbuat kasar lagi pada anda." Bobby menekan kan setiap kalimat nya.


Laura sempat bergidik ngeri mendengar ucapan Bobby. Namun, dia sudah melakukan hal yang besar seperti ini. Sayang sekali jika dia harus menghentikan tindakan nya itu.


"Sekretaris Bobby ... Anda mengusir saya? Mengapa anda tega sekali pada istri dari Presdir anda?" Laura sudah memasangkan wajah nya se-sedih mungkin. Agar para karyawan merasa iba padanya.


"Apa! Ternyata nona Laura istri dari tuan muda? Kita sudah tidak sopan tadi pada nya." Bisik karyawan tersebut pada yang lain nya.


"Sebaiknya kita minta maaf sekarang pada nyonya muda! Sebelum tuan muda mengetahui nya. Biar saja tuan Bobby yang menanggung kesalahan nya sendiri! Kita jangan." usul karyawan yang lainnya membuat senyum Laura semakin merekah di wajah nya.


"Laura Kiehl! Jaga omongan anda sebelum anda menyesali nya!" Bobby menatap Laura dengan api yang membara karna sudah berani membuat kesalahpahaman di perusahaan sahabat nya.


"Kalian lihat ini! Sekertaris macam apa dia? yang tidak menghormati istri dari atasan nya." Laura semakin tersenyum licik di hadapan Bobby.


"Anda akan menyesali nya nona Laura!" Batin Bobby.


"Kalian kenapa diam saja? Kalian tidak ada niat untuk menyambut istri dari atasan kalian ini?" Laura menatap ke seluruh karyawan yang ada di sini.


"Welcome nyonya muda," mereka semua pun memberikan hormat pada Laura dan menyambut nya.


"Apa yang kalian lakukan?" Sorot mata Bobby tajam menatap mereka.


"Maaf tuan Bobby kami tidak ingin membuat kesalahan." Jawab karyawan tersebut.


"Justru kalian lah yang membuat kesalahan besar!" Bobby menghela nafas nya dengan berat.


"Bagus! Kalian semua karyawan yang sangat sopan dan baik. Tidak seperti anda sekertaris Bobby." Laura hanya mengedipkan satu matanya di hadapan Bobby.


"Nona Laura, maaf karna saya akan bertindak kasar kali ini pada anda!" Bobby langsung memajukan langkah nya hendak menarik tangan Laura untuk keluar.


"Tuan Bobby, mengapa anda kasar sekali pada ku! Anda tidak tau apa kalau aku ini sedang hamil anak dari Darren!" Teriak Laura pada Bobby. Membuat suasana semakin mencekam.


Klenteng ...


Tiba-tiba saja suara benda yang jatuh dengan sangat keras membuat pusat perhatian orang yang berada di sana langsung tertuju kearah suara tersebut.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


...****************...


__ADS_2